DIEN 2017: Dari UKMF Penelitian Kristal Untuk Nasional

MATAMEDIA- RI.com – Debat Isu Ekonomi Nasional (DIEN) 2017 sukses terlaksana pada hari sabtu (21/10/2017) dengan tema “Optimalisasi Sumber Daya Energi Dalam Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional”.

“Pengelolaan sumber daya energi belum optimal dari segi terget karena pemerintah kadang menetapkan target ada muatan politis didalamnya, tapi jika dilihat dari optimalisasi dari usaha jelas ada, sudah saya lihat dari beberapa daerah yang sudah saya kunjungi mulai dari Balik Papan, Jawa, Bali, untuk pemenuhan energi kita sudah optimal dari usahanya, tapi dari target kita tidak tahu pemerintah menetapkan target poin itu berdasarkan estimasi,  for cash atau memang hanya muatan politis. Bagi akademisi seperti saya hanya dari estimasi dan for cash agak susah memang untuk di capai tapi kalau dari pandangan politis mungkin ada pandangan dari pihak lain. Tapi yang jelas menurut saya kalau optimalisasi di maknai menjadi dua bagian, bagian target maka belum optimal tapi kalau dari bagian usaha sudah optimal” Ungkap Ahmad Chafid Alwi, S.P.d., M.Pd setelah selesai menjadi juri ahli ahli di bidang akademisi di babak final DIEN 2017.

Saat ini bukannya hanya era teknologi tapi era juga ekonomi. Dimana semua orang beraktivitas sehari-hari orentasinya pasti ke ekonomi, orang-orang yang berkerja orentasinya ke ekonomi, orang mengabdi ujung-ujungya pasti ke ekonomi, apapun pasti ke ekonomi.

“Sama kita juga memikirkan energi alasannya ekonomi, ujungnya juga ke ekonomi. Kenapa kita memaksakan memenuhi energi sebanyak itu untuk Indonesia agar produktivitasnya meningkat kalau misalkan kita tidak bisa memenuhi energi itu dan kita memaksakan untuk infor minyak bumi biar produktivitas perusahaan bisa berjalan lagi-lagi alasan ekonomi dan memang sekarang era ekonomi dan perdagangan,” lanjut Alwi.

Bukan rahasia umum jika di beberapa kota di setiap pulau seperti Kalimantan, Sumatera, bahkan di yogyakarta mengalami pemadaman bergilir yang di mulai pada pukul 10.00 sampai sore. Kebutuhan energi listrik di Indonesia seakan masih kekurangan sehingga harus melakukan pemadaman bergilir.

“Produktivitas energi itu kan menjadi salah satu faktor produksi seluruh kegiatan ekonomi baik pabrik maupun usaha-usaha kecil lainnya membutuhkan listrik jika itu terpenuhi maka produktivitas meningkat, satu pasar meningkat maka pasar yang lain juga akan meningkat misalkan dengan adanya pasokan energi baru bisa meningkatkan produktivitas komoditinya dan akan memberikan pengaruh baik ke pasar-pasar yang lain,” terang Alwi.

Ada 2 poin penting di DIEN 2017, “Optimalisasi Sumber Daya Energi dan Ekonomi”. Seperti yang di ungkapkan Fajar Indra Prasetyo selaku ketua UKMF Penelitian KRISTAL, untuk saat ini energi terbarukan mulai digalakkan lagi oleh pemerintah, harapannya agar energi-energi yang terbarukan tersebut mulai menemukan inovasi-inovasi dari mahasiswa yang mengikuti DIEN 2017. Sisi lain dengan adanya DIEN 2017 ini yaitu untuk menghasilkan dua perspektif antara pro dan kontra dari sebuah tema sumber daya alam, agar nantinya bisa memberikan rekomendasi kepada publik dan nanti bisa menjadi solusi yang akan kita jadikan press release untuk dijadikan pihak pemerintah sebagai bahan pertimbangan.

Jika lomba debat lain skema lomba debatnya peserta mendaftar lalu bersiap bertemu dengan tim lain dan berdebat, di DIEN 2017  yang di adakan oleh UKMF Penelitian KRISTAL (Komunitas Riset dan Penalaran) Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta proses seleksinya dengan menggunakan essay. Sejak awal pendaftaran melalui essay para peserta sudah di tuntut untuk menganalisis masalah secara komprehensif. Pengumpulan essay sudah di mulai sejak awal Juli.

Delapan Tim yang terpilih:

  1. Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di ketua Hafizh Fadhli dengan essay Membangun Ekonomi Kreatif Melalui Kekuatan Sumber Daya Manusia Guna Optimalisasi Sumber Daya Energi Terbarukan.
  2. Universitas Indonesia (UI) di ketua oleh Fijra Tamriz Syamlan dengan essay Kontobusi Ekonomi Kreatif Kerajinan Tangan Batik Dalam Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia.
  3. Universitas Negri Yogyakarta (UNY) di ketua oleh Aulia Nuradyta dengan essay Pentingnya Optimalisasi Periklanan Produk Ramah Lingkungan Di Indonesia.
  4. Universitas Gadjah Mada (UGM )di ketua oleh Feni Risma Mei Diana dengan essay Analisis Ekonomi Pemanfaatan BRIKET Sebagai Energi Alternatif Dalam Upaya Menanggulangi Krisis Energi Di Indonesia.
  5. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPN) di ketua oleh Isa Setyawan dengan essay Tempat Pembuangan Sampah Organik Sebagai Lumbung Bahan Bakar Biogas Guna Optimalisasi Energi.
  6. STIE SBI Yogyakarta (STIE SBI) di ketua oleh Muhammad Sadli Ryan Firdaus dengan essay Becak APIK Tenaga Surya Untuk Mewujudkan Ketahanan Energi Nasional.
  7. Institut Pertanian Bogor (IPB) di ketua oleh Reza Febryantara dengan essay “NRE” (NANNOCHLOROPSIS RENEWABLE ENERGY): BIODIESEL BERBASIS MIKROALGA NANNOCHLOROPSIS SP. Melalui TRANSESTERIFIKASI Transesterifikasi Sebagai Energi Terbarukan Dalam Pembangunan Maritim Indonesia.
  8. Institut Pertanian Bogor (IPB) di ketua oleh Emir Aulia dengan essay Pemanfaatan Biomassa Ampas Tebu (Saccharum Officinarum) untuk Pembangunan PLTU Berteknologi Cogeneration sebagai Strategi Ketahanan Ekonomi Nasional.

DIEN 2017 diadakan selama dua hari yakni pada Jum’at, 20 October dan Sabtu 21 Oktober 2017. Pada hari Jum’at Technical Meeting, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan kepada peserta tentang susunan acara, penilaian, serta gambaran acara inti DIEN 2017.

Juri terdiri dari Ahmad Chafid Alwi, S.P.d., M.Pd dari Akademisi, Agus Suwito dari Praktisi, dan Naning Pratiwi, S. Pd Dari debaters.

Pelaksanaan Debat diadakan pada Sabtu, 21 October 2017 bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negri Yogyakarta. Babak penyisihan pertama ada 3 round kemudian di lanjutkan babak semi final dan babak final.

Tim UNY sedang melewati babak penyisihan melawan STIE SBI.

Tim yang berhak melaju ke semi final yaitu; Institut Pertanian Bogor I yang akan berhadapan dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta bertemu dengan Institut Pertanian Bogor II. Universitas Negeri Yogyakarta menang tipis hanya berbeda skor 0,5% dari Institut Pertanian Bogor I dan berhak melaju ke babak final bertemu dengan Institut Pertanian Bogor II yang mempunyai skor jauh di atas Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.

babak penyisihan antara IPB melawan IPB

Pada babak final dengan mosi debat “Pemerintah Harus Mendorong Pertumbuhan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Guna Mencapai Target Bauran Energi Baru Terbaharukan (EBT) Sebesar 31 % Pada Tahun 2050”. Universitas Negri Yogyakarta yang mendapatkan posisi pihak pro, dan sebaliknya Institut Pertanian Bogor yang mendapat posisi sebagai pihak kontra.

Debat babak final antara UNY melawan IPB

Malam Apresiasi dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB. Pada malam apresiasi ini di isi dengan hiburan musik akustik, makan besar, pengumuman pemenang, pemberian hadiah, dan sayonara antar peserta dan panitia.

Pada saat pengumuman pemenang Juara 1 di raih oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Latiful Akbar, Apip Nurdin, dan Emir Aulia sebagai ketua kelompok. Juara 2 di raih oleh Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Muhammad Afnan, Dian Isnawat, dan Aulia Nuradyta yang bertindak sebgagai ketua. Juara 3 di raih oleh IPB yang terdiri dari Teguh Ariyanto, Fajar Bagas Saputra, dan Reza Febryantara selaku ketua kelompok.

Penyerahan piala dan sertifikat untuk pemenang DIEN 2017 juara 1, juara 2, dan juara 3

“Menurut saya dari debat yang pernah saya lihat saya menemukan hal-hal baru di DIEN 2017, terkait dengan kemampuan berpikir mahasiswa yang jauh komprehensif dari pada tahun-tahun sebelumnya, komprehensif di ranah critical thinking dalam teori kognisi, mereka melihat masalahnya dulu kemudian masalah itu ragamnya apa, efek dominonya apa, baru di cari solusinya itu yang bagusnya dari para peserta DIEN 2017 dan isu-isu yang di angkat di babak semi final dan babak final itu kan isu yang instant, di sediakan secara mendadak sehingga peserta debat berpikir dalam waktu yang sangat singkat tapi sudah sangat komprehensif, dan terstruktur.” Tegas Alwi selaku salah juri yang dari awal sampai akhir DIEN 2017 setia menjadi juri dari akademisi.

Editor*R★.V.★N*

One Comment on “DIEN 2017: Dari UKMF Penelitian Kristal Untuk Nasional”

Tinggalkan Balasan