Seminar Nasional Sharia Economic Fair 2018: Pengenalan dan Motivasi Dalam Pengembangan BUMDes Pada Mahasiswa-Mahasiswi

Mengimplementasikan peran guna mewujudkan kreativitas dan inovasi dalam sektor perekonomian berbasis desa, kali ini HMPS Ekonomi Syariah melanjutkan acara tahunan SEF 2018 sekaligus menjadi penutup serangkaian acara berupa Seminar Ekonomi dengan tema “Penguatan Ekonomi Desa Melalui BUMDes” yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin (15/10).


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – “Menjadi hebat itu bukan tentang bagaimana kamu membangun, tetapi tentang apa yang ingin kamu bangun,” kata Wayan Siti Wardatul Jannah, selaku Panitia Sharia Economic Fair 2018.

Selanjutnya, Wayan menjelaskan banyaknya mahasiswa-mahasiswi saat ini masih kurang tertarik untuk mengaplikasikan Dana Desa karena berpikiran bahwa desa itu kondratnya memang stagnan dan tidak memiliki mobilitas untuk berkembang lebih pesat, padahal harapan ke depannya desa dapat berkembang merata layaknya dinamisasi kota dengan mengoptimalisasikan Dana Desa. Hal ini yang menjadi alasan akan penggambilan tema seminar.

Sejak pagi, tepat pukul 09.10  Dr. H Shofiyullah MZ, S.Ag memberi semangat kepada mahasiswa- mahasiswi yang antusias hadir pada Seminar Ekonomi dengan sambutannya yang penuh motivasi bagi generasi muda. Awal acara peserta seminar disambut dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh Mahasiswa Fakultas Tarbiyah yang menarik perhatian peserta. Tentu suasana yang semula meriah berubah menjadi hening saat Ika Yulanti S.E selaku moderator membacakan profil  ketiga pembicara hebat yang akan mengisi seminar.

Penyampaian materi pertama diisi oleh Drs. H.A Hafidz Asrom, MM sebagai anggota DPD RI yang menjelaskan adanya pembangunan dari Desa menuju ke Pusat karena dana APBN memang berasal dari Daerah. Tidak dapat dipungkiri bahwa BUMN dapat sukses dengan adanya dana dari Daerah karena Kepala Daerah merupakan pusat perjuangan terdepan dalam sistem pembangunan. Satu hal yang harus menjadi fokus ialah bagaimana mengelola  Dana Desa guna meningkatkan sektor perekonomian serta perkembangan SDM.  Hal utama yang harus ditekankan adalah dengan meningkatkan daya saing sebagai penguat sektor Desa secara merata karena dengan adanya administrasi yang baik akan mengantarkan pada kesejahteraan masyarakat.

Pembahasan diskusi semakin menarik saat pembicara kedua Muh. Rudi Nugroho, S.E.,Sc memulai diskusi dengan materi “Mewujudkan Kemandirian Desa sebagai Simpul Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia”. Dengan melihat efektifitas Dana Desa yang setiap tahunnya naik namun angka ketimpangan tetap meningkat sehingga trend kemiskinan pun hanya turun sedikit. Artinya Dana Desa tidak memberikan efek signifikan, sehingga perlu adanya evaluasi dalam bentuk pengawasan, membuat mapping dan klaster. Setiap desa dibuat spesialisasi dengan pembuatan mapping yang baik agar BUMDes dapat diaplikasikan dengan baik.

Wahyudi Anggorohadi, S.farm, Apt penggelola BUMDes Punggung Lestari  yang menjadi pembicara terakhir menjelaskan, kapasitas politik sangat berpengaruh akan kepemimpinan. Selain berprofesi  sebagai Apoteker Wahyudi juga menjabat sebagai lurah. Dalam kepemimpinannya Wahyudi banyak meraih penghargaan, salah satunya yaitu menjadi profil desa yang bersih transparan dari korupsi. Program yang telah berjalan dan memberikan banyak perubahan adalah Program Pemberdayaan Bidang Pendidikan salah satunya ialah Progam Satu Rumah Satu Sarjana. Segala prestasi tersebut tentu didapat dari kapasitas politik yang baik dan sehat.

Sharia Economic Fair: Prove Your Extraordinary And Let It Be Story

Seminar ini dihadiri lebih dari 150 peserta yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta beberapa mahasiswa-mahasiswi yang berasal dari Fakultas Tarbiyah dan mahasiswa umum. Seminar ini berjalan dengan lancar, terlebih adanya keaktifan para peserta yang membuat diskusi menjadi semakin hangat.

“Tema ini  penting sekali untuk mahasiswa, karena kasus yang sering terjadi mahasiswa setelah lulus  dan mendapatkan  gelar sarjana ingin bekerja di luar kota tanpa mau kembali untuk membangun desanya.  Sedikit sekali mahasiswa yang berinisiatif untuk berkarya membangun desanya sendiri,” tutur Wayan Siti Wardatul.

Selanjutnya Wayan menjelaskan, mengenai mindset kebanyakan orang bahwa sumber penghasilan utama berasal dari kota. Padahal desa juga banyak sekali yang dapat dibangun seperti koperasi desa serta menggali potensi desa yang dapat dikembangkan terutama bagi mahasiswa ekonomi. Berpikir untuk bekerja setiap orang bisa namun memiliki pemikiran untuk berinovasi membangun sesuatu memang langka.

Adapun tujuan dari seminar ini guna memberi pemahaman kepada mahasiswa akan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan Desa yang disediakan oleh pemerintah. Dana Desa digunakan untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan kesejahterahan serta membuka wawasan pada masyarakat akan pentingnya kemajuan.

“Materi yang disampaikan sangat penting untuk diketahui oleh mahasiswa-mahasiswi era sekarang, untuk bisa berkontribusi dalam membangun desanya sendiri. Merantau di luar kota digunakan untuk mencari ilmu lalu kembali ke desa untuk mengamalkan ilmunya,” Ujar Muhammad Gilang Maulana, salah satu peserta seminar.

Lebih lanjut Gilang mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat berkaitan dengan ekonomi yang tidak sekadar ilmu mata kuliah. Ekonomi harus mencangkup lingkup mikro seperti mengimplementasikan badan usaha kecil hingga menengah yang sukses dikembangkan oleh ilmu ekonomi.

Seminar Ekonomi ini berjalan dengan lancar dan berhasil membuat mahasiwa-mahasiswi semakin melek akan pentingnya peran mereka dalam pembangunan. Saat ini Pemerintah telah memberikan fasilitas untuk mempermudah peran pemuda guna membangun peradaban bangsa.

Acara seminar berlangsung meriah. Pada penghujung acara diisi dengan pembagian hadiah pemenang dari beberapa perlombaan diantaranya:

Pemenang lomba Kaligrafi Sharia Economic Fair 2018

 

 

futsal, akustik dan kaligrafi. Sukse

Pemenang lomba futsal SEF Sharia Economic Fair 2018
Pemenang lomba akustik Sharia Economic Fair 2018

Sharia Economic Fair 2018 tentu diharapkan dapat memberi manfaat bagi generasi muda untuk mengoptimalisasikan perannya membangun bangsa lebih maju dari desa hingga perkotaan.

Penulis: Mayli Izzatul

Editor:  Wiwin Winarni

Tinggalkan Balasan