Sanggupkah Mendapat IPK Tinggi Sekaligus Aktif Berorganisasi?

Sanggupkah Mendapat IPK Tinggi Sekaligus Aktif Berorganisasi? ( ilustrasi: internet)


Mahasiswa dan organisasi adalah kedua hal yang tidak dapat terpisahkan. Kupat alias kuliah-rapat, itulah sebutan bagi mereka para mahasiswa yang aktif di beberapa kegiatan kampus. Bahkan, tidak jarang mereka rela pulang larut malam dari kampus setiap harinya demi menghadiri rapat ini dan itu. Kehidupan berorganisasi di kampus nyatanya memiliki begitu banyak pandangan. Ada yang memandang bahwa dengan mengikuti kegiatan organisasi hanya akan menghambat nilai akademik. Hmm…apakah benar? Tetapi, tidak sedikit juga yang menganggap bahwa dengan bergabung dalam organisasi kampus akan memberikan banyak sekali manfaat bagi dirinya, salah satunya dengan menjadi mahasiswa yang terkenal seisi kampus.

Menurut Taufik Saptoto Rohadi, Ketika menjadi mahasiswa, berpikir lurus sesuai teks buku. Kalau sudah masuk di lingkungan nyata, teori buku itu tak ubahnya make up yang tak menentukan penampilan seseorang 100 persen.

Perlukah Mahasiswa berorganisasi? Memang benar berorganisasi bukan suatu kewajiban bagi mahasiswa, kewajiban mahasiswa tetaplah belajar dan memperbanyak ilmu, akan tetapi dari segi manfaat bukankah sangat disayangkan apabila generasi penerus bangsa yakni mahasiswa tidak mengisi masa muda dengan kegiatan yang bermanfaat?

Alangkah baiknya jika seorang mahasiswa juga menyeimbangkan kehidupannya sebagai mahasiswa dengan mengikuti berbagai kegiatan di bidang non akademik, salah satunya dengan aktif di beberapa organisasi kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), atau bergabung dalam kepanitiaan sebuah acara di kampus, syukur apabila mahasiswa dapat berorganisasi di luar kampus. Semakin memperluas relasi dan pertemanan.

Lantas bagaimana cara mendapat IPK bagus namun selaras dengan kegiatan organisasi? Berikut adalah beberapa kiat-kiat ampuh dalam mencapai prestasi sekaligus eksistensi di bangku perkuliahan:

  1. Seimbang

Banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai indeks prestasi (IP) pas-pasan, bahkan jelek karena alasan bergabung dalam organisasi. Di sinilah harusnya terdapat feedback baik untuk kamu. Jangan sampai organisasi menghambat kuliah kamu. Sementara itu, mereka yang fokus hanya pada kuliah, nilai IP mereka baik-baik saja dan memuaskan. Meskipun tidak semuanya seperti itu, ada juga mahasiswa yang bergabung dalam organisasi yang mampu meraih IP tinggi dan merekalah yang mampu membagi waktu antara kuliah dan organisasi.

Lalu, apa yang seharusnya kamu pertimbangkan? Kuliah penting, organisasi juga penting. Dengan kuliah kamu meraih cita-cita yang kamu impikan. Jika semasa kuliah status kamu sebagai mahasiswa dan aktivis, lain halnya ketika kamu lulus. Predikat baik yang akan kamu dapat. Kamu harus pintar menempatkan diri sebagai pribadi yang cerdas. Pastinya dengan kita ikut organisasi kamu tahu cara memposisikan diri. Lalu, bagaimana caranya agar kuliah dan organisasi bisa sama-sama berjalan? Semua itu tentu bergantung kepada kamu. Lakukanlah kegiatanmu dengan porsinya, karena tidak mungkin kamu melakukan kegiatan dalam waktu yang bersamaan.

  1. Berenergi Positif Untuk Mengambil Hati Dosen

Menghadapi hari yang sibuk dan jadwal yang padat pasti akan menimbulkan efek badmood, namun dengan istirahat cukup, makan coklat atau mendengarkan musik niscaya rasa lelah dan bosanmu akan berkurang. Bersyukur juga hal terpenting dalam mempertahankan mood baik dan energi positif. Mulailah bersyukur dari hal kecil. Membuka mata pagi ini, kamu bisa bersyukur atas tidur yang cukup dan berkesempatan bertemu pagi lagi. Bersyukurlah kamu memiliki keluarga yang selalu mencintaimu. Bersyukurlah kamu memiliki kendaraan untuk berangkat dari rumah ke kampus, walaupun jalanan macet. Bersyukurlah kamu bisa menjalani hari ini hingga nanti kembali memejamkan mata. Bersyukurlah kamu masih bernapas.

Sering menyapa, bersikap antusias dan sering mengajukan pertanyaan kepada dosen adalah kunci mengambil hati. Nah, kamu yang biasanya sering duduk di bangku belakang, bisa memulainya dengan duduk di barisan depan dan melanjutkan percakapan intens dengan dosen di luar kelas. Jika merasa sungkan bertatap muka kamu bisa mulai bertanya apabila kamu merasa kurang paham dengan materi yang dosen berikan melalui whatsapp atau email. Lambat laun sikap positifmu akan berdampak baik pada hasil akademikmu.

  1. Utamakan Prioritas dan Tidak Menunda Pekerjaan

Dahulukan tugas yang akan kamu tempuh di esok hari. Karena setiap dosen memiliki kebijakan tersendiri. Organisasi masih bisa ditangani lain waktu, namun tidak untuk tugas kuliah. Kerja kerasmu akan sia-sia apabila tidak mengumpulkan tugas tepat waktu.

Selain itu yang perlu kamu perhatikan ialah kamu harus bisa menyesuaikan jumlah SKS yang kamu ambil dengan organisasi yang kamu ikuti. Jangan sampai terjadi kamu mengambil 24 SKS, sedangkan kamu dalam posisi mengikuti lebih dari 4 organisasi. Akibatnya bisa fatal. Bisa jadi kuliah kamu akan tercecer dan nilai akademismu menjadi jeblok nantinya. Jangan mengikuti organisasi yang porsinya lumayan berat seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pilihlah organisasi  yang sudah kamu proporsikan dengan jadwal kuliahmu.

Menjadi mahasiswa ‘sibuk’ itu boleh saja, asalkan mampu memprioritaskan kegiatan mana dulu yang akan dikerjakan. Manajemen waktu yang baik sangat dibutuhkan dalam hardskill maupun softskill . Kegiatan akademik atau organisasi? Kunci suksesnya ada pada pribadi kamu.

Jadi, kamu mau kehidupan kuliah yang seperti apa? Terserah kamu, tapi, yang pasti jadikan tujuan kamu itu sebagai patokan untuk menentukan prioritasmu. Pastikan kamu menentukan rencana setelah lulus dan apa yang akan kamu lakukan setelahnya. Menurut saya, sah-sah saja apabila kamu ingin fokus ke akademis saja, dan sah-sah saja jika kamu mau fokus ke organisasi dan kepanitiaan. Selama kamu bisa mempertanggungjawabkan apa yang kamu lakukan, kenapa tidak?

Penulis: Aji pangestu, mahasiswa aktif Prodi Public Relations ASMI Santa Maria Yogyakarta.

Editor: *R.V.N*

Tinggalkan Balasan