OGENAS 2018: Discover The Wonderful Geotourism Of Indonesia

OGENAS 2017 Foto Bersama

Peran Aktif HTMG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta di bidang pendidikan dengan cara mengenalkan dan memberikan wawasan dasar ilmu-ilmu kebumian (Geologi) dan Geowisata untuk generasi muda Republik Indonesia.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com –Ikut mencerdaskan masyarakat merupakan bagian dari tugas agung dari insan akademis mahasiswa-mahasiswi Republik Indonesia sebagai tunas muda penopang bangsa dan negara di kemudian hari. Mahasiswa-mahasiswi sebagai anak dari bangsa Indonesia telah mewarisi Visi luhur para pendiri bangsa, yakni tertuang pada Pembukaan Undang-Undang 45 Republik Indonesia alinea ke empat, mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negaranya. Mahasiswa-mahasiswi Indonesia juga bagian dari masyarakat, maka dari pada itu harus mendatangkan manfaat agar bangsa dan negara semakin kuat nan erat. Lalu peran seperti apakah yang bisa di lakukan oleh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia?

Organisasi internal dalam kampus maupun organisasi eksternal yang mempunyai suatu tujuan mulia akan melahirkan tindak-tanduk yang mulia pula baik bagi kemajuan pola pikir dan tindakan masyarakat, maupun bangsa dan negaranya. Peran aktif mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam organisasi inilah akan tampak dan memberikan dampak yang baik.

Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta didirikan pada tanggal 18 September 1991 berselang 5 tahun setelah Jurusan Teknik Geologi berdiri di IST AKPRIND Yogyakarta. Nama “GAIA” berasal dari bahasa Yunani yang memiliki arti “Dewa Bumi”, nama ini dipilih karena identik dengan Geologi itu sendiri. HMTG “GAIA”  adalah sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa-mahasiswi Teknik Geologi IST AKPRIND Yogyakarta untuk berkreasi dan berprestasi. Korsa merah maroon merupakan identitas kekeluargaan HMTG “GAIA” dan “Satu Korsa Sampai Mati” menjadi motto penyemangat sekaligus pemersatu HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Dalam perjananannya HMTG “GAIA” Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sudah sering menyenggarakan event tahunan seperti Olimpiade Sains Kebumian yang berskala nasional antar kampus. “Di tahun 2017 kemaren kami para pengurus mencoba suatu formula baru yakni Olimpiade Geologi Nasional (OGENAS) khusus untuk pelajar SMA/SMK Sederajat,”  cerita Tiar Priambodo selaku Ketua Umum HMTG “GAIA”.

Venny Ayu Syafriani selaku Devisi Kompetisi Departemen Penelitian dan Pengembangan HMTG “GAIA” menjelaskan, OGENAS selain sebagai kompetisi buat pelajar tingkat SMA/SMK Sederajat adalah sebagai cara HMTG “GAIA” Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta mensosialisasikan Geologi ke SMA/SMK Sederajat. Karena pada dasarnya Geologi sendiri masih kurang begitu menarik bagi pelajar. Di OGENAS 2018 kami mengenalkan mengenai ilmu-ilmu kebumian itu seperti apa dan mempromosikan Geowisata di Indonesia itu seperti apa saja.

Masih sangat sedikit pula pemahaman akan Geologi di kalangan masyarakat luas. Jika mendengar kata Geologi masih burkutat pada tambang bahkan ada yang tidak tahu. Sedangkan saja menurut KBBI Geologi adalah ilmu tentang komposisi, struktur, dan sejarah bumi. Tidak hanya sebatas itu, dalam Geologi juga di pelajari ilmu dasar dari kimia, fisika dan matematika. Kegiatan pengajaran yang diterima para mahasiswa-mahasiswi juga terjun langsung ke alam meneliti proses-proses apa saja yang terjadi di bumi baik luar maupun dalam. Di dalam sumber daya alam secara khusus geologi mempelajari batuan dan mineral yang bisa di manfaatkan di sektor perekonomian suatu negara seperti emas, perak, tembaga, dan uranium. Di bidang pemenuhan sumber daya energi seperti minyak, gas bumi, panas bumi batubara, dan sumber daya air.

Jika di OGENAS 2017 mengangkat tema Geologi Kepulauan Gunung Api dengan harapan para peserta lomba dapat memahami prospek sumber daya geologi dalam sub Vulkanisme. Di tahun 2018 mengangkat tema umum “Discover the Wonderful Geotourism of Indonesia”.

Photo Locker OGENAS 2018: Discover The Wonderful Geotourism Ff Indonesia

“Jadi pemahaman Geologi itu di sebagian masyarakat masih berkutat tentang pertambangan, perminyakan atau dunia eksplorasi, nah sekarang kita ngambil Geotourism untuk membuka pandangan ke pelajar-pelajar setingkat SMA/SMK Sederajat bahwa geologi itu juga bisa untuk pariwisata dan kita sekalian mengenalkan kalau di indonesia itu punya banyak keindahan alam dengan potensi Geologi yang besar dan kita bisa mengangkat itu sebagai potensi geowisata,” ungkap Venny Ayu Syafriani Divisi Kompetisi Departemen Penelitian dan Pengembangan HMTG “GAIA”.

Geowisata adalah sisi lain dari Geologi, keindahan bentukan bumi yang terbentuk murni oleh proses alam itu sendiri. Salah satu geowisata yang berada di jogja adalah Pegunungan Sewu dengan karst yang unik, menarik dan terbentang memanjang di sepanjang pantai selatan Kabupaten Gunung Kidul (Daerah Istimewa Yogyakarta), Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah), hingga Kabupaten Tulungagung (Jawa Timur). Pegunungan Sewu terdiri dari perbukitan karst terbesar di asia Tenggara dan terbanyak dengan ± 40.000 bukit yang berbentuk kerucut dan  ± 199 goa karst.

“Di pegunuan sewu juga masih ada side-side lainnya mulai dari Gunung Api, Gumuk Pasir yang secara geologi terjadi pengendapannya lewat angin dan cuma ada satu-satunya di Asia Tenggara yakni di Indonesia, lalu ada pantainya itu semua masuk di satu tempat namanya Geopark Gunung Sewu. Lalu ada Karangsambung yang berada di kebumen itu  adalah Geowisata paling tua di indonesia,” tambah Venny yang juga menjadi Koordinator Acara OGENAS 2018.

Pada tanggal 19 september 2015 Pegunungan Sewu dinobatkan menjadi Global Geopark oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO). Melalui kerja keras perjuangan Geolog dan beberapa Pemerintah Daerah yang menyadari potensi wisata. Pegunungan Sewu nenjadi salah satu anggota Global Geopark Network.

“Mengubah mindset Geologi itu gak harus ke tambang ataupun minyak nantinya, kita juga bisa mengembangkan geowisata apalagi Indonesia gencar-gencarnya lagi mengembangkan wisata di daerah-daerah, nah, melalui acara dan tema ini siapa tau adek-adek ini bisa mengembangkan wisata di daerahnya masing-masing,” kata Tiar Priambodo yang sudah memasuki semester 8 masa kuliah.

OGENAS 2018 akan berjalan selama tiga hari, di mulai dari tanggal 20 sampai 22 April. Hari pertama peserta akan melakukan registrasi kemudian masuk ke technical meeting. Di hari kedua masuk rangkaian kegiatan meliputi tes tertulis, tes peraga, dan lapangan (Feldwork).

Tes tertulis ini berupa tes tertulis dengan sistem multiple choice (Pilihan berganda) dimana setiap tim mengerjakan soal secara individu, dan setiap nilai individu akan diakumulasikan menjadi nilai tim dan akan di laksanakan  pada hari Sabtu, 21 April 2018 dari mulai jam 07.45–09.15 WIB  di Auditorium, Kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta.

OGENAS 2017 tes tertulis

Lalu berlanjut tes peraga yang akan dilaksanakan di laboratorium Kampus 2 IST AKPRIND Yogyakarta. Peserta mengerjakan soal sesuai alat-alat bantu atau peraga yang telah disediakan selama 15 menit. Tes peraga dikerjakan secara tim. Soal terdiri dari 4 jenis materi soal yaitu Petrologi, Geomorfologi, Paleontologi, dan Alat Geologi.

OGENAS 2017 tes peraga

Pada pukul 13.30–16.30 WIB Fieldwork atau tes praktek lapangan, peserta akan di bawa panitia ke Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Peserta akan mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan lokasi feldwork. Terdapat 3 lokasi pengamatan (Stop Site) tertentu. “Kita coba kenalkan untuk pengenalan batuan dasar, di Bayat kami sudah mendapatkan semua jenis batuan, baik itu sendimen, beku maupun metamorf. Ini sangat bermanfaat dan akan menarik bagi para peserta untuk mengenali batuan dasar secarang langsung” ungkap Bima Saputra selaku staff acara Ogenas 2018.

OGENAS 2017 Fieldwork

Tidak hanya para peserta yang menjadi perhatian bagi panitia OGENAS 2018, tapi para pendamping dari setiap peserta tiap SMA/SMK Sederajat akan mendapatkan full trip Geotourism. Sembari menunggu para anak didiknya berkompetisi bapak ibu guru akan di tripkan ke Candi Sambisari, Tebing Breksi lalu ke daerah selatan jogja ke Laboratorium Geospasial Pesisir Parangtritis dan Gumuk Pasir.

OGENAS 2017 Full Trip ke Tebing Breksi

Di hari minggu tanggal 22 peserta akan memasuki OGENAS Project, tepatnya pukul 08.00– 11.00 WIB bertempat di Auditorium, Kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta. Peserta akan di latih mengeluarkan keterampilan dan daya kreativitas untuk membuat poster dengan tema “DISCOVER THE WONDERFUL GEOTOURISM OF INDONESIA” kemudian di prentasikan di hadapan para juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi untuk mendapatkan juara The Best OGENAS Project 2018 yang penilaiannya terpisah dari tes tertulis, tes peraga, dan Fieldwork.

Kesan Dan Pesan Panitia OGENAS 2018

Kegiatan terakhir dari serangkaian OGENAS 2018 adalah Seminar Nasional yang akan di selenggarakan di Auditorium, Kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta. Seminar Geologi ini bertujuan untuk memperkenalkan aspek-aspek Geologi, khususnya pada bidang Geowisata itu sendiri kepada para peserta dan pendamping. Akan di isi oleh 1 pemateri dari dari akademisi UPN dan seorang Geolog yang sudah lama berkecipung di penelitian terkait Geowisata di Indonesia khusunya di Yogyakarta, Carolus Prasetyadi. Pemateri kedua Sugeng Handoko pelopor pergerakan warga untuk mengembangkan Geowisata di Gunung Api Purba Nglanggeran yang sudah membatu memberikan dampak kesejahteraan bagi warga dusunnya buah hasil dari pengelolaan Geowisata.

Abdurrahman Saputra selaku staff acara juga tergabung dalam Divisi Pelatihan HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta mengatakan, kedua pemateri ini di mix antara akademiknya, geowisatanya, motivasi dan juga kiat-kiat bagaimana cara untuk mengelola Geowisata khususnya peran pemuda dan pelajar di dearahnya masing-masing.

Setelah Seminar Nasional pengumuman para Juara akan di umumkan, siapa yang akan meraih juara The Best OGENAS Project 2018, Juara 3 OGENAS 2018, Juara 2 OGENAS 2018, dan sang Juara 1 OGENAS 2018 yang akan membawa pulang sebuah kebanggaan yakni Piala Bergilir.

Total tim yang mengikuti Olimpiade Geologi Nasional 2018 berjumlah 14 tim dari 11 sekolah. 1 tim akan diisi oleh 3 pelajar. Berikut daftar SMA/SMK Sederajat yang mengikuti OGENAS 2018:

SMA Dharma Yudha Riau

SMA Negeri 1 Yogyakarta

SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta

SMA Kesatuan Bangsa Bantul

SMA 2 Malang

SMA Taruna Nusantara Magelang

SMK Migas Cepu

SMA Boyolangu Tulung Agung

SMA Pribadi Bandung

SMA Negeri 1 Kalasan

SMA Negeri 5 Yogyakarta

Kita nantikan siapa saja yang menjadi para juara Olimpiade Geologi Nasional 2018. Semangat berkompetisi adek-adek penerus bangsa dan negara…

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan