HMTG “GAIA” Mengabdi: Lakukan Pengabdian Masyarakat Di Desa Bugel Untuk Bantu Atasi Banjir

Bertema “Reborn to Challenge” GAIA Mengabdi dari GAIA untuk Indonesia pada rangkaian acara HUT Ke-27 HMTG “GAIA” IST Akprind Yogyakrta mengadakan pengabdian masyarakat tentang Mitigasi Bencana di Desa Bugel, Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan pada Sabtu, (6/10).


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Super Continent GAIA 2018 dilaksanakan selama 12 hari yang akan diisi oleh 7 kegiatan seputar ilmu pengetahuan, kompetisi bidang ilmu geologi dan pengabdian masyarakat dengan tema besar “The Historical and Dedication” bertujuan untuk mengulik sejarah pada Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “GAIA” sebagai bentuk dedikasi mahasiswa-mahasiswi terhadap bangsa dan negara yang melibatkan empat pilar penting yaitu pemerintah, professional, akademisi dan masyarakat umum. GAIA Mengabdi menjadi salah satu rangkaian acara yang sangat dinantikan guna menunjukan semangat aplikatif bidang keilmuan oleh  HMTG “GAIA” IST Akprind Yogyakarta bagi masyarakat dalam menanggulangi kebencanaan.

Menumbuhkan jiwa sosial untuk berkontribusi dalam menghadapi permasalahan yang ada di masyarakat pedesaan memang cukup kompleks untuk dilakukan oleh pemuda era millenial. Namun para pemuda dari HMTG “GAIA” IST Akprind menjawab tantangan tersebut dengan melaksanakan pengabdian masyarakat bertajuk “GAIA Mengabdi” sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat serta sebagai sarana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengangkat daerah yang dahulunya pernah menjadi kawasan wisata namun masih sering terjadi banjir. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan kawasan wisata serta meningkatkan kualitas perekonomian daerah dengan membangun sistem drainase yang memadai.

Lokasi yang cukup jauh di Desa Bugel, Kulon Progo membuat panitia GAIA Mengabdi harus mempersiapkan berbagai hal sejak pukul 6 pagi. Sekitar pukul 09.30 masyarakat sudah dapat menikmati rangkaian presentasi dan seminar dengan penyampaian berbagai materi terkait Mitigasi Banjir oleh Bapak Nur Widi Dosen dari IST Akprind Yogyakarta. Sekitar 26 warga dengan kisaran usia 28 hingga 45 tahun masyarakat langsung tersegmentasi  dengan materi Mitigasi Banjir yang telah disampaikan.

“Proses acara berjalan lancar dengan antusias warga yang begitu baik serta adanya pembagian doorprize setelah sesi tanya jawab kepada peserta yang sangat responsif untuk menanyakan lebih lanjut mengenai mitigasi banjir terutama karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap Desa Bugel sehingga terus mengakibatkan adanya banjir di setiap tahunnya tanpa adanya penangganan khusus,” Ucap Berta Beni selaku ketua acara GAIA Mengabdi di IST Akprind Yogyakarta.

Selanjutnya Berta menjelaskan, materi yang diberikan mengenai mitigasi banjir dari sudut pandang geologi, bagaimana mencegah dan mengurangi dampak setelah terkena banjir. Desa Bugel sendiri lokasinya berada di pantai selatan dengan elevasi sekitar 0-5 mdpl dari permukaan laut yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS), maka dari itu sering terjadinya proses pendangkalan pada anak sungai serta adanya tumbuhan eceng gondok yang menyebabkan air meluap pada musim hujan.

“Selain output dalam bentuk poster tentang mitigasi banjir, respon dari masyarakat juga sangat baik dengan meminta HMTG “GAIA” untuk melakukan analisis lebih lanjut mengenai sesuatu yang bisa diimplementasikan kepada masyarakat di sana dalam bentuk aplikatif untuk mencarikan cara penanggulangan banjir,” Lanjut Berta.

Acara GAIA Mengabdi berjalan dengan lancar tidak lepas dari campur tangan pihak-pihak yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan terciptanya gagasan untuk mendedikasikan tenaga, pikiran dan pengetahuan untuk mengembangkan jiwa sosial anggota HMTG “GAIA” dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan bencana maupun potensi pada suatu daerah. Selain itu guna mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Mayarakat.

Dua point utama yang ingin disampaikan saat GAIA Mengabdi kepada masyarakat ialah materi bencana banjir dalam pandangan geologi serta mitigasi bencana banjir. Selain pembekalan langsung juga ada beberapa saran cara menanggulangi banjir salah satunya dengan media biopori sebagai saluran resapan.

“Kami juga ingin mengembangkan jiwa sosial untuk berperan dalam memberikan wawasan  dan materi yang sudah disampaikan serta kegiatan ini dapat dijadikan sebagai contoh agar dapat dikembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi kebencanaan,” Ungkap Rexaldi Pabilla selaku panitia GAIA Mengabdi.

Lebih lanjut Rexaldi mengungkapkan selain sosialisasi dan penyampaian materi dalam bidang geologi agar dapat memberikan ilmu terapan dalam bentuk output dan hasil penelitian mengenai mitigasi bencana banjir untuk masyarakat Desa Bugel sehingga dapat langsung diimplementasikan.

Peran GAIA Mengabdi sudah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya bukan hanya memberikan penanggulangan ataupun berbagai penyuluhan kebencanaan tetapi juga memberitahukan adanya potensi geowisata yang memiliki nilai perekonomian.

“Harapannya di acara GAIA Mengabdi ini untuk masyarakat Desa Bugel dapat mengurangi dampak akibat bencana banjir yang memang dikategorikan daerah rawan banjir. Proses berkelanjutan yang diharapkan oleh masyarakat sana nantinya akan kami diskusikan kembali kepada jajaran pengurus HMTG “GAIA” serta dijadikan sebagai bahan rapat kerja untuk mengolahnya kemudian menerapkan hasil yang sudah didapat untuk segera diimplementasikan,” Jelas Ketua HMTG “GAIA” IST Akprind Yogyakarta Bagus Iswharyan.

Adanya “GAIA” Mengabdi dalam jangka panjang dapat dijadikan sebagai motivasi bagi penduduk di Desa Bugel agar mendapat wawasan dengan adanya materi yang sudah disampaikan sehingga memberikan manfaat dalam bentuk aplikatif. Mitigasi Bencana Banjir memang sangat penting untuk diketahui oleh kalangan luas. Selain memberikan pengabdian inilah bentuk manfaat HMTG “GAIA” IST Akprind Yogyakarta sebagai manusia maupun generasi muda yaitu dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya.

Penulis: Wiwin Winarni

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan