DIEN 2017: Optimalisasi Sumber Daya Energi Dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional

MATAMEDIA- RI.com – Pertumbuhan ekonomi suatu negara membutuhkan ketersediaan sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Salah satu faktor yang penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, ialah sumber daya energi. Pengelolaan sumber daya energi yang kurang optimal dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan perekonomian guna mencapai ketahanan ekonomi nasional. Oleh karena itu, ketersediaan dan akses terhadap energi menjadi faktor penting guna mencapai ketahanan ekonomi nasional tersebut.

Seperti diketahui Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam, termasuk sumber daya energi. Namun, untuk sumber daya minyak bumi, jumlahnya sangat kecil apabila dibandingkan dengan negara lain yang memiliki potensi minyak bumi. Apalagi status Indonesia yang sekarang menjadi salah satu negara pengimpor minyak bumi di dunia. Disisi lain konsumsi minyak bumi terus mengalami peningkatan seiring meningkatnya populasi dan pertumbuhan ekonomi. Untuk mengatasi permasalahan di bidang energi, telah dibuat berbagai kebijakan seperti Kebijakan Umum Bidang Energi (KUBE) sejak tahun 1981 dan telah dilakukan perbaikan pada tahun 1987, 1991, dan 1998. Kemudian Kebijakan Energi Nasional (KEN) dibuat pada tahun 2003. Namun kebijakan yang ada belum dapat menjawab permasalahan secara menyeluruh.

Berdasarkan permasalahan tersebut dibutuhkan optimalisasi berbagai jenis sumber daya energi guna mendukung terwujudnya ketahanan ekonomi nasional. Berlatar belakang dari permasalahan tersebut Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2017 mengangkat tema “Optimalisasi Sumber Daya Energi Dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional” yang diprakarsai oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Penelitian Kristal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.

Komunitas Riset dan Penalaran (KRISTAL) adalah salah satu organisasi mahasiswa yang bergerak di bidang penalaran dan penulisan di lingkungan Fakultas Ekonomi. UKMF Penelitian KRISTAL berdiri sejak 03 Maret 2012 dan kegiatan DIEN di tahun 2017 ini adalah DIEN yang ke-empat untuk skala nasional.

Puji Rahayu selaku ketua pelaksana dari DIEN 2017 mengungkapkan, untuk saat ini sudah banyak industri peningkatan teknologi yang memanfaatkan listrik, salah satu contohnya yaitu dari mobil yang semulanya menggunakan bahan bakar bensin berubah menjadi listrik. Hal ini jika tidak dikritisi dengan bijak maka akan terjadi kelangkaan listrik yang semakin cepat.

“Indonesia adalah negara yang mempunyai lautan yang luas, yang mempunyai minyak bumi, tetapi karena harga minyak bumi di dunia sendiri semakin merosot ditambah lagi dengan penggunaannya yang semakin banyak, untuk saat ini setiap masyarakat di dalam satu susunan keluarga mempunyai kendaraan roda dua masing-masing sebagai alat transportasi, artinya konsumsi antara permintaan dan penawaran tidak seimbang, apalagi minyak bumi tersebut merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Maka dari itu kita harus menggunakannya dengan bijak,” tambah Fajar Indra Prasetyo yang selaku ketua dari KRISTAL.

Andreas Mahendro Kuncoro, M. Sc., Ph.D. selaku pembimbing UKMF penelitian KRISTAL FE UNY menegaskan, dengan kegiatan DIEN yang bertemakan Optimalisasi Sumber Daya Energi Dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional mengharapkan agar mereka yang berkompetisi di DIEN dapat lebih peduli terhadap Indonesia, dan juga bisa memberi solusi-solusi terhadap masalah-masalah yang timbul di Indonesia saat ini.

Kegiatan DIEN 2017 akan dilaksanakan pada hari Jumat-Sabtu, 20-21 Oktober 2017 di Auditorium FE UNY. Peserta debatnya terdiri dari delapan tim mahasiswa dari PTN maupun PTS di Indonesia, antara lain: Universitas Negri Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor di wakili oleh dua tim, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta dan STIE SBI Yogyakarta.

“Untuk saat ini energi terbarukan mulai digalakkan lagi oleh pemerintah, harapannya agar energi-energi yang terbarukan tersebut mulai menemukan inovasi-inovasi dari mahasiswa yang mengikuti DIEN. Sisi lain dengan adanya DIEN ini yaitu untuk menghasilkan dua perspektif antara pro dan kontra dari sebuah tema sumber daya alam, agar nantinya bisa memberikan rekomendasi kepada publik dan nanti bisa menjadi solusi yang akan kita jadikan press release untuk dijadikan pihak pemerintah sebagai bahan pertimbangan” pungkas Fajar selaku ketua UKMF Penelitian KRISTAL.

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan