BAHASA, BANGSA (Mohammad Yamin)

Indonesia Raya, MATAMEDIA-RI.com 

BAHASA, BANGSA (Mohammad Yamin)

Selagi kecil berusia muda

Tidur si anak di pangkuan bunda,

Ibu bernyanyi, lagu dan dendang

Memuji si anak banyaknya sedang;

Berbuai sayang malam dan siang

Buaian tergantung di tanah moyang.

 

Terlahir di bangsa, berbahasa sendiri

Diapit keluarga kanan dan kiri

Besar budiman di tanah Melayu

Berduka suka, sertakan sayu

Perasaan serikat menjadi berpadu,

Dalam bahasanya, permai merdu.

 

Meratap menangis bersuka raya

Dalam bahagia bala dan baya;

Bernafas kita pemanjangkan nyawa,

Dalam bahasa sambungan jiwa.

Di mana Sumatra, di situ bangsa,

Di mana Perca, di sana bahasa.

 

Andalasku sayang, jana-bejana,

Sejakkan kecil muda teruna,

Sampai mati berkalang tanah

Lupa ke bahasa, tiadakan pernah,

Ingat pemuda, Sumatra malang

Tiada bahasa, bangsa pun hilang.

Sumber: Majalah Jong Sumatranen Bond Februari 1921

“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.” #MohammadYamin (1903-1962) seorang Sastrawan, Penyair (Pelopor Soneta-Soneta Nasionalis), Penggagas Indonesia, Perumus Soempah Pemuda, Budayawan, Politikus, dan Ahli Hukum yang telah dihormati sebagai Pahlawan Nasional.

Tinggalkan Balasan