Syariah Accounting Fair (SAF) 2018: The Power Of Sharia Accounting To Build Islamic Character and Global Market For Young Generation

YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com –Syariah Accounting Fair (SAF) adalah program unggulan dari Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga, yang mewadahi minat dan bakat akademik Mahasiswa/i dalam bidang ilmu akuntansi. Dengan mempertimbangkan kesuksesan pelaksanaan Sharia Accounting Fair (SAF) 2018, maka Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga akan melaksanakan kegiatan Olimpiade Akuntansi Tingkat SMA/SMK Sederajat Seluruh Provinsi di Jawa serta berbagai perlombaan lainnya.

Syariah Accounting Fair (SAF) mengangkat tema “The Power Of Sharia Accounting To Build Islamic Character And Global Market For Young Generation”.

“Disini kita ingin mengenalkan akuntasi Syariah itu tidak cuma sekedar menghitung-hitung angka keuntungan uang, tetapi akuntasi Syariah juga menanamkan karakter Islam yang jujur, keadilan, tidak mengenal riba dan masih banyak lagi yang akan kami kenalkan. Mengenai pasar global, ekonomi Islam itu masih dalam tahap perkembangan saat ini, nah untuk menuju ekonomi Islam yang bisa dikenal secara semi global caranya kita rintis dengan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini,” jelas Ibnu Rangga Kurniawan selaku Ketua Panitia Acara SAF 2018.

Akuntasi yang paling banyak di kenal masyarakat luas pada saat ini masih akuntasi yang konvensional buatan barat, sedangkan akuntasi Syariah masih di kenal awam di tengah masyarakat luas. Mohamad Damzun Zaerani selaku Ketua HMPS mengatakan, masyarakat Indonesia yang 85% pemeluk Islam dan pada saat ini perkembangan ekonomi Islam Syariah di Indonesia tumbuh dengan pesat.

“Kita melihat banyak itu sekarang pariwisata berbasis Syariah, hotel-hotel Syariah, apa-apa Syariah, maka dari itu kita berinisiatif memperkenalkan apa sih itu Akuntasi Syariah, dan apa saja kekuatan dan keunggulan dari akuntasi Syariah. Saya melihat akuntasi Syariah dengan perkembangan saat ini pasti akan terus diperlukan dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” lanjut M Damzun Zaerani.

Program Studi Akuntasi Syariah memang belum terlalu populer di kalangan SMA/SMK Sederajat. Sedangkan usaha-usaha berbasis Syariah semakin banyak. Tidak bisa di pungkiri bahwa industri keungan Syariah cukup besar. Tetapi belum cukup membuat siswa-siswi memilih Program Studi Akuntasi Syariah sebagai sebuah peluang yang baik untuk di pelajari.

Pada tahun 2017 Indonesia berhasil menduduki peringkat ke 10 sebagai player dalam industri keuangan syariah global. Meski, secara umum posisi Indonesia hanya sebagai pasar bagi produk halal. Produk halal dan Keuangan Syariah menjadi potensi yang sangat besar jika bisa di kelola dengan sangat baik untuk perekonomian Indonesia. Apalagi pada tahun 2019 nanti UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal akan mulai diimplementasikan.

Menurut hasil prediksi dari sejumlah lembaga, setidaknya dalam lima tahun ke depan, untuk dipekerjakan sebagai akademisi saja membutuhkan setidaknya 38.940 orang lulusan. Padahal tiap tahun jumlah lulusan dari jurusan yang benar-benar sesuai dengan bidang ini hanya berada pada kisaran 3000 orang lulusan.

Dari prospek lapangan pekerjaan bagi para lulusan dengan latar belakang pendidikan Akuntansi berbasis Syariah atau Ekonomi Islam adalah Akuntan Syariah, Profesional Industri Syariah, Perencana Keuangan Syariah, Penulis Buku, Dewan Pengawas Syariah (DPS), Filantropi Syariah, Media Ekonomi serta Keuangan Syariah, dan masih banyak lagi akan sangat diperlukan dalam dunia pekerjaan di Indonesia.

Dalam beberapa tahun ke depan, pengawasan lembaga keuangan berbasis Syariah akan dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan begitu OJK akan merekrut banyak SDM dengan latar belakang pendidikan berbasis Syariah. Hal ini dipengaruhi dengan semakin banyaknya entitas bisnis keuangan berbasis Syariah yang masing-masing minimal harus diawasi oleh satu orang DPS, bahkan mayoritas membutuhkan pengawasan lebih dari satu orang-orang DPS, mengingat nilai transaksi yang terus tumbuh pesat.

Selain itu akuntansi syariah beserta cabang cabangnya cukup signifikan pada tahun ini. Kebutuhan dari para praktisi ekonomi syariah akan akuntansi syariah amat besar. Tidak hanya kaum muslimin saja yang membutuhkan akuntansi syariah tetapi juga masyarakat dunia secara umum. Saat ini orang-orang sudah mulai jenuh dengan sistem akuntansi konvensional buatan Barat yang notabene cenderung materialsitis kosong dari ruh spiritualisme.

Rangkaian  kegiatan Sharia Accounting Fair (SAF) 2018 akan diselenggarakan pada tanggal 1 dan 2 Oktober meliputi Tingkat SLTA Sederajat, tingkat Mahasiswa (Umum), dan Tingkat Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Suka. Tingkat Mahasiswa (Umum) akan diisi oleh lomba Lomba Nasyid, Lomba Catur, Pidato Bahasa Asing dan Bazar. Sementara untuk Tingkat SLTA sederajat akan diadakan  Olimpiade Akuntansi, Seminar Nasional Akuntansi. Sedangkan untuk Tingkat Mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Suka di awali dengan Seminar Nasional Akuntansi dan Lomba Karya Tulis Ilmiah.

Olimpiade Akuntansi merupakan salah satu rangkaian acara penting dalam Syariah Accounting Fair (SAF) 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga dengan tujuan melatih, meningkatkan pengetahuan dan mengukur pemahaman siswa-siswi SMA-SMK Sederajat mengenai teori dan dan aplikasi ilmu akuntasi.

Materi yang akan dilombakan Olimpiade Akuntansi mencakup 7 poin penting:

  1. Sejarah dan Pengenalan Akuntansi
  2. Dasar-Dasar Akuntansi dan Sistem Akuntansi
  3. Tahap Pencatatan pada Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang
  4. Tahap Pengikhtisaran pada Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang
  5. Tahap Pelaporan Akuntansi pada Perusahaan Jasa dan Dagang
  6. Prosedur Akhir pada Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang
  7. Dasar-dasar Perpajakan

Tahap Perlombaan Olimpiade Akuntansi para peserta satu tim berisi tiga orang akan melewati babak penyisihan dengan metode seleksi mengerjakan 50 soal multiple choice. Peserta yang lolos ke babak semifinal dan final akan “bertarung” di cerdas cermat dan debat. Olimpiade Akuntansi akan di mulai pada tanggal 1 dan 2 Oktober di gedung Convention Hall Kampus Timur UIN Sunan Kalijaga.

Pada tanggal 18 September 2018 hari selasa akan terlebih dahulu diadakan seminar nasional dengan tema “The Power Of Sharia Accounting To Build Islamic Character And Global Market For Young Generation” dengan narasumber Prof. Mahfud Sholihin, M. Acc., PhD.

Tujuan Syariah Accounting Fair (SAF) adalah untuk menggali potensi mahasiswa dan pelajar SMA/SMK sederajat dalam keilmuan akuntansi dan ekonomi Islam melalui rangkaian kegiatan lomba, serta untuk memfasilitasi agenda global dalam membangun dan menerapkan akuntansi & ekonomi Islam. Lebih jauh lagi untuk memperkuat kerja sama dan pemahaman antar mahasiswa dan pelajar mengenai akuntansi & ekonomi Islam agar mampu berkontribusi untuk Indonesia yang sejahtera dan mandiri.

 

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan