Super Continent GAIA 2018: The Historical and Dedication

The Historical and Dedicationakan dipertemukannya visi yang terdahulu kala terbentuknya HTMG “GAIA” dengan visi yang saat ini ada dengan kondisi setiap zaman ada peradapan yang berbeda-beda akan coba disatukan dan mengembangkannya lebih jauh dan baik lagi untuk HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta dan untuk Indonesia.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – 27 tahun sudah usia Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA”. Lahir pada tanggal 18 September 1991 berselang 5 tahun setelah Jurusan Teknik Geologi berdiri di IST AKPRIND Yogyakarta. Nama “GAIA” yang berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “Dewa Bumi” pun terpilih sebagai nama resmi dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi. “GAIA” menjadi pilihan para pendiri pada waktu itu karena identik dengan geologi.

HTMG “GAIA” adalah sebuah wadah berhimpunnya mahasiswa-mahasiswi Teknik Geologi IST AKPRIND Yogyakarta untuk berkreasi dan berprestasi. Korsa merah maron merupakan identitas kekeluargaan HTMG “GAIA”. Kamis korsa menjadi hari dimana para anggota HTMG “GAIA” memakainya dari mulai matahari terbit sampai matahari terbenam. “Satu Korsa Sampai Mati” menjadi motto penyemangat sekaligus pemersatu HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Sejak dari pertengahan tahun 2018 setelah sukses mengadakan Olimpiade Geologi Nasional (OGENAS) dengan tema “Discover The Wonderful Geotourism Of Indonesia” para anggota HTMG “GAIA” disela kesibukan kuliah langsung beralih pada persiapan “Super Continent GAIA 2018” untuk memperingati hari lahir HTMG “GAIA” yang jatuh pada tanggal 18 September, diadakanlah Super Continent GAIA. Pada tahun 2018 ini merupakan tahun keempat diadakannya “Super Continent GAIA”. Mengangkat tema besar “The Historical and Dedication”.

“Kami mengambil tema “The Historical and Dedication” pertama bertujuan untuk mengulik sejarah yang ada pada Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA” yang tentunya untuk dedikasi mahasiswa-mahasiswi untuk bangsa dan negara. Dimana salah satunya tri dharma perguruan tinggi yang diterapkan oleh kampus IST AKPRIND Yogyakarta” jelas Bagus Iswharyan Ketua HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Bagus Iswharyan mengatakan, “The Historical and Dedication” akan fokus pada sejarah dahulunya dari HTMG “GAIA”, mengapa mengambil “GAIA” sebagai nama dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi IST AKPRIND Yogyakarta.

Selain itu juga dalam  “The Historical and Dedication” akan dipertemukannya visi yang terdahulu kala terbentuknya HTMG “GAIA” dengan visi yang saat ini ada dengan kondisi setiap zaman ada peradapan yang berbeda-beda akan coba disatukan dan mengembangkannya lebih jauh dan baik lagi untuk HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta dan untuk Indonesia.

Super Continent GAIA 2018 akan dilaksanakan selama 12 hari. 4 hari di bulan September dan 8 hari di bulan Oktober dan akan diisi oleh 7 kegiatan dengan tema besar “The Historical and Dedication”. SCG 2018 akan mengadakan berbagai kegiatan seputar ilmu pengetahuan, kompetisi di bidang pendidikan ilmu geologi, pengabdian kepada masyarakat, visit company, kompetisi di bidang olahraga, dan di akhri kegiatan akan semarak hiburan tarian yang berasal dari nusantara Indonesia dan dari band yang sudah banyak dikenal di kalangan civitas akademika IST AKPRIND dan sekitaran Jogja yang juga berasal HTMG “GAIA”. Super Continent GAIA 2018 melibatkan empat pihak penting di dalam sebuah negara, seperti dari pemerintah, professional, akademisi, dan masyarakat umum.

TIMELINE SCG 2018 The Historical and Dedication

Super Continent GAIA 2018 akan dimulai dengan munas IAGISTA pada tanggal 21 September 2018 di Auditorium Kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta, Kompleks Balapan Yogyakarta, Jl. Kalisahak No. 28, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, Daerah  Istimewa Yogyakarta. Latar belakang acara ini merupakan acara pembuka peringatan HUT ke-27 HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi Warga HMTG “GAIA” dengan Alumni Geologi IST AKPRIND Yogyakarta. Tujuan dari acara ini untuk menumbuhkan semangat berkontribusi dalam hal dedikasi untuk pembangunan pada ranah nasional baik dalam akademis maupun non akademis. Rangkaian acara munas IAGISTA ini sendiri terdiri dari Gala Dinner dan musyawarah anggota. Acara ini mengangkat tema “IAGISTA, Where From-Where To”.

IAGISTA, Where From-Where To itu kita kembali lagi ke almamater khususnya alumni Geologi IST AKPRIND Yogyakarta, kita mencoba mempertemukan kembali dan meresmikan Ikatan Alumni Geologi IST AKPRIND Yogyakarta yang mana bertujuan mempererat, memperkuat persaudaraan antara pihak alumni dengan pihak mahasiswa-mahasiswi untuk kemajuan baik dari organisasi, nanti kedepannya untuk nusa bangsa dan negara” terang Bagus Iswharyan.

GAIA Analysis Project (GAP) salah satu rangkaian acara yang penting dalam “Super Continent GAIA 2018”. GAP adalah sebuah bidang kompetisi mahasiswa kebumian. GAP 2018 mengambil tema “Outcrop Description and Discovery” dimana peserta lomba dihadapkan pada suatu singkapan yang mewakili kondisi geologi suatu wilayah dari data yang diolah guna meningkatkan potensi sumber daya untuk pengembangan wilayah dalam membantu pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Tujuan awal dibentuknya GAP pada tahun SCG 2016 bertujuan untuk sebuah ajang kompetisi yang baru dalam ilmu geologi, yaitu analisis. “Jarang sekali kampus-kampus teknik geologi yang mengadakan analisis, pada tahun ini kami menarik lagi GAP sebagai kompetisi dibidang ilmu bumi yang memiliki nilai lebih, sebuah tim analisis ini akan yang cocok pada era sekarang, yaitu dengan analisis Outcrop atau singkapan. Analisis Outcrop ini dapat menguak sejarah-sejarah geologi dari suatu singkapan. Itu yang membuat tema ini dirasa cocok pada zaman sekarang,” jelas Gayus Pratama Polunggu Ketua Pelaksana SCG 2018.

Singkapan adalah batu yang ada pada lapangan dan merupakan objek dalam pengamatan geologi. GAP dapat menajamkan hard skill dan soft skill bagi peserta yang mengikutinya dilihat dari kerjasama tim di lapangan kemudian pengamatan objek geologi tersebut untuk hard skill dalam akademik.

Peserta GAP bisa diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi kampus manapun khususnya teknik geologi. Makanisme penilaian dari presentasi dan ada penilaian-penilaian dari tim juri yang sudah disiapkan oleh tim GAP SCG 2018. Pesertanya dari IST Akprind sendiri sebagai tuan rumah, ITB, UPN dan masing-masing mengirim dua tim, 1 tim 3 orang. GAP akan dilaksanakan pada tanggal  28 September – 1 Oktober 2018. Desa Sekarbolo, Jiwowetan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menjadi tempat yang akan singkap oleh para peserta.

Pada tanggal 4-5 Oktober HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta  akan melakukan visit company ke GEO DIPA DIENG. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan secara langsung ke dunia industri bagi peserta kunjungan. Selain itu diharapkan dari acara ini dapat terjalin kerjasama antara institut dengan perusahaan guna mencari calon-calon tenaga kerja handal yang siap bekerja. Tema kegiatan ini yaitu “GAIA” Goes to Company”.

“Tujuan utama “GAIA” Goes to Company lebih kepada bidang pendidikan, kita mencoba melatih peserta di lapangannya langsung, sebelum berangkat diberikan course materi sebagai materi interpretasi sebelum menuju ke lapangan diberikan terlebih dahulu supaya menjadi bekal awal untuk mereka nanti berada di lapangan khususnya dari segi ilmu geologi kemudian langsung masuk ke intinya yaitu visit company,” ungkap Bagus Iswharyan.

“GAIA Mengabdi dari GAIA Untuk Indonesia” adalah rangkaian acara peringatan HUT ke-27 HMTG ”GAIA” dalam bentuk mengembangkan jiwa sosial dikalangan anggota HMTG “GAIA” dan civitas akademik IST AKPRIND Yogyakarta sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan sebagai sarana Corporate social responsibility (CSR). Kegiatan ini mempunyai tema “Reborn to Challenge” dimana mengangkat daerah yang dahulunya pernah dijadikan Kawasan wisata namun seringkali terjadi banjir. Dari hal tersebut akan dikembangkan lagi untuk meningkatkan kualitas dan perekonomian daerah serta membangun sistem drainase yang bagus. “GAIA Mengabdi dari GAIA Untuk Indonesia” akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Oktober 2018.

“Di tahun 2018 ini kami mengambil tema besar “Reborn to Challenge” untuk GAIA mengabdi, karena kami mendedikasikan tenaga, pikiran untuk suatu desa, dimana desa tersebut tepetnya di desa Desa Bugel, Panjatan, Kulon Progo sebagai kawasan wisata namun dalam beberapa tahun ini kondisinya sering masuk ke dalam zona banjir, sehingga kami memiliki pikiran mencoba untuk menaikkan segi kualitas dari keamanan dan penanggulangan terhadap bencana banjir dengan beberapa metode yang akan kami lakukan. Kita akan memberikan wawasan terlebih dahulu dari badan terkait, kita juga ada pihak dari BPBD langsung kami ikut sertakan dalam kegiatan GAIA mengabdi. Metode-metode lain akan kami sosialisasikan seperti metode yang sudah ada akan kami lebih sosialisasikan lagi seperti salah satunya biopori,” terang  Bagus.

Untuk peran yang akan dilakukan “GAIA” Mengabdi untuk Indonesia sudah sering dilakukan, tidak hanya pada penanggulangan bencana. Pada SCG sebelumnya, HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta memberitahukan ada potensi geowisata yang bisa menjadi daya jual masyarakat, contohnya pada SCG tahun 2017 dengan pemateri almarhum Budi Brahmantyo sebagai Ketua Masyarakat Geowisata Indonesia (MAGI), disana beliau memberitahukan bahwa ada suatu potensi geologi yang dapat menjadi daya tarik dan dapat di jual oleh masyarakat Bayat, Klaten.  Peran HTMG “GAIA” kala itu adalah menyediakan penyuluhan-penyuluhan. Kemudian pada SCG 2 tahun sebelumnya ada pemetaan longsor kemudian pada waktu Jogja di hantam oleh badai Cempaka tahun 2017 ada tim tanggap bencana dengan pemetaan lonsor pada daerah gunung kidul yang berdampak pada daerah tersebut.

“Peran GAIA sebagai mahasiswa-mahasiswi Geologi yaitu untuk memberitahukan sekaligus menyuluhkan kepada masyarakat bahwa pentingnya kita sadar dalam bencana maupun potensi yang ada pada suatu daerah,” terang Gayus Pratama Polunggu Sekretaris HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan SCG 2018 setelah melewati seputar ilmu pengetahuan, kompetisi di bidang pendidikan ilmu geologi, pengabdian kepada masyarakat, visit company, lalu berlanjut ke kompetisi di bidang olahraga. “GAIA Sport Competition” mengambil tema “Tim Work to Champion”. Latar belakang kegiatan ini yaitu melatih kekompakan tim peserta dalam bidang non-akademik serta memacu semangat jiwa muda dan sportivitas dalam kalangan generasi muda. Dari segi lain kompetisi futsal antar mahasiswa juga merupakan ajang promosi jurusan Teknik Geologi IST AKPRIND Yogyakarta khususnya HMTG “GAIA”. Kompetisi futsal diberi nama “GAIA Futsal Competition”. Akan dilaksanakan di Tifosi Futsal, Jl. Sukonandi No. 11, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta  pada13-14 Oktober 2018.

“Peran adanya “GAIA Sport Competition” akan memainkan peran untuk menjaga kemenangan waktu himpunan kita menjadi juara PERHIMAGI CUP 2018, tentunya juga untuk mempererat satu sama lain di internal himpunan. Beberapa teman dari himpunan kita sangat hobi berolahraga terutama di futsal, diharapkan dengan diadakannya “GAIA Sport Competition” bisa semakin mempererat dan akan menjadi kebanggaan kita jika kita dapat memenangkannya dengan etos kerja yang baik dan maksimal,” jelas Fauzan Iqbal Hidayat Wakil Ketua HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Peserta “GAIA Sport Competition” terbuka dari jurusan apa saja yang ada di IST AKPRIND maupun dari kampus lain. “Kami berharap peserta akan ramai terutama juga kita mengharapkan dari teman-teman geologi yang lain juga, terutama teman-teman dari Jogja dapat ikut memeriahkan sebagai salah salah satu ajang silaturahmi antar geologi” ungkap Fauzan Iqbal Hidayat.

20 Oktober 2018 bertempat di halaman Kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta, GEONIGHT menjadi acara puncak peringatan HUT ke-27 HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta. Diadakan acara ini diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mempererat keakraban antar mahasiswa Teknik IST AKPRIND Yogyakarta khususnya. Tujuan lain dari acara ini adalah menumbuhkan semangat berkarya dalam nada, dan juga sebagai wadah silahturahmi mahasiswa teknik. Tema GEONIGHT kali ini adalah “GAIA Gathering Engineer”.

“Kami mengambil tema “GAIA Gathering Engineer” karena kami rasa penting banget adanya pertemuan yang nanti kita akan mengundang HMTG yang ada di sekitar Jogja dan adanya kebersamaan geologi “GAIA” yang intern. GEONIGHT akan seperti festival. Diisi oleh band, Guest Star dari KARISTA dan ada pertunjukan-pertunjukan tarian yang berasal dari nusantara Indonesia.” terang Gayus Pratama Polunggu.

Harapan Untuk SCG 2018

“Harapan terbesar untuk SCG 2018 ini lebih ke target awalnya dimana target awal dari tema ini merupakan sejarah yang kita ulik dan kami ini berharap SCG 2018 ini juga salah satu sejarah yang nantinya pada periode ini sendiri tercatat dalam kepanitian yang sekarang ini untuk memotivasi kedepannya dari masing-masing pihak terkait.” Bagus Iswharyan Ketua Himpunan HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta

“Untuk SCG 2018 ini harapannya tentu saja rame, dan dari HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta dapat ikut berpartisipasi karena ini adalah acara untuk memeriahkan hari ulang tahun HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta. Jadi harapannya agar teman-teman bangga dengan HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta dan dimulai dari acara SCG 2018.” Fauzan Iqbal Hidayat Wakil Ketua Ketua HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta

“Harapan terbesar untuk SCG 2018 sukses dan berjalan lancar, semakin mempererat tali silaturahmi antara anggota HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.” Gayus Pratama Polunggu Sekretaris HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Harapan Untuk HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta

“Untuk HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta harapan kedepannya yaitu semakin bagus, semakin baik, baik itu dari peningkatan soft skill, peningkatan hard skill di bidang geologi. Dimana nanti diimplementasikan kepada masing-masing anggota warga HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta untuk mendedikasikan keilmuan kepada nusa bangsa dan negara.” Bagus Iswharyan Ketua HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta

“Harapan untuk HTMG “GAIA” tentunya banyak teman-teman yang gak lupa dengan HTMG “GAIA” karena mereka juga belajar semuanya itu lewat HTMG “GAIA”” Fauzan Iqbal Hidayat Wakil Ketua Ketua HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta

“Harapan saya untuk HTMG “GAIA” yaitu selalu berinovasi, selalu bersaing dengan kampus-kampus yang ada teknik geologi, kemudian dapat menjadi role model himpunan yang ada di IST AKPRIND Yogyakarta.” Gayus Pratama Polunggu Sekretaris HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

27 tahun sudah usia HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta, telah terkumpul banyak kesan dan pengalaman yang berharga dan bermanfaat bagi seluruh anggota sejak awal berdirinya. Sebuah himpunan / organisasi yang baik adalah yang menjadikan anggotanya sebagai keluarga, yang mempunyai tugas yang baik nan mulia baik bagi keluarganya, lingkungan sekitarnya, nusa bangsa dan negara, lalu alam raya akan berkata “mereka adalah manusia-manusia yang bermakna selama hidup di dunia.”

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan