BELAJAR DARI SOSOK DOKTOR TERMUDA

 MATAMEDIA- RI.com – Ratna Candra Sari adalah salah satu pendidik yang luar biasa di jaman sekarang. Keteguhan niat dan tekad dalam mendidik mahasiswa di dalam dunia pendidikan patut di jadikan contoh para pendidik lain.

Belajar bersyukur dan teruslah menebarkan kebermanfaatan bagi orang lain. Hal itu menjadi best quote bagi sosok dosen fenomenal ini. Nama lengkap beliau Dr. RATNA CANDRA SARI, SE, M.Si, CA, merupakan doktor termuda Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta yang dianugerahkan pada tahun 2013. Dosen jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta ini dikenal sebagai sosok yang ramah, cantik dan bijak.

Wanita kelahiran Batang, 8 Oktober 1976 merupakan sosok yang luar biasa. Pendidikannya ditempuh dengan sempurna. Beliau menyelesaiakn pendidikan sarjana di Fisipol Universitas Sebelas Maret Surakarta. Setelah menjalani 2 semester beliau merasa tidak sesuai dengan passionnya, alhasil beliau mendaftar di jurusan akuntansi di tahun kedua. Menyelesaikan 2 jurusan dalam satu waktu memang bukanlah hal mudah, tetapi berkat kerja keras dan semangatnya beliau mampu menyelesaikan studinya. Setelah tamat sarjana, beliau melanjutkan di Magister Akuntansi UGM. Belau berkesempatan mengikuti sandwich program jurusan Akuntansi di Waseda University Tokyo pada tahun 2010. Ibu yang dikaruniai dua putri ini juga telah menyelesaikan gelar doktor di UGM pada tahun 2013. Hingga mendapatkan gelar doktor termuda di usia 37 tahun.

Selain seorang dosen, beliau juga senang menulis dan meneliti. Karya-karyanya telah dipublikasikan baik nasional maupaun internasional. Sejak masih studi beliau telah menerbitkan beberapa jurnal seperti yang diterbitkan oleh Journal of Modern Accounting and Auditing, UKM Journal of Management, Under Review, Social Science , Scopus Indexed Journal, Journal of Finance and Banking dan masih banyak lainya baik di tingkat nasional maupun internasional. Kecintaanya pada dunia pendidikan juga ditorehkan melalui tulisanya dalam beberapa buku pelajaran seperti buku akuntansi pengatar, praktikum akuntansi, dan panduan guru dan siswa  pembelajaran literasi keuangan.

Wanita yang kerap disapa Ratna ini sangat senang melakukan riset. Sejak tahun 2005 hingga saat in telah lebih dari 20 riset yang telah dijalaninya. Meneliti hal baru ataupun menemukan suatu baginya memiliki keasyikan tersendiri. Selain itu, beliau juga senang untuk berkegiatan sosial. Beliau sering menjadi pembicara di berbagai konferensi, seminar, lokakarya dan simposium baik di nasional maupun tingkat internasional. Melakukan beberapa pengabdian dimasyarakat juga kerap dijalani.

Dosen Pendidikan Akuntansi ini juga sebagai Founder Generasi Cerdas Keuangan Indonesia serta Founder Rumah Cerdas Keuangan Indonesia. Sebuah komunitas sosial yeng bergerak untuk me-literate masyarakat agar lebih bijak dalam pengelolaan keuangan. Komunitas ini menggajak para mahasiswa muda untuk bersama-sama membangun generasi muda yang cerdas dan bijak dalam mengelola keuaangan. Komunitas ini juga bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat khususnya Yogyakarta untuk bijak dalam mengelola keuangan. Kegiatan-kegiatannya sebagian besar berfokus untuk kalangan anak-anak, karena pengelolaan keuangan harus diajarkan sejak dini agar nantinya terbentuk dan terbiasa untuk bijak dalam mengelola keuangan. Kegiatan-kegiatannya seperti sosialisasi, outbond cerdas keuangan, lomba cerdas keuangan dan lain sebagainya. Untuk kalangan remaja misalnya melalui TOT dan Workshop. Kemudian untuk ibu-ibu lebih ditekankan untuk bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Sosok B.J Habibie adalah idolanya, beliau selalu meneladani kepribadian pak habibie yang selalu tetap rendah hati menebarkan manfaat untuk orang lain dan selalu cinta dinegerinya walaupun banyak yang mencintainya di luarnegeri. Wanita yang pernah menjabat sebagai ketua Tax Center FE UNY dan staff ahli wakil rektor II UNY ini memiliki banyak penghargaan-pengahargaan dari berbagai lembaga. Beliau juga pernah sebagai reviewer LPDP RISPRO DEPKEU dan Reviewer Internal LPPM UNY.

Tentunya dibalik keberhasilan seseorang pasti memiliki beberapa perjuangan yang lebih keras dan proses yang terkadang tidak mengindahkan. Pahit manis kehidupan baginya bukanlah menjadi alasan untuk berhenti mencapai sesuatu. Kegagalan akan memberi banyak pembelajaran untuk bekal mendapatkan suatu keberhasilan. Tidak perlu diingat seberapa banyak kegagalan itu, yang harus dilakukan hanyalah terus berjuang dan belajar dari kegagalan. Sejak tahun 2015 lalu beliau mengalami sakit yang mengharuskan beliau duduk di kursi roda hingga sekarang. Tentunya setiap orang memiliki masa dimana dia merasa down dan rendah motivasi. Selama kurang lebih tiga bulan dia habiskan untuk di rumah seakan tidak memiliki semangat untuk berjuang menggapai mimpi-mimpinya. Namun berkat dukungan keluarga khusunya anak dan suaminya akhirnya beliau bangkit dan selalu bersyukur terhadap rencana Allah SWT.

Motto hidupnya “Jadilah mata air, yang akan selalu mengalir tanpa takut kehabisan sumber air” menjadi pegangan hidupnya. Air yang selalu mengalir dari batuan terjal, dan apabila air tersebut jernih maka disekitarmu juga akan jernih begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu dia selalu berusaha menjadi air jernih untuk orang-orang disekelilingnya walapun untuk menjadi jernih terkadang harus melewati bebatuan terjal. “Allah itu selalu baik kepada saya,” jelas Ratna. Allah selalu memberi apa yang terbaik, walaupun terkadang kita tidak mampu melihat kebaikan itu tetapi yakinlah dikemudin hari kita akan bersyukur akan hal terbaik itu.

Dosen cantik ini selalu mengajarkan mahasiswanya untuk terus bersyukur. Sebelum mengajar beliau mengajak mahasiswanya berdiri tegap. “Kalian bisa berdiri dengan tegap bukan? Lantas masihkan kalian tidak bersyukur dan terus mengeluh?” ungkap Ratna. “lihatlah saya, saya hanya bisa duduk di kursi ini, tapi saya selalu bersyukur karena Allah tidak akan salah alam memberi nikmatnya,” jelasnya. Belajarlah dari hal sederhana yan terkadang tidak terfikirkan tetapi sangat berarti. Teruslah berjuang walau proses itu tidak nikmat, tetap cintailah proses dan nikmatilah hasil. Teruslah gapai mimpi-mimpimu, jangan pernah takut untuk bermimpi dan jadilah pribadi yang bermanfaat. Karena sebaik-baiknya manusia bukankah yang bermanfaat untuk orang lain bukan?. Beliau juga berpesan untuk anak muda “Jadilah Mata Air, jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang lain dan negerimu sendiri.”.

 

Penulis: Desi Rindi Rachmawati

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan