Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama

“Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsanya hidup dalam damai dan persaudaraan.” Bung Karno.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Sebanyak 67 pemuda dan pemudi mengikuti kegiatan Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama untuk meningkatkan tingkat toleransi di negara Republik Indonesia dan membantu kesejahteraan yang tinggi bagi masyarakat. Akan tetapi hal tersebut tampaknya belum memberi pengaruh secara nyata untuk menjadi solusi dalam permasalahan yang terjadi di bangsa ini. Hal ini dikarenakan telah terjadi beberapa kasus intoleransi dan mengatasnamakan agama, dimana ini menjadi problem serius bagi pemerintah maupun masyarakat Indonesia.

Dengan diadakannya acara Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama ini dan dengan tema acara “Ada yang Salah Dengan Negeri Kita”, diharapkan Generasi Muda Indonesia dapat menjadi agen perdamaian di masa depan dan menjadi pembenah serta pembaharu bagi kehidupan di Indonesia yang beraneka macam suku, budaya, serta agama.

Tujuan diadakannya kegiatan antara lain untuk membentuk kesadaran dan kepedulian orang muda terhadap permasalahan yang ada di lingkungan sosialnya dan membentuk kesadaran agar Generasi Muda Lintas Iman dapat menjadi agent of change dan influencer dalam hal yang positif dan membawa kebaikan.

Acara ini mempunyai sasaran peserta yaitu pemudi pemuda lintas iman yang berusia 15-35 tahun dan merupakan anggota komunitas Srawung Jogja dan juga anggota dari berbagai komunitas dengan latar belakang berbeda. Dilaksanakan hari Sabtu dan Minggu, 27-28 juli 2019 di Posko Merapi FPUB Jamblangan, Purwobinangun, Pakem.

Kebahagiaan dan keakraban para peserta dengan selfie bersama, aula Posko Merapi FPUB Jamblangan, Purwobinangun, Pakem.

Adapun rangkaian kegiatan seperti Diskusi Sharing “Bagaimana Menjadi Influencer Dalam Hal Kebaikan?” oleh Komunitas ketjilbergerak, nonton film Srawung dan Launching buku Srawung, Musik Time dan Challenge Influencer, dan dilanjutkan Diskusi “Kelompok Tentang Dengan Negeri Kita”, dan permainan yang seru.

Romo Martinus Joko Lelono sebagai moderator HAK (Hubungan antar Agama dan Kepercayaan) Kevikepan DIY mengatakan bahwa kegiatan Srawung 2019 ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari acara Srawung Persaudaraan Sejati Kaum Muda Lintas Agama tahun 2018.

“Pesan yang dibawa pada kegiatan Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama adalah kesadaran bersama bahwa generasi muda kita, mempunyai kepekaan sosial dan tahu apa yang bisa dilakukan dalam menjaga kebaikan di negeri ini. Makanya, kita bicara dengan komunitas ketjilbergerak yang consern masalah keberagaman. Juga masalah keprihatinan sosial sehingga mengajak Agnes Dwi Rusjiyati yang berbicara soal analisis sosial,” jelas Romo Joko.

Foto bersama Komunitas ketjilbergerak, Sabtu (27/07/2019).

“Perasaan saya mengikuti kegiatan Srawung ini yang pasti sangat senang dan pikiran saya menjadi lebih terbuka, karena melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sikap toleransi satu sama lain. Semoga semakin banyak kegiatan-kegiatan dialog dan diskusi orang muda lintas agama,” ungkap Kadek Isna (19) salah satu peserta kegiatan Srawung.

Penulis: Cicilia Rosa

Editor: *R.V.N*

 

Tinggalkan Balasan