Sharia Economic Fair: Prove Your Extraordinary And Let It Be Story

The truly Islamic economic which can help to solve economic problems in this country.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Sebagai sistem ekonomi yang digadangkan sebagai konsep terbaik dan menguntungkan serta perkembangan yang sedang mengalami peningkatan, ekonomi Syariah tidak bisa jika harus bersikap pasif terhadap isu masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dimana diera MEA ini akan membuka peluang aktivitas ekonomi antar negara yang bergabung. Sehingga nantinya pelaku ekonomi asing akan lebih mudah keluar masuk Indonesia. Dimana dalam hal ini ekonomi Islam perlu angkat bicara dalam memberikan andil dan kontribusi positif diera Masyarakat Ekonomi ASEAN. Ekonomi Syariah di tuntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam rangka menguatkan perekonomian domestik diera pasar bebas ASEAN 2015.

“SEF ini bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran mahasiswa Ekonomi Syariah bagaimana cara untuk mewujudkan acara tersebut dalam acara ini,” jelas Abd. Wahid selaku ketua panitia Sharia Economy Fair.

Sharia Economy Fair (SEF) merupakan agenda terbesar dari Himpunan Mahasiswa Progam Study  Ekonomi Syariah di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sudah berjalan selama 4 tahun. Di tahun 2018 ini mengangkat tema “Prove Your Extraordinary And Let It Be Story”.

Abd wahid mengatakan, SEF juga merupakan hasil pembuktian dari bakat-bakat yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswi Ekonomi Syariah, selain itu SEF juga sebagai wadah yang menampung bakal minat dikalangan yang bukan dikalangan mahasiswa-mahasiswi saja tetapi untuk pelajar bahkan umum. Dalam pelaksaan acara tiap tahunnya terus mengalami perkembangan baik dari perlombaan maupun kegiatan lainya.

Adapun kegiatan yang menjadi pembeda dari sebelumnya yaitu Donor darah dan Baksos ( Bakti Sosial ). Selain wadah untuk menyalurkan ajang bakat minat, tetapi juga sebagai penyaluran sosial dengan memberi hal-hal yang bernilai posistif kepada masyarakat.

Salah satu langkah yang ditempuh dalam event ini yaitu bagaimana 4 th Sharia Project dapat menggali potenti-potensi dalam pemikiran-pemikiran para Ekonom Syariah khususnya dalam merespon permasalaahn maupun kondisi perekonomian di Negeri ini. Dimana perkembangan perekonomian di masa mendatang  diharapkan Ekonomi Syariah tidak hanya dijadikan produk semata, melainkan menjadi the truly Islamic economic which can help to solve economic problems in this country.

Senin, 8 oktober 2018 lapangan poliklinik sudah tertata rapih dengan berderetnya kursi yang lurus tepat didepan panggung. Dekorasi pangung yang menarik dan terkesan klasik hasil dari buah tangan unik turut menyita perhatian sejumlah orang yang melewati area acara. Disayap kanan panggung  telah disediakan tempat seperti meja dan kursi untuk bazar yang akan dilaksnakan saat acara berlangsung. Pukul 06.30 panitia disambut dengan kondisi alam yang sangat mendukung. Dengan gagah dan rapih yang tak tertinggal anggunnya panitia yang mengenakan drescode Batik. Menunjukan ciri khas Negeri tercinta ini. sebelum acara berlangsung, panitia berkumpul untuk briefing terlebih dahulu demi kelancaran acara.

Mendekati detik-detik pembukaan acara, MC dan Panitia telah berjejer rapih. Dengan susunan yang diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Tujuan dari acara SEF ini untuk menjalankan progam kerja besar dari HMPS Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang mana untuk menyatukan silaturahmi,” kata Abd wahid selaku ketua panitia saat mengisi sambutan.

Kaprodi Progam Study Ekonomi Syariah juga turut hadir dalam pembukaan acara SEF 2018 dan memberi apresiasi kepada HMPS Ekonomi Syariah. Selanjutnya pemotongan pita sebagai simbolis pembuka acra oleh Dr. Sunaryati, SE., M. Si.  selaku Kaprodi Progam Studi Ekonomi Syariah.

Dalam acara ini diawali dengan perlombaan Akustik. Antusias peserta terlihat sangat jelas dengan drescode yang dikenakan, kekompakan antara pemain musik dan vokalis ditambah dengan teriakan sebagai dukungan yang diberikan oleh penonton terhadap peserta. Perlombaan ini dilaksanakan mulai pukul  10.00-12.00 WIB. selain akustik, stand bazar juga terisi penuh dengan berbagai macam makanan seperti telor gulung, sosis bakar dan teh tarik minuman yang membuat ketagihan.

Dihari yang sama juga diadakan perlombaan LCC. Yang mana peserta dalam perlombaan ini dari Siswa Sekolah Menengah Atas. Setelah melewati babak seleksi pada pukul 10.00-12.00 WIB peserta akan melanjutkan kebabak final yang dilaksanakan dipanggung utama pada pukul 13.30-14.30. Suasana ketegangan semakin memuncak saat memasuki babak rebutan.

Pengumuman perlombaan langsung diumumkan setelah juri selasai menghitung poin setiap kelompok. Juara satu jatuh pada siswa perwakilan SMA ALI MAKSUM. Kegembiraa terlihat jelas dari raut wajah peserta menjadi kegembiraan dan kepuasaan tersendiri. Persiaapn yang minim tak menjadi penghalang bagi mereka. “Rasanya deg-degan, persiapanya masih kurang banget,” ungkap salsa, salah satu pemenang LCC.

Seringnya keikutsertaan mereka (peserta) dalam perlombaan akan menjadikan mereka selalu siap dan matang dalam kondisi yang sifatnya memperlukan tindakan cepat. Selain itu,  sikap optimisme yang harus selalu hadir menjadi modal penting untuk mengikuti setiap kompetisi.

“Persiapan dari peserta sudah cukup baik, banyak pertanyaan yang bisa terjawab dengan tepat,” komentar dari Imaduddin, salah satu juri perlombaan LCC.  adanya perlombaan ini sebagai upaya untuk menarik Siswa SMA untuk mengenal lebih tentang Ekonomi Islam. Evaluasi pada panitia menjadi penutup kegiatan SEF dihari pertama.

Dihari kedua, Perlombaan Fashion Show. Perlombaan yang satu ini memerlukan waktu yang tidak sedikit. Peserta menampilkan ide kreatif mereka yang dituangkan dalam bentuk hiasan wajah, pakaian, dan attitude gerak tubuh. Selain itu beberapa pertanyaan dari juri juga menjadi cacatan dan penilaian penting untuk wawasan dan ilmu pengetahuan tiap peserta.

Saat seluruh peserta berada dipanggung utama, tempat pelaksanaa perlombaan  dikejutkan atas kehadiran Prof. Drs. K.H  Yudian Wahyudi, BA., BA., MA., Ph.D., selaku  Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau berkata singkat “Ini (Sharia Economic Fair) adalah bagian dari ibadah,”. Sebelum meninggalkan tempat perlombaaan pak Rektor melakukan foto bersama dengan peserta dan beberapa panitia.

Hasil keputusan juri akan peserta yang terbaik jatuh pada Sunjanita. Sunja mengaku merasa sangat senang dan dengan adanya acara ini menjadi motivasi tersendiri untuk jenjang kedepan sebagai modal awal untuk malakukan eksperimen yang lebih dikemudian hari dan dapat memberikan inspirasi kepada wanita-wanita.  Perlombaan Fashion Show ini sebagai acara terakhir dilokasi yang tertelak di depan Poli UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah evaluasi diakhiri dengan foto bersama di panggung utama.

Hari ketiga acara SEF dilaksanakan didua tempat yang berbeda yaitu Masjid dan Gedung Study Center. Kegiatan donor darah dan kaligrafi. Keseriusan nampak jelas dari tiap peserta kaligrafi. Dengan sangat berhati-hati mulai menggaris dan membuat desain pelengakap kaligrafi. Acara SEF selanjutnya akan dilanjutkan pada hari  sabtu, 13 oktober 2018 yakni kompetisi di bidang futsal. Pada tanggal 15 Oktober 2018 Sharia Economic Fair seminar ekonomi “Penguatan Ekonomi Desa Melalui BUMdes”.

Penulis: Mayli Izzatul

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan