Talkshow KOMTIF 2018: Implementasi Strategi Inovatif Dalam Persaingan Industri 4.0

Tantangan 4.0 harus mulai diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Nah, untuk menggali semangat dan skill 4.0 akhirnya di tahun 2018 KOMTIF ke tiga sukses menyelenggarakan acara Talkshow bertajuk “Revolusi Industri 4.0” yang diselenggarakan di Auditorium STMM MMTC Yogyakarta, pada Sabtu (13/10).


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Maraknya ekspansi dunia digital dan internet ke dalam kehidupan masyarakat menandakan bahwa revolusi industri 4.0 sudah masuk dan mulai dipraktikan di Indonesia terutama dalam bidang perindustrian dan komunikasi. Hadirnya revolusi industri tidak lepas dari dampak negatif maupun postif, lho kaum muda. Sehingga topik mengenai “Revolusi Industri 4.0 sangat relevan untuk dijadikan pembahasan di era millenial saat ini.

Nah, selain menyelenggarakan kesuksesan di serangkaian kompetisi berupa lomba Essay, Video Campaign, dan Public Relation Campaign. Puncak acara KOMTIF 2018 dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajamen Informasi dan Komunikasi (MIK) yaitu Korps Mahasiswa Manajamen Informasi dan Komunikasi “KOMMIK” berhasil menyelenggarakan Talkshow dengan tema “Strategi Inovatif dalam Persaingan Industri 4.0” untuk menstimulasi generasi muda Indonesia agar mampu mengamati, memahami, dan mengantisipasi kemajuan Industri 4.0.

Era transformasi digital memang memiliki potensi meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas, khususnya untuk dikembangkan oleh kaum muda dengan memaksimalkan kerja otak dan kreativitas di bidang komunikasi digital agar mampu berkompetisi dengan menciptakan inovasi baru yang kreatif.

“Tema yang disajikan dalam Talkshow Komtif 2018 memang sangat segar terutama untuk memberikan pemahaman terhadap gelombang revolusi yang terus berjalan dinamis kepada generasi muda dalam mempersiapkan diri berkompetisi di dunia digital,” Ujar Aklam selaku ketua pelaksana KOMTIF 2018.

Sejak pagi, tepat pukul 08.00 acara Talkshow sudah dimulai dengan pengisi acara kece yang tentunya sangat ahli dalam bidangnya guna menyampaikan pengetahuan dan informasi mengenai hadirnya revolusi industri 4.0. Uniknya, untuk mengikuti acara Talkshow ini tanpa dipungut biaya atau gratis lho dengan peserta yang hadir dari kalangan mahasiswa dan umum. Antusiasme peserta yang hadir mulai dari mahasiswa MMTC hingga lintas kampus juga membludak dengan diikuti oleh sekitar 400 peserta.

Kegiatan talkshow ini memiliki tujuan untuk memotivasi generasi muda Indonesia agar mampu berkreasi dan berproduksi secara kreatif sehingga hasil karya yang diproduksi dapat diakui dan diapresiasi dalam kancah Nasional maupun Internasional dengan mempersiapkan lebih awal mengenai konten inovatif dan kreatif yang dibutuhkan. Globalisasi menuntut terciptanya sumber daya manusia yang ideal agar tidak digantikan oleh robotik pada saat terjun dalam dunia industri kreatif guna berperan dalam pergerakan revolusi industri 4.0 yang makin maju dan pesat baik dalam industrialisasi maupun manufaktur.

Talkshow Komtif 2018 kali ini telah menghadirkan empat pembicara untuk menyampaikan arahan materi mengenai revolusi industri 4.0. Sesi pertama diisi oleh Ibu Gati Gayatri seorang peneliti utama di Puslitbang Aptika dan IKP (Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi dan Telematika dan Informasi Komunikasi Publik) yang juga bergabung di Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menyampaikan materi tentang pandangan positif terhadap revolusi industri 4.0 serta memberikan pesan bahwa saat ini dibutuhkan jiwa entrepreneur untuk memulai start up serta membangkitkan keberanian terhadap resiko yang dihadapi.

Selain informasi edukatif dan menarik sesi pertama juga menghadirkan Alwy Herfian Satriatama seorang Duta Anak Bangsa Revolusi Industri 4.0 yang menyampaikan berbagai pengalaman dan motivasinya terhadap dunia digital. Salah satunya saat membagikan kisah suka duka untuk meraih mimpi saat menjadi entrepreneur teknologi.

Masih dengan keseruan di sesi pertama yang diisi oleh Bapak Noor Iza selaku ketua STMM yang memberikan pesan dan semangat motivasi untuk terus belajar dalam persaingan dunia industri saat ini serta pengetahuan mengenai dunia start up digital yang harus mulai digeluti oleh kaum muda.

Nah, paling ditunggu-tunggu! Pembicara sesi ke dua diisi oleh Christian Sugiono yang merupakan model dan aktor dengan minat tinggi dalam bidang teknologi khususnya internet dan digital. Penyampaianya sangat futuristik banget lho terutama saat menjelaskan mengenai bentuk usaha. Apalagi Christian sudah sukses membangun perusahaan media daring bernama Malesbanget.com bersama teman-temannya. Menurutnya, saat memulai sebuah usaha hal utama yang harus dimatangkan adalah bussines plan.

“Mengapa Christian Sugiono? Karena selain memiliki visi dan misi Ia juga memiliki ilmu yang bersifat aplikatif sehingga mahasiswa-mahasiswi mampu terpersuasi oleh informasi yang disampaikan,” kata Akmal.

Acara KOMTIF 2018 diisi oleh serangkaian acara kompetisi menarik bidang komunikasi lho yang berkaitan dengan perkembangan revolusi digital 4.0 yang diikuti oleh berbagai kampus nasional. Selain keseruan yang hadir dalam penyempaian edukasi mengenai materi pada Talkshow, ketegangan juga hadir saat MC mengumumkan para pemenang dari tiga perlombaan KOMTIF 2018.

Perlombaan ADIKARI (Adu Kreatif Opini) dimenangkan oleh Muhammad Ammar dari UMY sebagai juara pertama menyusul juara ke dua dan ke tiga oleh Shafira Meilissa dari STMM dan Cavin Dennis dari Unpad. Untuk perlombaan bagi para sineas muda yaitu GARWITA (Pagelaran Pariwara Nusantara) untuk Video Campaign dimenangkan oleh Kita Satu Production dari STMM sebagai juara pertama, Kakekok dari STMM sebagai juara ke dua dan Epidemic dari UAJY sebagai pemenang ke tiga.

Bagi yang cakap dalam bidang lisan dan tulisan ANGKASA (Ajang Strategi Komunikasi Kreatif) sebuah kompetisi bidang program PR (Public Relation) dimenangkan oleh Prestigious Consultant dari UGM, Premiere 3.0 dari UGM dan The DOR Team dari UNY. Keseruan perlombaan ini merupakan salah satu bentuk persaingan untuk menyambut hadirnya revolusi digital yang nyata bagi kalangan mahasiswa-mahasiswi.

Nah, untuk mengimplementasikan ilmu aplikatif selama belajar di bangku perkuliahan tidak ada salahnya untuk langsung terjun ke dalam dunia digital kreatif secara nyata. Berani berinovasi di era sekarang memang benar-benar sangat dirindukan. Terutama untuk kemajuan bersama dalam sektor perekonomian bangsa.

Penulis: Wiwin Winarni

Editor: Wiwin Winarni

Tinggalkan Balasan