CAKRAWALA MMTC TV 2017: LESTARIKAN BUDAYA, PEDULI TERHADAP SESAMA

MATAMEDIA- RI.com – “Cakrawala layar berbudaya?”

“Selaras dalam karya!!”

Jargon yang penuh semangat membahana dalam auditorium MMTC Yogyalarta. On Air Cakrawala MMTC TV 2017pun dimulai. Antusiasme para penonton yang hadir malam itu penuh suka cita mengikuti rangkaian acara.

Puncak acaranya Cakrawala MMTC TV 2017 ini terselenggara sangat meriah pada Sabtu malam, 25 November pukul 19.00-21.30 WIB. Dihadiri lebih dari 200 penonton, Reza Pahlevi dan Arbidanila sebagai Host acara berhasil membawakan On Air Cakrawala MMTC TV 2017 ini dengan sukses.

“Alhamdulillah, mengharukan sekali acara ini berlangsung dengan sukses,” ungkap Evaline, panitia Cakrawala divisi acara penuh syukur.

Cakrawala sendiri merupakan sebuah acara tahunan MMTC Yogyakarta yang diselenggarakan oleh studio MMTC TV sebagai syukuran karena studio tersebut kini aktif kembali setelah lima tahun lalu sempat vakum.

Cermin Warisan Budaya dalam Media Karya atau disingkat Cakrawala ini, adalah nama yang mengalami perubahan ditilik dari nama event yang sama sebelumnya, yaitu  Metamorfosa.

“Kami mencetuskan nama Cakrawala alih-alih mempertahankan Metamorfosa. Filosofinya, sih, tahun-tahun sebelumnya sudah Metamorfosa. Nah kita pengen mekar, lahir dan terbang. Tidak metamorfosis/menjadi kepompong terus. Cakrawala sendiri adalah batas pemandangan, seperti ujung dunia. Kita ingin kerja keras kita bisa meraih pencapaian terjauh dan titik tertinggi,” Arief Rahman sebagai penanggung jawab On Air Cakrawala 2017, memaparkan makna nama Cakrawala.

Tidak heran jika dalam event tahunan tersebut, special tahun ini memiliki beberapa hal yang baru dan berbeda. Cakrawala MMTC TV 2017 sendiri memiliki berbagai rangkaian acara yang telah dimulai sejak bulan Oktober 2017, yaitu Forum Diskusi, kemudian Charity, disusul Off Air dan acara puncak yang paling utama ialah On Air.

Muda Berbudaya, Diskusi bersama Bimo Suryojati

Event pertama yang terselenggara ialah Forum Diskusi yang diikuti oleh mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 27 Oktober 2017 di Joint Lecturer Room STMM Yogyakarta.

Forum diskusi ini bertujuan untuk menyampaikan tujuan Cakrawala kepada segenap mahasiswa STMM MMTC untuk menjadikan pemuda berbudaya. Dengan menghadirkan Kreator Konten Budaya yakni Bimo Suryojati, melalui event ini Cakrawala berharap tujuannya dapat tersampaikan kepada mahasiswa. Meski bukan seminar, namun peserta tetap mendapatkan sertifikat.

Mimipi untuk Angkasa, Charity Berbagi Kebahagiaan dengan Adik-Adik

Charity merupakan salah satu rangkaian acara Cakrawala berupa kegiatan sosial untuk membantu adik-adik yang tinggal di sekitar Sungai Code. Acara ini melibatkan seluruh crew MMTC TV bersama adik-adik usia SD yang belum mendapatkan kesempatan belajar di sekolah formal.

Kegiatan amal yang bertajuk “Mimpi untuk Angkasa” ini terselenggara di Sekolah P3S Sungai Code pada hari Minggu, 5 November 2017. Penyelenggara berharap, dengan acara ini anak-anak jadi berani untuk bermimpi, karena cita-cita tidak memandang latar belakang sang pemimpi.

Harapan tersebut didukung dengan pesan dan mimipi-mimpi mereka yang tercurah dalam secarik kertas, kemudian ditempelkan dalam roket raksasa yang  telah disiapkan oleh penyenggara.

“Charity meninggalkan kesan yang haru buat saya. Berbagi keceriaan dan kebahagian bersama anak-anak adalah pengalaman yang paling paling tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” aku Novian Zaenul Arifin, kepala stasiun MMTC TV ketika mengungkapkan bagaimana perasaannya mengenai Charity yang ia ikuti. Mahasiswa semester 7 ini menambahkan, melalui event ini, ia belajar banyak. Ia jadi lebih bersyukur dan secara tidak langsung memacu motivasinya untuk lebih semangat kuliah.

“Semoga bisa terus dilanjutkan,” imbuhnya.

Meski acara tersebut hanya satu hari, namun sampai sekarang MMTC TV masih menerima donasi berupa buku, uang dan lain sebagainya yang bisa mendukung adik-adik untuk mendapat berbagai ilmu dan keceriaan bersama.

OFF AIR MMTC TV CULTURAL DAY 2017, AJANG PENCARIAN BAKAT

Semakin mendekati acara puncak, semakin seru pula event yang terselenggara MMTC. Off Air kali ini adalah sebuah kompetisi atau ajang pencarian bakat untuk bisa tampil di acara On Air pada tanggal 25 November 2017. Mengusung tema budaya, bakat yang diharapkan dari MMTC TV Studio ialah bakat menyanyi dan tari, baik solo atau grup.

Kompetisi ini dimulai pada pukul 09.00 WIB di studio MMTC TV. Penyelenggaraan ajang pencarian bakat ini berlangsung dengan sukses, berkat totalitas para crew, didukung tiga juri profesional dan antusiasme para peserta lomba yang sangat tinggi. Dekorasi panggung yang sarat akan budaya adat menambah kesan nilai budaya yang mendalam, sebagai background performance para peserta yang mengenakan pakaian tradisional dari berbagai daerah, seperti Jawa, Bali, Kalimantan dan sebagainya. Acara ini berakhir dengan lancar dan seru hingga jam 15.00 WIB.

Hasil pencarian bakat ini mencetuskan Bravery Dancer, grup dance dari UNY sebagai the winner disusul Ilham Malik, solo singer dari UGM sebagai runner up. Kemudian HI Dancer dari MMTC sebagai juara Favorit.

Pemenang yang terpilih untuk tampil di On Air ialah first winner dan second winner.

TIDAK KALAH DENGAN ACARA TV  NASIONAL, ON AIR MMTC TV 2017 BERLANGSUNG SPEKTAKULER

25 November 2017 adalah hari yang bersejarah bagi segenap crew MMTC TV. Bagaimana tidak? Rangkaian demi rangkaian acara yang telah dilaksanakan kini tiba masanya di puncak misi Cakrawala 2017.

Berbagai performance yang menakjubkan memeriahkan acara, menunjukkan bakat dan latihan keras para pemain yang tampil di atas panggung. Teater, music, dance, pembacaan puisi. Pemutaran video yang mengenalkan tentang MMTC, Cakrawala dan masih banya lagi.

Lumbung Artema mempersembahkan alunan musik karawitan selama perjalanan acara. Juga memperdengarkan musik intro untuk memasuki pergantian sesi/perform yang baru.

Penampilan Lubung Artema (Dokumentasi MMTC TV)

Lumbung Artema sendiri merupakan sebuah grup karawitan dimana personelnya ialah  mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta.

Sastra Loepoet Licentia Poetica membawakan baris demi baris kata-kata yang menusuk para penonton, merasuk di dada, menenggelamkan jiwa. Dua mahasiswi semester VII STMM MMTC Yogyakarta itu sempurna merampas perhatian seisi auditorium. Perdebatan halus mereka mengenai anak muda yang tergila-gila dengan budaya luar negeri melawan cintai budaya negeri sendiri sungguh menggetarkan hati.

Tidak ada salahnya menyukai budaya luar, apakah itu sesuatu yang dilarang? Korea, Jepang, AS, London. Apakah itu hal yang tabu dan pamali? Menyukai orang-orang nun jauh di sana, cara mereka hidup, kebudayaan, keindahan alamnya, dan sebagainya. Kita bisa belajar banyak hal dari mereka yang mengagumkan. Bisa kita jadikan inspirasi dan motivasi diri.

Namun kawan, apakah kau tahu? Sosok yang berpengaruh, budaya yang beragam, keindahan alam yang megah, orang-orang yang mengagumkan dalam banyak definisi, tidakkan Indoensia memiliki semua itu?

Sadarlah teman, Ibu Pertiwi kini merintih. Menunggumu, menantimu.

Begitulah gambaran apa yang mereka sampaikan.

Perform selanjutnya adalah penampilan dari paduan suara Famila Voice, yang diwakili oleh empat orang, dua perempuan dan dua laki-laki. Menyanyikan lagu pop masa kini yang diiringi oleh lantunan gamelan Lumbung Amarta seperti menciptakan genre baru yang kekinian namun dalam konten kebudayaan. Famila Voice merupaka grup paduan suaranya MMTC Yogyakarta.

Teater Maintenant yang tampil diatas panggung memerankan sebuah drama. Menceritakan satu padepokan kebudayaan yang makin jarang pengunjung/murid yang mampir. Kemana perginya anak-anak yang dulu biasa datang? Apa sebabnya mereka menghilang dari padepokan?

Kakek pemilik padepokanpun mencari tahu mengapa.

Usut punya usut, ternyata anak-anak yang biasanya belajar di padepokan sekarang pindah haluan ke sebuah café anu–anu disini dari bahasa Jawa yang bermakna ‘sesuatu’ . Dengan satu motivasi  kuat, yaitu karena wifi. Kakek pemilik padepokanpun jadi berinisiatif ingin memasang wifi juga agar padepokan ramai kembali.

Namun demikian itu menimbulkan perdebatan di antara dua muda-mudi yang ada di padepokan. Beberapa dari mereka ingin sekali wifi terpasang di padepokan. Namun demikian  salah satu dari mereka tidak setuju karena khawatir jika wifi yang mendatangkan banyak orang, malah disalahgunakan untuk hal yang tidak bermanfaat bahkan hal yang tidak baik.

Namun bagi kakek pemilik padepokan yang tidak paham alasan pemuda itu menentangnya tetap berencana memasang wifi.

Tidak kalah seru juga penampilan the second winner (juara dua) off air MMTC yaitu Ilham Malik dalam membawakan lagu Holopis Kuntul Barisnya Basuki. Dengan outfit tradisional khas Yogyakarta lengkap, ia tampil menghibur penonton. Lagu yang ia nyanyikan sungguh merebakkan keceriaan penonton. Bahkan suara penonton menggema bernyanyi bersama Ilham.

Awarding diberikan pada para juara off air MMTC TV 2017, yiatu juara I, II dan Favorit.  Masing-masing juara mendapatkan uang pembinaan ratusan ribu rupiah dan beberapa hadiah menarik lainnya.

Ada salah satu hal yang membuat On Air ini lebih menarik, yaitu bagi-bagi dorprize! Iyang alias Dian beserta temannya membagi-bagikan doorprize bagi penonton yang beruntung atau penonton yang bisa menjawab pertanyaan mereka.

Penampilan selanjutnya ialah penampilan sang pemenang off air  yaitu Bravery Dancer. Mengenakan seragam baju adat Jawa Tengah yaitu kebaya, mereka membawakan  tarian ciptaan mereka dengan gembira, semangat, lincah, dan gesit.

Tarian mereka sangat memukau. Para penari dari UNY ini membawakan tarian bertemakan menanam padi,  lengkap dengan propety tenggok – wadah dari anyaman bambu.

Dan waktu yang ditunggu-tunggupun tiba. Perofrmance sang bintang tamu akhirnya tampil, yaitu V1mast! Grup band bergenre Etnickrock ini memiliki profil dan prestasi yang keren, karena telah mengharumkan nama bangsa kita. Melalui lagu-lagunya, V1mast melalangbuana ke beberapa negara untuk perdamaian dunia, khususnya bergerak untuk perlindungan anak.

Disebut bergenre etnicrock karena lagu-lagu ciptaanya yang Rock juga mengandung aransemen dari alat musik tradisional seperti kenong, gong, sapek dan sebagainya.

V1mast dalam lagunya Kurikulim Hatimu (Dokumentasi MMTC TV)

V1mast membawakan lagunya yang berjudul Cinta itu Bisa Hilang dan Kurikulum Hatimu. Performancenya yang keren sungguh membuat heboh penonton.

Keberhasilan On Air sekaligus mengakhiri event Cakrawala tahun ini. Rasa syukur yang besar tercurah dari ungkapan haru para crew studio MMTC TV selesai acara. Bahkan beberapa dari mereka sampai menitikkan air mata saking bersyukur dan terharunya.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Semua berjalan dengan sukses dan lancar. Alhamdulillah,” ungkap Evaline.

“Lega,” aku Novian. “Lega rasanya. Alhamdulillah,” ungkap Novian, crew.

Penanggung Jawab On Air, Arif Rahman berharap acara ini tetap terselenggara seterusnya.

“Kedepannya, acara ‘syukuran’ ini semoga tetap berjalan, tetap terselenggara lebih baik. Kami juga tidak membatasi imajinasi dan kreativitas panitia selanjutnya, namun harapannya tetap pada identitas MMTC,” terang

Dibalik keberhasilan event Cakrawala tahun ini, total crew yang berkontribusi mencapai lebih dari 100 panitia. Pengorbanan yang tercurahkan tak terhitung jumlahnya, baik tenaga, waktu dan pikiran. Berbagai kendala yang mucul diselesaikan bersama. Kompak dan solid adalah tips utama suatu pekerjaan mencapai kesuksesan.

Dbalik kesuksesan Cakrawala MMTC TV 2017, para crew studio yang solid dan kompak

 

Editor: *R★.V.★N*

One Comment on “CAKRAWALA MMTC TV 2017: LESTARIKAN BUDAYA, PEDULI TERHADAP SESAMA”

Tinggalkan Balasan