Sayangi Bumi dan Cintai Lingkungan Alam

MATAMEDIA- RI.com – Di penghujung tahun 2016 ada beberapa kegiatan terkait menyentuh lingkungan alam Yogyakarta, seperti Aksi Hijau yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang digandeng oleh OPPO dan CNN Indonesia, dan penanaman 250 pohon di kawasan wisata Borobudur oleh Balai Konservasi Borobudur.

Pemanasan global telah menjadi masalah yang serius sejak tahun 2006. Walaupun sudah menjadi perbincangan di berbagai belahan dunia, pemanasan global harus menjadi perhatian yang intens bagi seluruh masyarakat. Manusia memang menjadi bagian dari kondisi ini. Dari kegiatan yang sering dianggap sepele hingga kegiatan perindustrian yang mengeluarkan polusi yang pada akhirnya merusak atmosfer dan meningkatkan suhu di bumi.

Kegiatan sehari-hari yang sesungguhnya memberi andil dalam perubahan iklim ini antara lain penggunaan listrik yang berlebihan, penggunana pendingain ruangan (AC), penggunanan gas CFC pada kulkas, semakin berkurangnya pohon-pohon penghasil oksigen dan rusaknya ekosistem hutan akibat limbah-limbah industri yang tidak memperhatikan lingkungan.

Permasalah serius yang dialami bumi kita bukan menjadi tanggung jawab pemerintah, maupun aktivis  lingkungan saja. Namun kita semua sebagai penduduk bumi memiliki kewajiban untuk menjaga dan berusaha mengendalikan pemanasan global ini. Atau jika tidak bumi akan segera mengancam kehidupan kita. Bagaimana jika petani tidak dapat menghasilkan tanaman sumber makanan kita karena gagal panen oleh sebab perubahan iklim? Bagaimana jika anak cucu kita tidak lagi mengenal fauna sebanyak saat ini yang kita kenal karena telah punah?

Isu pemanasan global telah tergaung sejak 24 Mei 2006 saat Al Gore merilis film dokumenternya yang berjudul “An Inconvenient Truth.” Terlepas benar atau tidaknya isu tersebut karena beberapa ilmuwan ada yang tidak sepakat akan adanya global warming seperti yang ada pada film “An Inconvenient Truth” kita memang harus menyayangi bumi dengan cara merawat dan menjaga alam bumi agar bisa di wariskan dengan layak ke anak dan cucu.

Maka, aksi untuk menjaga bumi sangat dibutuhkan. Seperti kegiatan aksi hijau yang diselenggarakan oleh OPPO dan CNN Indonesia. Kegiatan yang bertajuk “Aksi Hijau” ini digelar di beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung, dan Malang. Selain seminar OPPO dan CNN Indonesia juga menyelenggarakan beberapa kontes seperti menulis tentang permasalahan kota, membuat video aksi hijau, dan selfie kontes.

Kemudian OPPO juga telah melaksanakan penanaman pohon, di Yogyakarta penanaman pohon di bantaran sungai wilayah bekas penambangan pasir. Aksi hijau OPPO dan CNN Indonesia ini juga menggaet beberapa komunitas dan organisasi di Yogyakarta seperti Komunitas Peduli Sungai Progo dan Himpunan Mahasiswa.

OPPO Campus Club bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Aksi Hijau. Kegiatan tersebut terdiri dari serangkaian acara yaitu seminar nasional yang diselenggarakan pada hari Jumat 16 Desember 2016. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman 1000 pohon di Kali Progo. Seminar nasional yang diselenggarakan di Convention Hall (CH) UIN Suka tersebut mengangkat tema Green Movement Through Digital Journalism. Dalam seminar tersebut hadir pembicara-pembicara ternama yaitu Aryo Meidianto (Media Engangement OPPO Indonesia), Fajrian (Head of Multimedia CNN Indonesia), Disma Rasty (Putri Indonesia Jawa tengah 2016), dan Fanbul Prabowo (Head of Engangement Hipwee).

Kegiatan bertajuk Green Movement through Digital Journalism ini mengulas tentang bagaimana perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung program aksi hijau. Seperti mengunggah informasi yang bermanfaat di sosial media, kemudian tips-tips membuat video yang efefktif untuk di unggah ke sosial media.

Sebelum mengunggah foto maupun video, sebaiknya pastikan dahulu apa fungsinya, tujuan kita upload, dan riset kecil-kecilan, begitu ungkap Kak Fajrian. Riset ini dapat berupa mencari referensi, mapping dan jalan-jalan untuk sekedar mengetahui kondisi sekitar yang ada. Sehingga apa yang kita unggah menjadi lebih menarik dan membawa manfaat yang lebih besar untuk alam lingkungan.

Kemudian, Balai Konservasi Borobudur juga menyelenggarakan penanaman 250 pohon di kawasan wisata Borobudur sebagai upaya untuk menjaga kelestarian Candi Borobudur dan kawasan sekitarnya. Penanaman pohon-pohon langka ini merupakan rangkain acara Borobudur Fair untuk memperingati 25th Borobudur sebagai warisan budaya dunia.

Selain “Borobudur Go Green” rangkaian kegiatan dalam Borobudur Fair sebagai puncak peringatan 25 Tahun Candi Borobudur Sebagai Warisan Dunia antara lain “Borobudur Menginspirasi Seni” yang diikuti oleh puluhan seniman (pelukis dan sketcher) yang akan melukis atau menstketch dengan obyek Candi Borobudur; “Relief dan Pemandu” fasilitasi belajar relief untuk pemandu non HPI yang berkeinginan untuk lebih mendalami tentang relief Candi Borobudur; “Pameran dan Bazar Produk Desa Wisata di Sekitar Candi Borobudur” yang menampilkan potensi, profil, dan produk desa wisata di sekitar Candi Borobudur.

Produk dan potensi desa wisata ditawarkan kepada wisatawan agar kunjungan tidak hanya terkonsentrasi di Candi Borobudur saja; selain itu juga dilaksanakan “Parade Seni dari Kelompok Kesenian Sekitar Candi Borobudur” yang akan diselenggarakan dari tanggal 13 – 16 November 2016 dengan lokasi di depan maingate Taman Wisata Candi Borobudur.
Borobudur Fair digelar selain bertujuan untuk memperingati 25 Tahun Candi Borobudur sebagai Warisan Dunia, juga untuk memberikan sarana kepada komunitas pecinta seni, komunitas desa wisata dan pengrajin di sekitar Borobudur untuk berekspresi dan berkreasi serta untuk mendorong upaya untuk memajukan kawasan sekitar Borobudur serta menyebarkan pengunjung sebagai salah satu upaya pelestarian Candi Borobudur. (kebudayaa.kemendikbud.go.id)

Semoga kegiatan bertajuk menjaga bumi semakin digalakkan oleh punduduk bumi agar kelestarian tetap terjaga dan membawa kenyamanan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup didalamnya.

Penulis: Denia Astiwi

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan