Syariah Accounting Fair (SAF) 2018

YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Senin, 01 oktober 2018 menjadi hari yang paling ditunggu-tunggu, yang  selama ini telah siapkan jauh-jauh hari. Tepat pukul 07.00 panitia telah berada di gedung CONVENTION HALL. Mereka disibukan dengan berurutan sampai rampungnya acara. Selain dekorasi yang telah dilakulan di hari-hari sebelumnya,  panitia yang hadir lebih awal merapihkan segala perlengkapan  yang akan digunakan peserta. Mulai dari menata meja, kursi, sound system, pendaftaran, proyektor dan masih banyak lainya. Panitia terlihat sangat rapi dan kompak dengan menggunakan jas alamamater berwarna hijau. Penataan yang rapih dan tempat yang nyaman menjadi prioritas agar peserta perlombaaan  dapat menikmati suasana yang mana dapat mengurangi ketegangan peserta saat menghadapi Dewan Juri.

Perlombaan yang diakan pada hari senin dimulai pada pukul 09.00 terdiri dari dua perlombaan. Pertama perlombaan Debat dengan dua sesi. Sesi pertama  yaitu babak penyisihan dimulai pukul 09.30-11.00 WIB. Peserta yang ada dalam lomba debat  ini terdiri dari mahasiwa Bidang Study Akuntansi Syariah mulai dari angkatan 2016, 2017, dan 2018. Dari setiap angkatan mengirimkan dua kelompok terdiri dari dua kelas yaitu kelas A dan B. Setelah semua peserta berkumpul, panitia memberi arahan akan teknis saat berlangsungnya perlombaan. Tepat pukul 09.30 babak pertama yaitu babak penyisihan debat dimulai.

Untuk perlomban jenis  kedua yaitu Lomba LKTI sesi ke 1 dimulia  pukul 10.00-11.00 WIB. Peserta dalam perlombaan ini masih sama yaitu Mahasiswa dari Bidang Studi Akuntansi Syariah. Tak ada suara apapun dalam ruangan. Karena dalam perlombaan ini membutuhkan konsentrasi tinggi agar dapat mengolah apa yang ada dalam fikiran menjadi sebuah karya yang bernilai tinggi dan mempunyai makna  mendalam yang akan membuat tercengangnya orang yang membacanya. Berbeda dengan perlombaan debat yang tentunya ruangan tidak terdapat keheningan sedikitpun lantaran susana yang terus memanas dalam setiap butiran point  dan gagasan yang disampaikan secara tegas agar dapat membuat bobot keyakinan gagasan tinggi.

Setelah sesi pertama pada tiap perlombaan selesai, selanjutnya yaitu ISHOMA. Setelah memutar otak dalam kurun waktu yang cukup lama, peserta beristirahat. Saat Adzan  duhur berkumandang  membelokkan langkah mereka untuk segera menjalankan kewajibanya. Selain babak penyisisihan, peserta juga melanjutkan babak selanjutnya, babak utama babak yang pasti dan menjadi hal penting setelah melakukan apapun yaitu pasrah. Setelah berusaha sekuat tenaga, mengarahkan segala kemampuan atas wujud syukur nikmat yang telah Allah beri.  Jika setiap perkara diserahkan pada Sang Maha Bijakasana tidak akan hadir  rasa kecewa yang berlebih saat kegagalan. Dan saat keberhasilan itu datang tak hadir sifatan sombong karena sang Maha Kuasa selalu bersama, mengiringi setiap langkah dengan terus mengingat-Nya niscaya akan beri kasih sayang-Nya.

Perlombaan  selanjutnya dimulai Pukul 12.30-13.30 yaitu  LKTI sesi 2. Yang tentunya dalam sesi ini jauh lebih menantang, dalam perlombaan LKTI ini hanya 5 karya terbaik yang akan dinobatkan  sebagai juara. Dan untuk perlombaan akan diambil 3 grup terbaik yang akan menjadi juara. Kegagahan dengan kelugasan bahasa yang digunakan peserta menjadikan suasana semakin memanas. Setelah usainya setiap perlombaan panitia memberi beberapa pengumuman-pengumuman.

Syariah Accounting Fair (SAF) 2018: The Power Of Sharia Accounting To Build Islamic Character and Global Market For Young Generation

Selasa, 02 oktober 2018. Pagi itu panitia telah siap menyambut tiap peserta mulai berdatangan. Pada perlombaan di hari kedua ini, peserta yang ikut serta  bukan dari mahasiswa Progam Study Akuntansi Syariah namun dari kaum pelajar. Dengan sikap lembut ramah panitia mengantarkan peserta ketempat perlombaan. Pada hari ke dua  ini lomba yang berlangsung juga terdiri dari dua perlombaan. Yaitu perlombaan Pidato Bahasa Asing dan Olimpiade. Tepat pukul 08.30 babak penyisihan Olimpiade dimulai.

Dalam sesi babak penyisihan Olimpiade peserta mengerjakan soal dengan individu. Terlihat wajah yang teramat serius dari peserta. Hanya ada suara  jari yang seringkali memencet angka dalam kalkulator.  Sedangakan untuk perlombaan Pidato Bahasa Asing dimulai pada pukul 09.30. Peserta terlihat enjoy saat mulai beraksi menyampaikan isi dari pidatonya. Juri juga nampak enjoy saat menyimak setiap peserta. Dengan adanya suasana seperti ini dapat mengurangi rasa grogi atau yang sering disebut dengan demam panggung.

Dalam perlombaan pidato tidak ada babak penyisihan, hanya akan diambil 3 peserta terbaik yang akan mendapatkan juara. Untuk perlombaan Olimpiade yang telah meyelasaikan babak penyisishan akan melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dalam sesi ini setiap tim kembali berkumpul untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan. Dalam sesi ini dimulai setelah waktu ISHOMA berakhir.

Selain perlombaan panitia juga mengadakan Kuliah Umum. Peserta yang hadir dalam Kuliah Umum ini terdiri dari Mahasiswa Bidang Study Akuntansi Syariah dan peserta lomba. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilantunkan, peserta menyayikan lagu Indonesia Raya. Kemudian sambutan dari Damzun Zaeroni selaku ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan. Dilanjut dengan sambutan oleh Ibnu Rangga Kurniawan selaku ketua pelaksana. Dalam kuliah umum ini sebagai kegiatan terakhir sekaligus penutup acara yang mana di penghujung acara akan dibacakan hasil perlombaan. Namun sebelumnya diadakan foto bersama dan penyerahan plakat.

Seminar Akuntansi Syariah Menjadi Pembuka Syariah Accounting Fair 2018

Suasana berubah menjadi meriah dengan ketegangan yang terdapat pada setiap peserta. Para pemenang pun diumumkan

LKTI yang terdiri dari 5 karya terbaik :

  • Juara 1 Zakiyatul Fakhira
  • Juara 2 Mustika Az-zahra
  • Juara 3 Khairunisa Putri Imani
  • Juara 4 Nur Arifa
  • Juara 5 Nurul Juwitaningsing

Perlombaan Olimpiade

  • SMKN 1 Depok dari tim B yang terdiri dari Raihan Yamani, Teuku Muhammad Rizky Azzaki, Herdiansa meraih Juara 1
  • SMKN 1 Depok tim A yang terdiri dari Nova Ariani, Lisa Novika dan Firsta Gifani Juara 2
  • MA PPMI yang terdiri dari Syifa Dien Aqila, Nashita Numa dan Nathifa Nuha juara 3

Perlombaan Debat

  • Juara 1 Bidang Study Akuntansi  Syariah B 2017
  • Juara 2 Bidang Study Akuntansi  Syariah A 2016
  • Juara 3 Bidang Study Akuntansi Syariah B 2018

Lomba pidato

  • Juara 1 Raihan Yasmin
  • Juara 2 Teuku Muhammad Rizjy Azzaki
  • Juara 3 Herdiana

 

Para Pemenang SAF 2018

Raut wajah para panitia terlihat bahagia karena event yang mereka selenggarakan berjalan dengan lancar dan tujuan untuk mengenalkan akuntansi syariah pada peserta SMA berjalan dengan sukses. Untuk mahasiswa akuntansi syariah SAF 2018 sebagai ajang menambah kesan dan pengalaman sebelum nanti mengikuti event yang lebih besar lagi, apalagi HMPS Akuntansi Syariah  baru berdiri pada tahun 2015. Syariah Accouinting Fair akan diusahakan menjadi agenda tetap untuk diselenggarakan oleh HMPS Akuntansi Syariah.

“Harapannya kedepannya akuntansi syariah bisa di pahami lebih jauh lagi bukan hanya dari SMA/SMK Sederajat saja, tapi juga yang dari pondok-pondok juga dan saya harap bisa bersaing apalagi kan ada wacana akan ada sistem akutansi sistem pesantren” kata Mahmud Ali, selaku panitia.

Perasaan lega juga terlihat dari Saur Ibnu Rangga Kurniawan selaku ketua panitia SAF 2018. SAF 2018 tidak hanya melipatkan dari SMA/SMK Sederajat tapi juga melibatkan dari mahasiswa Akuntansi Syariah UIN Sunan Kalijaga dan pihak luar kampus. “Hal yang paling membekas itu pas perencanaan acara. Karena disitu kita dituntut untuk berfikir cepat jika ada perubahan yang mendadak meskipun sampai detik pelaksanaan, karena melibatkan`dari berbagai pihak hal-hal tersebut pasti ada.” Saur Ibnu Rangga Kurniawan, selaku ketua panitia.

“Sangat senang sekali, alhamdulillah event yang pertama kali di Prodi Akuntansi Syariah dapat bejalan dengan lancar. Pada dasarnya suatu hal itu yang sulit memulainya. Ya walaupun tidak sempurna. Kita analogikan seperti pada saat belajar naik sepeda di awal-awal pasti sering jatuh-jatuhan bahkan sempet kefikiran ngga akan bisa, sama halnya dengan SAF ini, tetapi alhamdulillah semua tahap itu kemarin sudah kita lakukan, sudah berani kita memulai tinggal adek-adek tingkat besok yang  melanjutkan,” Damzun Zaeroni selaku ketua HMPS Akuntansi Syariah UIN SUNAN KALIJAGA Yogyakarta.

Damzun Zaeroni mengharapkan event-event seperti SAF agar dapat berjalan secara rutin tiap tahunnya, supaya tidak terkesan monoton. Bahkan Damzun Zaeroni mempunyai gagasan  untuk membuat event yang dapat mempertemukan ketua-ketua HMPS Akuntansi Syariah se-Indonesia.

Penulis: Mayli Izzatul

Editor: *R★.V.★N*

 

Tinggalkan Balasan