Istiyarini: Antara Ibu Guru & Ibu Rumah Tangga

MATAMEDIA- RI.com – Is, Istiyarini lengkapnya. Sosok guru yang mampu memikat hati orang lain yang berada di sekitarnya. Dengan cara hidupnya yang patut di contoh bagi kalangan para pendidik lain dan orang orang terdekat menjadikan dirinya selalu bersyukur. Sosok guru yang bertempat tinggal di kota permai, Purwosari  RT 03 RW 04 Noborejo Argomulyo Kota Salatiga ini lahir di kota Demak pada tanggal 26 Maret 1967.

Guru matematika dengan penjabaran dan cara mengajar yang luar biasa ini sebelumnya menjalani pendidikan dari jenjang Sekolah Dasar yang berada di SD 02 Negeri Bintoro Demak, yang kemudian dilanjutkan ke jenjang SMP yang terletak di SMP Pancasila Demak, yang selanjutnya di SMA Pemda Grogol Demak. Lalu sangat berambisi untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu dijurusan Matematika UKSW (D2). Kemudian, karena mengingat saat itu beliau sangat ingin menggeluti di dunia pendidikan yaitu menjadi matematikawan, lalu melanjutkan ke jenjang berikutnya di UNES Semarang (S1). Sampai sekarang beliau berprofesi sebagai guru matematika di salah satu SMP, yaitu SMP 10 Negeri Salatiga.

Selain menjadi guru dan wali kelas, ia menjadi kepengurusan Humas di SMP 10 Negeri Salatiga. Selain menggeluti di dunia pendidikan, beliau menjadi seorang ibu sekaligus menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga yang luar biasa bagi keluarganya. Beliau masih sangat gemar membaca buku, karena dengan membaca ia dapat berpetualang menjelajah dunia, meski tidak harus menghabiskan waktu dan biaya, kata beliau.

Akan tetapi untuk mencapai diri juga hidupnya sekarang ini, beliau mengaku bahwa semua terasa pahit. Mulai dari saat beliau duduk di sekolah dasar hingga masa-masa beliau dapat mencapai cita-cita juga keinginan yang pernah sangat di idam-idamkan, hingga semua didedikasikan untuk mencapai cita-cita beliau, hingga seperti sekarang. “Memang tak mudah menjalani hidup, berbagai rintangan juga lika-liku banyak saya temukan di perjalanan. Bukan hanya saya, semua pasti punya alur cerita masing masing yang dapat di ceritakan kepada orang lain, sehingga dapat saling belajar dari suatu pengalaman yang kemudian bisa dijadikan sebuah pembelajaran,” ujar beliau.

Wanita yang kerap di sapa Bu Is ini adalah tipe wanita yang super pekerja keras. Sedikitpun tidak ada alasan untuk mencapai sesuatu apabila selalu di tunda-tunda, jika sekarang bisa kenapa tidak. Beliau yang juga menjadi wali kelas di SMP 10 Negeri Salatiga ini seringkali menasehati juga menebarkan semangat yang luar biasa pada anak anak didiknya. Di kalangan siswa, beliau tidak hanya menjadi sosok guru matematika saja, beliau adalah ibu sekaligus jadi teman bagi siswa-sisiwinya.

Ibu rumah tangga yang di karunia dua anak ini begitu antusias dalam mendidik putra putranya. Anak pertama yang bernama Willy Monika Yohansyah SP bekerja di Key Acount Manajer Kraf Heinz, dan anak kedua yang bernama Helmy Yunica Andrean yang menjadi mahasisa ISSI Surakarta dari sang suami yang bernama Ahmad Munazir SPSI, Sarjana Psikologi serta menjadi guru BK di SMK Telekomunikasi Tunas Harapan. Berkat didikan dari kedua orang tua, kini kedua putra beliau, dapat mendapat kehidupan yang penuh syukur, cara penjabaran dari guru matematika yang selalu di terapkan kepada kedua anaknya ini mampu mengantarkan masing-masing mereka pada dunia yang mereka harapkan.

“Berusaha tanpa berdoa adalah sombong, berdoa tanpa di sertai usaha itu adalah bohong,” Ujar beliau, saat di tanya mengenai moto hidupnya. Guru matematika yang juga mempunyai hobi menyanyi ini, tidak kalah dengan visi dan misi yang beliau terapkan dalam hidupnya, yaitu sebisa mungkin memberi dari pada menerima, membantu dari pada dibantu dan mejalani hidup dengan mengikuti mata air yang mengalir bersih, supaya orang-orang disekitar juga mengikuti alur yang bersih pula.

“Saya sendiri memiliki cerita lucu dan unik yang sampai sekarang masih terngiang dan akan selalu jadi cerita lucu sepanjang hidup saya”, Ujar beliau. Guru matematika itu terkenal sebagai guru killer, kata kebanyakan orang terutama di kalangan pelajar, bahkan sejak dulu. Akan tetapi beliau menanggapinya dengan penuh santai dan terus mencoba bahwasanya ia adalah guru matematika yang menyenangkan apalagi dengan rumus rumus dan angka, semua bakal jadi menyenangkan apabila cara mengajar guru itu sendiri harus benar-benar di perhatikan dan dapat selalu bisa dijabarkan serta tidak monoton.

“Jawaban matematika itukan pasti, satu tambah satu sama dengan dua, tidak akan pernah berubah sampai kapan pun, beda dari mata pelajaran yang lain. Jadi, berhitung itu menyenangkan, jawabannya pun selalu pasti, tidak perlu di ragukan lagi. Coba saja, toh juga akan sangat bermanfaat di kemudian hari” ungkap beliau.

Mengingat pendidikan sekarang sudah di anjurkan menggunakan kurikulum 2013, lebih banyak praktik dari pada materinya. Seringkali wanita berdarah Salatiga kini memikirkan seratus cara. Guru matematika memang sedikit rumit, tapi tidak untuk beliau. “saya seringkali melihat Bu Is membawa alat alat berat seperti ban, timbangan, dan alat alat lain”, kata salah satu siswa. Melihat hal tersebut, sangat patut di beri oplos dan jempol. Bayangkan saja, wanita berusia 50 tahun menenteng sebuah ban hanya untuk kerja praktik, agar siswa siswa-siswinya cepat tanggap saat pelajaran beliau. Seringkali beliau mewanti-wanti agar siswa-siswinya juga membawa alat seperti beliau, misalnya membawa peta, bola kecil, penggaris dan lain-lain, bahkan bu Is juga tidak menganjurkan untuk membeli, cukup meminjam di tiap tiap kelas atau menggunakan dan memanfaatkan barang-barang sekitar yang kiranya dapat di jadikan alat praktik.

Sungguh guru yang patut di jadikan teladan. Beliau sangat menghendaki guru itu manusia manusia pilihan, pilihan Tuhan yang diberikan kesabaran dalam mendidik, keteguhan hati, dan siap atas segala keluhan. Bahkan beliau-beliau tidak hanya mengajar, akan tetapi juga memikirkan bagaimana cara agar siswa-sisiwinya cepat tanggap, tidak bosan, dan mengerti saat di jelaskan.

Guru matematika dengan beribu penjabaran ini selalu memakai segala prinsipnya dalam mengajar. Saat di dalam kelas, beliau dapat mengelompokkan jadi beberapa kelompok, agar masing masing dari anak didiknya dapat cepat tanggap. Atau mungkin beliau mengajak berkeliling di sekolah, dengan tujuan agar anak didiknya tidak mengantuk juga tidak bosan bosan untuk belajar. Jadi sebisa mungkin beliau harus banyak menjabarkan bagaimana cara belajar yang menyenangkan, apa lagi matematika adalah salah satu mata pelajaran yang seringkali di takuti oleh kebanyakan pelajar.

Ibu rumah tangga sekaligus berprofesi di dunia pendidikan kini semakin banyak, hal ini dapat kita kaitkan secara dasar bahwa wanita juga para ibu sangat luar biasa saat ini. Sejak tempo RA Kartini, mengajarkan kepada kita, terutama wanita, untuk tetap bisa belajar, menempuh ilmu, dan bekerja keras. Wanita kini semakin hebat berkat gagasan terhadap wanita yang  R.A Kartini perjuangkan. Hal ini dapat mengajarkan kepada kita, bahwa bekerja keras tidak hanya di anjurkan kepada laki-laki akan tetapi wanita juga bisa, di era sekarang. Wanita kini dapat sejajar dengan laki-laki. Bukan dari segi derajatnya, akan tetapi di lihat dari mereka yang dapat bekerja keras.

Kini wanita-wanita hebat terlahir dimana-mana,  salah satunya di negeri Indonesia. Wanita mampu jadi siapa saja, termasuk presiden Indonesia pernah diemban oleh seorang wanita yang bernama Megawati Soekarnoputri. Tidak sampai situ di era pemerintahan sekarang yang di beri nama Kabinet Kerja, terdapat 8 wanita yang menjadi mentri. Lihat betapa kerennya masyarakat indonesia. Wanita itu hebat, kini bisa jadi apa saja. Bu Istiyarini salah satunya, ibu rumah tangga yang menggeluti dunia rumus matematika dengan seratus cara penjabaran saat mendidik para pelajar sekaligus seorang ibu yang mengurusi suami dan kedua anak laki-lakinya. Dari pagi mengurusi anak didik di sekolah, kemudian berlanjut menjadi ibu rumah tangga yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan rumah sampai hilangnya malam disapa mentari. Pagi hari mengurusi makanan keluarga lalu berangkat mendidik menjadi ibu guru; sebuah siklus yang terjalani dengan hati.

Terus berfikir kritis, mampu menciptakan hal-hal baru, ciptakan semua hal agar tidak selalu monoton, selalu sabar dan bersyukur serta tidak henti hentinya belajar. Ikat angka-angka yang mulai tak beraturan, pelajari semua, rangkai dalam bentuk rumus. Maka berhitung tidak lagi menjadi ancaman terbesar untuk kamu para pelajar, siapa bilang matematika itu sulit juga rumit, angka akan tetap sama saja, tidak pernah berubah. Jawabannya pun selalu pasti. Jadilah hebat dengan terus belajar dan senang berhitung. Jangan lupa selalu tersenyum dan tetap bersyukur. Berbagai cara itu selalu dapat difikirkan, masalah masalah juga akan terselesaikan, apabila dari kita pandai menjabarkan.

Salam pendidikan.

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan