INDONESIA TUAN RUMAH RAPAT TAHUNAN IMF DAN WORLD BANK

Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Internasional monetary fund (IMF) dan Worlad Bank (bank dunia). Diadakannya pertemuan ini di Indonesia akan meningkatkan sektor ekonomi di indonesia. IMF merupakan lembaga bantuan ekonomi yang bertujuan membantu negara – negara yang mengalami krisis  akibat perang dunia ke dua atau mengalami krisis ekonomi. IMF juga memberikan resep tertentu terhadap negara yang sedang mengalami krisis untuk memperbaiki keadaan ekonomi negaranya walaupun tingkat keberhasilannya rendah, dikarenakan IMF hanya memakai satu resep untuk setiap negara yang mengalami krisis atau sakit.

Peserta pertemuan rapat tahunan ini dihadiri oleh para petinggi negara, pemangku kepentingan, investor dan pengusaha – pengusaha yang ada dari seluruh negara anggota IMF. Anggaran biaya dari pertemuan ini mencapai angka Rp.855,5 miliar dan yang cair sampai hari ini sebesar Rp. 14,5miliar. Angka ini sebagai penunjang keberhasilan kegiatan pertemuan tahunan ini. Angka yang fantastis mengingat kesejahteraan dan hak bagi warga belum tuntas dan banyak yang terbengkalai.

Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan ini akan mendapat keuntungan, perputaran ekonomi yang terjadi akibat banyaknya wisatawan yang datang dari penjuru negara membuat ekonomi Indonesia, khususnya bali akan mendapat keuntungan.  Pertemuan ini dapat menjadi gerbong masuknya investasi besar–besaran di Indonesia. Hampir disegala sektor akan dimasuki oleh investor, bisa jadi akan meningkatkan pendapatan negara. Gerbong ini terbuka bagi segala sektor yang ada di indonesia bukan hanya di bali. Pembangunan hari ini telah marak dan tentu saja memakan banyak korban, ada yang masuk penjara, tergusur, bahkan ada yang mati. Dampak masuknya investor juga dapat mempengaruhi keasrian alam di bali, satu hotel yang dibangun di bali akan mempengaruhi sistem ekologi yang lain seperti air, tanah, dan budaya.

Di Bali sendiri sebagai salah satu destinasi wisata favorit wisatawan asing mendapat keuntungan. Alam yang indah menjadi tujuan para wisatawan mancanegara untuk datang ke bali. Bali yang masih kental dengan adatnya di tambah dengan pesona pantainya, lalu orang Indonesia ramah, menjadikan wisatawan nyaman di bali. Budaya Bali dalam perkembangan semakin tergerus sedikit  demi sedikit. Turisme massal menjadikan bali sebagai objek wisata. Industry pariwisata memang memikat. Namun akibat industry pariwisata timbullah yang namanya privatisasi pantai oleh hotel–hotel besar bukan tidak mungkin privatisasi ini akan semakin menjalar dan mengakar khususnya di bali dan Indonesia.

Industri pariwisata juga menjual objek budaya sebagai daya tarik dan keuntungan, setiap tarian mengandung unsur rupiah di dalamnya, begitulah cara kapitalisasi bekerja. Reklamasi pantai yang hari ini masih gigih ditolak oleh masyarakat bali sebagai salah satu contoh ketidakpedulian investor terhadap budaya setempat. Pertemuan tahunan ini bukanlah rapat biasa didalamnya ada agenda dan rencana besar. Kita harus mencermati langkah pemerintah karena kita sudah terlalu sering melihat masyarakat yang terusir dari kampung halamannya dengan dalih pembangunan. Pertemuan ini bisa dikatakan sebagai ajang penjualan Indonesia atau Indonesia For Sale.

Fakta IMF dan Indonesia

Fakta yang mengejutkan bahwa IMF mengakui kegagalan system yang mereka terapkan di setiap negara yang ia tangani saat mengalami krisis. ”Pada Juni 2013, Direktur IMF Christine Lagarde merilis laporan yang menyatakan kegagalan lembaganya dalam pemberlakukan kebijakan austerity di Yunani. “Kepercayaan pasar tidak pulih, sistem perbankan kehilangan 30% simpanan dan dampak resesi lebih dalam lagi dengan angka pengangguran yang meroket.”

Ann Pettifor, direktur Policy Research in Macroeconomics (PRIME) yang berbasis di London, menyebutkan bahwa para pejabat IMF mengakui kesalahan mereka setelah mendesak Indonesia menutup 16 bank, yang menyebabkan utang domestik Indonesia membumbung sampai angka $80 miliar saat itu. Kebijakan itu menurut Pettifor, diambil hanya dalam waktu dua minggu setelah mereka menginjakkan kaki di Jakarta.

Masih banyak lagi kesalahan dan kegagalan IMF dalam menangani krisis pada suatu negara. Dalam pengambilan keputusan, terasa berat sebelah, karena berdasarkan jumlah pemilikan saham negara-negara anggota. Jika jumlah suara minimal 85% menyetujui terpenuhi maka keputusan dapat diberlakukan. Masalahnya negara-negara G-7 menguasai 45% suara, sedangkan AS saja memiliki 18% suara sehingga seluruh keputusan IMF tidak dapat diberlakukan tanpa persetujuan AS dan negara-negara G-7. Akibatnya kepentingan negara-negara maju khususnya AS sangat mendominasi kebijakan-kebijakan IMF.

Pada 15 januari 1998 indonesia resmi menjadi pasien IMF setelah menyerah dalam menangani krisis ekonomi yang terjadi di indonesia. Menjadi pasien IMF berarti berhak mendapatkan dana bantuan dan seperangkat syarat dari IMF yang disebut structural adjustment policy (SAP) atau penyesuaian structural. SAP merupakan syarat mutlak yang berisi program yang harus dijalankan oleh negara yang mendapat bantuan dari IMF. Program penyesuaian struktural ini meliputi liberalisasi impor dan pelaksanaan sumber-sumber keuangan secara bebas (liberalisasi keuangan), devaluasi mata uang, pelaksanaan kebijakan fiskal dan moneter dengan pembatasan kredit untuk rakyat, pengenaan tingkat suku bunga yang tinggi, penghapusan subsidi, peningkatan harga-harga public utilities (kebutuhan rakyat), peningkatan pajak, menekan tuntutan kenaikan upah, liberalisasi investasi terutama investasi asing dan privatisasi.

Setelah penandatanganan kerjasama indonesia dan IMF, krisis semakin membesar. Mata uang rupiah semakin terperosok jauh, krisis tak kunjung redah. Tujuh bulan setelah kerjasama dengan IMF soeharto mundur dari jabatannya.

Menurut Revrisond Baswir, setidaknya ada 10 dosa IMF yang menyebabkan terpuruknya kehidupan masyarakat Indonesia yaitu:

  1. IMF menyebabkan terjadinya pelembagaan suatu sistem kolonialisme baru.
  2. IMF menyebabkan makin dominannya peranan TNC (konglomerasi internasional).
  3. IMF mendorong dikorbankannya kepentingan rakyat banyak untuk menyelamatkan para bankir.
  4. IMF menyebabkan meningkatnya komersialisasi pelayanan publik.
  5. IMF menyebabkan semakin meluasnya pengangguran.
  6. IMF menyebabkan semakin merosotnya upah buruh.
  7. IMF menyebabkan semakin terpinggirkannya kaum perempuan.
  8. IMF menyebabkan semakin rusaknya lingkungan.
  9. IMF menyebabkan semakin melebarnya kesenjangan kaya miskin.
  10. IMF menyebabkan semakin parahnya krisis ekonomi.

  BUKAN RAPAT BIASA

Agenda rapat tahunan IMF – World Bank di indonesia akan di adakan pada oktober tahun ini. Para petinggi dari belahan dunia akan datang menyerbu Indonesia, sebanyak 189 negara anggota IMF dan di perkiraan 15.000 delegasi. Agenda besar ini akan membahas perekonomian global dan akan dirangkaikan dengan seminar tentang ekonomi yang tentu saja juga akan membahas perekonomian di Asia. Indonesia sebagai negara berkembang tentu saja menjadi salah satu target pembangunan di Asia Tenggara. Pertemuan ini sudah pasti akan membahas segala sektor perekonomian, karena kita tidak dapat memungkiri bahwa pendidikan dan kesehatan juga akan ikut masuk dalam bursa perekonomian.

Dikutip  dari katadata.co.id (13/6/2017) ada tiga fokus Indonesia yang akan dibahas dalam pertemuan ini yakni Pertama,  menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, “membangun impresi bahwa Indonesia saat ini sebagai negara berkembang memiliki fokus dalam sisi pembangunan. Oleh karenanya, tantangan akan pembangunan di Indonesia akan didorong menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Kedua, Bali karena sudah terkenal, tentu mereka akan memperkirakan (acara) ini akan terorganisasi dengan baik, diselenggarakan dengan baik dan dijamu dengan baik. Maka, kami persiapkan,” ujar Sri Mulyani saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (13/6). Ketiga, memanfaatkan momentum Indonesia yang telah memperoleh peringkat layak investasi atau investment grade dari lembaga pemeringkat dunia, untuk menarik investasi. Ini dilakukan dengan memaparkan berbagai program pembangunan pemerintah. Bukan hanya infrastruktur, dari sisi pendidikan, kesehatan, dan sosial juga akan dipaparkan.

Dikutip dari kompas.com ( 02/03/2018) ada beberapa hal yang akan dibahas IMF – World Bank di Indonesia di sampaikan oleh exexutif director IMF regional Asean Juda Agung yakni bagaimana agar stabilitas moneter dan sistem keuangan global ini berlangsung, itu agenda utama. Juda juga menambahkan topic lain yang tak kalah penting ialah cryptocurrency atau mata uang digital. Ketimpangan ekonomi, dampak perubahan iklim terhadap perekonomian suatu negara, ini juga akan dibahas dalam pertemuan tahunan pada okteber nanti.

Dalam pertemuan ini, hampir semua agenda membahas soal ekonomi. Persoalan ekonomi sepertinya sebagai masalah yang begitu besar sehingga melupakan dampak dari perkembangan dari ekonomi itu sendiri. Masyarakat yang mengikuti perkembangan zaman akan berakhir pada sebuah lembaga yang menawarkan pekerjaan. Namun dampak yang lebih besar dari perkembangan ialah pembangunan yang sangat tidak terkontrol sehingga terjadi pengusiran warga dari rumahnya dengan dalih pembangunan. Peningkatan ekonomi akan jalan bersamaan dengan tingkat pembangunan, lalu di Indonesia pembangunan selalu saja berakibat pada warga yang terkena dampak, mulai dari penggusuran, pelanggaran hak– hak oleh pemerintah dan aparat, alam yang semakin hari semakin rusak dan ada banyak kasus lagi yang menimpa warga.

Pertemuan ini merupakan pintu gerbang, indonenesia membuka peluang investasi yang dimana akan membawa sebuah kesengsaraan bagi masyarakat itu sendiri. Indonesia tidak berpihak pada rakyatnya, indonesia telah dijual ke tangan para investor dunia.

Bila kita cermati baik– baik, ada berapa banyak kasus pemukulan, kekerasan yang dilakukan polisi kepada masyarakat, utamanya masyarakat yang berjuang mempertahankan haknya, menolak perusahaan masuk, menolak untuk di gususr karena pembangunan bandara, menolak pembangunan rumah deret, menolak tambang pasir besi, menolak tambang emas, penolak pabrik semen, dan masih banyak penolak– penolak lain dan negara lah yang berbuat dimikian.

Aparat polisi memukuli masyarakat, tentara malah membunuh petani di NTB yang mempertahankan tanahnya, polisi menghancurkan tanaman milik warga kulon progo yang bakal di panen, lalu dimana keberpihakan negara. Terlebih pertemuan ini akan membawa investor dengan lebih mudah masuk ke Indonesia dan menanam modal, itu artinya akan lebih banyak dan penindasan semakin mengakar dan mendarah daging dimata kita.

Pertemuan ini harus kita BOIKOT!!! Mengapa? Karena kita sudah tahu bahwa konsekuensi pembangunan adalah penghancuran masyarakat desa, kehancuran ekonomi masyarakat, yang lebih parah adalah kehancuran alam indonesia yang kita bangga–banggakan. Dampak ke depannya ialah generasi kita akan melupakan budayanya, sekarang pun sudah terlihat.

Masyarakat adat akan tergusur dan tidak diperdulikan oleh negara. Negara berpihak pada pemodal, dan Indonesia tunduk pada pemodal, tidak ada demokrasi lagi di indonesia lenyap ditelan citra internasional demi nama baik.

Masyarkat kecil di tengah penindasan gaya baru tidak akan berkutik hanya menunggu ajal kapan waktunya tergusur dan terusir. Maka meminimalisir penindasan adalah kewajiban setiap warga negara, berpartisipasi dan membangun solidaritas. Tanpa kekuatan rakyat pemerintah akan terus larut dalam pembangunan yang menindas rakyat.

Kita tidak bisa membiarkan penindasan ini terus menjalar, kita sebagai masyarakat yang peduli akan masa depan alam dan masyarakat harus menyimpul solidaritas, menghimpun kekuatan rakyat untuk menggagalkan dan BOIKOT IMF – WORLD BANK!

 

Penulis : WagirRock

Editor : *R★.V.★N*

One Comment on “INDONESIA TUAN RUMAH RAPAT TAHUNAN IMF DAN WORLD BANK”

Tinggalkan Balasan