Perjalanan dan Perjuangan Peserta Menuju NCC 2018 Kopma UNY

Kopma Bumi Siliwangi UPI dan Kopma UM menjadi bagian hangat dari National Cooperative Concourse 2018 Kopma UNY. Kehadiran meraka memberikan lebih banyak semangat dan memperkuat nafas silaturahmi antar Koperasi Mahasiswa untuk tetap saling mempererat.


MATAMEDIA-RI.com – Dalam perjalanan menuju tempat yang ingin dituju pasti akan meninggalkan suatu kesan dan pesan dan sesuatu yang sering disebut sebuah makna. Perjalanan setiap manusia didunia selalu mempunyai nilai rasa, meskipun dengan sangat sederhana, suatu hal pasti akan mempunyai makna. Manusia yang dilahirkan ke dunia tanpa mempunyai makna, tanpa menjadi sesuatu yang bermakna, ataupun tanpa melakukan sesuatu untuk orang lain mengukir makna selama hidupnya tentulah sia-sia. Makna selalu akan bermakna baik bagi orang yang melakukan perjalanan maupun orang yang membaca sebuah makna dari orang yang melakukan sebuah perjalanan.

Dalam setiap perjalanan sudah tentu didalamnya ada perjuangan diantara kaki yang melangkah, baik dalam keadaan teguh maupun dalam keadaan lelah, susah maupun dalam keadaan gigih.

Dari sebuah perjalanan lahirlah perjuangan, berhadapan langsung dengan tantangan lalu melalui tentangan. Tantangan yang dilalui pun kemudian berubah menjadi kesan dan pesan, yang kemudian menjadi makna, lalu bermakna, dari sebuah perjalanan yang terkandung nilai perjuangan.

National Cooperative Concourse 2018 (NCC 2018) Kopma UNY sukses memberikan kesan dan makna kepada peserta, baik bagi peraih juara maupun seluruh peserta yang bersilahtuhrami dengan sesama anggota Kopma. Cerita dari peserta Kopma Bumi Siliwangi UPI dan Kopma UM kepada MATAMEDIA-RI.com dituturkan dengan penuh ceria karena berkesan dan mempunyai makna tersendiri bagi mereka. Dari mulai perjuangan untuk menjadi delegasi Kopma, sampai sebuah perjalanan ke Jogja menuju NCC 2018 Kopma UNY.

Seperti biasa bidang PSDA Kopma Bumi Siliwangi UPI mengadakan seleksi untuk mencari delegasi yang akan diberangkatkan untuk mengikuti NCC 2018 Kopma UNY, waktu itu bertepatan saat hari rabu seleksi dilakukan. Ketika membaca informasi bahwa PSDA akan mengadakan seleksi Siti Sri Rahayu sangat tertarik sekali dan mendaftarkan diri paling pertama, namun, pada kenyataannya tidak selurus niatnya untuk mengikuti seleksi. Ada tugas akuntasi yang harus ia kerjakan pada hari rabu tersebut dan bertepatan dengan seleksi untuk delegasi. Siti mengurungkan niat untuk mengikuti seleksi tersebut sehingga ia menghubungi PSDA bahwa tidak akan jadi mengikutinya.

Selesailah Siti mengerjakan tugas akuntansi setelah itu ia membuka instagram dan mendapat DM (Direct Message) dari salah satu pengurus untuk datang ke Kopma Bumi Siliwangi UPI dan mengikuti seleksi, karena hal itu pergilah ia ke kopma di saat yang lainnya sudah selesai mengerjakan soal seleksi dan sudah tidak ada peserta. Siti mengikuti tes itu sendirian dan tanpa persiapan apapun, ia tidak berharap lebih. “Namun takdir Allah berkata lain. Pada hari jumat saya mendapatkan pesan dari bidang PSDA bahwa saya lolos seleksi dan akan didelegasikan,” ungkap Siti yang sedang menempuh pendidikan jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia.

Setelah menerima pengumuman tersebut Siti beserta tim melakukan pertemuan pertama untuk menjalin kerjasama yang baik, serta belajar bersama disela-sela kesibukan kuliah dan berorganisasi. Pada saat itu 03 Mei 2018 Siti beserta tim akan berangkat ke Yogya saat menjelang sore, dari ke tim hanya Siti yang bukan anak kos sehingga membutuhkan banyak waktu untuk persiapan. “Saat hari itu juga bertepatan dengan dilaksanakannya program kerja departemen saya, jadi saya harus membagi waktu antara keduanya. Dan kedua hal tersebut melelahkan namun menyenangkan,” tutur Siti .

Akhirnya sore pun tiba, Siti Sri Rahayu, Mayang Kencana, dan Liani Asmarani Fitri pergi ke stasiun dan tanpa di sangka dijalan sedang macet, mereka bertiga sudah khawatir akan ketinggalan kereta namun nyatanya mereka sampai tepat waktu. Tiba di Yogya saat dini hari, mereka langsung dijemput oleh panitia dan diantarkan ke kosan LO tim mereka. “Kami beristirahat sebentar disana dan saat siangnya kami pergi ke kosan teman kami untuk silahturahmi” cerita Siti yang baru menempuh semester 4.

Siti Sri Rahayu, Mayang Kecana, dan Liani Asmarani Fitri peserta dari delegasi Kopma Bumi Siliwangi UPI yang di ketuai oleh Siti Rahayu mengungkapkan perasaan tegang mereka pertama melihat peserta NCC 2018 yang memenuhi ballroom Hotel UNY, tetapi setelah menjalani tiap sesi dari hari pertama menjadi seru, penuh antusias, menambah pengalaman dan wawasan, dan menambah teman-teman sesama anggota dari tiap kopma dari berbagai Universitas. Setelah babak penyisihan mereka mengatakan soal yang diberikan oleh panitia sangat mantap.

“Panitia NCC 2018 sudah sangat baik ke pesertanya, mengayomi dan mendampingi dan penuh perhatian dari sebelum kita ke Jogja udah kabar-kabaran, setelah ke Jogja makin dekat makin kenal kami juga,” tutur Siti Rahayu yang juga tergabung dalam staf Bidang Humas Kopma Bumi Siliwangi UPI

“Kami berusaha semaksimal mungkin dengan berbekal apa yang sudah kami pelajari, dan kami lolos sampai tahap 10 besar. Kedepannya kami akan selalu ke arah lebih baik lagi untuk terus berjuang demi Kopma Bumi Siliwangi UPI,” ungkap Siti Sri Rahayu.

Siti Sri Rahayu, Mayang Kencana, dan Liani Asmarani Fitri

National Cooperative Concourse 2018 KOPMA UNY

Lain hal yang sudah dijalani oleh perwakilan dari Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Malang (Kopma UM), sejak awal keberangkatan dari Malang menuju Jogja sudah penuh perjuangan. Dari mulai mengikuti seleksi yang ketat dari pengurus Kopma UM sampai lika-liku perjalanan ke Jogja menuju NCC 2018 Kopma UNY.

Keberangkatan menjadi delegasi yang diwakili oleh tiga mahasiswi akan diantarkan ke stasiun dan hampir ketinggalan kereta karena yang bertugas mengantar ke stasiun telat bangun. Tak sampai disitu, uang untuk akomodasi selama di jogja ketinggalan sehingga harus balik lagi ke Kopma UM untuk mengambil. Nasib baik masih berpihak kepada mereka, kereta belum berangkat meninggalkan mereka. Sesampai di Surabaya mereka singgah di mushola stasiun Wonokromo. Tapi karena mungkin satpam dari pihak stasiun memang ingin mushola hanya sebagai tempat sholat meskipun mushola dalam keadaan sepi “diusirlah” mereka bertiga.

Setelah tidak boleh singgah di mushola kelilinglah mereka dipasar Wonokromo untuk mengisi perut kemudian balik lagi ke stasiun, malah salah masuk ruangan ketika hendak menukarkan tiket dan lagi-lagi kena teguran dari pihak stasiun Wonokromo. Perjalanan ini merupakan perjalanan mereka bertiga untuk pertama kali dan tanpa pendamping untuk membuat mereka bertiga mandiri.

Vina Nur Machabbatulillah, Giarti Ningsih, dan Devi Aprilia Ratnasari tetap antusias mengikuti NCC 2018 Kopma UNY. Salah satu dari mereka menuturkan, perjalanan  mereka capek tapi penuh dengan makna. Salah satu dari mereka menarik sebuah makna bahwasanya cobaan yang mereka lewati adalah pembelajaran yang harus mereka ikuti. “namanya juga perjuangan untuk menuju kesuksesan dan semoga kami bisa masuk semifinal” kata Devi Aprilia Ratnasari.

Vina Nur Machabbatulillah selaku ketua dari perwakilan tim Kopma UM yang mengikuti NCC 2018 Kopma UNY mengungkapkan, pertama kali mengikuti lomba perkoperasian merasakan atmosfer yang sangat berbeda dari mulai awal rangkaian kegiatan yang ketemu banyak orang, beradaptasi sama teman-teman baru se-Kopma sampai memasuki babak penyisihan.

Vina Nur Machabbatulillah, Giarti Ningsih, dan Devi Aprilia Ratnasari

“Kesanku penuh perjuangan sekali dari Malang ke Jogja bawa tanggung Jawab dan sudah diamanahi dari Kopma UM untuk mengikuti NCC dan kami sudah berusaha keras dan alhamdulillah masuk 10 besar,” kata Vina yang baru memasuki semester dua program studi manajemen Universitas Negeri Malang.

“Kesan saya NCC 2018 Kopma UNY bagus karena dapat meningkatkan kekeluargaan Kopma se-Indonesia, terus juga bisa meningkatkan kerjasama antar tim, menambah pengetahuan mengenai perkoperasian pada khususnya dan seminar nasional jadi kita mengetahui bagaimana cara berwirausaha dengan menarik investor, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan berwirausaha,” tambah Giarti Ningsih yang mengambil jurusan nanajeman di Universitas Negeri Malang dan meraih ranking 1 pada NCC 2018 Kopma UNY.

Kedua cerita tersebut nyata, yang dijalani oleh mereka dengan cita, entah bagaimana bertumbuh kecintaan mereka terhadap Kopma. Jelas bangsa kita berangkat menuju mardeka berawal dari sebuah organisasi, berangkat sepenuh hati untuk meraih mimpi yakni mardeka sebagai sebuah bangsa dan negara. Seperti yang dikatakan pengusaha sukses Oprah Winfrey, petualangan terbesar dalam hidup Anda adalah perjuangan meraih mimpi.

Dalam setiap perjalanan mereka sudah tentu didalamnya ada perjuangan mereka diantara kaki-kaki yang melangkah. Mereka berangkat dengan murni dengan cita demi Kopma yang dicinta yang sudah bagian dari cita-cita mereka. Perjuangan mereka tak perlu diukur oleh peringkat. Bung Hatta bapak Koperasi Republik Indonesia pernah berkata pada suatu masa, “Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenal namanya, tetapi semata-mata membela cita-cita.”

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

One Comment on “Perjalanan dan Perjuangan Peserta Menuju NCC 2018 Kopma UNY”

Tinggalkan Balasan