Commimfest 2017: Menyelami Maritim Indonesia, Temukan Potensi, Wujudkan Aksi

Commnunication Interest Festival (Commimfest) merupakan kompetisi skala nasional yang bergerak bidang  Ilmu Komunikasi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMPS Kom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) bersama Kelompok Profesi atau yang sering dikenal Kelompok Studi (KPKS) dan Atma Jaya Radio (AJR). Commimfest terbuka untuk seluruh mahasiswa di Indonesia yang tertarik dalam bidang Ilmu Komunikasi.

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY), melihat adanya kesempatan untuk mewujudkan perkembangan di lingkup ilmu komunikasi. KPKS yang mengikuti Commimfest 2017 terdiri dari Atma Jaya Broadcasting Network (ABN), Teras Pers,  PR. Comm (PR Community) dan Atma Jaya Radio (AJR). Nama Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta sudah di kenal melalui berbagai lomba seperti Pekan Komunikasi Universitas Indonesia, Teras Pers yang tergabung dalam Ikatan Pers Mahasiswa Yogyakarta pernah menjuarai kompetensi Media Matters di Pekan Komunikasi Universitas Indonesia, dan ABN yang berpartisipasi dalam  Jogja Biennale 2015 bekerjasama dengan Ketjil Bergerak.

Tema Comminfest 2017 “Menyelami Maritim Indonesia: Temukan Potensi, Wujudkan Aksi”. Tema tahun ini bertujuan mengajak mahasiswa melahirkan ide-ide kreatif dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia melalui lima pilar utama. Comminfest 2017 juga berkaca pada pola pikir Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam menjawab tantangan-tantangan pihak luar terhadap apa yang dilakukannya. Cara berpikir tersebut adalah being simple dan being logic. Being simple dan being logic adalah cara di mana kita melakukan langkah yang sederhana tetapi didasari dengan pemikiran rasional. Dengan demikian, Comminfest 2017 mengajak seluruh mahasiswa di Indonesia untuk menuangkan ide-ide kreatifnya ke dalam langkah-langkah yang sederhana dengan disertai pemikiran yang rasional dalam berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Ide-ide kreatif tersebut akan dituangkan dalam setiap mata lomba pada Comminfest 2017 yang diharapkan dapat menjadi ajang seluruh mahasiswa untuk menunjukkan kontribusinya pada Indonesia.

“Karena sekarang itu kita mahasiswa terkadang kurang memiliki perhatian ke arah maritim, padahal banyak sekali potensi yang bisa kita selami dan ini sebagai bentuk perhatian kami bersama dalam menjembatani antara pemerintahan dengan masyarakat dalam rangka menjalankan Tri Dharma Perguruan tinggi, dengan cara menumbuhkan ide-ide kreatif yang sederhana namun rasional dalam mewujudkan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia melalui Commimfest 2017” jelas Felicita Clarisa selaku Ketua Pelaksana Commimfest 2017.

Commimfest 2017 di isi oleh 4 mata lomba, seperti Artriwara, BROADAY, Radio Announcer Competition (RAC), dan The Prime. Artriwara merupakan salah satu mata lomba yang terdapat di dalam rangkaian acara Comminfest 2017. Artriwara diadakan oleh salah satu kelompok studi yang bernama Teras Pers. Atriwara mewajibkan pesertanya untuk liputan berita kemudian di jadikan berita secara langsung. Yang sudah berbentuk berita dikirim ke panitia berikut dengan transkip dan beritanya harus dalam konteks maritim. Lomba BROADAY berupa Video Blog dan News Presenter bertema Maritim, sehingga pengambilan obyek dapat berupa air atau perairan, perikanan, pariwisata, maupun minyak dan gas. “sekarang kan lagi trennya orang bikin vlog, nah kita belum pernah melihat Vlog tapi dalam konteks maritim. Fenomena itu kita tangkap dan kita arahkan untuk menyelami maritim,” tutur Felicita Clarisa.

Radio Announcer Competition (RAC) merupakan salah satu dari empat mata lomba yang ada dalam Communication Interest Festival (Comminfest) 2017. Pada mata lomba ini, peserta bisa menambah pengalaman, dan wawasan seputar dunia penyiaran khususnya radio yang akan di implementasikan dalam workshop serta kompetisi berupa single announce. Tahun ke empat The PRime kembali berfokus pada komunikasi CSR. Tahun ini, tema The PRime lebih menggali pada potensi maritim Indonesia dengan menggandeng atensi masyarakat lewat ide kreatif mahasiswa. The PRime dalam Comminfest 2017 akan membawa komunikasi CSR sebagai perhatian baru dalam dunia maritim di Indonesia, yaitu melalui tema “Cakrawarti Samudera”.

Commimfest berlangsung selama dua hari dimulai pada tanggal 28 April 2017, dibuka dengan sambutan ketua pelaksana Felicita Clarisa. Dilanjutkan oleh sambutan oleh Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta Dr. Gregorius Sri Nurhanto. Tidak ketinggalan sambutan dari perwakilan Gubernur DIY oleh Drs. Bayu Haryana M.si selaku staf ahli Gubernur DIY bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan yang menghadiri dan memukul gong sebagai simbol pembukaan rangkaian acara Commimfest 2017.

Rangkaian acara di mulai dengan seminar Artriwara “Jurnalisme Lingkungan yang Beretika” diisi dengan pembicara yang inspiratif Tomy Apriando (Mongabay) dan Halik Sandera (Walhi) dengan moderator Irene Santika Vidiadari (dosen Fisip). Di lanjutkan Workshop BROADAY: How To Be A Great News Presenter dengan pembicara Prisca Niken di Audit 2 kampus IV Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kemudian langsung masuk mata lomba Broaday “News Presenter”. Pada lomba News Presenter para peserta seperti layaknya news presenter di depan TV, hanya saja mereka melakukannya di depan para juri yang di isi oleh Hendrawan Setiawan ( CNN Correspondent), Siswanto Rusdi (Founder dan Director The National Maritime Institute) dan Lukas Deni (Dosen FISIP UAJY).

Acara yang tak kalah keren dan bermanfaat bagi para peserta Commimfest yang mempunyai passion di bidang penyiaran, Radio Announcer Workshop di auditorium kampus IV Atma Jaya Jogja, diisi oleh Mario Pratama dari Prambors dengan materi seputar Find Yourself on A Radio. Untuk mata lomba The Prime, para peserta di pagi hari melakukan company visit ke Mirota KSM. Di sambut oleh bapak Jozhua selaku Humas PT. Mirota KSM. “Bagi mahasiswa yang bercita-cita menjadi Humas Profesional kunjungan ini sangat bermanfaat, banyak hal yang bisa kami dapatkan” ungkap salah satu peserta. Setelah kunjungan, sepuluh finalis yang telah terpilih mempresentasikan apa yang mereka usung di mata lomba The PRime.

Terakhir penutupan, dengan gala dinner di salah satu restoran terkemuka Jogja. Para peserta terlihat asik bercengkrama dengan satu kelompoknya sembari menyantap hidangan, ada juga yang berbincang-bincang dengan kelompok lain. Asik mengabadikan momen dengan berselfi ria. Gelak tawa terdengar riang di dalam ruang yang ramai, seluruh peserta terlihat puas menjalani berbagai kegiatan Commimfest 2017.

Di pagi hari Ruang-ruang telah rapi, siap menyambut para peserta di hari kedua Commimfest 2017. Terdapat dua acara di pagi dan di malam hari. Di pagi hari para finalis memasuki tahap akhir Commimfest 2017 dari 4 mata lomba. Dimulai Final RAC, peserta melakukan siaran radio di depan para juri Mario Pratama (Penyiar Radio Prambors FM Jakarta, Ursula Quera Nandadevi) Bone (Geronimo FM) dan Josep Joedhi Darmawan, M.A (Dosen FISIP UAJY). Pada final mata lomba BROADAY menyisakan Vlog, para finalis mempresentasikan karya di depan para juri Prisca Niken (News Anchor SCTV), Hendrawan Setiawan ( CNN Correspondent), Siswanto Rusdi (Founder dan Director The National Maritime Institute) dan Lukas Deni (Dosen FISIP UAJY).

Sementara final The Prime kelima finalis saling berdebat membahas kasus-kasus yang berhubungan dengan tema Commimfest 2017 di depan para juri Daru Wibowo (Ketua Perhumas cabang Yogyakarta), Rizanto Binol Ogilivy ( Public Relations Indonesia), Sam August Himmawan (DASA), dan yang terakhir Nobertus Ribut (Dosen FISIP UAJY). Di final Artriwara para finalis juga mempresentasikan karya meraka di depan juri Teodorus Lintang STP, M.Ec. Dev (Dinas kelautan DIY), Agung Purwandono (Kepala Editor KRJogja.com) dan Olivia Lewi, MA (Dosen FISIP UAJY). Setelah melalui serangkaian kegiatan dari hari pertama sampai pada hari kedua Commimfest 2017 para finalis merasa lega tersenyum puas karena telah berusaha sebaik mungkin untuk berkompetisi.

Malam hari tiba, menyapa kampus Atma Jaya Yogyakarta di penuhi oleh berbagai mahasiswa dari berbagai universitas. Acara yang di tunggu-tunggu oleh seluruh finalis Commimfest 2017 yakni  Awarding Night; diadakan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya-karya para mahasiswa yang telah mengikuti kompetensi Commimfest. Awarding Night diadakan di Audiotorium  Kampus 2 Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Dalam Awarding Night Commimfest 2017, menghadirkan bintang tamu Maria Stella kontestan The Voice 2016. Saat Awarding Night berlangsung dilakukan pengumuman pemenang dari setiap mata lomba, seperti Artriwara, The Prime, Broaday, dan Radio Announcer Competition (RAC).

Awarding Night di buka oleh sambutan Ketua Comminfest 2017 Felicita Clarisa. Ruangan riuh pecah oleh teriakan para panitia yang mendengar sang ketua pelaksana mengucapkan ucapan terima kasih kepada seluruh kepanitian Comminfest 2017. “Tanpa kalian acara tahunan kita tidak akan terlaksana dengan baik, terima kasih telah berkerjasama mengatasi apa yang perlu kita atasi demi kelancaran Comminfest 2017”. Sambutan kedua dari Ike Devi Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UAJY yang sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh panitia.

Hilir mudik para mahasiswa yang berprestasi menaiki panggung malam itu penuh dengan energi positif. Wajah yang tersenyum puas, bahagia akan sebuah usaha yang telah mereka lakukan. Wajah mereka berkata-kata “bahwa sebuah usaha akan memberikan sebuah hasil dan hasil tidak akan pernah menghianati sebuah usaha”.

Pemenang dari mata lomba ARTRIWARA:

Karya Terfavorit:

Putri Demes Dharmesty (Universitas Airlangga)

Karya Terbaik:

Laurentia Hesty (Universitas Atmajaya Yogyakarta)

Maylatul Aspiya (Universitas Negeri Yogyakarta)

Pemenang dari mata lomba RAC:

Juara 1: Rahmania Santoso (Universitas Muhammadiyah Malang)

Juara 2: Samuel Prayoga (Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta)

Juara 3: Dyah Astrid Arunani (Universitas Respati Yogyakarta)

Pemenang dari mata lomba BROADAY [Video Blog]:

Juara 1: Obed Cahya Putra & Nurul Hidayah (Universitas Diponegoro)

Juara 2: Abimanyu Ramadhan P. & Erlinda Puspita W. (Universitas Diponegoro)

Juara 3: Nagari Isabrani & Dominicus Almo D. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Pemenang dari mata lomba BROADAY [News Presenter]:

Juara 1: Lisa Viranda (Universitas Padjadjaran)

Juara 2: Mutiara Zipora (Universitas Sebelas Maret Surakarta)

Juara 3: Gresia Zumarda Marthatiana (STIK Almamater Wartawan Surabaya)

Pemenang dari mata lomba THE PRIME:

Juara 1: Krakuelins (Universitas Padjadjaran)

Juara 2: Pionner (Universitas Atma Jaya Yogyakarta)

Juara 3: White Dome (Universitas Al Azhar Indonesia)

Di Komandoi Seorang Wanita

Pada 4 tahun perjalanannya commimfest telah banyak di ikuti oleh universitas yang berada di pulau Jawa maupun luar pulau jawa. Bukan hal yang mudah menjadi ketua pelaksana suatu event besar berskala Nasional. Apalagi kompetisi yang di tunjukkan untuk seluruh Universitas yang ada di Indonesia. Di mana ada 12 divisi kepanitian dengan jumlah 130 panitia yang terlibat. Perlu seorang pemimpin yang bisa membuat seluruh tim dari beberapa divisi bersinergi, bersatu padu berkerjasama sehingga kelancaran dan kesuksesan acara bisa di capai. Felicita Clarisa ketua pelaksana Commimfest 2017 berhasil menjalankan tugasnya sebagai ketua pelaksana.

Dinamika dapat dengan cepat dalam menyambar mahasiswa di sebuah kepanitiaan dan banyaknya tugas dalam kuliah bisa jadi stimulan dalam melemahkan semangat bergerak bersama dalam suatu kepanitian, belum lagi berkerja dengan 130 orang dalam 12 divisi kepanitian tidaklah mudah. Kesulitan-kesulitan setiap proses persiapan tentu ada seperti mencari ruang untuk lomba karena meski sabtu perkuliahan libur, kadang ada kelas pengganti yang wajib diikuti. Tahun ke empat Commimfest 2017 lokasi lomba di selenggarakan di 3 kampus secara terpisah. “kesulitan dalam controlling dan kita harus stand by di tiga kampus yang berbeda, saling berkordinasi satu sama lain, ini tentunya memerlukan tenaga extra agar para peserta merasa benar-benar di sambut kedatangannya di Commimfest 2017,” ungkap Clara biasa disapa Clara.

Felicita Clarisa lahir di purworejo pada tanggal 12 November 1996 menuturkan lebih jauh lagi bahwa banyaknya panitia yang berjumlah 130 orang tidak mudah untuk mengatur semua panitia yang mempunyai karakter yang berbeda-beda. “kami yang tergabung dalam kepanitian ini belajar memahami karakter banyak orang. Kita akan semakin kaya pengetahuan melalui karakter orang-orang dan menurut saya jadi pelajaran berharga yang mungkin bakal saya bawa sampai ke dunia kerja”. Tuturnya yang

Clara yang merupakan mahasiswa FISIP UAJY semester 6 ini dan aktif di Public Relations Community FISIF UAJY mengungkapkan salah satu keunggulan commimfest 2017 dari tahun sebelumnya terasa lebih terencana, terorganisir, visual yang lebih menarik dan lebih hidup dari sebelumnya. Tentu ini hasil dari diskusi seluruh panitia Commimfest dengan tanggung estapet yang rapi diantara panitia 2017 dan panitia yang sebelumnya. Dimana mereka meleburkan diri menjadi satu untuk kelancaran dan kesuksesan tahun ke 4 Commimfest.

Commimfest jadi sarana tersendiri bagi mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk meningkatkan kompetensi. Meningkatkan diri  bisa terbentuk dalam proses berkomunikasi dengan orang banyak. Senada dengan apa yang di sampaikan Clara “jangan pantang menyerah untuk meningkatkan diri sendiri walaupun tidak menjadi peserta tapi jadi panitia itu salah satu tantangan untuk meningkatkan diri, karena gak mudah berkerja dengan banyak orang. Di sana kita bisa melatih diri mengeluarkan strategi-strategi bagaimana untuk menghadapi banyak orang dan tentunya mempunyai kemauan untuk meningkatkan diri baik dalam event-event luar kampus maupun ikut berperan serta dalam sebuah kepanitiaan karena akan banyak sekali kesan dan pengalaman selama kita mengikuti proses tersebut,”.

Commimfest sudah sangat cukup menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin mengaktualisasikan diri melalui kompetisi skala nasional yang bergerak bidang Ilmu Komunikasi dengan 4 mata lomba yang diadakan dan tentunya sangat berhubungan erat dengan Ilmu Komunikasi. “Tapi memang harus dikembangkan lagi karena kehidupan ini tidak mungkin stagnan di sini saja karena kita hidup di dunia yang nantinya makin berkembang. Kami harapkan semua peserta yang mengikuti Commimfest 2017 bisa mengoptimallkan diri lebih jauh lagi ke masyarakat luas baik dalam melihat potensi negara kita yang jarang atau tak terlihat sehingga melahirkan inovasi yang bisa membuat bangsa kita makin maju dan berkembang,” jelas Clara yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HMPS Kom) FISIP UAJY.

“Harapan terbesar saya Commimfest selanjutnya makin sukses dan lebih di kenal mahasiswa lainnya karena sasaran kami mahasiswa seluruh Indonesia, kami sudah mendapatkan peserta dari bali, Gorontalo, pulau jawa yang paling banyak dan kedepannya bisa sampai ke Sumatra, Kalimantan, Kupang atau bahkan Papua untuk cakupan pesertanya. Dan satu lagi mahasiswa lebih tertarik untuk membangun Indonesia lewat realisasi melalui kompetisi seperti Commimfest karna ketika mereka ikut lomba-lomba seperti ini mereka akan dilatih cara berpikir yang realistis kemudian bisa tidak sih itu di terapkan di dunia nyata.”

Mahasiswa sebagai “Agent Of Change” memang harus bertindak katalis ke arah depan yang semakin baik, selalu meningkatkan diri kita dan perlu kejelian dalam melihat apa yang tak terlihat di pelupuk mata demi kemajuan bangsa dan negara. Ketika diri kita sudah semakin baik dan berkembang tentu lingkungan sekitar akan mengikuti kita. Commimfest 2017 Menyelami Maritim Indonesia Temukan Potensi, Wujudkan Aksi, yang di komandoi oleh seorang wanita telah mencatat mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi.

 

One Comment on “Commimfest 2017: Menyelami Maritim Indonesia, Temukan Potensi, Wujudkan Aksi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *