Dari Tuhan

MATAMEDIA- RI.com – 

Cemara malam bergemerisikan bising mengisi sunyi

Keruhnya sinar purnama juga turut menenggelamkan lukisan wajah sayumu

Padahal, sebelum itu…

Aku sempat membelai pipi ranummu

Membelai lembut hidungmu

Mengusap rambut halusmu

Tapi…

Buru-buru Tuhan menyerbu lamunanku

Buyar dan bubar pecah berseberangan

Wajahmu yang ku lukis dilangit Tuhan

Tersusut dan lenyap menyirna

Aku mengangkat telunjukku lagi

Untuk melukis wajahmu dilangit

Tapi, Tuhan kembali menyapu langit itu

Lagi dan lagi…

Tuhan terus melenyapkan lukisan wajahmu

Saat aku kembali melukisnya…

Kini bukan Tuhan yang merenggut khayalan ku

“Bodoh, tak pantas kau memagut rindu untuknya”

Kata iblis sambil mencongkel memoriku

“Biar dia bahagia”, kata iblis lagi seraya memboyong kepiluanku.

Karya: Elin Tanama

Mahasiswi Fakultas Bahasa dan Seni Jurusan  Sastra Indonesia

Yogyakarta, Februari.

Tinggalkan Balasan