Komunitas  Dolanan Pinter

MATAMEDIA- RI.com – Ditengah-tengah zaman yang terus bergulir, tantangan untuk mempertahankan budaya semakin besar. Anak-anak generasi penerus bangsa harus mengenal budaya sejak awal. Dolanan pinter hadir untuk menyelamatakan satu aspek budaya Indonesia terutama di dunia permainan tradisoinal anak-anak.

Beberapa tahun terakhir, anak-anak usia Taman kanak-kanan bahkan usia dibawahnya sudah sangat dekat dengan Gadget. Kita dapat melihat anak-anak menenteng tablet di sana-sini. Mereka cenderung asik dengan dunia baru mereka, game online maupun offline yang ditawarkan oleh layar tablet atau smartphone mereka.

Semangat menyelamatkan masa bermain anak-anak oleh beberapa pemuda Indonesia yang kebetulan sedang menjalankan aktivitas di Yogyakarta untuk membentuk Komunitas Dolanan Pinter. Komunitas ini terdiri dari berbagai latar belakang, seperti perawat, apoteker, sastrawan, guru, ekonom, pustakawan, mahasiswa, dll. Komunitas ini menggaet orang-orang dari luar negeri yang sedang belajar di Indonesia untuk study master, maupun program course.

Dolanan Pinter membawa tagline  Dolani, Dolanan, dan Dolan-Dolan.

Dolani berarti berkunjung atau bersilaturahmi. Mengunjungi daerah pedesaan yang masih tergolong terpencil untuk menebar inspirasi bersama siswa Sekolah Dasar. Namun pada project yang telah berlangsung, tidak hanya di sekolah dasar saja, namun komunitas ini juga merambah di area Taman Baca Masyarakat, Karang Taruna, hingga Remaja Masjid. “karena konsentrasi kami adalah berbagi, maka project ini bisa lebih fleksible”, tutur Edwin, ketua komunitas Dolanan Pinter.

Suasana ketika bersama anak-anak menjadi pengalaman yang sangat menarik. Antusias anak-anak juga menjadi salah satu pemacu semangat para volunter Dolanan Pinter. Keceriaan mereka seolah menyadarkan, tak sepantasnya senyum manis ini direnggut oleh zaman. Tilak, salah satu volunter dari Bangladesh yang merupakan seorang dokter sekaligus Dosen di negaranya mengungkapkan bahwa dia begitu tertarik di dunia anak-anak, walaupun mengajar anak-anak ternyata lebih sulit dibandingkan mengajar mahasiswa.

Ketika di dalam kelas, Dolanan Pinter mengajar bahasa inggris kepada sisswa. Sesi ini dipegang langsung oleh volunter dari Luar negeri namun tetap didampingi volunter dari Indonesia untuk memudahkan komunikasi antara siswa dengan volunter asing. Selain memudahkan komunikasi juga untuk mempermudah dalam pengelolaan kelas.

Selain mengajarkan bahasa, sesi selanjutnya ada kelas keterampilan. Kelas keterampilan mengajak siswa untuk membuat kerajinan seperti gantungan kunci dari kain flanel, origami, menyampul buku, bingga mengajari mereka cara mencuci tangan yang benar. Sesi ini diharapkan dapat menambah keterampilan siswa di luar akademik. Sehingga kegiatan bersama dolanan pinter juga semakin berwarna.

Kemudian Dolanan berarti belajar bersama siswa-siswa sekolah dasar dengan cara yang menyenangkan dan menarik. Melalui games dan pelajaran kerajinan, soft skill siswa-siswa dapat diasah. Selain belajar di dalam kelas, Dolanan Pinter mengajak siswa memainkan permainan yang dapat mengasah kemampuan afektif dan psikomotorik mereka. Keterampilan yang diajarkan Dolanan Pinter kepada siswa-siswa diantaranya keterampilan memanfaatkan kertas bekas untuk menyampul buku, sehingga  nilai tambah pembelajaran adalah memanfaatkan barang bekas. Kemudian keterampilan lainnya seperti origami, membuat boneka dari kain flanel, dan masih banyak lagi. Kemudian Dolanan Pinter juga mengangkat permainan tradisonal,  berusaha mencari permainan-permainan yang sifatnya mendidik.

Tagline ketiga yaitu Dolan-Dolan. Dolan-dolan berarti mengenal kebudayaan serta potensi lokal yang ada. Selain menambah wawasan untuk member relawan Dolanan Pinter yang berasal dari Indonesia, dolan-dolan sebagai ajang pengenalan budaya Indonesia secara umum kepada relawan Dolanan Pinter yang berasal dari luar Indonesia. Indonesia kaya akan kebudayaan serta potensi lokal yang membawa peluang untuk dikembangkan, sehingga memiliki daya saing serta daya tarik di mata Internasional.

Selain intens di dunia anak-anak, setiap menyelesaikan satu project, Dolanan Pinter tidak pernah melewatkan kesempatan untuk mengeksplore wisata terpopuler di daerah setempat. Jadi hal ini juga sebgai ajang untuk mengenalkan pariwisata Indonesia kepada wisatawan asing (volunteer dari luar negeri yang tergabung dalam setiap projek Dolanan Pinter).

Pariwisata Indonesia, Yogyakarta khususnya, menawarkan pesona yang luar biasa. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para volunter yang tergabung di dolanan pinter. Setiap menyelesaikan project, dolan-dolan menjadi penutup untuk melengkapi sehari berssama Dolanan Pinter. Dengan tagline Dolan-dolan ini semoga pariwisata Indonesia semakin terkenal di kancah internasional dan menjadi motivasi pula bagi Indonesia untuk terus memperbaiki sector pariwisatanya.

Ulang Tahun Dolanan Pinter

Komunitas yang mengajar siswa Sekolah dasar pedesaan di waktu libur ini mulai terbentuk sejak bulan November 2015. Baru sebulan terbentuk namun antusias masyarakat terhadap komunitas ini cukup besar, terbukti member yang tergabung semakin banyak. Mereka tidak hanya yang berasal dari Indonesia saja, namun dari Mahasiswa Internasional yang berasal dari Nepal, Bangladesh, Turki, Mesir, Rusia, Madagaskar, dan Spanyol.

Bulan November 2016 lalu Komunitas yang bergerak di bodang social ini merayakan ulang tahunnya yang pertama. Kegiatan yang digelar hamper sama dengan project biasanya, namun diakhir acara diadakan doa bersama untuk Dolanan Pinter kedepannya dan Indonesia secara umum agar semakin maju dalam hal social, pendidikan, dan pariwisata. Sesi doa bersama juga dilengkapi dengan potong tumpeng, dan makan bersama.

Walaupun komunitas ini baru terbentuk satu tahun terakhir, project yang berlangsung sudah cukup banyak. Seluruh kabupaten di Yogyakarta sudah dirambahnya. Volunter yang tergabung juga sudah cukup banyak. Edwin berharap “Semoga suatu saat nanti dapat merambah ke area yang lebih luas lagi, ke luar Yogyakarta, bahkan luar jawa.” Sejauh ini kegiatan direncanakan akan terus dilaksakan selama dua kali dalam sebulan di hari minggu atau hari libur.

 

Social Project with Sedekah Rombongan

Dolanan Pinter juga terlibat dalam projek bersama dengan komunitas maupun organisasi lain untuk membuat social project. Seperti Bulan Januari 2017 ini, bersama Sedekah Rombongan membantu menyemarakkan kegiatan outbond bagi pengidap kanker.

Kemudian Arni, salah satu volunter mengungkapkan, “senang dapat bergabung dengan komunitas ini. Selain menambah teman, juga bahagia bisa berbagi ilmu dengan anak-anak” . bahkan volunter dari luar seperti Mila dari Rusia menuturkan antusiasnya, “the great experience, with Dolanan Pinter”.

Yuk bergabung dengan Dolanan Pinter

Komunitas ini bersifat terbuka bagi siapapun yang tertarik terjun di ranah social sebagai relawan. Untuk mengetahui berbagi kegiatanyang telah dilakukan komunita ini, silahkan kunjungan akun facebook resminya yaitu Dolanan Pinter dan instagram di @Dolananpinter.

Jika anda tertarik untuk mengikuti projek di dolanan pinter, silahkan menghubungi lewat facebook atau instagram. Siapkan CV untuk apply menjadi member. Komunits ini tidak mengikat siapapun, jadi anda dapat memilih untuk mengikuti project yang berlangsung. Selain akan mendapatkan teman baru dari teman-teman berbagai belahan dunia, juga pastinya mendapat pengalaman menarik bersama anak-anak, dan explore pariwisata.

Editor:  *R★.V.★N*

2 Comments on “Komunitas  Dolanan Pinter”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *