Festival Kebudayaan AKSI (ANTI KORUPSI)

YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Kelurahan Prenggan menjadi pilot project pertama di Indonesia oleh KPK dalam membumikan Program Pembangunan Budaya Antikorupsi berbasis Keluarga (PBAK). Program ini diadakan oleh KPK pada tahun 2014. Tujuan program ini adalah sebagai rangka penguatan pencegahan korupsi sejak dini kepada anak-anak  khususnya Kelurahan. Penguatan ini dilakukan melalui cara membentuk sebuah Komunitas Relawan Bahagia atau KIRAB. Namun dalam aksinya KIRAB tidak memiliki metode dan media untuk penanaman nilai-nilai antikorupsi.

Tim PKM M AKSIPOB Mengabdi yang dibimbing oleh Halili, MA dengan tim pelaksana Achmad Siddiq Asad (Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum), Afrian Dwi Yunitasari (Ilmu Sejarah), Elly Nur Rahmawati (Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum), Muhammad Aziz (Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum), dan Azwan (Ilmu Administrasi Negara), ini telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang ingin membantu mengoptimalkan kegiatan di  Kampung Antikorupsi selama 8 kali pertemuan.

AKSIPOB (Antikorupsi Pop Up Book) merupakan media pembelajaran pendidikan antikorupsi berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal yang dikenalkan adalah kearifan lokal yang terdapat di Yogyakarta seperti Tari Nawung Sekar dan Dramatari yang mengenalkan mengenai kebijaksanaan Raja Hamengkubuwono ke IX. Kegiatan ini dilakukan setiap seminggu sekali pada hari Sabtu dari pukul 09.00-11.00 di TBM (Taman Baca Masyarakat) Prenggan RW 05.

Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah MOSI meliputi Sosialisasi, Edukasi, Aksi, Advokasi, dan Evaluasi. Tahap kegiatannya adalah:

1) Sosialisasi, yaitu memberikan informasi kegiatan yang akan diadakan di Prenggan selama kurang lebih 4 bulan bersama Komunitas KIRAB untuk masyarakat, khususnya anak-anak usia 10-12 tahun,

2)  BACA (Be Anti Corruption Agent), yaitu program kegiatan berupa pemberian motivasi menjaga kearifan lokal dan sosialisasi hidup bersih tanpa korupsi memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang kekayaan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka yang memiliki nilai-nilai antikorupsi.

3) MIBASO (Minggu Bahagia Bersama AKSIPOB), yaitu program kegiatan yang ditunjukan untuk memberikan edukasi terkait hidup bersih tanpa korupsi melalui media penanaman nilai-nilai antikorupsi AKSIPOB.

4) BESANTI (Belajar Seni Tari Antikorupsi), yaitu program kegiatan aktif melestarikan kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggal anak-anak berupa pelatihan tari Nawung Sekar yang disisipi penanaman hidup bersih tanpa korupsi.

5) BESMANIKO (Belajar Seni Drama Antikorupsi), yaitu program kegiatan berupa penanaman nilai antikorupsi menggunakan media drama yang bertajuk “Tahta untuk Rakyat”.

6) Festival Kebudayaan “Anti Korupsi”, yaitu Komunitas KIRAB dan Tim PKM M menyelenggarakan festival kebudayaan dengan semangat hidup bersih tanpa korupsi yang tidak hanya menampilakan kreativitas anak-anak tetapi juga beserta penanaman nilai-nilai antikorupsi.

Festival Kebudayaan “Anti Korupsi” dilaksanakan pada hari Sabtu (6 Juli 2019) memiliki serangkaian acara yang meliputi Senam Si Kumbi, Tari Nawung Sekar, Deklarasi Komunitas Anak Antikorupsi-Kelurahan Prenggan Kotagede (KAA KPK) melalui painting hand. Pembacaan Puisi Antikorupsi, Tari Kreasi AKSIPOB, Penganugerahan Duta Antikorupsi 2019. Sasaran program ini adalah anak-anak usia 4-12 tahun. Pemerintah akan mendukung adanya program AKSIPOB Mengabdi. Sehingga tidak hanya diterapkan di Kelurahan Prenggan namun dapat tersebar diseluruh pelosok tanah air Indonesia.

Achmad Sidiq Asad selaku ketua dari Program AKSIPOB Mengabdi Cegah Korupsi, mengatakan, selama ini Komunitas Keluarga Bahagia atau KIRAB mengalami kendala dalam proses penanaman nilai kepada generasi mudanya terutama yang menyasar anak-anak, karena memang selama ini KIRAB belum memiliki metode khusus dalam penanaman nilai antikorupsi kepada generasi mudanya. Harapanya dengan pendampingan ini bisa menjadikan generasi muda di kelurahan Prenggan memiliki karakter yang kuat terkait nilai-nilai antikorupsi.

“Pendampingan yang kami lakukan ini, bagaimana memberikan alternatif metode penanaman nilai antikorupsi kepada KIRAB sehingga keberlanjutan Program Gerakan Antikorupsi Berbasis Keluarga yang sudah sangat baik ini dapat terus berjalan dan menghasilkan output yang optimal terkait generasi muda yang memiliki sikap nilai-nilai antikorupsi” ujar Asad.

Ari Sutantriyati, ketua Komunitas Keluarga Bahagia (KIRAB) menerangkan, bahwa terdapat kendala dalam pelaksanaan program Gerakan Antikorupsi Berbasis Keluarga karena secara penerapanya belum memiliki metode tersendiri sehingga program yang selama ini dijalankan masih belum terstruktur. Bersama program PKMM AKSIPOB Mengabdi Cegah Korupsi ia berharap dapat menunjang keberlanjutan Gerakan Antikorupsi Berbasis Keluarga yang ada di kelurahan Prenggan.

“Masyarakat Prenggan menyambut positif adanya program mahasiswa ini yang bertajuk AKSIPOB Mengabdi Cegah Korupsi, kami terbantu dengan adanya program ini sehingga anak-anak kami bisa dengan mudah mencerna nilai-nilai antikorupsi dengan baik. Harapanya sih program ini dapat berlanjut secara terus-menerus”  ujar Ari.

 

Kontibutor: Afrian Dwi Yunitasari

Editor: *R★.V.★N*

 

Tinggalkan Balasan