Peringatan Kartini’s Day Mahasiwa-Mahasiswi STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta: “Wanita Karya Berbudaya”

YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Setelah sholat jumat (20/04/18) mahasiwa-mahasiwi STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta tepatnya di jalan Kusumanegara Nomor 2 Yogyakarta bersiap-bersiap mengikuti peringatan Kartini’s Day. Mahasiswa-mahasiswi sibuk menyiapkan diri untuk mengikuti salah satu lomba yang ada yakni Kartini dan Kartono. Baik laki-laki maupun wanita memakai pakaian daerah khas Jawa, berjalan melewati karpet biru di dalam sebuah ruangan lengkap dengan iringan musik karawitan. Audience tersenyum sembari mengabadikan momen denan jepretan kamera hape dan beberapa lainnya merekam. Menjadi sangat unik ketika mahasiswa dengan kedisiplinan memakai seragam atribut yang telah di desain secara khusus dari setiap hari senin sampai jumat  harus mengenakan Surjan. Cara berjalan para peserta Kartono dengan pakaian surjan elegan tapi lamban penuh penghayan sampai di hadapan ketiga juri. Delapan Kartini dan delapan Kartono pun satu persatu sesuai dengan pasangannya maju kedepan menjawab pertanyaan dari ketiga juri selama 40 detik menguji wawasan dan nalar dari tiap peserta.

Di luar gedung serbaguna telah sibuk 16 laki-laki yang tergabung dalam satu tim dua orang rapi dengan pakaian batik dari tiap daerah sedang merias kue. Dengan ramput pendek khas kedinasan manata kue semenarik mungkin. Lomba merias kue yang unik dan menarik karena bagi laki-laki Indonesia bukan pekerjaan yang sering dilakukan apalagi mahasiswa STPP tiap hari perkuliahan sering turun ke lahan. Para peserta mengeluarkan daya kreativitasnya dan hasilnya tidak mengecewakan karena terlihat kebersamaan dan wajah ceria dari rona kebahagian.

Lalu dari dalam ruangan terdengar gemuruh nan heboh ketika salah satu lomba Video Contest dengan tema Dilan dengan ala STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta di putar. Dilan bukan sembarang Dilan karena Dilan dari salah satu peserta ini di satukan dengan konsep Kartini.

Serangkaian Kegiatan ini di gagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta yang menyadari bahwa perubahan yang dihasilkan oleh Ibu Kartini membawa dampak yang sangat besar kepada rakyat Indonesia terutama kaum perempuan. Oleh karena itu, kegiatan direncanakan untuk membangun semangat para penerus bangsa yang berkualitas dan memunculkan banyak harapan demi masa depan serta dengan adanya kegiatan memperingati hari kartini ini dapat mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar sesama mahasiswa STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta.

Berkat perjuangan R.A Kartini untuk mengangkat derajat perempuan Indonesia yang pada saat itu status sosial perempuan yang sangat rendah perlahan berubah seiring terbukanya pikiran Kartini melalui bacaan yang ia konsumsi yang terdiri dari koran, buku dan majalah eropa. Melalui sekolah yang didirikan Kartini yang bernama Sekolah Kartini anak-anak perempuan yang bukan dari kalangan darah biru dapat merasakan pendidikan. Perjuangan R.A Kartini tidak hanya sebatas emansipasi wanita di Indonesia, tetapi, Kartini melihat perjuangan wanita agar dapat memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum.

Yang menjadi tujuan dari penyelenggaraan Kartini’s Day mahasiswa-mahasiswi STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta dapat lebih memahami makna dari peringatan hari Kartini dan sekaligus menjadi ajang apresiasi dan kreatifitas. Penyelenggaraan kegiatan peringatan hari Kartini yang sehari lebih cepat yakni tanggal 20 diharapkan pula dapat meningkatkan rasa nasionalisme.

Dasar penyelenggaraan Kartini’s Day adalah program kerja kerja BEM STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta Tahun 2018 dan di tegaskan kembali dalam hasil rapat Dewan Kabinet BEM STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta pada tanggal tanggal 8 April 2018.

“Perayaan Kartini sangat penting untuk di peringati karena di dunia yang sudah sangat modern ini gak hanya laki-laki udah maju kedepan, sekarang wanita semuanya bisa menjadi pemimpin di dunia kerja bahkan presiden pun pernah, bisa memiliki cita-cita yang ingin di gapai cita-citanya, terlebih di STPP wanita lebih banyak dari laki-laki,” ungkap Yukunda Tian dari BEM Kementerian Pengendalian Internal STPP Magelang Jurluhtan Yogyakarta.

Mahasiswa-mahasiwi STPP Jurusan Penyuluhan Pertanian Yogyakarta kuliah di kampus tapi juga langsung turun ke lahan menjalankan traktor, nyangkul, menanam, mupuk. Disini emansipasi sudah berjalan semestinya. “Kami di STPP mengerjakan semua itu bareng-bareng  gak ada ini kerjaan laki-laki ini kerjaan perempuan,” jelas Yukunda Tian mahasiwi dari Kalimantan yang baru memasuki semester dua.

Tema dari Kartini’s Day adalah “Wanita Karya Berbudaya”. Dari mulai musik karawitan yang di mainkan lebih banyak wanita untuk mengiringi Kartini dan Kartono, pakaian dan tema dari dekorasi yang di gunakan tak lepas dari unsur kebudayaan. Manusia yang tetap membalut dirinya dengan budaya pada berjalannya hidup akan tetap membuat nyala sebuah nilai rasa.

“Kami ingin buktikan wanita itu kerjanya tidak hanya di dapur atau rumah tangga tapi wanita juga bisa berkerja seperti seorang pria, contohnya pertanian itu, ya lumayan berat untuk mencangkul, membajak terus untuk panennya jadi memang harus ada kerja keras tapi tidak lupa dengan budaya dan bertani pun di Indonesia adalah sebuah budaya sejak zaman kerajan dahulu,” jelas Heru Agustin sebagai Ketua Pelaksana Kartini’s Day.

Di penghujung acara setelah diisi hiburan akustik, Kartini’s Day memasuki sesi akhir acara yakni pengumuman yang meraih predikat sebagai Kartini dan Kartono. Sementara lomba fotografi, lomba menghias kue, video contest akan di umumkan pada hari Senin setelah apel pagi. Adinasti Nurul Istiqamah dan Fredy Juliandy Rahdian Saputra terpilih menjadi Kartini dan Kartono.

“Kita harus optimis, ibu kita Kartini seperti kita ketahui  berpandangan kedepan, pikirannya maju, dia ingin memajukan dunia pendidikan buat kaum wanita jadi kita harus termotivasi untuk lebih menuntut ilmu lagi dan yang kedua menghormati kedua orang tua. Kartini yang awalnya di pingit oleh ayah dan ibunya tapi dia tetap menghormati keputusan itu,”  jawab Adinasti ketika di tanya nilai luhur dari seorang Ibu Kartini yang masih bisa di pegang di zaman now.

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*