Peranan Mahasiswa-Mahasiswi Dalam Perbaikan Kesehatan Di INDONESIA

MATAMEDIA-RI.com – Banyak faktor  yang menyebabkan tingkat kesehatan di kalangan masyarakat menengah kebawah rendah. Diantaranya adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat, pemerintah yang kurang perhatian terhadap masyarakat kelas bawah, lingkungan sekitar yang tidak layak dalam standar kesehatan, dan sarana prasarana kesehatan yang kurang mendukung. Ditambah lagi tenaga medis yang kurang dan kurang pengalaman, terutama di daerah pedesaan.

Dengan  rendahnya tingkat kesehatan di kalangan masyarakat bawah, terjadi ketimpangan dalam pemerataan tingkat kesehatan. Di satu sisi masyarakat menengah keatas menikmati kesehatan yang baik dan di sisi lain masyarakat menengah kebawah mengalami penurunan tingkat kesehatan sampai derajat yang sangat rendah. Perbedaan ini harus segera dikikis habis demi kemajuan kesehatan di Indonesia.

Mahasiswa dan mahasiswi, sebagai kaum terpelajar di tengah-tengah masyarakat sangat berperan besar sebagai agent of change. Perubahan tingkat kesehatan di masyarakat golongan menengah kebawah dapat diwujudkan dengan bantuan para mahasiswa. Masyarakat kelas menengah kebawah umumnya hanya menganggap perilaku hidup bersih dan sehat hanya kegiatan yang akan menghabiskan biaya.

Mahasiswa sebagai intelek muda harus melurus kan pola pikir yang salah tersebut. Dengan begitu, peran mahasiswa di tengah masyarakat dapat terlihat dan juga membantu masyarakat yang bersangkutan untuk memperbaiki tingkat kesehatannya menjadi lebih baik.

Solusi atas perbaikan tingkat kesehatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa beraneka ragam. Mahasiswa dapat melakukan perubahan di tingkat atas, yaitu regulasi dan kebijakan pemerintah, maupun terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat.

Mahasiswa, sebagai pihak yang paling vocal terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang berpihak bagi masyarakat kelasbawah. Selain itu, mahasiswa juga dapat terjun langsung ketengah-tengah masyarakat melakukan kegiatan sosial misalnya penyuluhan maupun perbaikkan kondisi lingkungan untuk meningkatkan tingkat masyarakat.

Perbaikan tingkat kesehatan membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah maupun masyarakat, masing-masing harus sadar terhadap perannya dalam peningkatan tingkat kesehatan. Pemerintah sebagai pengambil kebijakan, harus menempatkan ahli yang benar-benar professional di bidangnya. Baik di tingkat atas sampai ketingkat bawah, yaitu para tenaga kesehatan uang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Masyarakat juga berperan besar bagi tingkat kesehatan mereka sendiri. Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan, karena meskipun misalnya faktor-faktor lain sudah diperbaiki tetapi pola pikir dan perilaku dari masyarakat tetap dalam keadaan diam maka tidak akan ada perubahan yang berarti. Mahasiswa seharusnya bisa menjadi penengah dalam hal ini, mendesak pemerintah melakukan restrukturisasi dan resolusi di bidang kesehatan dan di pihak lain memperbaiki pola pikir masyarakat yang sebagian masih tradisional dan lamban menjadi masyarakat yang sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di berbagai aturan.

Mahasiswa pun harus bertindak sebagai pihak yang tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan dalam melakukan usaha dalam mensejahterakan masyarakat. Dapat dikatakan, mahasiswa-mahasiswi dapat berperan besar dalam peningkatan tingkat kesehatan. Dengan berbagai sumber daya maupun kemampuan intelektual dan organisasi yang baik.

Mahasiswa dapat menjadi agent of change yang berpengaruh besar bagi perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Hal itu dapat dilakukan jika berbagai pihak yang terkait dengan hal itu yaitu pemerintah dan masyarakat juga bekerjasama untuk berubah

Mahasiswa dapat berkontribusi dalam upaya meningkatkan kesehatan nasional melalui aktivitas dikampus masing-masing, seperti Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) yang bergerak dalam bidang kesehatan, Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Kedokteran Seluruh Indonesia (ISMKI) dan IOMS yang bergerak dalam bidang kesehatan.

Mahasiswa- mahasiswi sebagai generasi penerus, yang muda, yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat yang masih kurangnya tingkat kesadarannya dengan cara menjadi agent of change yang berpengaruh di masyarakat, mahasiswa-mahasiswi juga mampu memperbaiki pola pikir masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar, mahasiswa juga dapat menjadi perantara antar masyarakat dan pemerintah untuk mengungkapkan keluh kesah masyarakat, dan mahasiswa-mahasiswi yang harus wajib untuk menjadi pelopor hidup bersih dan sehat adalah mahasiswa-mahasiswi yang menjadi anggota salah satu organisasi yang berkaitan dalam bidang kesehatan.

Penulis: Muhammad Iksan

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan