UNDIP Biology Competition : Cetak Insan Prestatif-Kompetitif Melalui Olimpiade Biologi Inovasi Undip Biology Competition

MATAMEDIA- RI.com – 28-29 Oktober 2017 lalu menjadi saksi terlaksananya salah satu medan persaingan intelektual antar SMA se-Jawa Tengah, yakni UNDIP Biology Competition (UBC) 2017. Program kerja unggulan Bidang Penalaran dan Keilmuwan (PEKA) Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Diponegoro ini sukses menjaring 20 sekolah dari seluruh Jawa Tengah untuk mengirim jagoan-jagoan Biologi ke panggung utama kompetisi. Total seluruh siswa yang ikut serta mencapai angka 66.

Ratih Nur Fitriyani, Kepala Bidang Humas HMB yang juga diamanahi menjadi koordinator acara  UBC menyebutkan dalam wawancaranya pra kompetisi, UBC digelar dengan tujuan membangun jiwa prestatif dan kompetitif untuk siswa-siswi di Jawa Tengah melalui ajang Olimpiade. Dengan jiwa prestatif dan kompetitif lah, siswa-siswi SMA di Jawa Tengah diharapkan dapat ikut berperan membangun bangsa di masa yang akan datang.

Dengan mengusung tema Create the Great Indonesia By Being Creative Biologist, UBC 2017 dilaksanakan di Kampus Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Tembalang, Semarang.  Tahun ini merupakan tahun keempat pelaksanaan UBC, sekaligus menjadi pertamakalinya UBC dilaksanakan bersamaan dengan Seminar Guru yang diperuntukkan kepada guru-guru pendamping peserta.

Seminar Guru diisi oleh dosen-dosen terbaik Departmen Biologi, yakni Dr.rer.nat.Anto Budiharjo, S.Si., M.Biotech yang mengangkat tema Analisis Metagenomik, Dr.Drs. Moch.Hadi, M.Si yang mengangkat tema awetan spesimen untuk alat peraga Biologi, Dr. Erma Prihasanti, M.Si yang memberikan pelatihan pembuatan preparat metode replika, serta Dr.Drs Widjanarka, M.Si yang memberika pelatihan metode cepat staining bakteri gram positif-negatif.

M.Farhan Aditya selaku ketua panitia mengutarakan bahwa ini merupakan inovasi dari UBC, setelah selama tiga tahun terdahulu UBC terlaksana tanpa berdampingan dengan acara lain. Mahasiswa semester tiga ini juga menambahkan, dengan diadakannya Seminar Guru, dia berharap UBC tak hanya bermanfaat untuk siswa-siswi SMA di Jawa Tengah, tetapi juga untuk para Guru agar bisa meningkatkan wawasan terutama di bidang pengajaran.

Hal senada diungkapkan Ketua Himpunan Mahasiswa Biologi UNDIP, Moch.Ajie Susetyo yang menyatakan bahwa UBC tidak hanya menjadi ajang kompetisi prestasi, tetapi juga menjadi ajang branding untuk mengenalkan Biologi UNDIP kepada masyarakat luas.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Departemen Biologi, Dr.Endah Dwi Hastuti, M.Si. Pembukaan dilaksanakan di auka dekanat FSM lantai 3, yang sekaligus menjadi tempat dilaksanakannya Seminar guru, sedangkan untuk tes dilaksanakan di Gedung B ruang B301 dan B302. Terdapat tiga babak Undip Biology Competition, yakni babak Penyisihan, babak semifinal dan babak final. Seratus soal pilihan ganda di babak penyisihan menjadi saringan pertama untuk mendapatkan 25 siswa dengan nilai terbaik untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat semifinal. Semifinal yang berlangsung di ruang B302 ini terdiri dari duapuluh soal isian singkat yang ditayangkan di slide show. Babak ini menyaring sepuluh siswa dengan nilai terbaik untuk melanjutkan perjuangan ke babak final.

Lita Nurfaiziah dari SMAIT Ihsanul Fikri Magelang Ungguli 65 siswa se-Jawa Tengah dan rebut Piala Gubernur Jateng

Babak final dilaksanakan di ruang yang sama pada 29 Oktober 2017. Dengan tiga butir soal essay analisis komprehensif, ke sepuluh siswa-siswi ini memperebutkan posisi teratas. Soal yang diujikan terdiri dari materi Biologi Sel, Evolusi dan Fisiologi Tumbuhan. Di bawah penjurian Drs.Budi Raharjo, M.Si,  pada akhirnya babak ini menyaring tiga terbaik yang menempati peringkat tertinggi. Juri menetapkan Lita Nurfaiziah dari SMAIT Ihsanul Fikri Magelang sebagai juara 1, Fathul Aziz dari MA Al Hikmah 2 Brebes sebagai juara 2, dan Ikaf Rahman Zaenuri dari MAN 2 Kebumen sebagai juara 3.

Dengan ini, Lita berhak mendapatkan piala Gubernur Jawa Tengah, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp.3.000.000,-. Sementara Fathul dan Ikaf masing-masing mendapat piala, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp.2.000.000,- dan Rp.1.000.000,-

Dalam wawancaranya pasca kompetisi, Lita Nurfaiziah mengaku tidak menyangka bahwa namanya akan dibacakan sebagai sang juara, mengingat fokusnya tengah terbagi dengan try out-try out menjelang UN di sekolah. Tetapi siswa kelas XII ini tetap mengungkapkan rasa syukurnya, dan berharap UBC bisa menjadi lebih baik lagi di waktu yang akan datang dengan jangkauan peserta yang semakin luas.

Lain Lita lain Fathul Aziz. Siswa yang juga duduk di bangku kelas XII ini menyatakan kegembiraannya pasca kompetisi. Adalah suatu kebanggaan datang dari Kabupaten Brebes ke tanah Semarang dan membawa pulang piala kemenangan. Fathul Aziz mengaku sempat ragu-ragu pada saat pengerjaan babak final. Tetapi optimismenya kemudian diganjar gelar juara kedua.

Ikaf Rahman Zaenuri mengungkapkan hal senada. Waktu persiapannya untuk menghadapi UBC hanya satu minggu, tetapi siswa yang duduk di bangku kelas XI ini sudah mampu mengungguli peserta lain hingga berada di posisi ketiga. Apabila diperbolehkan, tambahnya, dia berharap ingin berpartispasi kembali di UBC tahun berikutnya.

(Ferisa)

Editor: *R★.V.★N*