Seminar Akuntansi Syariah Menjadi Pembuka Syariah Accounting Fair 2018

“Akutansi Syariah harus diterapkan supaya tidak banyak yang senggsara, dan Akutansi Syariah juga sangat manusiawi banget tidak seperti konvensional yang menganut riba, sedangkan Akutansi Syariah menggunakan sistem bagi hasil. Kalo dapat sedikit ya sedikit, kalo banyak ya banyak, jadi adil,” kata Feni salah satu panitia seminar SAF 2018.


YOGYAKARTA,  MATAMEDIA-RI.com – Akuntansi Syariah adalah satu ilmu yang terus berkembang sampai saat ini terutama di Negeri Indonesia. Dengan banyaknya perusahaan yang membuka dengan menggunakan kata syariah sebagai unggulanya. Mengingat sebagian besar warga Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Dan akhir-akhir ini juga sudah banyak orang yang menyadari akan keuntungan yang ada dalam syariah.

Namun berbeda halnya dengan remaja yang masih belum terlalu mengetahui apa itu akuntansi syariah, bagaimana sistem kerja dan peluang yang didapatkan. Sebagian dari mereka hanya mengetahui akuntansi konversional. Maka dari itu Himpunan Mahasiswa Progam Studi Akutansi Syariah Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Sunan Kali Jaga mengadakan kegiatan Olimpiade Akuntansi Tingakat SMA/SMK sederajat seluruh Provinsi di Jawa serta berbagai lomba lainya.

Terlahir sebagai prodi termuda di UIN Sunan Kali Jaga, tentunya tak kalah unggulnya dengan progam studi lainya. Dengan diadaknya kegiatan SAF merupakan bukti sekaligus menjadi program unggulan dalam Program Studi Akuntansi Syariah. Sebagai salah satu proses untuk mengembangkan pengetahuan, menampung minat dan bakat.

Dengan tujuan memperkenalkan kepada pelajar bahwa Akuntansi Syariah bukan hanya masalah mengitung, mengetahui debit dan kredit semata tetapi juga menegatahui bagaimana cara islam dalam mengajarkan ilmu tersebut. Dalam Akuntansi Syariah juga menanamkan karakter islam yang jujur, adil dan tentunya tidak menggunakan unsur Riba dan cangkupan tetang Akuntansi Syariah yang lebih luas.

Mengingat perkembangan Ekonomi Islam yang kian terus berkembang, kegiatan ini sangat menarik karena dalam pembukaanya saja dengan Seminar Akuntansi ditambah lagi pembicara yang memiliki cakrawala yang luas dalam Akutansi Syariah membuat antusiasme mahasiswa-mahasiswi Bidang Studi Akuntansi Syariah. Tepat pukul 08.00 mahasiwa mulai berdatangan dengan mengisi lembaran kertas diatas meja yang telah disediakan oleh panitia. Selain itu juga telah disediakan note dan pena yang akan memudahkan mahasiwa untuk mencatatat hal-hal penting dari pembicara seminar Prof. Mahfud Sholihin, M.Acc Ph.D., Ak., CA.

Prof. Mahfud Sholihin, M.Acc Ph.D., Ak., CA. menjadi pembicara di seminar Akuntansi Syariah yang merupakan acara pembuka Syariah Accounting Fair 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Adanya seminar ini menguntungkan sekali, karena memang awalnya ngga tau apa itu akuntasi syariah karena kan sebelumnya cuma tau akuntansi yang konvesnional, jadi ya seminar ini cocok banget buat nambah pengetahuan, dan harapanya ya kedepanyan makin tau terus buat kerja gampang,” ujar Nurul salah satu mahasiswa baru Progam Study Akuntansi Syariah.

Suasana yang terkesan santai tapi serius membuat mahasiswa fokus dan menikmati seminar. Ditambah lagi beberapa mahasiwa yang mengajukan pertanyaan, membuat tambahan ilmu bagi mereka. Peserta dalam seminar ini bukan hanya mahasiswa Prodi Studi Akutansi Syariah tapi juga Ormawa seperti DEMA, SEMA, dan LKMF dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

“Harapannya supaya  akutansi lebih solid, lebih tau apa itu akutansi syariah apa fungsinya dan lebih mengikuti zaman,” kata Feni salah satu panitia seminar SAF 2018.

Mengingat saat ini peluang akan sistam Syariah terus berkembang dan  Akuntansi Syariah di Indonesia, bukan hanya bank tapi juga perumahan, hotel dan masih banyak lainya yang mulai menggunakan sistem syariah. “Akutansi Syariah harus diterapkan supaya tidak banyak yang senggsara, dan akuntansi Syariah juga sangat manusiawi banget tidak seperti konvensional yang menganut riba, sedangkan akuntansi Syariah menggunakan sistem bagi hasil. Kalo dapat sedikit ya sedikit, kalo banyak ya banyak, jadi adil,” Lanjut Feni.

Dipenghujung acara moderator mengulang kembali point penting yang telah disampaikan oleh pembicara dan menambahkan beberapa kalimat yang bertujuan untuk memotivasi mahasiwa agar tidak putus semangat dalam berproses terutama meningkatkan potensi akademik. Karena pada tahap yang selanjutnya, IP bukan hanya menjadi syarat dalam bersaing di dalam dunia kerja, tapi juga Soft Skill yang menjadi nilai utama. Setelah beberapa pengumuman kemudian acara diakhiri dengan berfoto bersama.

“Diharap semua mahasiswa-mahasiswi Akuntansi Syariah dapat turut serta memeriahkan kegiatan SAF ini pada tanggal 1-2 Oktober nanti ada olimpiade akuntasi SMA/SMK Sederajat, lomba untuk mahasiswa umum seperti catur, pidato inggris dan arab, nasyid, dan juga scientific paper of accounting untuk mahasiswa-mahasiswi UIN SUKA Yogyakarta, dan yang terakhir ada bazar tentunya untuk para pengusaha-pengusaha muda .” ujar Ibnu Rangga Kurniawan selaku Ketua Panitia Acara SAF 2018.

 

Penulis: Mayli Izzatul

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan