THE POWER OF YOUTH: SUMPAH PEMUDA MILIK KITA BERSAMA

MATAMEDIA-RI.com“Beri aku 1000 orang tua maka akan kucabut Semeru dari akarnya, beri aku 10 pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia”, begitulah kata-kata Bung Karno yang selau kita dengar di telinga kita. Kalau kata Raja Dangdut Roma Irama, “Darah muda, darahnya para remaja, yang selalu merasa gagah dan tak pernah mau mengalah”.

Banyak diluaran sana yang berbicara tentang bagaimana kekuatan pemuda sangat hebat. Wow, tenyata pemuda itu adalah sosok yang sangat hebat, ya? Tapi jangan tinggalkan dan lupakan para pemudi, pemudi juga merupakan sosok-sosok yang tangguh, bahkan sudah tangguh sebelum kemerdekaan, seperti Laksamana Malahayati atau “Keumalahayati”, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dan R.A. Kartini.

Pemudi-Pemuda adalah orang yang masih muda, dan memiliki semangat yang tinggi. Biasanya jika kita masih muda kita akan mampu berpikir lebih kritis dibandingkan dengan orang-orang yang sudah mulai lanjut usianya. Pemuda biasanya biasanya menjadi momok menakutkan. Hmm, kenapa begitu ya?

Banyak peristiwa sejarah bangsa Indonesia yang dipelopori oleh pemuda, contohnya, “Sumpah Pemuda”, Sumpah ini adalah suatu hasil pola pemikiran pemuda Indonesia yang merasa bahwa harus ada kesatuan dan persatuan dalam melawan penjajah. Dari peristiwa sumpah pemuda ini, dampaknya bagi Indonesia besar lho, banyak pola penyerangan yang tadinya masih bersifat kedaerahan akhirnya bersatu dan bersama-sama berjuang merebut kemerdekaan Indonesia.

Tidak berhenti disitu, api kemerdekaan yang terus berkobar di hati para pemuda ini juga menciptakan satu peristiwa penting yang benar-benar membawa kemerdekaan Indonesia benar-benar terwujud. Coba saja bayangkan jika pemuda kala itu tidak menculik Bung Karno ke Renggasdenklok, bagaimana nasib Indonesia saat ini?

Hebat juga ya, pemuda Indonesia. Bahkan saking hebatnya pemuda Indonesia, seorang sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer berkata “Sejarah Indonesia adalah sejarah pemuda Indonesia.” Sudah terbukti bahwa pemuda Indonesia sangat berperan penting dalam perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan.

#MeriamBamboeParaPemoediPemoeda

Lalu setelah kemerdekaan Indonesia sudah berada di tangan apakah peran pemuda lenyap begitu saja? Tentu tidak, nyatanya lagi-lagi pemuda Indonesia-lah yang menjadi tonggak reformasi Indonesia. Ketika isu krisis moneter sedang bergejolak, pemuda-pemudi Indonesia adalah kelompok yang paling vokal dalam melakukan perlawanan. Walaupun banyak  darah tumpah, namun demikian tak urung pemuda-pemudi Indonesia berjuang hingga Indonesia kembali merdeka dari rezim ORBA yang otoriter, KNN dimana-mana dan krisis yang melanda bisa dihadapi oleh penyelenggara negara yang lebih manusiawi.

Berbeda lagi dengan pemuda sekarang, karena saat ini Indonesia sudah aman, tidak ada lagi perjuangan yang harus menumpahkan darah, namun demikian perjuangan pemuda-pemudi Indonesia masih terus berjalan.

Hanya sayangnya, banyak pemuda yang kehilangan ideologi, kehilangan rasa cintanya pada Indonesia, banyak juga pemuda-pemudi yang sudah menutup mata terhadap keberlangsungan negaranya. “Negara ini kan sudah ada yang ngurus kalau sudah ada pemerintah buat apa kita capek-capek berjuang?” kata-kata demikian sudah banyak bermunculan nih, ironi ya….

Kemana pemuda Indonesia saat ini? Banyak pemuda Indonesia yang pergi ke negeri sebrang untuk menuntut ilmu, namun ketika ilmu didapat kemanakah mereka? Hanya segelintir yang yang mau pulang untuk mengembangkan negaranya. Banyak juga yang sudah mulai kerasan disana dan akhirnya enggan kembali ke Indonesia.

Banyak memang pemuda yang masih kritis dan masih  mau berjuang demi kelangsungan bangsa dan negaranya. Banyak sekali cara yang ditempuh oleh pemuda-pemudi Indonesia dalam memperjuangkan hak dan kewajibannya, namun  terkadang caranya salah, banyak oknum-oknum pemecah yang masuk kedalam persatuan dan kesatuan pemuda-pemudi dalam menyuarakan suaranya, oknum-oknum pemecah ini memainkan peran seolah-olah luhur, tapi sebenarnya hanya seorang provokator. Alhasil massa aksi yang menyuarakan aspirasi untuk bangsa dan negara ini berakhir saling berkelahi antar anak bangsa dan menjadi kerusuhan, kerusuhan yang sebenarya tidak ingin dilihat oleh sang Ibu Pertiwi.

Mahasiswa-mahasiswi, pemudi-pemuda berkarakter dan pemudi-pemuda berpendidikan tinggi, seharusnya pemudi-pemuda seperti inilah yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini, yang bisa membuat bangsa dan negara kita semakin bersatu dan peradapannya semakin maju.

Sayangnya beberapa kelompok pernah bergurau “Mahasiswa-mahasiswi takut sama dosen, dosen takut sama pemerintah, sedang pemerintah takutnya sama mahasiswa,” nah loh bagaimana ini? Ungkapan ini membuat kita prihatin dengan kondisi di negara ini. Negara tercinta kita ini membutuhkan agent of change, eh mahasiswanya malah sibuk menjadi agent paid promote, sebenarnya apa si yang harus kita ubah disini?

Memperjuangkan kemerdekaan, mungkin hal ini terlalu berat dan terlalu luas sehingga banyak yang salah mengartikannya dan tidak bisa menyerapi arti yang sebenar-benarnya. Teman-teman mahasiswa, apa saja sih yang sudah teman-teman lakukan selama menjadi mahasiswa? Apakah teman-teman semua memiliki kegiatan penunjang kuliah? Semua itu sudah bisa dikatakan sebagai perjuangan kemerdekaan lho.

Kenapa juga harus berlelah kepanasan di jalanan apabila melalui tulisan, melalui ilustrasi dan gambar kita sudah bisa menyuarakan suara kita? Sebenarnya tidak salah si melakukan massa aksi, tapi jika melihat fakta di lapangan dewasa ini, demonstrasi banyak disalahartikan, ditunggangi kepentingan ini dan itu, kepentingan si ini dan si itu jadi tidak baik kan jatuhnya, makna massa aksi jadi bias dan gak jelas. Bukan berarti turun ke jalan melakukan massa aksi itu haram, hanya saja iklim politik pada hari ini terlihat semuanya ingin dibenturkan satu sama lain. Politik identitas yang sedang dimainkan sekarang dapat membuat kesatuan dan persatuan kita sebagai bangsa Indonesia menjadi tidak jelas dan bias. Maka dari itu massa aksi tidak haram tapi lakukan dengan elegan dan jangan sampai malah menambah perpecahan

Sebagai mahasiswa-mahasiswi yang terdidik, kita harus bisa memutar otak untuk menjadi pemudi-pemuda yang berguna dan bermanfaat setidaknya untuk lingkungan sekitar terlebih dahulu.

Kita tidak perlu lagi memperdulikan pemecah belah yang ingin membuat bangsa kita ini semakin lemah hilang tangguh dan merusak cinta kasih pemudi-pemuda terhadap Indonesia. Teman-teman ingat sumpah pemuda? Lihat, baca dan rasakan, yakin deh, kalau sumpah ini sudah terpatri dalam diri kita, kita akan mampu menjadi pemudi-pemuda yang berbakti terhadap bangsanya, sekecil apapun hal yang kita lakukan, selama hal itu adalah hal positif, percayalah bahwa teman-teman adalah bagian dari pejuang kemerdekaan Indonesia.

Seperti yang pernah dikatakan Harry Potter dalam filmnya, “Semua penyihir hebat di dunia ini dulunya mereka tak lebih dari seorang siswa seperti kita.” Benar juga tuh, tidak perlu deh bingung apa yang sudah kita berikan kepada Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Dengan kita berusaha belajar giat, menjadi seorang yang bermanfaat, terus berusaha menjadi pribadi yang bersahaja saja Ibu Pertiwi sudah bangga terhadap kita putra-putrinya yang tercinta, apalagi jika kita para pemudi-pemuda bisa membawa peradapan bangsa ini semakin bersatu dan semakin maju, entah apa yang akan dikatakan oleh sang Semesta dan para pendiri bangsa dan negara ini di surga, yang jelas meraka dan kita akan bahagia, beruntunglah kita sebagai bangsa dan negara mempunyai “Sumpah Pemuda” dan “Pancasila”.

Penulis: Gristyantika Prefy

Editor : *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan