Super Continent GAIA 2019: Geology Craft: Industrial Sector 4.0

Tahun 2019 merupakan tahun kelima dilaksanakan Super Continent GAIA yang harapannya dapat menjembatani ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat. Super Continent GAIA (SCG) 2019 mengangkat tema “Geology Craft: Industrial Sector 4.0” dengan harapan seluruh perangkat kompenen yang ada dalam kegiatan tersebut meningkatkan semangat pembangunan dalam membantu mewujudkan cita-cita bangsa dari berbagai bidang pendidikan, penelitian untuk kesejahteraan bangsa.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Super Continent GAIA atau yang sering disebut SCG merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh himpunan mahasiswa Teknik Geologi “GAIA”. Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus – 15 September 2019 ini meliputi Olimpade Geologi Nasional (OGENAS), GAIA Analysis Project (GAP), Seminar Nasional, GAIA Sport Competition dan Geonight.

Himpuanan mahasiswa Teknik Geologi “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta didirikan pada tanggal 18 September 1991 yang berselang 5 tahun setelah jurusan teknik geologi berdiri di IST AKPRIND Yogyakarta. Nama “GAIA” berasal dari bahasa yunani yang memilki arti “Dewa Bumi”.  Nama ini dipilih karena identik dengan geologi itu sendiri.

HMTG “GAIA” sendiri adalah sebagai wadah berhimpunnya mahasiswa dan mahasiswi Teknik Geologi IST AKPRIND Yogyakarta untuk berkreasi dan berprestasi. Korsa merah tua merupakan identik kekeluargaan HMTG “GAIA” dan “Satu Korsa Sampai Mati” menjadi motto penyemangat sekaligus pemersatu HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta.

Pada tahun 2019 SCG mengangkat tema “Geology Craft: Industrial Sector 4.0”. Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019 mengungkapkan, yang melatarbelakangi untuk menyusung tema ini karena zaman sudah modern, dimana hampir semua bidang sudah menggunakan teknologi dan ingin mengembangkan geologi agar bisa bersaing di era teknologi saat ini.

Bagas menambahkan, untuk tahun ini dengan tahun sebelumnya memiliki perbedaan dalam mengambil tema, pada tahun sebelumnya lebih mengambil ke sejarah geologi, sedangkan pada tahun 2019 ini lebih ke teknologi sehingga memiliki perbedaan yang signifikan.

“Adapun point penting dari acara ini merupakan rangkaian dari SCG yang sangat penting mengingat dalam banyak hal HMTG “GAIA” acara SCG ini adalah bentuk peringatan hari ulang tahun GAIA itu sendiri yang sekarang berumur yang ke 28 tahun. Jika Dikaitkan betapa pentingnya SCG memberikan peran yang sangat penting bagi acara ulang tahun GAIA,” ungkap Reksaldi selaku ketua HMTG GAIA.

Kegiatan awal SCG 2019 adalah OGENAS. Olimpiade Geologi Nasional (OGENAS) merupakan ajang olimpiade siswa SMA mengenai geologi. Waktu pelaksanan 29-01 September 2019. Di laksanakan di IST AKPRIND. “Geopreneur Economies” menjadi tema di tahun ini. Sejarah geologi Geopreneur Economies diterjemahkan secara harfiah, Geo berarti Bumi dalam bahasa yunani, Preneur berarti Mengambil dalam bahasa prancis, dan Economies sesuatu yang berhubungan dengan Keuntungan atau Kekayaan yang bersifat pemanfaatan.

Gerry Rizki selaku ketua OGENAS 2019 menyampaikan, OGENAS ini merupakan ajang perlombaan olimpiade siswa-siswi SMA/SMK yang bertemakan  kebumian. Untuk tahun 2019 mengangkat tema “Geopreneur Economies” agar memperluas anggapan masyarakat tentang ilmu geologi tidak hanya ilmu kebumian saja, tetapi dapat di maanfaatkan sumber dayanya, dan nilai ekonomisnya juga.

Persiapan OGENAS di awali dengan mengkonsepkan tema, makanisme acara, publikasinya dan untuk peserta sudah follow up dari peserta tahun lalu dan sudah menyebar ke media sosial SCG. Dalam kegiatan ini out put yang diharapkan jurusan geologi makin banyak diketahui publik, bukan hanya geografi saja tetapi geologi juga dan selain itu juga dapat memperkenalkan kampus IST AKPRIND ke masyarakat.

“Tujuan OGENAS untuk memperkenalkan jurusan geologi ke khalayak luas yang tidak lupa juga untuk memperkenalkan kampus. Untuk konsep acara OGENAS ini ada tes tertulis, peraga, dan juga ada cerdas cermat,” kata Gerry.

Tahapan dalam kegiatan pada hari pertama tanggal 29 Agustus dimulai dengan TM dan pembukaan SCG. hari kedua ada acara tes tertulis dan tes peraga, serta ada pembekalan untuk di lapangan besok hari nya. Pada tanggal 30 kegiatan full di lapangan, dimana para peserta mencari data untuk dipresentasikan pada hari selanjutnya. Pada tanggal 31 kegiatan terakhir adalah OGENAS project. Data yang diperoleh peserta  sebelumnya akan di olah dalam bentuk powerpoint dan di presentasikan dihadapan juri.

Acara kedua dari rangkaian SCG 2019 yaitu GAIA Analisis Project (GAP) akan dilaksanakan  pada tanggal 05-07 September 2019. GAP merupakan rangkaian acara ke dua dari HUT HMTG “GAIA” ke- 28. Dengan konsep acara terdapat dua jenis perlombaan, pertama olah data perusahaan dan paper & poster competition. GAP tahun ini mengangkat tema “Upaya Pengembangan Alterasi dan Mineralisasi Dalam Sektor Industri 4.0”.

Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019 mengatakan, pada acara kegiatan kedua ini GAIA Analisis Project untuk tahun 2019 memiliki konsep paper yang dipresentasikan dan dibuat poster. Untuk peserta dari kampus kampus lain dan salah satunya dari kampus IST AKPRIND itu sendiri. Tujuan dari GAP sendiri sesuai dengan tema lomba masing-masing yang di ambil, ada tema Geowisata, Geoperma, dan Geologi Teknik yang belum terlalu banyak  terekspos di khalayak luas.

“Untuk tahun ini GAP mengambil tema “Upaya Pengembangan Alterasi dan Mineralisasi Dalam Sektor Industri 4.0”. Dengan menyesuaikan perkembangan zaman, dimana sekarang yang paling di gembor-gemborkan di berbagai sektor perusahaan salah satunya perusahaan tambang dan mineral itu pengembangan upaya Alterasi Mineralisasi. Sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ungkap Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019.

Acara ketiga dari rangkaian SCG 2019 yaitu Seminar Nasional SCG 2019. Mengangkat tema “Aplikasi Teknologi Berbasis UAV Untuk Eksplorasi dan Eksploitasi Mineral”. Latar belakang tema yang diangkat untuk memberi pengetahuan tentang pengembangan sumber daya mineral dengan pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) karena sebelumnya eksplorasi dan eksploitasi dikembangkan lewat UAV sesuai dengan perkembangan teknologi. Sehingga bisa memberi pandangan bagi kalangan luas tentang pengembangan teknologi yang bisa dimanfaatkan dibidang geologi. Selain itu bisa digunakan dalam melakukan pencairan barang-barang tambang yang melimpah di Indonesia.”.

Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019 menyampaikan, untuk kegiatan seminar nanti akan membahas tentang UAV sejenis drone untuk pengembangan pemetaan lewat drone, jadi tidak seperti dahulu yang masih bersifat konvensional manual melainkan sudah modern.

Reksaldi selaku ketua HMTG GAIA menambahkan, persiapan dari setiap kegiatan jika dihitung itu sudah mencapai 60% karena seperti seminar dan GAP juga menyesuaikan dengan peserta yang akan datang.

Acara terakhir dari rangkaian SCG 2019 yaitu GEONIGHT yang merupakan acara terakhir dari rangkaian SCG 2019 dan salah satu acara yang dinanti-nantikan karena acara puncak perigatan HUT ke-28 HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta. Dimana dengan diadakannya acara ini diharapkan dapat menjadi wadah yang mampu mempererat keakraban antar mahasiswa-mahasiswi teknik IST AKPRIND Yogyakarta khususnya.

Tujuan dari acara ini adalah menumbuhkan semangat berkarya dalam nada, dan sebagai wadah silahturahim mahasiswa teknik. Peserta dalam acara ini adalah seluruh anggota HMTG “GAIA” IST AKPRIND Yogyakarta, Mahasiswa teknik IST AKPRIND dan tamu undangan baik alumni IKA AKPRIND maupun dari kampus lain. Tema pada acara geonight kali ini adalah “Back To Past To See The Future”.

Geonight puncak ulang tahun HMTG “GAIA” acaranya berbentuk hiburan menampilkan seperti full musik, akustik, dan menampilkan guest star juga. “Tema yang diangkat “Back To Past To See The Future” karena memiliki arti kembali ke masa lalu untuk melihat masa depan makna nya apa yang sudah ada di tahun lalu kemudian kita aplikatif ke tahun berikutnya,” kata Bagas.

Reksaldi mengatakan, untuk tema itu sendiri kita sedikit berkaca dari masa lalu dalam segala aspek yang kita lewati baik di himpunan, keluarga GAIA, maupun alumni-alumni HMTG “GAIA” kemudian sebagai bentuk pelajaran kita untuk melihat masa depan yang lebih baik lagi.

“Untuk GEONIGHT kali ini memiliki konsepnya itu kenapa mengambil yang berkaitan dengan masa lalu karena salah satu pointnya mengundang alumni dan salah satu bentuk dari panitia sendiri untuk lebih mendekatkan kami dengan para alumni dan teman-teman yang baru masuk sekarang, jadi untuk saling kenal dan menata HMTG “GAIA” dan SCG “GAIA” yang lebih baik lagi,” jelas Reksaldi.

Pada acara GEONIGHT tidak terlalu formal seperti kegiatan yang berkaitan dengan keilmuan saja tetapi sharing pengalaman senior juga sebagai bentuk kehangatan tersendiri bagi seluruh mahasiswa-mahasiswi tentang pengalaman selama di kampus dan juga pengalaman yang sudah dialami oleh senior-senior sebelumnya. Selain itu juga point penting rasa kekeluargaannya yang ingin di rangkul dengan adanya acara ulang tahun HMTG “GAIA” ini jadi segala bentuk elemen dari masyarakat HMTG “GAIA” dan mahasiswa  dan mahasiswi yang masih berkuliah tetap masih bisa berinteraksi.

“Pada saat acara juga ada humornya yang menggugah kembali kanangan masa lalu dan timbul canda tawa dari para alumni, ada penyampaian puisi, stand up comedy dari mahasiswa yang hadir pada acara GEONIGHT,” ungkap Reksaldi selaku ketua HMTG GAIA.

Rio Bagas Saputra selaku ketua SCG 2019 mengatakan, harapan dari setiap acara khususnya yang internal sendiri bisa mengakrabkan, mengeratkan, saling berinteraksi dan secara eksternal bisa meningkatkan popularitas serta memperkenalkan nama kampus.

“Secara umum untuk SCG kali ini memperkenalkan, sudut pandang geologi dalam kemasan lain seperti yang diangkat oleh OGENAS tujuan utamanya mengenalkan ke adik-adik SMA dalam bentuk Olimpiade, dari seminar nasionalnya untuk terus menggali ilmu-ilmu perbumian, GAP sama juga meningkaatkan jiwa analisis sebagai mahasiswa, dan geonight itu point utamanya untuk menjaga silahturahim antara alumni dan mahasiswa yang masih kuliah,” terang Reksaldi selaku ketua HMTG GAIA.

Gerry Rizki selaku ketua OGENAS 2019 mengungkapkan, harapan untuk panitia semoga setelah kita handel beberapa acara nantinya skil dan pengalaman organisasi kedepannya serta untuk para peserta rangkaian SCG tahun ini apa yang kami berikan bermanfaat untuk selanjutnya.

Penulis: Pianto Ramadhan

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan