Innovation Contest 2018

Peningkatan Peran Pemuda Melalui Sumber Daya Lokal dalam Pembangunan Sektor Perekonomian Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.


YOGYAKARTA,MATAMEDIA-RI.comcom “Dikatakan Indonesia emas 2045 itu karena pada 100 tahunnya Indonesia, kita dapat bonus demografi yaitu 70% penduduk Indonesia ada di usia produktif. Kalau bukan pemuda, siapa lagi yang mau dan akan meneruskan Indonesia? Dari peran pemuda itu diharapkan mereka bisa mengelola dan memaksimalkan sumberdaya lokal yang ada. Walaupun sekarang udah era industrial, gak harus perekonomian itu terpusat di satu titik saja seperti Jakarta atau di pulau Jawa saja, tapi di daerah-daerah lain sumber daya lokalnya bisa dikembangkan para pemuda-pemudi Indonesia seperti energi terbarukan bisa juga disektor pariwisata baik alam dan sosial budayanya, dari pendidikan ataupun pemenuhan teknologi yang akan mendukung” jelas Gea Octaviani, Ketua Umum UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY.

Indonesia Emas adalah upaya dalam membangun generasi emas yang merupakan sebuah konsep penerapan untuk menyiapkan suatu generasi penerus Bangsa Indonesia pada 100 tahun Indonesia Merdeka. Kontribusi pemuda sangatlah penting dan patut untuk terus didukung dengan semangatnya yang menggelora dan tak kenal batasan pulau, pemuda-pemudi bangsa Indonesia akan mempengaruhi Indonesia di masa kejayaannya.

Berdasarkan latar belakang tersebut, UKMF Penelitian KRISTAL menyelenggarakan kegiatan Innovation Contest (ICON) 2018 dengan tema “Peningkatan Peran Pemuda Melalui Sumber Daya Lokal dalam Pembanguna Sektor Perekonomian Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045”, guna menggali potensi dan menumbuhkembangkan motivasi mahasiswa dalam membangun Indonesia melalui kontribusi-kontribusi kreatif dan inovatif.

Sumber daya lokal adalah harta karun kepunyaan masyarakat Indonesia. Jika  tidak bisa dikelola oleh penerus pemuda-pemudi Indonesia maka akan di eksplotasi oleh yang bukan orang Indonesia, siapa lagi kalau bukan oleh pihak asing yang menggoda dengan limpahan bantuan modal, padahal hitungan-hitungan mereka untuk 100% kepentingan mereka sendiri bukan kepentingan untuk rakyat Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Freeport-McMoRan Copper and Gold Inc yang menambang hingga sedemikian besar lubang menganga ke arah angkasa dan lorong-lorong dengan miliaran Rupiah semulus jalan tol, sangat dalam, untuk mendapatkan bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak. Sementara Indonesia hanya mendapat sekian persen tak sebesar lubang yang menganga di Bumi Pertiwi Indonesia. Tentu ini bukan hal yang ingin diulangi lagi oleh bangsa Indonesia untuk menuju 100 tahun Indonesia emas.

Sangat besar manfaat untuk masyarakat lokal jika sumber dayanya di kelola dengan baik oleh masyarakatnya sendiri yang otomatis akan melibatkan masyarakat sekitarnya. Aman dari cengkraman pihak asing dengan iming-iming investasi atau membantu dengan limpahan modal. Padahal hitungan-hitungan mereka untuk 100% kepentingan mereka sendiri bukan kepentingan masyakat Indonesia.

“Dengan pengelolaan yang baik dan tekun pemuda-pemudi Indonesia nanti itu gak perlu lagi ribet-ribet, bingung-bingung cari kerja dimana dan harus apa karena mereka sudah ada tugas untuk mengelola dan mengembangkan potensi sekitar sumber daya lokal mereka dan masyarakat Indonesia akan berperan secara bersama-sama, Indonesia berkembang, masyakarakatnya ada tujuan, tidak ketergantungan dengan investor ataupun orang-orang asing yang datang ke Indonesia, jadi kita bangsa Indonesia bisa mandiri dan berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Gea selaku penanggung jawab Innovation Contest 2018.

Innovation Contest sudah bukan hanya sekedar lomba tetapi wadah buat mahasiswa-mahasiwi se-Indonesia untuk menyalurkan gagasanya di bidang perekonomian. ICON yang menjadi kegiatan rutin tiap tahun dari UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY selalu menekankan pada perkembangan ekonomi Indonesia. Mahasiswa-mahasiswi yang mempunyai passion di bidang karya tulis ilmiah terpacu alam pikirannya, sehingga berpikir bagaimana caranya mengembangkan perekonomian Indonesia. Dari proses berpikir dan analisis yang mendalam inilah kemudian dituangkan menjadi fullpaper.

Dari gagasan mahasiswa-mahasiswi yang mepunyai perhatian yang besar terhadap perekonomian bangsa diharapkan ICON menjadi tempat yang tepat untuk mereka menyampaikan gagasan melalui tiap tema yang disuguhkan dan berbeda dari tiap tahunnya. Pada tahun 2017 Inovation Contest mengangkat tema “Strategi dan Inovasi Karya Anak Bangsa dalam Mewujudkan Substainable Development Goals (DGs) 2030”.

INOVATION CONTEST 2017 Lahirkan Inovator-Inovator Muda Indonesia

Tidak sedikit gagasan yang meraih juara  sudah di implementasikan di daerah masing-masing peserta sejak tahun 2016 penyelenggaraan pertama Innovation Contest dengan konsep lomba karya tulis ilmiah. Peserta yang mengikuti sudah dari berbagai penjuru Indonesia seperti Makasar, Palembang, Bali, dan Aceh. Innovation Contest tak hanya melahirkan strategi dan inovasi karya anak bangsa, tetapi melahirkan inovator-inovator muda Indonesia. Innovation Contest selalu menggunakan tema yang bertujuan untuk kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.

Innovation Contest 2018 mengambil temaPeningkatan Peran Pemuda Melalui Sumber Daya Lokal Dalam Pembangunan Sektor Perekonomian Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.  Dengan lima sub tema yakni Pendidikan, Ekonomi, Teknelogi, Pariwisata, dan Sosial Budaya”. Satu tim berisi tiga orang termasuk ketua dan berasal dari universitas yang sama.

Selama tiga hari Innovation Contest 2018 akan diadakan gedung Fakultas Ekonomi Univeritas Negeri Yogyakarta. Hari pertama technical meeting, tanggal 4 presentasi karya tulis ilmiah yang merupakan acara inti dan dimulai dari pagi sampai sore.“Tanggal 5 ada Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang fokus ke essay untuk lomba dan juga untuk beasiswa. Diisi oleh pembicara Rifaldi Fajar Mawapres UNY 2017, finalis Pilmapres Nasional Kemenristekdikti. Lalu ada Astika Nurwidyawati, S.Pd. LPDP Awardee University Of Edinburgh, UK, dan setelah itu baru pengumuman pemenang” kata Ogi Prayoga staf sie acara sekaligus anggota UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY departemen P2KI.

Jika di tahun 2017 dihari sebelum pengumuman sang juara ada seminar nasional kini digantikan oleh “Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah” salah satu dari program kerja UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY. Selain itu ada fiedl trip ke taman sari, benteng vredeburg, dan malioboro untuk memperlihatkan kepada peserta potensi-potensi penggerak ekonomi yang ada di Yogyakarta. Di tahun 2018 ini juga ada lomba baru yang ditambahkan yakni lomba poster. “Jadi alasannya agar gagasan tiap peserta bisa tervisualisasikan” kata Gea.

Ada lima indikator untuk menjadi Finalis Innovation Contest 2018 yakni melewati kelengkapan administrasi, sistematika penulisan, inovasi dan gagasan yang berisi dua bulir yaitu kreativitas gagasan dan orisinalitas ide yang ditawarkan, kemudian kesesuaian tema, kesesuaian judul dan latar belakang dengan tema, dan yang terakhir penerapan yang berisi dua bulir yakni aplikatif dan seberapa besar gagasan itu bisa diimplementasikan.

Ada sebelas para juara Innovation Contest 2018, Juara 1, Juara 2, dan Juara 3, Juara harapan 1, Juara harapan 2, dan Juara harapan 3, best presentation, best presentator, best presentator, best implementation, dan best poster. “Juri diisi oleh Ahmad Chafid Alwi, S.Pd., M.Pd., Lukman Yoga Suryawan, S.Si analis program Dinas Pariwasat Yogyakarta, Ari Akbar Devananta dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknelogi Indonesia Kluster Mahasiswa (MITI KM),” ungkap Novi Syaifatun Kamala selaku koorinator sie acara.

DAFTAR FINALIS INNOVATION CONTEST (ICON) 2018:

  1. Afiatin dari Universitas Diponegoro;
  2. Alvian Muhammad Reza dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember;
  3. Dwi Supatmi dari Universitas Gadjah Mada;
  4. Ella Nuritasari dari Politeknik Negeri Banyuwangi;
  5. Fathin Syafirah dari Universitas Diponegoro;
  6. Ilham Faturrokhman dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara
  7. Lydia Yuniarsih dari Universitas Tanjungpura
  8. Muna Alfaddlillah dari Universitas Trunojoyo Madura
  9. Ni kadek Sri utari dari Universitas Udayana
  10. Novika Brilliany Paramitha dari Universitas Jenderal Soedirman
  11. Oda Parwarti dari Universitas Negeri Makasar
  12. Amirur Rajif dari Universitas Negeri Yogyakarta
  13. Rifa Fatma Ningrum dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  14. Ria Oktaviani dari Universitas Negeri Yogyakarta
  15. Sri Ambar Wulan dari Institut Pertanian Bogor.

 

Hari Pertama

Hari pertama berlangsungnya Innovation Contest 2018 technical meeting menjadi poin penting. Berlanjut ke sesi tanya jawab oleh peserta finalis dengan panitia ICON 2018. Kemudian setiap ketua dari 15 tim maju melakukan proses pengundian nomor urut maju para peserta finalis untuk melakukan presentasi di hari esok. Air muka wajah para peserta terlihat beragam, ada yang terligat deg-deggan, ada yang tenang tapi terlihat fokus berpikir untuk hari besok. Tapi secara keseluruhan para peserta optimis. Wajah mereka seolah berkata bahwasanya mereka akan mengeluarkan yang terbaik untuk acara inti Innovation Contest 2018 yakni presentasi dan menjawab pertanyaan dari 3 juri dari gagasan mereka yang tidak hanya menjadi sebuah karya tulis ilmiah tapi sebuah inovasi untuk sebuah solusi.

Hari kedua: Prensentasi

Acara inti dari Innovation Contest 2018 presentasi dari tiap finalis. Pembukaan acara di hari kedua diisi oleh Tari Spektakuler yang dibawakan Yoga Kurniawan dan Astri Rahmadani. Astri Rahmadani menari dengan sumringah ke arah para peserta sedangkan Yoga Kurniawan dengan senyum tipis dan garak tegas membuat takjub para peserta terlebih dari pulau jawa.

Lalu gong di pukul oleh Bu Isroah wakil Dekan 3. Innovation Contest 2018 resmi di buka dan dimulailah satu persatu tim yang sudah mendapatkan nomor urut maju satu persatu. Para peserta begitu percaya diri ketika diatas panggung mempresentasikan gagasan mereka. Salah satu hal unik dan menarik ketika para peserta presentasi diatas panggung mereka memakai atribut yang khas dari daerah asal mereka.

Universitas Tanjungpura diketuai oleh Lydia Yuniarsih yang memakai songket khas dari Kalimantan Barat ketika sedang presentasi.
Dari Universitas Trunojoyo  yang diketuai oleh Muna Alfaddlillah juga makai tanjak Madura.
Tak ketinggalan dari Universitas Udayana yang dikomandoi oleh Ni Kadek Sri Utari memakai topi petani khas bali yang terbuat dari jerami dan diatas topinya bulat tidak lancip.

POBIA: Dari Bali Untuk Indonesia Semangat Bertani

Peserta diberi waktu 10 menit untuk mempresentasikan tiap gagasan mereka yang sudah tertuang dalam fullpaper. Dengan power point yang sudah disiapkan para peserta dengan lugas dan jelas mempresentasikan tiap gagasan mereka. Setelah mempresentasikan selama 10 menit ketiga juri akan bertanya kepada peserta. Tiap juri melontarkan 3 pertanyaan kepada peserta terkait gagasan yang mereka bawa ke atas panggung Innovation Contest 2018.

“Ide kali ini di dominasi banyak yang ke teknologi startub, tapi ada beberapa ide yang memang bagus dan soluktif untuk permasalahan indonesia saat ini diantaranya energi terbarukan kemudian pengelolaan ekowisata, cuma diantara itu untuk saat ini yang dapat menyelesaikan permasalahan Indonesia yang paling dominan kalau mau direeting ya dari energi terbarukan, tadi ada tiga yang bagus; ada bio gas ada yang cocok digunakan untuk kendaraan bermotor, ada yang yang manghasilkan energi bio dieselnya di dapatkan dari mickro alga itu juga bagus menurut saya karena memang itu yang dibutuhkan Indonesia saat ini biar kita gak selalu impor BBM maka itu seharusnya di modali oleh pemerintah dan memang sangat potensial sekali,” jelas Ahmad Chafid Alwi, S.Pd., M.Pd. juri dari akademisi.

Ahmad Chafid Alwi, S.Pd., M.Pd mengatakan, kalau untuk startup tidak bisa dipungkiri dunia saat ini teknelogi menjadi jembatan menuju inovasi hanya saja memang peserta mungkin diranah pembelajaran dan tahap pemula jadi startupnya belum begitu matang tapi ide yang dibawa oleh peserta sudah bagus dan kebanyakan dari peserta memang sudah mengarah kepada pemecahan masalah.

Ahmad Chafid Alwi yang juga salah satu staff pendidik di Fakultas Ekonomi UNY menyatakan, ide ataupun gagasan yang dibawa oleh para peserta Innovation Contest 2018 tidak muncul dari sebuah imajinasi tapi ide yang muncul dari sebuah permasalahan, itu sisi yang paling bagus dari sisi akademis jadi ada permasalahan ketemu idenya mereka cari kajian teorinya kemudian diujikan itu, yang bagus.

“Gagasan yang dibawa 15 peserta sisi ekonomi semuanya menjawab permasalahan,” ungkapnya.

Dari analis program Dinas Pariwasata Yogyakarta yang diwakili oleh Lukman Yoga Suryawan, S.Si menuturkan, untuk saat sekarang ini pemuda-pemudi memang harus tanggap banyak tanggap dengan perubahan zaman yang semakin cepat jadi mereka harus menyesuaikan diri dengan cepat, memaksimalkan potensi–potensi yang ada disekitarnya yang sebenarnya sangat banyak sekali dan dengan kemajuan teknologi yang sudah ada, pemuda pemudi harusnya di saat-saat sekarang ini bisa lebih untuk kreatif lagi dengan didukung oleh keungulan-keunggulan disekitarnya.

Yogyakarta menjadi barometer kesuksesan dari pariwisata bagi para peserta yang membawa gagasan tentang ekowisata mendapat masukan, ilmu dan motivasi dari Dinas Pariwasata Yogyakarta ketika mengikuti Innovation Contest 2018. “Ya kalau di jogja kita bersyukur juga dari dulu sampai sekarang tetap bagus bahkan semakin meningkat tapi intinya dari pariwisata adalah selain kita mengundang orang untuk berkunjung ke jogja tetapi satu lagi adalah bagaimana cara kita untuk bisa membuat orang ingin untuk kembali datang ke jogja di waktu yang akan datang. Jadi itu merupakan tantangan. Wisata di jogja juga harus berinovasi, berkreasi agar orang yang pernah ke jogja akan ke jogja lagi dan orang yang belum pernah ke jogja ingin ke jogja,” kata Lukman Yoga Suryawan.

Kesan dan Pesan Panitia Innovation Contest (ICON) 2018

Hari Ketiga

Seperti yang dikatakan Immanuel Kant, Pengalaman tanpa teori itu buta, tapi teori tanpa pengalaman hanyalah sebuah permainan kecerdasan. Hari terakhiir Innovation Contest 2018 dibuka dengan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang sudah ditunggu-tunggu. Ada dua Fokus utama dalam pelatihan ini yang juga merupakan salah satu program kerja dari Umum UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY. Fokus pertama ke essay untuk lomba dan fokus yang kedua untuk beasiswa. Diisi oleh pembicara Rifaldi Fajar Mawapres UNY 2017, finalis Pilmapres Nasional Kemenristekdikti. Lalu ada Astika Nurwidyawati, S.Pd. LPDP Awardee University Of Edinburgh, UK. Peserta mendapat bekal tambahan untuk dunia kepenulisan sebelum pulang ke kampusnya masing-masing. Setelah pelatihan barulah acara yang dinanti-nanti yakni pengumuman juara.

Berikut Daftar Juara  Innovation Contest 2018 dengan tema Peningkatan Peran Pemuda Melalui Sumber Daya Lokal dalam Pembangunan Sektor Perekonomian Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045:

Juara Harapan 3 diraih Universitas Udayana yang dikomandoi oleh Ni Kadek Sri Utari dengan judul karya: “POBIA”  Pendidikan Moral Berbasis Agraris untuk  Siswa Sekolah Dasar Dalam Upaya Pengembangan Sumber Daya Lokal Menuju Generasi Emas 2045.
Juara Harapan 2 diraih oleh Sekolah Tinggi Akuntansi Negara di komadoi oleh Ilham Faturrokhman dengan judul karya: Aplikasi Warungkita: Optimalisasi Strategi  Pemasaran Bagi Pelaku Usaha Mikro Dalam Five Finger Philosophy
Juara Harapan 1 diraih oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang dikomandoi Alvian Muhammad Reza dengan judul karya: Aplikasi Metode AirHydrodistillation untuk  Meningkatkan Ekonomi Petani Nilam di Kabupaten Trenggalek.
Juara 3 diraih Universitas Gadjah Mada dikomandoi oleh Dwi Supatmi dengan judul karya: Nirasari: Optimalisasi Pemasaran Produk Unggulan Gula Semut Berbasis Intregated Marketing System sebagai Wujud Pemberdayaan Masyarakat Desa Sirongge, Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Juara 2 diraih Universitas Diponegoro dikomandoi oleh Fathin Syafirah dengan judul karya: Produksi Bersih Biodiesel dari Mikroalga dengan Metode In Situ Solusi Penyediaan Sumber Energi Terbarukan Dan Ramah Lingkungan.
Juara 1 diraih Universitas Negeri Yogyakarta dikomandoi oleh Ria Oktaviani dengan judul karya: BIOM: Inovasi Sepeda Motor Berbahan Bakar Gulma Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) berbasis New Energy Converter sebagai upaya Menciptakan Kendaraan Roda Dua yang Murah dan Ramah Lingkungan di Indonesia
Best Poster diraih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dikomandoi Ilham Faturrokhman.
Best Presentation diraih Universitas Gadjah Mada dikomandoi oleh Dwi Supatmi.
Best Implementation diraih Universitas Diponegoro dikomandoi oleh Fathin Syafirah.

Dari Punggawa UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY Untuk Pemuda-Pemudi Republik Indonesia:

“Jangan takut, jangan ragu untuk terjun mengelola sumber daya lokal untuk memajukan perekonomian Indonesia, kalau bukan kita ya siapa lagi, karena genarasi yang ada diatas kita gak akan selamanya yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Akan ada saatnya kita yang akan menggantikan mereka, jadi mumpung masih muda, punya waktu untuk belajar dan belajar mulailah dari sekarang gak perlu dari hal-hal yang besar dari hal kecil seperti memanage diri sendiri, pemberdayaan teman-teman lalu ke masyarakat dan nati lebih luasnya ke Indonesia,” Gea Octaviani, Ketua Umum UKMF Penelitian KRISTAL FE UNY.

“Untuk pemuda-pemudi ya intinya jangan bermalas-malasan tetap semangat karena Indonesia butuh kalian sebagai generasi penerus bangsa,” Novi Syaifatun Kamala selaku koorinator sie acara.

“Sebagai pemuda kita harus terus belajar terutama ketika mengikuti lomba LKTI seperti ini kita yang punya ide yang bagus kita punya inovasi yang baik tapi jangan cuma dituangkan jadi karya tulis ilmiah tapi nanti setelah selesai gak dilaksanakan. Harapannya setelah mengikuti acara seperti ini punya ide dan inovasi bagus bisa terus berusaha diterapkan” Ogi Prayoga, staff sie acara.

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan