Super Continent GAIA 2019: Mendekatkan Ilmu Geologi Dengan Teknologi Terbaru Di Era 4.0.

Foto bersama antara panitia OGENAS dengan para Juara OGENAS 2019. 


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Kegiatan SCG 2019 di mulai pada tanggal 29 Agustus dan ditutup sampai 05 Oktober 2019. SCG 2019 dibuka di kegiatan pertama yaitu OGENAS (29/09/2019). Pembukaan dilakukan oleh Dr. Sri Mulyaningsih, S.T., M.T. Selaku dekan fakultas teknologi mineral dan saat pembukaan dihadiri juga oleh ketua jurusan Teknik Geologi Danis Agoes Wiloso, S.T., M.T. serta Saptian Vienastra, S.Si., M.Eng selaku Sekretaris jurusan Teknik Geologi.

Super Continent GAIA atau yang sering disebut SCG merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA”. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus – 15 September 2019 ini meliputi Olimpade Geologi Nasional (OGENAS), GAIA Analysis Project (GAP), Seminar Nasional, GAIA Sport Competition dan Geonight.

Pada tahun 2019 SCG mengangkat tema “Geology Craft: Industrial Sector 4.0”. Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019 mengungkapkan, yang melatarbelakangi untuk mengusung tema ini karena zaman sudah modern, dimana hampir semua bidang sudah menggunakan teknologi dan ingin mengembangkan geologi agar bisa bersaing di era teknologi saat ini.

Kegiatan awal SCG 2019 adalah OGENAS (Olimpiade Geologi Nasional), merupakan ajang olimpiade siswa SMA mengenai geologi. Waktu pelaksanan 29-01 September 2019. Di laksanakan di IST AKPRIND Yogyakarta.

“Geopreneur Economies” menjadi tema di tahun ini. Sejarah geologi Geopreneur Economies diterjemahkan secara harfiah, Geo berarti Bumi dalam bahasa yunani, Preneur berarti Mengambil dalam bahasa prancis, & Economies sesuatu yang berhubungan dengan keuntungan atau kekayaan yang bersifat pemanfaatan.

Peserta yang mendaftar OGENAS berjumlah 7 tim, diantaranya SMA N 1 Yogyakarta, SMK Muhammadiyah 1 Salam, SMK N 2 Depok Sleman, SMA Darma Yudha, MAN 2 Malang mewakili 2 tim, SMK Migas Cepu.

Pada hari pertama peserta melakukan registrasi. Lalu di hari kedua OGENAS melaksanakan tes tertulis sebanyak 3 sesi. dan dilanjutkan peraga yang dilakukan di Laboratorium IST AKPRIND Yogyakarta serta pembekalan lapangan untuk hari ketiga.

Selanjutnya pada hari ketiga yaitu acara lapangan (fieldwork) diawali dengan kumpul peserta dan pembagian alat geologi di kampus 1 IST AKPRIND Yogyakarta. dilanjutkan acara lapangan (fieldwork) di LP1 sampai LP3 dengan penyampaian materi dan dilanjutkan pengambilan data lapangan oleh peserta. Pada saat LP1-LP3 melakukan deskripsi daerah, yang dideskripsi litologi, pengeplotan peta, dan pengambilan sempel. Pelaksanaan fieldwork di daerah semberan, bukit patrum, dan watu gajah.

Dihari ke empat OGENAS Project diawali dengan pengambilan nomor urut peserta, dilanjutkan dengan presentasi setelah presentasi juri pun bertanya jawab dengan peserta.

Setelah presentasi dan tanya jawab antara peserta dan juri, diputuskanlah pemenang OGENAS 2019. Berikut para pemenang:

 

 

“Pada saaat pelaksanaan OGENAS tahun ini sudah sangat cukup baik dan sukses karena sesuai dengan yang diharapkan pihak panitia yaitu memperkenalkan ilmu geologi. Ketika pelaksanan para peserta sangat antusias sekali, seperti dilapangan ketika selesai penyampaian materi oleh pemateri kemarin para peserta banyak melemparkan berbagai macam pertanyaan mengenai deskripsi lokasi,” Ujar Gerry Rizki selaku ketua OGENAS 2019.

Gerry mengatakan, point penting dalam pelaksanaan kegiatan OGENAS yang pertama adalah mengenalkan lebih jauh lagi tentang ilmu geologi atau kebumian kepada siswa–siswi SLTA Sederajat. Kedua menumbuhkan kesadaran siswa-siswi mengenai nilai ekonomis dari sudut pandang ilmu geologi serta meningkatkan krativitas para siswa-siswi dalam bidang ilmu geologi.

“Harapan dari kegiatan OGENAS semoga ilmu yang diberikan berguna bagi para siswa-siswi untuk di pahami dan membuka wawasan baru mengenai ilmu geologi yang lebih mendalam, dan bagi para guru pembimbing agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan OGENAS selain ajang olimpiade juga untuk mengenalkan teknik geologi dengan teknologi terbaru di era 4.0,” ungkap Gerry.

GAIA Analisis Project (GAP)

Kegiatan kedua SCG 2019 ialah GAIA Analisis Project (GAP) pada tanggal 05-07 September. Mengangkat tema “Upaya Pengembangan Alterasi dan Mineralisasi Dalam Sektor Industri 4.0”  dan memiliki konsep kegiatan berupa Paper and Poster Competition. Para peserta memaparkan paper kemudian poster yang  sudah dibuat dipamerkan waktu pelaksanaan acara tersebut berlangsung. Kedua kegiatan ini mempunyai tujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa-mahasiswi dibidang geologi, serta untuk masyarakat supaya lebih mengetahui tentang potensi-potensi wisata yang terdapat di daerah.

“GAIA Analisis Project (GAP) ini dibentuk karena kompetisi mahasiswa dan mahasiswi yang sekarang itu jarang dilaksanakan sehingga ingin mengembangkan lagi dibidang sesuai dengan tema yang diangkat sektor industri 4.0. Disini kami berinisiatif untuk mengangkat GAP yang memiliki poster dan paper bertujuan untuk internal kampus dan bisa diluar kampus juga, jadi banyak manfaatnya untuk GAP tahun 2019 ini,” ungkap Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019.

Bagas menyampaikan, pada tahun 2019 GAP  mengusung banyak tema dalam bentuk konsep membuat paper, salah satunya geowisata bisa dimanfaatkan ke masyarakat umum, dimana masyarakat membutuhkan data-data tentang wisata yang ada di daerahnya. Dari salah satu tim ada yang mengangkat tema tentang geowisata, yang bisa bermanfaat dan berguna untuk masyarakat sekitar. Sasaran dari kegiatan ini untuk mahasiswa-mahasiswi itu sendiri dimana untuk proses pengembangan, untuk tindakan selanjutnya bisa dipakai oleh masyarakat dan juga perusahaan.

GAIA Analisis Project (GAP) sistemnya berbentuk kompetisi, tidak langsung terjun kemasyarakat tetapi, HMTG “GAIA” mempunyai program sendiri dari himpunan berupa desa binaan. Di desa binaan tiap anggota HMTG “GAIA” mengambil data-data dari GAP yang terkhususnya gaowisata yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat, dimana ini merupakan rangkaian diluar SCG. Dalam pelaksanaan GAP tahun 2019 ini mempunyai poin penting yaitu, pertama bagi mahasiswa bisa meningkatkan pengembangan dari pola berpikir dari awal mengambil data sampai penulisan secara ilmiah. Untuk masyarakat umum bisa bermanfaat dibidang wisatanya.

Dari konsep Gaia Analisis Project (GAP) tahun ini dengan tahun sebelumnya mempunyai perbedaan, pada tahun lalu GAP itu sistemnya lapangan kemudian terus out crop jadi menganalisis dilapangan secara langsung. Sedangkan GAP tahun 2019 mempunyai konsepnya paper jadi menganalisis dalam bentuk sekunder dan primer, dan juga dibuat karya ilmiah.

Harapan untuk GAIA Analisis Project (GAP) tahun ini para peserta bisa membuat jurnal ilmiah elektronik yang sudah mempunyai nomor ISN nya bersetandar Nasional dari LIPI.

Dalam kegiatan GAP 2019 ada beberapa yang mendapatkan juara pada saat GAP diataranya  Universitas Pembangunan Nasional (UPN) V B sebagai juara satu, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) A sebagai juara dua, dan Institut Teknologi Nasional Yogyakarta ITNY B sebagai juara tiga.

Seminar Nasional

Rangkaian kegiatan SCG 2019 yang ketiga berupa seminar nasional dengan mengangkat tema “Aplikasi Teknologi UAV Untuk Eksplorasi dan Eksploitasi Mineral”. Dalam pelaksanaan seminar nasional tahun ini berjalan dengan baik dan lancar, untuk keberhasilan dari semua penyampaian sesuai dengan yang diharapkan oleh para peserta. Setiap materi mulai awal perkembangan revolusi 4.0 yang lebih mengedepankan teknologi dari  pemateri tersampaikan dengan baik.

“Fokus seminar nasional kali ini konsen di 2016 kemarin tepatnya di Work In Forum Dapes, secara resmi diperkenalkan revolusi 4.0 dimana teknik geologi ini bisa bersaing di revolusi 4.0 yang lebih mengedepankan teknologi jadi para mahasiswa ini dipaksa dengan perkembangan sekarang di era revolusi lebih bisa bersaing maka fokusnya untuk revolusi 4.0 ini bisa bersamaan dengan Teknik Geologi,” ungkap Muh Aprischal Padjeko selaku ketua pelaksana seminar nasional.

Point penting dari seminar nasional yang disampaikan para pemateri mulai dari ekplorasi sampai ekploitasi. Pada saat pelaksanaannya di bagi menjadi dua sesi, disesi pertama itu bagian eksplorasi jadi bagian pencarian, sedangkan disesi kedua dilanjutkan dengan ekploitasi dimana pada saat pencarian sudah ditemukan kemudian di tahap kedua di ekploitasi.

“Pada saat pelaksaan seminar nasional 2019 ada capaian yang sudah tercapai, yang pertama dari komposisi peserta mulai dari target 60 peserta dan dalam pelaksaannya melebihi dari target artinya bisa menjadi parameter untuk pelaksaan kedepannya, ternyata revolusi 4.0 ini banyak diminati banyak orang. Untuk antusiasnya peserta didalam ruangan saat pelaksanaan seminar berlangsung sangat bersemangat, pada sesi diskusi banyak para peserta menanyakan sehingga ada beberapa waktu yang disediakan oleh panitia untuk diskusi mengalami kekurangan karena banyaknya penanya dari antusias peserta,” ujar Aprischal.

Event SCG dilaksanakan setahun sekali sekaligus memperingati hari lahir Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA” dengan berbagai kegiatan pada tahun 2019 ini, SCG mengangkat empat kegiatan diantara nya yaitu OGENAS, GAP, Seminar Nasional, dan GEONIGHT. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan sukses dan lancar.

SCG 2019 mengedukasi para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, tidak hanya itu tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat berupa data data yang bisa dimanfaatkan untuk memajukan geowisata yang ada pada suatu daerah. Seminar Nasional mendekatkan teknologi dengan geologi.

Penulis: Pianto Ramadhan

Editor: *R.V.N*

Tinggalkan Balasan