National Cooperative Concourse 2018 KOPMA UNY

Mengangkat tema “Kesiapan Koperasi Menghadapi Perekonomian Digital” National Cooperative Concourse 2018 mempunya dua tujuan. Tujuan khusus untuk koperasi menggunakan era digital dan komputerisasi sebagai alat dalam berkoperasi. Sedangkan tujuan umumnya untuk menciptakan kader-kader yang siap berkerja di era digital dan silaturahmi antar Kopma se-Indonesia. Poin inti NCC 2018 adalah kesiapan dari pada koperasi di perekonomian digital.


MATAMEDIA-RI.com – Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta atau yang sering disebut dengan Kopma UNY merupakan wadah mahasiswa untuk mengembangkan jiwa perkoperasian dan wirausaha serta pendidikan perkoperasian baik bagi anggotanya maupun bagi masyarakat secara umum. Seiiring dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan perkoperasian, maka Kopma UNY akan melaksanakan kegiatan yang melibatkan Kopma dan juga mahasiswa se-Indonesia yang bertujuan untuk  tumbuh menjadi insan-insan yang berkualitas dan memiliiki daya saing yang meningkat melalui penyelenggaran kompetisi di bidang perkoperasian, yang dirumuskan melalui kegiatan National Cooperative Concourse 2018.

National Cooperative Concourse 2018 (NCC 2018) Kopma UNY merupakan sebuah kegiatan inovasi dari National Bussiness Challenge 2015. NCC 2018 meliputi kompetisi cerdas cermat koperasi yang melibatkan partisipasi dari Kopma-Kopma Rekanan dan Mahasiswa se-Indonesia. Pada  NCC 2018 terbagi menjadi beberapa agenda, yaitu Cerdas Cermat Kopma dan Ranking 1.

National Cooperative Concourse 2018 menuntut peserta kompetisi tidak hanya mampu berpikir cerdas dan cepat dalam menjawab dan menyelesaikan persoalan serta permasalahan berkaitan dengan aplikasi koperasi namun menuntut para peserta mampu dan teliti melalui kegiatan permainan praktek. Semakin terbiasa para peserta dalam beraktivitas kompetisi dibidang ini maka akan semakin tinggi kesempatan peserta untuk dapat belajar dari pengalaman berkompetisi secara sportif dan edukatif.

NCC yang berisi kompetisi cerdas cermat koperasi merupakan gagasan baru di tingkat Koperasi Mahasiswa. “Ditingkat Kopma sebuah perlombaan cerdas cermat koperasi skala nasional masih jarang sekali ditemui, adanya cuma jambore dan pendidikan lanjut. Hal tersebut yang melatarbelakangi lahirnya National Cooperative Concourse,” jelas Wafin Heriyanto Ketua Pelaksana NCC 2018.

NCC 2018 ini diselenggarakan guna meningkatkan pengetahuan tentang perkoperasian mulai dari Undang-undang perkoperasian, sejarah perkoperasian, prinsip-prinsip koperasi serta pengetahuan umum koperasi. Selain itu, diharapkan silaturahmi antar Kopma terjalin dengan baik dan saling bertukar pikiran untuk kemajuan koperasi di Indonesia. Dengan demikian, jiwa perkoperasian di kalangan mahasiswa akan tertanam dan dapat mengaplikasikannya di masing-masing kampus Kopma Rekanan. Untuk itu peran dari setiap Kopma se-Indonesia penting untuk membuat kemajuan perekonomian Indonesia.

Di tahun 2018 tahun kedua penyelenggaran NCC mengangkat tema “Kesiapan Koperasi Menghadapi Perekonomian Digital”. Pemilihan tema ini sangat sesuai dengan keadaan dunia pada saat ini yang sudah serba digitalisasi. Pemilihan tema ini juga mempempunyai 2 tujuan, khusus dan umum. Tujuan khusus untuk koperasi menggunakan era digital dan komputerisasi sebagai alat meraka dalam berkoperasi. Sedangkan tujuan umumnya untuk menciptakan menciptakan kader-kader yang siap berkerja di era digital. “Kami mengambil tema tersebut agar kita bisa mengikuti perkembangan zaman,” kata Wafin Heriyanto.

Salah satu inovasi yang berkaitan dengan tema “Kesiapan Koperasi Menghadapi Perekonomian Digital” ketika cara penyelenggaran ranking 1 tidak lagi menggunakan papan, spidol, dan penghapus tetapi menggunakan website “Kahoot”. Melalui Kahoot peserta akan diberikan pin untuk log in. Ketika peserta telah masuk ke dalam Kahoot akan ada soal berjumlah 50 dari admin dan para peserta yang sudah siap dengan smartphone masing-masing dengan koneksi internet tinggal menjawab mana jawaban yang benar. Melalui aplikasi digital ini jawaban langsung dari peserta bisa diketahui jawaban mereka benar atau salah dan siapa peringkat teratas.

Selain inovasi yang dihadirkan  NCC 2018 peningkatan kompetisi pun dilakukan dengan cara membuat babak semifinal dibuat konsep debat antar dua kelompok. Dua kelompok ini akan mengisi pos pro dan kelompok satunya pos kontra dengan sebuah mosi yang diberikan oleh panitia. Unsur penilaian pada babak ialah pengetahuan, keterampilan dalam public speaking dan juga dalam penguasaan peserta terhadap argumen,” jelas Wafin.

Perjalanan dan Perjuangan Peserta Menuju NCC 2018 Kopma UNY

Poin inti NCC 2018 adalah kesiapan daripada koperasi di perekonomian digital. Kebanyakan koperasi masih menggunakan cara manual. Memang pada saat ini sudah banyak aplikasi-aplikasi digital koperasi tapi masih belum banyak koperasi yang melaksanakannya karena berbagai pertimbangan. “capaian kami ingin memberikan arahan dan ide-ide yang mana itu tidak lagi mengkhawatirkan dengan adanya era digital,” kata Wafin.

5 Mei Hari Pertama NNC 2018 Kopma UNY

Hari pertama dibuka dengan registrasi. Di dalam ballroom hotel UNY yang menjadi tempat penyelenggaraan  NCC telah berjejer 8 memanjang kedepan kursi berwarna merah untuk para peserta. Ruang ber-AC membuat peserta 2018 tersenyum lega setelah menempuh perjalan jauh untuk mengikuti NCC. Hanya mempunyai waktu dua bulan persiapan panitia memaksimalkan apa yang bisa mereka lakukan untuk memenuhi kouta peserta seperti tahun kemaren. Meski tidak sebanyak tahun kemaren tapi ballroom hotel UNY tetap penuh oleh para peserta. Tercatat di database total peserta mencapai 33 tim, 1 tim berisi 3 orang. Peserta NCC 2018 tidak hanya anggota dari anggota Kopma, mahasiswa D3 dan S1 se-Indonesia sederajat boleh mengikuti.

Kecerian salah satu peserta NCC 2018 Kopma UNY di photobooth.

Wafin Heriyanto ketua pelaksana NCC 2018 memberikan kata sambutan pertama kepada peserta. Lalu sambutan dari Patriatdin Riyadi Baitipur Ketua Umum Kopma UNY. Sambutan dari pembina Kopma UNY Drs. Supriyanto, M.M., Sambutan dari Arman Nur Ramadhan staf ahli WR III. Ditemani ketua umum dan pembina Kopma Arman Nur Ramadhan memukul gong tanda dibukanya NCC 2018.

Komunitas Seni Kopma UNY menghibur para peserta NCC 2018 Kopma UNY.

Seminar Nasional diisi oleh Dr. Joko Suprianto, SH, MM., owner dari Dewa Properti Grup, klinik Garuda Husada, Apotik Garuda Parma, Pabrik Plastik Garuda Parasut, Konsultan & Praktisi Properti Nasional, Grand Citra Zamzam 1001 unit. Isi dari seminar yang diberikan beliau untuk para peserta ialah bisnis itu harus untung supaya investor tertarik, jangan takut gagal, justru dari kegagalan itu kita bisa menemukan momentumnya untuk lebih sukses.

Pembicara kedua Achmad Sirojuddin CEO Inspirai Indonesia dan seorang pengusaha muda yang pernah mendapat beasiswa pengusaha dari Sandiaga Uno Wagub DKI Jakarta. Melalu pembicara kedua ini para peserta belajar konsep Crowdfunding dan penerapannya pada bisnis. Poin penting yang disampaikan Achmad, memiliki mentor & komunitas itu penting, bisnis bisa dikembangan sistem permodalannya dengan Crowdfunding yaitu pembiayaan oleh banyak orang dengan konsep bagi hasil secara merata kepada orang yang ikut Crowdfunding tersebut.

“Inti dari isi semnas itu mengajak peserta untuk mengubah mindset bahwa menjadi pengusaha itu bisa dimulai sejak mahasiswa dan dengan menjadi pengusaha kita bisa berkontribusi membangun perekonomian bangsa,” ungkap Rizky Pratama dari divisi sponsor NCC 2018.

Setelah ISHOMA peserta kembali kedalam ballroom Hotel UNY. Pembagian doorprize pada para peserta pun menjadi ajang keceriaan bagi peserta. Karena peserta yang maju akan berhadapan dengan kedua host yang tidak hanya membagikan doorprize tapi sebelum itu harus menyeruakkan galak tawa dari peserta yang meju kedepan hingga menyentuh peserta yang duduk di kursi. Setelah pembagian doorprize masuk ke sesi Technical Meeting. Para peserta sangat antusias mendengarkan Khafisya Safira Irba membacakan peraturan untuk babak penyisihan. Para peserta aktif  mempertanyakan poin-poin dari aturan main babak penyisihan.

Pukul 4 sore tiba waktu Coffe Break bagi peserta. Dengan almater yang memawikili universitasnya masing-masing para peserta berjalan dengan timnya menuju Garden Café salah satu usaha yang dimiliki oleh Kopma UNY. Di dalam kebun café telah terdapat meja panjang snack, teh, dan kopi. Para peserta menyantap dengan berbaur bersama universitas lain sebagai sesama anggota Kopma. Terdengar percakapan-percakapan akrab antar peserta di waktu Coffe Break di Cafe Garden.

Memasuki babak penyisihan para peserta diberi waktu 60 menit untuk menyelesaikan 1 sampai 20 soal pilihan ganda, soal benar salah berisi 15 pertanyaan, dan soal isian singkat berisi 15 pertanyaan. Ketiga katagori soal tersebut yang harus dijawab semua oleh para peserta. Terlihat peserta dari satu tim yang berisi 3 orang saling mengerjakan soal dari ketiga katagori, dari pilihan ganda, soal benar salah, dan isian singkat. Setelah selesai menjawab semua pertanyaan dari salah satu ketiga katagori soal peserta yang satu tim lalu menukarkan ke timnya kemudian mengerjakan katagori soal yang belum dikerjakan. Selain mengetes wawasan mereka tentang dunia perkoperasian, pada babak penyisihan ini mereka dites kekompakan mereka dalam saling mengerti tugas masing-masing anggota tim dan saling bersinergi bersama menyelesaikan ketiga katagori soal.

Selesainya babak penyisihan selesainya hari pertama penyelenggaraan National Cooperative Concourse 2018 KOPMA UNY dengan tema mengangkat tema “Kesiapan Koperasi Menghadapi Perekonomian Digital”. Pengumuman yang lolos ke babak semifinal diumumkan esok harinya.

6 Mei Hari Kedua NNC 2018 Kopma UNY

Hari kedua adalah hari di umumkanya para peserta yang lolos ke babak semifinal. Berikut para peserta yang lolos:

  1. Universitas Negeri Malang Perwakilan Kopma UM diketuai oleh Vina Nur Machabbatulillah.
  2. Universitas Pendidikan Indonesia Perwakilan Kopma Bumi Siliwangi UPI diketuai Siti Sri Rahayu.
  3. Universitas PGRI Semarang Perwakilan Kopima Semarang diketuai Akhmad Maruf.
  4. Universitas Veteran Jawa Timur Perwakilan Kopma Giri Widya Karta diketuai oleh Maulana Herlambang.
  5. Universitas Siliwangi Perwakilan Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana.
  6. Universitas Negeri Yogyakarta Perwakilan Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati.
  7. Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha.
  8. Universitas Gajah Mada Umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan.
  9. Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM diketuai Novita Wila.
  10. Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM diketuai Nofita Ngaisaroh.

Kesepuluh tim tersebut berhak maju ke babak Semifinal dan akan berhadapan satu lawan satu dalam debat. Melalui sebuah mosi yang akan diberikan oleh panitia. Dua tim akan menempati tim pro dan tim kontra. Juri diisi oleh Drs. Supriyanto, M.M., Komarudin Batubara S.E., dan Dr. Siswanto M.Pd.

Kopma UGM diketuai Anisa Ni’matussholiha berada di pos pro berhadapan dengan Kopma UGM yang diketuai oleh Novita Wila di pos kontra. Sebelum debat terlebih dahulu Mosi dibacakan dengan jelas oleh Khafisya Safira Irba. Para semifinalis NCC 2018 Kopma UNY menyimak dengan penuh konsentrasi perkata-kata, perkalimat, hingga satu paragraf.

Mosi:

Perkembangan teknologi yang sangat pesat dan sangat memudahkan konsumen dalam bertransaksi seperti e-commerce, fintech, dll. Dapat dimanfaatkan oleh koperasi untuk menunjang usaha koperasi. Tetapi masih ada beberapa masalah terhadap penerapan teknologi ini. Koperasi yang di nilai sebagai usaha yang ditujukan lebih cenderung pada masyarakat kalangan menegah ke bawah mendapat kendala dalam penerapan teknologi ini. Kendala tersebut ialah pemahaman masyarakat yang masih kurang akan teknologi utamanya yang ada di desa.

Pro: Penerapan teknologi di koperasi. Konsumen perlu beradaptasi.

Kontra: Tidak setuju akan penerapan teknologi karena konsumen masyarakat koperasi belum siap.

Debat selanjutnya Kopma UM yang diketuai oleh Vina Nur Machabbatulillah (pro) berhadapan dengan Kopma Bumi Siliwangi UPI diketua oleh Siti Sri Rahayu.

Mosi:

Perkembangan revolusi industri yang begitu pesat, mengakibatkan perubahan penggunaan alat-alat produksi dalam melakukan kegiatan ekonomi. Revolusi industri 4.0 saat ini mengakibatkan pemanfaatan teknologi yang canggih dalam setiap produksi barang dan jasa dalam perekonomian.

Dalam mengembangkan koperasi untuk eksis maka perlu ada penerapan teknologi tersebut di dalam koperasi. Tetapi hal tersebut juga akan mengakibatkan SDM yang ada di koperasi selama ini menjadi berkurang karena ada pergantian dengan teknologi yang diterapkan.

Hal ini tentu menjadi problem bagi koperasi dalam menerapkan teknologi. Koperasi yang di pandang sebagai tonggak perekonomian yang mengusung pemerataan ekonomi di Indonesia tetapi melakukan pengurangan terhadap tenaga kerja dan lebih memilih untuk menerapkan teknologi di koperasi.

Pro: Setuju penerapan teknologi karena gak aakan mengurangi SDM tapi hanya menggeser

Kontra: Tidak setuju karena nanti SDM berkurang.

Kopma UPN Veteran yang diketuai oleh Maulana Herlambang (pro)berhadapan dengan Kopma UNSIL yang diketuai oleh oleh Dika Agung Permana (kontra)

Mosi:

Revolusi industri yang telah mencapai tahap 4.0 memaksa semua usaha untuk dapat beradaptasi terhadap hal tersebut. Perkembangan teknologi ini memaksa semua usaha untuk menerapkannya tidak terkecuali koperasi. Namun terdapat masalah dalam penerapan teknologi ini terhadap koperasi. Kendalanya yaitu manajemen dan pengelola koperasi yang belum siap.

Pro: Manajemen sudah siap

Kontra: Manajemen belum siap

Kopma UGM berhadapan (pro) dengan Kopima Semarang diketuai Akhmad Maruf (kontra)

Mosi:

Perkembangan teknologi menjadi hal yang paling penting untuk menghadapi revolusi industri 4.0 terutama koperasi. Koperasi sebagai pilar ekonomi di Indonesia harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi ini. Tetapi ketidakmerataan fasilitas jaringan internet di Indonesia dapat menyebabkan adaptasi koperasi dengan teknologi ini hanya dinikmati oleh masyarakat yang berada di perkotaan. Hal tersebut bertolakbelakang dengan latar belakang berdirinya koperasi yang didirikan untuk menyamaratakan ekonomi di Indonesia.

Apakah koperasi harus menerapkan teknologi dalam usahanya?

Pro: Harus tetap diterapkan

Kontra: Tidak diterapkan

Tim terakhir dari babak semifinal yakni Kompa UGM diketuai Abimanyu Arya Ramadhan (pro) berhadapan dengan Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati (kontra).

Mosi:

Berdasarkan UUD Republik Indonesia nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian maka tersirat suatu harapan bahwa koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Sekaligus sebagai bagian yang tidak dipisahkan dari tatanan perekonomian nasional demokratis dan keadilan. Koperasi memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembentukan produk nasional, peningkatan ekspor, perluasan lapangan kerja dan usaha, serta peningkatan dan pemerataan pendapatan. Keberadaan usaha kecil tidak dapat dipisahkan dari perkoperasian, karena usaha kecil merupakan wujud kehidupan ekonomi sebagian besar rakyat Indonesia khususnya dikalangan menengah ke bawah. Usaha kecil mempunyai sebuah ciri khas tersendiri apabila dibandingkan dengan usaha besar. Namun, perhatian pemerintah dirasa kurang dikarenakan lebih memberi peluang bagi usaha-usaha skala besar untuk berkembang. Untuk itu usaha kecil perlu dikembangkan lagi untuk menjadi usaha besar.

Pro : usaha kecil perlu dikembangkan untuk menjadi usaha besar

Kontra : Usaha kecil memiliki ciri khas usaha tersendiri yang tidak dimiliki usaha skala besar

Seiisi ballroom UNY yang diisi oleh peserta dari tiap Kopma mengikuti mosi yang dibacakan Khafisya Safira Irba. Suaranya terdengar secara lugas dan jelas. Debat diantara kedua tim menjadi perhatian yang sangat menarik hari itu, baik bagi juri, peserta dan panitia NCC 2018. Setelah menimbang-nimbang dari pengetahuan, keterampilan dalam public speaking dan juga dalam penguasaan peserta terhadap argumen Drs. Supriyanto, M.M., Komarudin Batubara S.E., dan Dr. Siswanto M.Pd memutuskan 5 tim yang lolos ke babak final:

  1. Universitas Siliwangi Perwakilan Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana.
  2. Universitas Negeri Yogyakarta Perwakilan Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati.
  3. Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha.
  4. Universitas Gajah Mada Umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan.
  5. Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM diketuai Novita Wila.

Babak final peserta terlebih dahulu mengambil nomor urut tim A, B, C, D, dan E. Tim Kopma UGM diketuai Novita Wila mendapat tempat di urutan tim A dan menjadi tim pertama melewati rangkaian babak final. Dari UGM yang mendaftarkan diri secara umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan di urutan tim B, tim Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha di tim C, Perwakilan Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana di tim D, dan perwakilan dari tuan rumah Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati di tim E.

Sebelum babak final dimulai Khafisya Safira Irba dan Lutfiana Hikmawati silih berganti layaknya malam dan siang membacakan teknis babak final. Tak hanya para finalis tapi seisi ruangan mendengarkan Khafisya Safira Irba dan Lutfiana Hikmawati. Babak final berisi 3 babak. Babak final pertama diisi oleh babak soal wajib, dilanjutkan babak lemparan dan babak rebutan.

Pada babak soal wajib peserta diberikan 5 soal untuk dijawab dan setiap tim diberikan waktu 10 menit untuk menyelesaikan seluruh soal, perhitungan waktu dimulai pada saat soal pertama dibacakan, soal selanjutnya akan dibacakan setelah peserta menjawab pertanyaan atau mangatakan pas, soal yang tidak terjawab akan dibacakan lagi sampai batas waktu habis, pembacaan soal hanya satu kali, masing-masing jawaban benar bernilai 100 jika salah minus 50 dan jika tidak menjawab nol, peserta dipersilahkan menggunakan kalkulator manual.

Pada babak lemparan setiap tim masing-masing diberikan 5 buah soal isian. Setiap tim diberikan waktu 1 menit setelah dipersilahkan oleh juri untuk menjawab, untuk soal perhitungan tim diberikan waktu selama dua menit. Pembacaan soal hanya satu kali, jika tim A tidak dapat menjawab sebuah pertanyaan maka akan dilembarkan ke tim B begitupun seterusnya. setelah satu menit tapi tim tidak bisa menjawab maka soal akan dilemparkan ke tim berikutnya dan diberikan waktu 30 detik. Masing-masing jawaban benar bernilai 100 jika salah minus 50 dan jika tidak menjawab nol, peserta dipersilahkan menggunakan kalkulator manual.

Mekanisme babak rebutan terdapat 15 soal yang harus diperebutkan oleh semua tim. Masing-masing soal jika benar 100, jika salah minus 50. Tidak ada pengulangan soal, setiap tim diberikan waktu 30 detik untuk menjawab setelah tiap pembacaan poin soal selesai. Peserta wajib menekan bell sebelum menjawab, peserta diperkenankan menggunakan kalkulator manual. Bila terjadi skor yang sama akan diadakan seleksi tambahan. Setiap soal pada setiap babak final dibacakan langsung oleh Lutfiana Hikmawati.

Perolehan babak soal wajib yang berlangsung salama satu jam lebih menghasilkan perolehan skor untuk tim A Kopma UGM diketuai Novita Wila mendapatkan skor 50, tim B dari UGM yang mendaftarkan diri secara umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan di urutan B mendpatkan skor 150, tim C Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha dengan 250, tim D Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana skor -50, dan tim E Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati meraih 250.

Di babak lemparan tim A Kopma UGM diketuai Novita Wila mendapatkan skor 170, tim B dari UGM umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan di urutan B mendapatkan skor 400, tim C Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha dengan 200, tim D Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana skor 250, dan tim E Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati meraih 400.

Setelah di akumulasikan tim Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati meraih angka tertinggi dengan skor 650, tim dari UGM umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan meraih angka tertinggi kedua dengan skor 550, tim Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha mendapatkan angka tertinggi ketiga dengan skor 450, tim Kopma UGM diketuai Novita Wila mendapatkan angka tertinggi keempat dengan skor 220, dan tim Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana mendapatkan angka tertinggi dengan skor 200.

Babak rebutan final National Cooperative Concourse 2018 Kopma UNY menjadi babak pemungkas bagi para finalis. Kesempatan untuk menyalip pemimpin skor tertinggi tim Kopma UNY yang diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati dengan angka tertinggi skor 650 masih terbuka lebar bagi tim Abimanyu Arya Ramadhan, tim AnisaNi’matussholiha.

Sebelum babak rebutan dimulai Lutfiana Hikmawati selaku pembaca soal dari awal babak final mempersilahkan para peserta untuk memencet bell dimulai dari tim A, B, C, D, E untuk memastikan apakah bell pada seluruh peserta berfungsi. Setelah masing-masimg peserta memencet bell, Lutfiana meminta kelima finalis untuk memencet bell secara bersama setelah hitung ketiga. Setelah semua bell dipastikan berfungsi dimulailah Lutfiana Hikmawati membacakan kelima soal.

Babak rebutan diantara finalis membuat suasana tegang untuk saling menyalip peraihan skor dari masing-masing tim. Meskipun kelima finalis ini sudah dipastikan semuanya meraih juara, yakni juara 1, 2, 3, dan juga juara harapan 1 dan juara harapan 2 dari awal babak final kelima peserta bener-benar mengeluarkan semua yang mereka bisa keluarkan demi Kopma mereka yang mereka cintai. Tiap tim masih sangat antusias dalam memburu skor di babak rebutan. Suasana bener-benar tegang sampai Andika Saputra yang tergabung dalam Kopma UGM diketuai Novita Wila memberikan gelak tawa kepada peserta dan juga kepada juri karena ketegangan.

Karena semangat walaupun tegang akhirnya Andika Saputra yang tergabung dalam Kopma UGM diketuai Novita Wila menjadi tim yang paling banyak menjawab pertanyaan dengan benar dan meraih skor tertinggi di babak rebutan dengan nilai 400. UGM umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan tidak mendapatkan nilai, Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha menjawab 3 partanyaan dengan benar dan berhak mendapatkan nilai 400, Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana menjawab 3 partanyaan dengan benar mendapatkan nilai 300, sementara tim tuan rumah Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati menjawab 2 partanyaan dengan benar dalam babak terakhir NCC 2018 sehingga mendapatkan tambahan nilai sebesar 200.

Seluruh skor di akumulasi. Tim A Kopma UGM diketuai Novita Wila mendapatkan skor akhir 620 poin, tim B dari UGM umum diketuai Abimanyu Arya Ramadhan di urutan B mendapatkan skor akhir 550 poin, tim C Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha dengan 850 poin, tim D Kopma UNSIL diketuai oleh Dika Agung Permana skor 500 poin, dan tim E Kopma UNY diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati meraih 850 poin.

Karena ada persamaan nilai antara tim C Kopma UGM dan Kopma UNY maka diadakan soal tambahan untuk merebutkan juara 1. Khafisya Safira Irba mempersilahkan juri untuk memberikan soal tambahan. Dan ketika soal tambahan diberikan tim dari Kopma UGM diketuai oleh AnisaNi’matussholiha berhasil memenangkan soal tambahan dan keluar sebagai tim juara 1 dengan nilai 1050 poin.

Sang Juara:

Noviana Endah Candra Dewi , Abimanyu Arya Ramadhan, dan Dewi Arifia Universitas Gajah Mada meraih juara 1 harapan NCC 2018 Kopma UNY.
Siska Peronika Rukmana, Dika Agung Permana, dan Dian Ramdani dari Universitas Siliwangi Perwakilan Kopma UNSIL meraih Juara Harapan 2 NCC 2018 Kopma UNY.
Giarti Ningsih Kopma UM meraih Ranking 1 dari 99 peserta pada NCC 2018 Kopma UNY.
Senyum pecah ceria dari Andika Saputa, Fatona Nur dan ketua tim Novita Wila Universitas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM ketika meraih Juara 3 NCC 2018 Kopma UNY.
Angesti Fajar Utami, Setyo Wati dan ketua Zakiah Noor Hidayati Universitas Negeri Yogyakarta Perwakilan Kopma UNY meraih Juara 2 NCC 2018 Kopma UNY.
Arif Muflih, Umar Al Faruq diketuai oleh AnisaNi’matussholiha Univeritas Gajah Mada Perwakilan Kopma UGM meraih Juara 1

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

 

2 Comments on “National Cooperative Concourse 2018 KOPMA UNY”

Tinggalkan Balasan