Menjaga Kesehatan Pikiran

MATAMEDIA- RI.com – Berpikir merupakan kodrat dari manusia. Berpikir dapat menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental seseorang. Dengan berpikir manusia dapat membedakan perilaku yang buruk, baik dan dapat mengkontrol emosi dalam dirinya. Tidak bisa di pungkiri bahwa manusia mengalami ketidaksehatan dalam berpikir. Apa yang di maksud ketidak sehatan dalam berpikir? Kenapa kesehatan berpikir itu diperlukan? Bagaimana menjaga kesehatan berpikir itu? Mengapa menjaga kesehatan pikiran itu penting?

Pikiran dapat mempengaruhi emosional dan perilaku seseorang. Jika seseorang berpikir baik atau positif maka emosional dan perilaku yang timbul juga baik, tapi sebaliknya ketika seseorang berpikir buruk atau negatif maka emosi dan perilaku yang ditunjukkan juga buruk atau negatif.

Dalam kehidupan kita sering mengalami berbagai masalah. Setiap orang tentunya berbeda-beda dalam menghadapi sebuah masalah dan setiap orang pun berbeda-beda dalam merespon satu masalah yang sama. Contohnya masalah asmara, pekerjaa dan pendidikan. Ada yang menanggapi suatu masalah dengan pikiran positif dan ada yang menanggapi dengan pikiran negatif. Seseorang yang mampu tetap berpikir positif saat dihadapkan dengan suatu peristiwa atau masalah, maka akan memunculkan emosi dan perilaku yang positif pula dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut, sebaliknya ketika seseorang berfikir negatif terhadap peristiwa atau suatu masalah, maka akan memunculkan emosi dan perilaku yang negatif pula dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut.

Sebagai contoh ketika seorang mahasiswa yang melakukan bimbingan skripsi pada dosennya dan skripsi tersebut banyak dicoret-coret oleh dosennya, dalam peristiwa tersebut bisa saja ada dua cara berpikir yang muncul. Cara berpikir yang pertama, mahasiswa merasa dosen tidak menyukainya, dosen yang kejam dan dosen yang jahat. Ketika pikiran seperti itu muncul maka juga akan memunculkan emosi negatif seperti marah, benci dan kesal pada dosen tersebut. Selanjutnya akan memunculkan perilaku seperti tidak mau menemui dosen untuk bimbingan. Cara berpikir yang kedua, mahasiswa merasa diperhatikan oleh dosen, dinasehati, diberikan pengarahan. Ketika pikiran seperti itu muncul muncul maka juga akan memunculkan emosi positif seperti bahagia, semangat. Selanjutnya akan memunculkan perilaku seperti segera berusaha memperbaiki skripsinya dan kembali menemui dosen pembimbingnya kembali. Dari peristiwa tersebut kita dapat mengetahui betapa besarnya pengaruh pikiran terhadap emosi dan perilaku seseorang. Jadi Kesehatan berfikir masuk ke dalam kesehatan mental, karena dengan menjaga kesehatan pikiran seseorang dapat memengaruhi kesehatan emosi dan perilaku, sehingga kehidupan dan aktivitas kita bisa lancar dalam menjalani hari.

Menjaga kesehatan pikiran dapat mempengaruhi kesehatan fisik maupun jiwa seseorang. Jika orang itu berfikiran negatif maka perilaku yang timbul juga negatif. Orang yang pikirannya negatif misalnya marah maka tanda-tanda fisik yang kelihatan adalah berkeringat, jatung berdegup kencang, matanya memerah. Orang yang tidak dapat mengkontrol emosi kesehatn fisiknya akan terganggu contohnya hipertensi dan sakit jantung.

“Salah satu penyebab stres dan depresi adalah adanya pikiran berlebihan dan tidak rasional (distorsi kognitif). Stress merupakan suatu keadaan tertekan yang dialami oleh seseorang dari sebuah peristiwa yang dialami. Setiap orang pasti pernah mengalami stress, hanya saja stress yang dialami setiap orang berbeda-beda tingkatannya. Ada yang stres ringan, stress sedang dan ada juga yang mengalami stres berat,” tutur Nelly Tridinanti mahasiswa yang sedang menjalani Pendidikan Strata-2 di Fakultas Psikologi (Magister Profesi Psikologi Klinis), Universitas Mercubuana Yogyakarta.

Stres dapat mempengaruhi fisik, emosi, sosial dan juga di pikiran seseorang. Dari segi fisik berupa sakit kepala, sakit perut. dari segi emosi berupa sedih, marah, mudah tersinggung.  Dari segi sosial seperti menarik diri dari lingkungan, dan pikiran selalu berpikir  dirinya selalu salah, dan  tidak berguna.

Ada beberapa cara mengatasi stres dalam ruang lingkup kesehatan pikiran “kembali pada pikirannya, mendesign ulang pikiran, atau intervensi yang biasa disebut dengan Terapi Kognitif. Terapi kognitif bertujuan untuk mengidentifikasi pikiran-pikiran negatif seseorang, mengembangkan atau memerkenalkan pikiran alternatif yang mampu menggantikan pikiran-pikiran negatif yang ada. Maksudnya adalah bagaimana seseorang itu membenarkan atau menyusun kembali cara berpikir yang salah menjadi benar,” ungkap Nelly.

“Secara umum untuk menjaga kesehatan pikiran dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya selalu mengelola sugesti positif dalam diri, lebih banyak bersyukur dan berhenti mengeluh terhadap keadaan yang dialami, optimis terhadap harapan, meluangkan waktu untuk beristirahat dan merileksasikan diri, menjaga pola hidup yang sehat seperti olahraga, makanan yang sehat seperti mengkonsumsi sayur-sayuran, pola tidur yang baik dan terakhir berusahalah tetap memiliki alasan untuk tersenyum setiap hari.” jelas Nelly.

Penulis: Rifai Aulia

Editor:  *R★.V.★N*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *