Animation Expo 2018: Semangat Berkarya Dalam Dunia Animasi

Animation Expo merupakan gelar karya Animasi Himpunan Mahasiswa Animasi Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) Yogyakarta.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Himpunan Mahasiswa Animasi Sekolah Tinggi Multi Media (MMTC) akan menyelenggarakan Animation Expo pada tanggal 16 dan 17 November tahun 2018 di Auditorium STMM “MMTC” Yogyakarta. Animation Expo (AXPO) di selenggarakan setiap tahun di mana karya mahasiswa-mahasiswi jurusan animasi salama perkulihan akan di pamerkan di dalam Animation Expo.

Animation Expo di tahun ini mengangkat tema tentang “Pahlawan Masa Kini”. HIMASI STMM MMTC Yogyakarta bersepakat bahwasanya pada peristiwa sumpah pemuda terdapat pahlawan muda yang ingin merdeka dan berdaulat sendiri dengan tonggak kesadaran nasionalisme, yang mempunyai arti orang yang menjunjung tinggi toleransi, mengedepankan kebersamaan dan mengindari perpecahan.

“Dalam masa kini kan pahlawan sesungguhnya dalam artian pahlawan pada masa penjajahan sudah tidak ada, jadi kita ganti menjadi pahlawan masa kini, dimana di sekitar kita ada pahlawan tanpa kita sadari, kita seharusnya tau di sekitar kita ada pahlawan masa kini,” kata Yudho Mahdi selaku Ketua HIMASI.

Itulah yang menjadi alasan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Animasi Sekolah Tinggi Multi Media (HIMASI) Yogyakarta dalam mengangkat Tema “Pahlawan Masa Kini”.

Salah satu tujuan di selenggarakannya Animation Expo untuk memperkenalkan mahasiswa-mahasiwi animasi Sekolah Tinggi MultiMedia untuk berani mempublish karya mereka di animation expo, dimana ada 4 rangkaian acara besar dalam animation expo, yaitu Perilisan Trailer Film Animasi, Festival Animasi , Mini Pameran, dan Perilisan Komik Las K.

Perilisan Trailer Film” animasi menjadi tujuan utama dari acara AXPO 2018, yang akan memamerkan hasil karya dari mahasiswa animasi semester 1,3 dan 5 Sekolah Tinggi Mult Media “MMTC” Yogyakarta. Trailer film animasi 2 dimensi dengan durasi 2 menit dan berjudul “TUAI” ini menjadi pembukaan untuk film yang akan dirilis tahun depan.

Film “TUAI” mempunyai sinopsis, bertahun-tahun yang lalu, disebuah tempat dimana dua dunia dipertemukan. Seorang pemuda bernama Janu terpaku dengan sosok cantik dari dunia seberang. Dan disanalah cinta diperjuangkan, dan batas dikalahkan.

Film Tuai ini menceritakan tentang environment. “film ini tentang alam, lebih ke sebab akibat, Apa yang kamu tanam itu yang akan kamu tuai, Trailernya sendiri berhubungan dengan kisah cinta dan apa yang di perbuat oleh mereka berdua itulah yang akan di petik,” jelas Fransiska Rena sebagai Sutradara film animasi TUAI dan Dekor.

Festival Film Animasi” merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari acara AXPO 2018 yang memiliki tujuan untuk memamerkan hasil-hasil karya dari para animator muda. Waktu submit film animasi telah dimulai  dari tanggal 10 Juni–30 September 2018 dengan tema besar yaitu “Pahlawan Muda Masa kini”.  Sudah terkumpul sebanyak 30 karya film animasi dimana nantinya 10 film terbaik akan di tayangkan dan akan mendapatkan awarding mulai dari The Best Animation, visual terbaik, dan story terbaik. Karya yang terbaik dinilai dari segi visual, animasi terbaik, dan story terbaik akan mendapatkan awarding dari AXPO. Peserta mengikuti karya film AXPO 2018 berasal dari daerah Jogja dan dari Jakarta yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Ada 2 orang narasumber dan 3 orang juri yang akan datang di AXPO, ada Iman Rahmadityo, Aryanto Yuniawan. Jurinya diisi oleh Sabri Chaniago, Wahyu Tri Widadijo, M.Sn., Ivan Christopel Sibero. ST. M.T Arch.

Iman Rahmadityo dari Infinte Studio Batam adalah animasi kelas dunia dan satu-satunya perusahaan hiburan dan jasa kreatif media yang terintegrasi di Singapura dan Indonesia tepatnya di Batam. “Kami selaku mahasiswa-mahasiwi Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC) ingin menjalin relasi yang positif agar kelak kita bisa bekerja di sana.” Kata Fransiska Rena terkait motivasi

Narasumber yang ke 2 Aryanto Yuniawan dari MSV (Battle Of Surabaya). MSV adalah nama merek PT. Surya Mataram Visi atau di singkat (MSV) yang merupakan studio animasi berdiri pada tahun 2002 dan bertempat di Yogyakarta, Indonesia. “Alasan kami mengundang beliau karna MSV studio sendiri sudah cukup terkenal dan kami mahasiswa-mahasiwi Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC) tuan rumah AXPO ingin membuktikan bahwa mereka aja bisa buat animasi kenapa kita tidak,” Yudho Mahdi selaku ketua HIMASI dan Acara.

Dari sudut juri ada Sabri Chaniago lulusan dari Pasca Sarjana ISI Yogyakarta Sekolah Menengah Seni Rupa Padang, yang sudah berpengalaman di bidang animator, Desain, dan Dosen dari (MMTC) dimana pengalaman kerjanya dari pameran skesta di lobi SMSR padang, dan mengikuti pameran di ARTJOG di TBY Yogyakarta dan masih banyak lagi pengalaman yang dimiliki beliau itulah yang membuat Tim Animation Expo mengundang pak Sabri Chaniago sebagai juri di Animation Expo.

Juri selanjutnya adalah Wahyu Tri Widadijo, M.Sn. yang menjabat sebagai wakil ketua I di bidang akademika di Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia ( STSRD VISI ) Yogyakarta dari tahun 2010 sampai sekarang dan juga menciptakan karya ilmiah dan buku ada buku Manipulasi Foto dan ilustrasi Digital Extreme, Buku, Mediakom, 2010 dan masih banyak lagi karya yang telah diciptakannya.

Ivan Christopel Sibero. ST. M.T Arch menjadi juri ketiga. Lulusan dari Teknik Sipil Struktur Universitas Atma Jaya Yogyakarta tahun 2003, Magister Teknik Arsitektur Universitas Atman Jaya Yogyakarta tahun 2014. Adapun pengalaman seminar atau workshop yang telah dilakukannya yaitu moderator dan Instruktur Animasi SMK seYogyakarta berkerjasama dengan Visimedia College dan Harian Kedaulatan Rakyat.

Lalu berlanjut ke acara selanjutnya yakni “Mini Pameran”. Acara ini akan diisi mengenai proses bagaimana animasi yang dibuat, berapa lama membuat animasi, dan juga akan membahas behind the scene dalam pembuatan animasi. Dimana proses sebuah karya film animasi 2D “TUAI” yang telah dibuat diperkenalkan kepada pengunjung, agar dapat memberikan edukasi tambahan tentang dunia animasi pada proses pembuatannya.

Acara terakhir dalam Axpo yaitu “Perilisan komik Las K”. komik Las Key adalah karya dari sekumpulan mahasiswa-mahasiswi yang membuat komik, di mana mereka disediakan tempat untuk berkreasi dalam sebuah pembuatan komik. Tujuan dari perilisan komik Las Key dan menjadikannya lebih terkenal di luar kampus dan memperkenalkan bahwasannya mahasiswa-mahasiswi MMTC  bisa membuat suatu karya animasi.

LasKey sudah berjalan dari tahun lalu dan berlanjut ke tahun 2018. “Di mana Las Key adalah sekumpulan kompilasi komik dari setiap mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Multimedia ( MMTC ) jurusan animasi  di mana sudah dibuatkan tema lalu tiap mahasiswa membuat satu One shoot atau cerita yang langsung tamat di mana sudah di tentukan 20 sampai 30 halaman lalu di jilid dan dijadikan satu terus di pasarkan,” terang Fransiska Rena yang baru memasuki semester 3.

Makna Animation Expo bagi HIMASI STMM “MMTC”

Menurut Fransiska Rena, mahasiswi Sekolah Tinggi Multimedia ( MMTC ) jurusan animasi semester 3 yang menjabat sebagai Sutradara film animasi TUAI dan Dekor mengatakan, Animation Expo adalah tentang tim work, membuat trailer bersama dan melewati tiap proses secara bersama-sama, membuat kesempatan yang bagus dan menambah pengalaman di dunia animasi.

“AXPO adalah dimana ajang kita harus berani keluar dari zona nyaman kita, kalau kita cuman di kampus kampus aja kita tidak bisa maju,jadi kita harus berani bilang keluar kalau kita jurusan animasi Sekolah Tinggi Multimedia itu ada, animasi tidak hanya gambar kartun tidak semua begitu, bahwa animasi itu bisa dan diluar dari ekspetasi mereka,” jelas Yudho Mahdi mahasiswa Sekolah Tinggi Multimedia (MMTC) Yogyakarta jurusan Animasi semester 5 yang menjabat sebagai Ketua HIMASI dan Seksi Acara.

“Gimana kita bisa bareng-bareng dan kita akan lihatkan ke luar apa sih yang kita punya dan apa yang sudah kita bikin dalam dunia animasi,” Kata Arletta Shaffira mahasiswi Sekolah Tinggi Multimedia ( MMTC ) jurusan animasi semester 5 yang menjabat sebagai Sekretaris.

Penulis: Edi Sutrisno

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan