PARADE FILM MMTC #5: Manunggal Kawulaning Sinema

“Parade FILM MMTC ini adalah program kerja Forum Film MMTC sendiri, acara terbesar dari FFM sekaligus mendukung perfilman Indonesia untuk memajukannya karena dewasa ini peminat film arlernatif semakin banyak dan kita mencoba untuk membukakan dan menjadikan ini sebagai wadah untuk mereka bisa bertemu dengan audince mereka,” terang Puspita Arum Dyah Retnani, Ketua Forum FILM MMTC.


MATAMEDIA-RI.com – Parade Film MMTC (PARFIM), Festival Film di Indonesia merupakan  kegiatan pemutaran film serta diskusi bersama sineas yang dilaksanakan di auditorium STMM MMTC Yogyakarta dan dilangsungkan selama 3 hari pada bulan Mei 2018.

Kegiatan ini sebagai wadah apresiasi bagi para filmmaker dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa dan umum. Dan juga menjadi media silaturahmi komunitas pecinta film di Yogyakarta maupun Indonesia.

PARFIM  Parade Film MMTC #5 mengusung tema besar “Lokalitas” yang dalam sastra memiliki arti bukanlah sekadar ruang, tempat, atau wilayah geografi yang dibatasi atau berbatasan dengan wilayah lain yang secara fisikal dapat diukur, tetapi harus dimaknai dalam ranah budaya. Dengan harapan Parade Film MMTC mampu menjembatani ideologi yang direpresentasikan melalui perfilman mengenai dinamika kultural yang mengungkapkan dan menyimpan nilai-nilai tentang manusia dalam kehidupan berbudaya.

Tema dalam acara ini adalah Lokalitas dengan mengangkat simbol “Manunggal Kawulaning Sinema” yang berarti “Bersatu Bersama Sinema” dimana para sineas film bisa berkumpul, bertemu dan bersatu dikegiatan ini.

Di PARFIM #5 imajinasi penikmat film menjadi sebuah penentu proses pemaknaannya yang akan terus menggelinding, membengkak, dan memancarkan banyak hal yang dapat dicantelkan dengan realitas masa lalu, masa kini, atau masa depan yang mungkin bakal terjadi. Sehingga di Parade Film MMTC #5 ini Forum Film MMTC mempertemukan karya mereka kepada penonton untuk diapresiasi.

Ada tiga yang menjadi dasar penyelenggaraan PARFIM #5; Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman, dan merupakan Program Kerja Forum Film MMTC Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta periode 2017/2018.

Forum Film MMTC berfungsi sebagai portal perfilman Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta yang dalam kegiatannya selalu berpedoman pada tiga aspek, aspek studi, eksibisi, dan produksi. Forum Film MMTC tidak sekedar mengetahui segala bentuk kegiatan perfilman di STMM MMTC Yogyakarta karena minimal harus melaksanakan dan bertanggung jawab atas perkembangan perfilman di STMM MMTC Yogyakarta.

Ada lima tujuan Pareda Film MMTC:

  1. Berkembangnya keterampilan dan pengetahuan mahasiswa MMTC dalam bidang perfilman.
  2. Kecintaan seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta di bidang perfilman menjadi semakin maju dan berkualitas.
  3. Terakomodirnya kecintaan para mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta di bidang perfilman.
  4. Terlaksananya segala bentuk kegiatan perfilman di STMM MMTC Yogyakarta secara rutin. Seperti memberikan refrensi, penyebaran film karya, dan membantu proses penciptaan karya film mahasiswa STMM MMTC Yogyakarta, baik secara langsung maupun bekerjasama dengan UKM lainnya.
  5. Terciptannya ikatan yang kuat dan penuh rasa persaudaraan baik antara seluruh civitas academica maupun alumni STMM MMTC Yogyakarta pecinta film.

Lima Rangkaian Kegiatan Dalam Pareda Film MMTC #5

SUBMISSION dimulai sejak jauh hari pada tanggal 26 FEBRUARI – 10 APRIL. Penjaringan Film yang akan melalui proses kurasi oleh Tim Kurator dan akan diputar pada saat Main Event PARFIM #5 di Auditorium STMM “MMTC” Yogyakarta. Ada tiga katagori sebagai syarat untuk mengikuti  Pareda Film MMTC #5, fiction, documentary, dan animation.

ROADSHOW di mulai pada 16 Februari – 28 Februari. Forum Film MMTC melakukan kunjungan ke SMK BOPKRI 1 SMAN 4 Yogyakarta, SMA Budya Wacana untuk melakukan pemutaran film (screening) dan diskusi bersama filmmaker yang karya sudah diakui kancah dunia perfilman alternatif. Roro Jongrang 12 Abad Kemudian karya Riza Pahlevi mahasiswa STMM MMTC menjadi salah satu film superstar yang di screening dan didiskusikan.

PRA-PARFIM 1 Mei – 9 Mei kunjungan berbagai universitas ternama di Yogyakarta sebagai bentuk silaturahmi komunitas pecinta film dengan melakukan pemutaran film (screening) dan diskusi bersama filmmaker. Amikom, ISI dan Akindo tiga kampus yang terpilih menjadi tempat kunjungan Pareda Film MMTC #5.

MAIN EVENT 11, 12, 13 MEI 2018 yakni pemutaran film dari penjaringan open submission yang telah melalui proses kurasi oleh Tim Kurator serta diskusi film bersama filmmaker, sineas, dan pemutaran film ternama bersama sutradara ternama di Auditorium STMM “MMTC” Yogyakarta.

Temu Komunitas sebagai wadah pertemuan dan silaturahmi berbagai komunitas film di Indonesia dengan mengundang beberapa narasumber yang mendiskusikan berbagai bahasan mengenai perfilman di Indonesia, dilaksanakan pada tanggal 12 MEI 2018. Temu Komunitas adalah sebuah inovasi baru dalam Parade Film MMTC #5  di tahun 2018.  Kegiatan bertemu, berkumpul bersama, berdiskusi untuk mempererat tali silaturahmi komunitas film di Yogyakarta. tidak hanya itu temu komunitas juga menjadi ajang bagi filmmaker untuk bertukar wawasan dan pikiran seputar perfilmman. Temu Komunitas untuk yang pertama kali ini mengusung tema “Industri Film Komersil dan Film Alternatif”.

Dalam Pembukaan Parade FILM MMTC #5 di mulai pukul 18.30 di Auditorium STMM MMTC Yogyakarta. Mahasiswa-mahasiswi terlihat rapi mengantri untuk menyaksikan. Setelah mengisi daftar nama dan memilih tempat duduk para mahasiswa-mahasiswi dari berbagai kampus masuk ke dalam gedung. Di sebelah kanan telah tersedia telah tersedia photobooth untuk mengabadikan momen. Di sebalah kiri ada 4 stand komunitas yakni KOMPOR, AVIKOM, KOMA, dan KDM (Klub DIY Menonton) lengkap dengan segala informasi yang berhubungan dengan komunitas dari mulai pamlet, kartu nama dan sebuah komputer untuk menunjang informasi tentang komunitas tersebut. Menuju Auditorium sisi kanan dan kiri telah di dekor sedemikian rupa dengan kain hitam dengan poster film yang menempel di kain. Mahasiswa-mahasiswi yang datang memperhatikan karya-karya dari para sineas muda melalui poster yang dipajang. Auditorium STMM MMTC Yogyakarta penuh dari kursi depan sampai belakang.

Kecerian mahasiswi yang menyaksikan Parade Film MMTC #5

Ghazy Gagas Gemilang dan Tata Novasiliana menjadi pranata acara selama tiga hari dari tanggal 11–13 Mei. Dengan hangat mereka berdua menyapa para mahasiswa-mahasiswi yang telah memenuhi auditorium dengan bahasa jowo di padu-padankan dengan bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Pembukaan Parade FILM MMTC #5 di awali dengan di persilakannya oleh master of ceremony kepada ketua pelaksana Raviendra Muhammad untuk memberikan kata sambutan. Kemudian setelah itu ketua Forum Film MMTC Sylvia Maharany memberikan sepatah dua patah kata. Gzahaly Gagas Gemilang dan Tata Novasiliana mempersilahkan kembali maju kedepan kepada Raviendra Muhammad dan  Puspita Arum Dyah Retnani untuk melakukan potong tumpeng sebagai simbolik resmi dibukanya Parade FILM MMTC #5.

Antusias mahasiswa-mahasiswi menyaksikan Parade Film MMTC #5

Acara berlanjut ke pemutaran film pembuka yang berjudul Opera Jawa karya Garin Nugroho. Opera Jawa berdurasi 120 menit dan berhasil membuat para mahasiswa-mahasiswa tertegun dan terpesona. Dalam Festival International Film Independent Bruxelles Ke-35 di Brussel, Belgia, 4-9 November 2008, Opera Jawa meraih penghargaan tertinggi untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Garin Nugroho), dan Aktris Terbaik (Artika Sari Devi). Ada saja adegan yang membuat penonton dari menyenderkan kepala di kursi sampai duduk dengan tegak memperhatikan detail dari setiap gerak dan lantunan nada dan suara tiap tokoh dalam Opera Jawa. Selesai pemutaran film pembuka auditorium  di penuhi suara tepuk tangan yang bergemuruh baik ketika Opera Jawa selesai di putar maupun ketika Gzahaly Gagas Gemilang dan Tata Novasiliana mengatakan schedule untuk hari selanjutnya.

Philipus Agung Prasetyo yang tergabung dalam AVIKOM UPN yang menghadiri Pembukaan Parade FILM MMTC # mengatakan, pemilihan untuk film pembukaan sudah sangat bagus sesuai dengan tema yang diangkat dan konsep acara yang mengusung kebudayaan.

“Untuk keramahan para panitia sudah sangat baik di sambut dan diarahkan sampai menuju kursi,” tutur Philipus Agung Prasetyo

Philipus Agung Prasetyo mengungkapkan sangat senang melihat tatanan artistik yang dilakukan panitia.

“Maju terus buat MMTC terus bikin acara yang seperti ini untuk mendukung dan  mengapresiasi perfilman di jogja,” tutur Prasetyo memberikan semangat untuk Forum Film MMTC.

photobooth Parade Film MMTC #5

Sylvia Maharany mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga yang menyaksikan bersama teman-teman kampusnya melihat pembukaan pembukaan Parade FILM MMTC #5 mengatakan, dari pelayanan panitia sudah sangat oke, sebelum masuk ke dalam auditorium di sambut dengan ramah oleh para panitia. “Set dalam auditorium sangat unik, rapi, dan berkelas. Overa Jawa sebagai film pembuka sangat epic ada kebudayaan di sana-sini, keren banget,” jelas Sylvia yang baru menginjak semester 4.

Raviendra Muhammad sebagai Ketua Pelaksana mengungkapkan, Opera Jawa adalah sebuah karya yang paling kelihatan sesuai dengan konsep Lokalitas dari tema Parade FILM MMTC #5 yang mengangkat kebudayaan.

Deretan FILM Dalam PARADE FILM MMTC PARFIM #5

“Kebanyaakan orang jogja belum tau ada film tema musical dan itu musical Jawa dari sana kami memilih Opera Jawa karya mas Garin Nugruho untuk sekaligus mengenalkannya kepada generasi sekarang, karena Opera Jawa adalah salah satu kekayaan yang dimiliki Indonesia. Uniknya Opera Jawa proses syutingnya masih menggunakan analog 35 mm sangat layak film ini untuk diputar dan didiskusikan tapi sayangnya mas Garin gak bisa datang karena ada kepentingan,” Ungkap Raviendra.

Parade FILM MMTC #5 sudah disiapkan selama berbulan-bulan dan di mulai melakukan rangkaian acara sejak pertengahan bulan Februari. Dengan total 70 mahasiswa-mahasiswi yang ikut berpartisipasi dalam kepanitiaan. “Saya nikmati prosesenya, ketemu para filmmaker, berjejaring dengan antar kuminitas lain, menambah relasi teman, banyak teman ngomong sejalan tentang film sama belajar beroranisasi,” jelas Raviendra.

“Semoga Parade FILM MMTC bisa menjadi jembatan untuk memajukan atau mendukung perfilman Indoneisa khususnya di film altenatif,” terang Puspita Arum Dyah Retnani, Ketua Forum FILM MMTC.

Penulis : *R★.V.★N*

Editor : *R★.V.★N*

2 Comments on “PARADE FILM MMTC #5: Manunggal Kawulaning Sinema”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *