Mahasantri Dengan Segudang Prestasi

Annas Rolli  Muchlisin adalah alumni Pondok Pesantren  Rasyidiyyah Khalidiyah.  Annas adalah anak pertama dari pasangan Saifullah dan Siti Raudah. Yang lahir Angkinang, 3 januari  1996. Mahasiswa UIN  Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menggambil  Progam Studi Ilmu Al-Qu’an dan Tafsir ini memiliki moto hidup yang luar biasa, yaitu “Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat”.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Annas salah satu dari beberapa Mahasiswa UIN Sunan Kaligaja Yogyakarta yang berhasil mendapatkan Beasiswa dari Kementrian Agama yaitu PBSB ( Progam Beasiswa  Santri Berprestasi ). Selain statusnya sebagai Mahasiswa, Anas juga seorang santri yang cerdas. Dimasa kuliahnya ini Annas selalu menyibukan diri dengan melakukan hal-hal yang positif.  Mahasantri yang satu ini memiliki hobi yang sangat berkualitas yaitu membaca buku. Disela kesibukanya yang padat, selalu menyempatkan diri untuk membaca buku.

Baginya membaca adalah kebutuhan primer.  Buku dengan jenis motivasi, buku berfikir dan berjiwa besar adalah bacaan favoritnya. Dengan membaca buku jenis tersebut dapat memperbaiki pola pikir, yang mana pola pikir tersebut akan memperngaruhi setiap tindakan. Hobinya ini juga tertera jelas dalam Al-Qur’an Surah Al-Alaq yang mana perintah ini adalah perintah yang langsung dari Allah SWt. Selain mebaca, Annas juga sangat menyukai olahraga, tidak diragukan lagi manfaat dari berolahraga. Olahraga dalam Islam sebenernya tak hanya digunakan untuk istilah olah tubuh untuk kebugaran, tapi juga untuk olah jiwa.

Santri kece ini memiliki cita-cita menjadi seorang Profesor seperti Prof Amin Abdullah yang sangat produktif dalam menulis, berfikir, dan peduli yang mana kehadiranya dapat dirasakan manfaatnya bagi banyak orang.  Tentunya dalam meraih cita-citanya yang tidak ecek-ecek ini memerlukan perjuangan yang sangat besar.

Dibesarkan dilingkungan dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai Keagamaan dan kedisiplinan tradisi keilmuan yang baik ditunjang dengan dengan kejeniusanya telah mengantarkan Dia menjadi Pemuda yang seperti sekarang ini. Pemuda yang berintektual tinggi, berakhlak mulia, cerdas beriman.

Selain pengetahuanya Annas juga harus ditopang dengan segudang prestasi dan pengalaman. Prestasi-prestasi hebat yang pernah diraihnya di antaranya yaitu Juara 1 Debat B. Inggris Festival  Bahasa SPBA tahun 2014, Juara 1 Debat B. Inggris  MQK Bantul tahun 2015, Juara 1 Debat B. Inggris MQK Yogyakarta tahun 2015, Juara 2 Karya Tulis Ilmiah IPMAFA tahun 2016, Juara 1 Karya Tulis Ilmiah UIN Sunan Ampel Tahun 2016, Duta Santri Nasional Tahun 2016, Juara 1 Debat  B. Inggris PIONIR VIII Aceh Tahun 2017, Juara 1 Santri Writer Summit  Taun 2017 dengan hadiah Ke Singapura.

Prestasi  yang telah diraihnya bukanlah merupakan suatu tujuan. Menurutnya, prestasi adalah alat untuk dapat menggerakan orang lain. Untuk dapat mempengaruhi dan dapat membuat orang lain bertindak melangkah ke arah yang lebih baik.

Selain pintar, Annas ini juga aktif di beberapa organisasi dengan menjabat sebagai ketua. Berikut beberapa organisasi yang dipangku  oleh Annas CSSMoRA Nasional  sebagai ketua umum periode 2017-2018,  pengurus perpustakaan Al-Muhsin Periode 2015-2016,  Aesthetics sebagai ketua periode 2015-2016, UA-Comandan sebagai ketua periode 2014-2015.

Dalam perjalan karirnya selain prosesnya yang sangat panjang dan tidak mudah,  Annas pernah mengadapi   2 kondisi dan posisi yang sangat berat. Disatu sisi harus mengemban amanah karena baru  dilantiknya menjadi ketua CSSMoRA tahun 2017, belum seminggu setelah dilantik dia harus pergi  untuk menjalakan amanah yang lain yaitu menjadi perwakilan kampus dalam perlombaan Debat B.Inggris PIONIR VIII di Aceh. Namun semua itu dapat diatasi dengan baik. Berkat pendidikan dan kegiatan padat yang telah melekat saat menempu pendidikan di pondok pesantren.

Bagi Annas padatnya aktivitas dipondok menjadi modal awal atas pencapain hajatnya selama ini.  Selain itu, Annas juga selalu membuat skala prioritas dalam keseharianya. Dengan cara tersebut membuat setiap aktifitasnya tersusun secara rapih. Dan alhasil, kedua beban berat tersebut terasa ringan dan dapat membawa hasil yang memuaskan dengan mendapatkan Juara 1.

Dibalik kesuksesan atas prestasinya tentu ada faktor pendorong yang membuatnya terus maju, terus bergerak tanpa henti. Karena dengan banyaknya bergerak akan banyak pula manfaat yang didapat sekaligus keberkahan. Orang tua tentu menjadi alasan terkuat untuk itu. Selain orangtua Annas juga banyak mengagumi  orang-orang besar. Yang  bemula saat bertemu dengan motivator dan dari sana mendapatkan poin penting bahwa “ciri orang sukses adalah dengan mengagumi orang sukses lainya”. Semenjak itu Annas mulai menemukan tokoh-tokoh besar mulai dari tokoh intelektual sampai actor Bollywood yaitu Shah Rukh Khan. Menurutnya  Shah Rukh Khan adalah lambang pekerja keras,  karir actor ini sangat  baik, mulai dari usia muda sampai usianya yang tak lagi muda karirnya masih tetap gemilang.

Penanaman jiwa disiplin dalam belajar dan spiritual sudah Annas dapatkan sejak kecil. Pendidkan di dalam keluarga adalah proses pembentukan mental dan tingkah laku seorang manusia secara berkesinambungan  dalam unit kecil dimasyarakat. Ibunya adalah seorang Guru di Sekolah Dasar, disiplin dalam belajar dengan didampingi Ibundanya langsung membuat prestasinya tak pernah kendor. Annas tetap istiqomah mendapatkan rangking 1 selama 6 tahun pendidikan disekolah dasar.

Annas mengaku, apa yang dialami sewaktu kecil adalah yang paling diingatnya. Sejak kecil Annas tumbuh bersama Neneknya yang sangat taat beribadah. Sholat diawal waktu dan solat malam, mengaji semua itu dilakukan Neneknya tanpa absen. Kebiasaan baik yang diterapkan keluarga menjadikan Annas tumbuh menjadi anak yang bukan hanya pandai dalam berpengetahuan namun juga dalam budi pekerti.

Untuk menambbah wawasanya akan ilmu agama Annas memutuskan untuk melanjutkan pendidikanya  ke Pondok Pesantran selama 3 tahun menempuh pendidikan di Pondok pesantren Darul Istiqomah Barabai, dan melanjutkan  pendidikan ketempat  yang lebih jauh lagi yaitu Pondok Pesantren Darusalam Gontor. Dari sanalah Annas mendapatkan banyak ilmu. Kegiatan yang padat, selain pembelajaran didalam kelas juga banyak kegiatan lainya yang mengandalkan ketepatan waktu.

Jika bergerak lambat, maka akan mendapatkan sesuatu yang tidak memuaskan. Lari, lari dan terus berlari  menjadi santapan-santapan setiap harinya.  Semua itu menjadikan santri memiliki Mental Baja yang kuat dalam situasi apapun. Namun pendidikanya di Pondok Pesantren Darusalam Gontor tidak diselesaikan, karena Annas mendapatkan panggilan dari sang Guru untuk mengajar Bahasa Inggris di salah satu Lembaga Pondok Pesantren.

Saat ini Annas sedang disibukan dengan mengabdi dan berbagi. Setelah meraih berbagai macam pengalaman kini waktnya membagikan apa yang telah diperolehnya. Dengan mengajar, mengabdikan pada pondok pesantren tempat ia tinggal saat ini. Selain mengajar Annas juga seringkali diundang kebeberapa acara sebagai pemateri. Yang tentunya banyak bahasan bukan hanya berbicra tentang lingkup kepenulisan. Mulai dari lingkup kampus, samapai keluar luar pulau Jawa.

Mahasantri ini selalu mensyukuri apa-apa yang telah diberi oleh Allah,  dengan mengabdi adalah  wujud rasa syukur. Bersyukur bukan hanya  dalam lisan namun juga tindakan. Dan kekuatan pemuda itu ada dalam tindakan. Menurutnya menjadi hebat itu dengan bergerak dan berfikir. Pemuda adalah harapan Negara untuk beberapa tahun kedepan lagi bahkan akan terjadi ledakan usia produktif dibanding dengan usia non produktif. Sudah seharusnya pemuda mempersiapkan diri  memanfaatkan segala yang telah diberi oleh-NYA. Cara bersyukur yang baik akan menghantarkan kearah yang baik pula.

Cara  menyuskuri mata adalah dengan senatiasa membaca dan memandang masa depan dengan optimis, cara mensyukuri telinga adalah dengan senang menyuarakan keadilan dan selalu berkedaulatan, cara mesyukuri tangan adalah dengan terus berkarya dan membantu mereka yang membutuhkan, cara mensyukuri kaki adalah dengan terus  melangkah maju ke depan dan mengunjungi forum-forum pengetahuan ketika terjatuh bangkit lagi, lagi, dan lagi, cara mensyukuri otak adalah dengan senantiasa melakukan olah fikir, cara mensyukuri hati adalah dengan selalu menyayangi sesama.

Dengan segala  bentuk kemudahan yang telah tersedia seharusnya dapat memanfaatkanya dengan baik. Annas memanfaatkan Media Sosial menembar hal yang positif dengan segudang prestasinya berbagi dan saling mengisnpirasi.

Selain cita-citanya yang ingin menjadi Profesor, Annas juga mempunyai hajat yang sangat mulia. Mahasantri ini ingin memiliki sebuah Yayasan dengan Progam Beasiswa untuk daerah tempat tinggalnya. Mengingat masih minimnya yang melanjutkan Pendidikanya ke jenjang yang lebih tinggi dengan faktor perekonomian. Dengan cara tersebut dapat menumbuhkan semangat pemuda untuk memempuh pendidikan jenjang lebih tinggi  yang  nantinya akan kembali ke kampung halaman untuk mengamalkan ilmunya.

Pesan untuk pemuda yang ia kutip dari Ir. Sukarno, “Islam harus berani mengejar ketertinggalan jaman, bukan seratus tahun, tetapi seribu tahun Islam ketingalan jaman. Kalau Islam tidak cukup kemampuan buat mengejar seribu tahun itu, niscaya ia akan tetap hina dan mesum. . . ”

Untuk pemuda yang masih merasa belum menemukan potensi yang dimiliki cara sederhana adalah dengan mengenali diri sendiri. Dengan mengikuti berbagai macam event-event cara tersebut akan membuat diri kita menjadi terbiasa berfikir dan melakukan banyak hal. Yang perlahan akan menemukan potensi yang dimiliki. Cara lain adalah dengan bertanya pada banyak orang dan meminta saran. Setelah menemukan potensi  yang ada kemudian memaksimalkan dengan terus mengasah.

Annas juga menjadikan  4 golongan pemuda  menurut  “Kang Emil” selaku Gubernur Jawa Barat yang menjadikan acuan.

  1. Pemuda yang pintar tapi tidak peduli
  2. Pemuda yang peduli tapi tidak pintar
  3. Pemuda yang tidak pintar dan tidak peduli
  4. Pemuda yang pintar sekaligus peduli

“Kita harus menjadi pemuda yang termasuk kedalam golongan ke4” ujarnya.

Mahasantri ini selalu mensyukuri apa-apa yang telah diberi oleh Allah,  dengan mengabdi adalah  wujud rasa syukur. Bersyukur bukan hanya  dalam lisan namun juga tindakan. Dan kekuatan pemuda itu ada dalam tindakan. Menurutnya menjadi hebat itu dengan bergerak dan berfikir. Pemuda adalah harapan Negara untuk beberapa tahun kedepan lagi bahkan akan terjadi ledakan usia produktif dibanding dengan usia non produktif. Sudah seharusnya pemuda mempersiapkan diri  memanfaatkan segala yang telah diberi oleh-NYA. Cara bersyukur yang baik akan menghantarkan kearah yang baik pula.

Cara  menyuskuri mata adalah dengan senatiasa membaca dan memandang masa depan dengan optimis, cara mensyukuri telinga adalah dengan senang menyuarakan keadilan dan selalu berkedaulatan, cara mesyukuri tangan adalah dengan terus berkarya dan membantu mereka yang membutuhkan, cara mensyukuri kaki adalah dengan terus  melangkah maju ke depan dan mengunjungi forum-forum pengetahuan ketika terjatuh bangkit lagi, lagi, dan lagi, cara mensyukuri otak adalah dengan senantiasa melakukan olah fikir, cara mensyukuri hati adalah dengan selalu menyayangi sesama.

Semoga Allah SWT mempermudah segala hajatnya begitu pula kita, dan dapat mengikuti langkahnya prestasinya. Amiin…

Penulis: Mayli Izzatul

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan