Wawancara Dengan Ketua Forum Film MMTC Dalam Parade FILM MMTC #5

Apresiasi untuk para filmmaker dan jembatan untuk memajukan dan mendukung perfilman Indoneisa khususnya di film altenatif.


MATAMEDIA-RI.com – “Hai mas, saya Puspita Arum Dyah Retnani dari Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta, saya di sini sebagai koordinator atau Ketua dari Forum Film MMTC” menyapa MATAMEDIA-RI.com ketika di temui di hari ketiga Parade FILM MMTC. Wawancara pun terjadi di samping audiotarium Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC yang menjadi tempat berkumpul dan bertemu para sineas muda Indonesia setelah menyaksikan program pemutaran slot 3 yang berisi film Tak Ada Anggur Dari Kanna, A Silent Night, dan Hoyen.

Bagaimana tanggapan anda tentang Parade FILM MMTC #5?

Forum Film MMTC merupakan UKM di Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta yang bergerak di bidang Film, nah salah satu acara FFM (Forum Film MMTC) adalah Parade Film MMTC yang sekarang tahun 2018 sudah memasuki tahun ke lima. Tanggapan saya mengenai event ini saya berharap semoga Parade FILM MMTC bisa menjadi jembatan untuk memajukan atau mendukung perfilman Indoneisa khususnya di film altenatif. Karena kan kita bergerak di bidang apresiasi, mengapresiasi film-film yang masuk ke kita pada saat open submission kemaren dan kebetulan tahun ini yang masuk ke pareda film mmtc sekitar 256 film dari partisipasi seluruh Indonesia. Kita akurasi dan di pilih 20 film yang masuk di tambah dengan film satu slot film dari MMTC dan beberapa slot film dari narasumber kita Yopi Kurniawan, Ninndi Raras dan mas Tonny Trimarsanto sebagai screening special. Jadi ya kita berharap kita bisa mendukung kemajuan perfilmman di Indonesia.

Kita bisa mendukung kemajuan perfilman Indonesia untuk meningkatkan relasi juga. Kita juga ada inovasi terbaru dengan mengadakan temu komunitas. Setelah pemutaran hari kedua selesai malam hari jam 9. Salah satu langkah untuk melebarkan sayap mengumpulkan komunitas-komunitas khususnya di Jogja untuk berdiskusi dan bertukar pikiran tentang film dengan tema Industi Film Komersil dan Film Alternatif.

Ada tujuan khusus dan umum di Parade FILM MMTC?

Parade FILM MMTC ini adalah program kerja Forum Film MMTC sendiri, acara terbesar dari FFM sekaligus mendukung perfilman Indonesia untuk memajukannya, karena dewasa ini peminat film alternatif semakin banyak dan kita mencoba untuk membukakan dan menjadikan ini sebagai wadah untuk mereka bisa bertemu dengan audince mereka.

Apa yang membedakan Parade FILM MMTC #5 dan Parade FILM MMTC #4?

Kalau perbedaan kita setiap tahun itu tema, setiap tahun kita ganti tema. Untuk tahun lalu kita pakai tema FESTIVAL. Di tahun ini “Manunggal Kawulaning Sinema”. Untuk tahun lalu FESTIVAL itu lebih ke dekorasinya, untuk tema besarnya “Beyond Limits”. Kita berharap karya-karya yang masuk itu melampaui batas kita dan menjadi terobosan terbaru di film alternatif. Di tahun ini “Manunggal Kawulaning Sinema” Bersatu Dalam Sinema.

Kalau perbedaan yang signifikan temu komunitas. kalau perbedaan setiap tahun temanya dan dekorasinya, otomatis untuk panitianya itu kita secara bertahap selalu regenerasi. Rata-rata semester 4 dan 2 untuk panitianya di tahun ini. Kalau untuk susunan acaranya sendiri yang membedakannya dua tahun yang lalu itu Cuma dua hari diselenggarakannya, untuk tahun lalu kita mencoba menyelanggarakannya 3 hari dengan satu hari tepatnya Jum’at itu kita grand opening, itu untuk tahun lalu kita itu mengadakan seperti pentas gtu.

Pentas pembukaan seperti opening ceremonial berupa pentas. Kita berkerjasama dengan UKM seni yang lain seperti Teater, Tari dan Paduan Suara. Jadi kita menyampaikan tema yang akan kita angkat “Beyond Limits” di dalam pentas itu. Pentasnya sendiri seperti teater kolaborasi tari di kolaborasi lagi paduan suara juga. Dan beberapa sambutan serta satu screning film panjang, kalau tahun ini Cuma ceremonial biasa potong tumpeng dan screening film panjang.

Untuk dua tahun ini kita ada terobosan baru dari tahun sebelumnya berupa mini pemeran exsebisi, kita berkerjasana kolektif dengan dengan komunitas-komunitas ataupun komunitas film yang ada di jogja seperti KDM, AVIKOM, KOMPOR, KOMA.

Pameran ini baru diselenggarakan dua tahun ini. Kita mengadakan pameran sebagai wujud relasi atau kerjasama kita dengan komunitas-komunitas yang ada di Jogja untuk mereka mempromosikan event mereka yang ada di komunitas mereka di sini (Parade Film MMTC). Jadi setiap orang yang datang ke sini secara tidak langsung tahu bahwa di Jogja ada komunitas yang menyelenggarakan event-event mereka, mungkin kapannya, posternya dan keterangan eventnya seperti apa. Kita juga menyediakan lcd tv untuk untuk memutar teaser bumfer dan lain sebagainya. Jadi secara tidak langsung kita berkerjasama dengan mereka dan bisa promosi juga dan orang-orang datang ke Parade FILM MMTC #5 bisa melihat acara mereka.

Parade FILM MMTC #5 resmi dibuka dengan potong tumpeng, apa simbolik dari Pemotongan Tumpeng?

Pemotongan tumpeng dari saya ke Raviendra Muhammad sebagai Ketua Pelaksana Parade FILM MMTC #5, intinya kita menyerahkan semua kepada panitia yang sekarang dan rasa syukur aja sih mas, bahwa acara ini akhirnya terselenggara dan harapan juga semoga bisa berjalan dengan lancar.

Apa yang paling membanggakan Parade FILM MMTC #5?

Yang pertama kita bisa menyelenggarakan ini lagi dari tahun sebelumya, itu merupakan salah satu kepuasan tersendiri juga, alhamdullilah masih di percaya menyelenggarakan ini baik dari kampus maupun dari teman-teman sineas muda di Indonesia.

Yang kedua bisa menarik dan mencapai 256 sangat-sangat membanggakan kareana banyak partisipasinya. Dan kita menyadari dengan angka itu kita tahu bahwa partisipasi sineas muda Indonesia itu semakin meningkat setiap tahunnya dari yang sebelumnya itu dua tahun yang lalu sekitar 150-an, tahun kemaren 240-an dan sekarang meningkat menjadi 256, meningkat terus dan kita bersyukur atas itu. Untuk kebanggaan lain kita bisa mendatangkan narasumber yang sudah lama bergelut di bidangnya seperti mba Ninndi Raras dan mas Tonny Trimarsanto yang filmnya sedang hangat diperbincangkan.

PARADE FILM MMTC #5: Manunggal Kawulaning Sinema

Apa peran serta Parade FILM MMTC #5 yang diselengarakan oleh Forum Film MMTC terhadap dunia perfilman itu seperti apa?

Untuk peran Parade FILM MMTC kami merasa bahwa kami sudah ikut andil dalam memajukan perfilman Indonesia khususnya film alternatif, karena secara tidak langsung kita mengkolektifkan banyak sineas muda Indonesia di sini, mensubmitkan film-film mereka dan nanti di kurasi dan ditayangkan di Parade FILM MMTC #5. Mungkin kita bisa berjejaring dan kita bergerak di bidang apresiasi dan ini yang membedakan dengan festival-festival lain.

Mungkin di Jogja Cuma ada dua mas, Parade FILM MMTC Sewon Screening yang bergerak dibidang apresiasi. Untuk yang lain mungkin kayak festival kompetisi bukan apresiasi, rata-ratakan kompetisi yang berhadiah, dilombakan dan sebagainya, tapi Parade FILM MMTC disini kita bergerak di bidang apresiasi. Jadi kita menyediakan wadah untuk film-film yang mungkin belum mempunyai audience, belum mempunya penonton, kita sediakan disini tapi tetap kita kurasi yang sesuai dengan standar dan SOP dari Parade FILM MMTC itu sendiri.

Pion penting dari apresiasi itu apa?

Kita lebih menghargai kinerja dari filmmaker yang ada di seluruh Indonesia. Proses kreatif itu tidaklah mudah gtu lho mas. Semua hal yang berkaitan dengan proses kreatif terutama kita dibidang film semuanya patut di apresiasi, baik dari awal pra produksi semua yang terkait dengan hal itu sampai hal-hal yang berkaitan dengan pasca produksi. Bahkan tidak hanya sampai selesai editing, filmnya sudah jadi tapi kita juga harus berusaha bagaimana film itu bisa didistribusikan dan bisa sampai ke penonton. Jadikan tujuan film itu adalah menyampaikan pesan ataupun kegelisahan seorang filmmaker ke karya audiovisual yang bisa ditonton orang banyak dan bisa sampai ke mereka. Salah satu poin penting disini adalah itu.

Kita mengapresiasi film itu dan kita sediakan wadah untuk mereka bertemu dengan audience. Dari apresiasi semakin menumbuhkembangkan sineas-sineas muda untuk semakin terpacu dan produktif untuk membuat sebuah karya yang lebih inovatif, lebih kreatif, dan lebih bermutu lagi sih mas seperti itu.

Menambah wawasan, Parade FILM MMTC menambah wawasan di bidang-bidang mana saja untuk sineas-sinieas muda Indonesia?

Parade FILM MMTC adalah sebuah apresiasi. Bisa kita katakan menambah wawasan karena sebelum proses-proses itu kita kayak seperti produksi, proses produksi, eksibisi dan edukasi itu juga akan secara tidak langsung pasti akan dilewati oleh sineas-sineas muda sebelum adanya proses apresiasi ini. Jadi kan proses apresiasi inikan ada setelah proses-proses yang saya sebutkan tadi sudah terjadi. Secara tidak langsung adanya Parade FILM MMTC ini sineas-sineas muda Indonesia pasti sudah melewati beberapa tahap yang saya sebutkan tadi. Pas waktu diskusi kita memberikan waktu membuka pertanyaan untuk audience dan dari moderator juga ada pertanyaan yang ingin disampaikan. Sineas-sineas muda bertukar wawasan, bertukar pikiran sebenarnya ini lho film saya dan ini yang saya sampaikan kepada audience, seperti itu mas.

Dan itu pasti akan berguna bagi sineas muda untuk bikin film?

Secara tidak langsung sih mas itu akan berguna bagi mereka. Jadi proses setiap filmmaker itu pastikan beda-beda, disini kita bisa mempertemukan mereka paling tidak sekedar bertukar wawasan bahwa ini lho produksi saya seperti ini, saya sudah mungkin mendistribusikan karya saya kemana saja. Dan bertemunya sineas muda juga akan saling menambah relasi.

Deretan FILM Dalam PARADE FILM MMTC PARFIM #5

Menurut kamu sebagai Ketua dari Forum Film MMTC apa sih mba yang kurang di dunia perfilman Indonesia, apakah aktornya selalu ganteng-ganteng semua gak ada yang kayak Will Smith?

Untuk perfilman Indonesia ada dua ya mas, ada komersil dan alternatif, 5 tahun ini itu sudah melebur, jarak diantara mereka sudah tidak terlalu jauh. Karena sekarang sudah banyak sutradara-sutradara film alternatif yang mulai merambah ke film komersil. Bahkan sekarang juga banyak film-film yang tadinnya alternatif karena banyak permintaan, karena banyak yang ingin menonton bahkan sampai ditayangkan di bioskop. Sebagai contoh Sekala Niskala  karya mba Kamila Andini. Itu juga kan salah satu film alternatif yang terbilang sukses dan banyak peminatnya sampai ditayangkan di bioskop. Jadi saya rasa sekarang baik kedua genre itu; komersil dan alternatif sedang mengalami kenaikkan yang signifikan.

Film-film alternatif khususnya kita kan bergerak di film alternatif ya mas, khususnya penonton film alternatif itu mulai beragam, banyak peminatnya baik itu dari komunitas-komunitas ataupun orang awam sekarang sudah mulai mengenal film alternatif dari pada film-film komersil yang semuanya ada di bioskop. Yang kurang sebenarnya apresiasi sih mas.

Jadi kita disini mengajak sineas muda Indonesia untuk cerdik dalam mengapresiasi film, disini kita juga ada penayangan film “Bulu Mata” karya Tonny Trimarsanto. Kita adakan donasi Rp 20.000,-. Film alternatif itukan beda dengan film-film komersil yang hanya penting orang-orang suka, jadi film alternatif rata-rata sutradaranya merupakan orang-orang yang mempunyai idealis tinggi dan tidak terpatok dengan kemauan produser maupun pasar. Ini loh keresahan kita, kita ingin bikin film ini untuk kayak sindiran, kritikan sosial dan sebagainya. Jadi untuk peminat film alternatif kurang beragam sebelumnya ketimbang film komersil yang mungkin rata-rata semua orang suka.

Sekarang apresiasi sedikit kurang. Orang-orang mungkin banyak mikir orang awam khususnya bukan orang suka film mungkin lebih paham, kalau orang awam kayak buat apa sih kita mengeluarkan uang donasi hanya film yang gak jelas misalnya “ceritanya apa, maknanya apa” padahal kalau kita datang kadang-kadang juga banyak sutradara juga datang dan kita bisa diskusi disitu. Kalau kita nonton di bioskop gak ketemu dengan sutradaranya langsung, kita tidak bisa bertanya-tanya apa sih makna film itu. Mungkin kebanyakan film komersil secara gamblang menyampaikan pesannya tapi kebanyakan film alternatif pesannya tersirat. Mungkin ya apresiasi dari orang-orang itu orang awam khususnya masih sedikit kurang. Jadi ini kita mengajak dan ingin menunjukkan kita juga bisa mengapresiasi film-film dari mereka.

Yang perlu ditingkatkan oleh sineas muda menurut pengamatan seoerang Ketua FORUM FILM MMTC ini apa?

Yang pertama apresiasi. Terus abis itu produktivitasnya mas, jadi kebanyakan filmmaker Indonesia khusunya masih kayak bingung, bingung untuk memproduksi suatu karya, mulai dari alasan gak punya uang, yang gak punya tim, gak punya kamera dll, semua itu bisa di akali. Bahkan sekarang kita bisa dari hape, bikin film dari hape pakai gadget itu bisa, ya tinggal niatnya kita aja.

Kita mau bikin film, kita mau bikin karya jangan takut sama hal yang seperti itu. Kayak gtu sih mas dan apresiasi bahwa kita harus meningkatkan apresiasi. Biar gak luntur semangat mereka di film alternatif. Ini juga bisa menjadi jembatan kita, toh ya kita gak munafik untuk kedepannya juga pasti akan mencari uang, ini juga sebagai cara kita melebarkan sayap, cara kita mencari nama, kalau karya-karya kita bagus, karya kita dikenal. Siapa tau ada produser yang melirik kita untuk di ajak ke ranah alternatif tanpa menghilangkan idealisnya kita.

Pertanyaan terakhir. Pesan buat sineas muda Indonesia dari Ketua Forum Film MMTC?

Tetap produktif, cerdik menjadi sineas muda Indonesia baik dalam berkarya maupun dalam mengapresiasi sebuah film.

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan