Expo Febipreneur 2018

Resminya Febipreneur menjadi LKMF Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Pada tanggal 24 April 2018 Febipreneur resmi menjadi salah satu LKMF Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga ketika secara simbolik Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag. menggunting pita pada hari pertama Expo Febipreneur sakaligus pemotongan pita untuk pembukaan bazar yang berjumlah total 134, baik yang berasal dari mahasiswa-mahasiswi (FEBI) maupun peserta dari luar kampus.

Febipreneur awalnya didirikan dengan nama Eksyapreneur tanggal 9 Oktober 2015. Beranggotakan mahasiswa-mahasiswi Ekonomi Syariah yang didasari oleh kegiatan Kewirausahaan dengan jumlah pendiri 16 orang. Karena melihat kegiatan Entrepreneur yang belum ada di dalam lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Eksyapreneur kemudian memperluas lingkupnya tidak hanya berada pada Prodi Ekonomi Syariah, namum menyeluruh kepada Prodi lain selain Ekonomi Syariah sehingga menurut musyawarah yang dilakukan, dicetuskan dengan nama “FEBIPRENEUR” yang merupakan wadah untuk pembelajaran kewirausahaan dalam lingkup satu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Febipreneur merupakan organisasi kemahasiswaan yang fokus pada penyaluran minat dan bakat mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga dalam kegiatan kewirausahaan. Dalam musyawarah pembentukan pertama Febipreneur disepakati bahwa organisasi ini merupakan wadah pembentukan mental dan karakter wirausahawan. Hal ini sesuai dengan salah satu visi dan misi FEBI yaitu membentuk para wirausaha yang handal dan sanggup menjawab segala tantangan zaman.

Menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya jiwa wirausaha mandiri yang kreatif, inovatif, berwawasan global dengan keteguhan mental dan pola pikir yang jujur ialah Visi dari Febipreneur. Sementara yang menjadi misi: memberikan edukasi kepada setiap anggota kewirausahaan mahasiswa dan mahasiswi Ekonomi Syariah secara umum dalam meningkatkan pengetahuan kewirausahaan, memfasilitasi anggota kewirausahaan mahasiswa-mahasiswi ekonomi syariah dalam pengembangan usaha dan bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pengambangan usaha anggota.

Selain itu dari organisasi ini diharapkan akan meningkatkan mental wirausaha mahasiswa-mahasiswi kemudian setelah mereka  memiliki mental wirausaha diharapkan memunculkan para wirausahawan muda yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan membantu mengurangi pengangguran. Febipreneur juga di harapkan bisa menghasilkan sebuah produk baru dengan brand Febipreneur yang bisa di terima dengan baik oleh masyarakat umum maupun civitas akademica UIN Sunan Kalijaga.

Pada acara EXPO itu juga dilakukan oprec untuk mencari SDM yang berkualitas untuk melanjutkan organisasi agar bisa terus berjalan kedepan dengan visi dan misi yang telah di sepakati secara bersama. Karena lazimnya suatu organisasi baru dibentuk akan mengalami beberapa kendala seperti penyaringan dan pembentukan SDM yangg mau berjuang dan berkorban untuk kemajuan organisasi. Proses open recruitment mahasiswa-mahasiswi yang berminat bergabung ke dalam LKMF Febipreneur ini harus mengisi formulir dan selanjutnya akan melewati beberapa tahapan selain berupa wawancara yang berfungsi untuk menyeleksi.

Beberapa program kerja yang sudah ada dalam waktu dekat ini akan dilakukan salah satunya melakukan kunjungan ke LKMF sejenis dengan LKMF Febipreneur dari kampus lain untuk mencari inspirasi guna peningkatan organisasi dan juga untuk semakin meningkatkan mental wirausaha setiap anggota. “Kemudian juga kami akan berkunjung ke industri atau perusahaan untuk menjadi inspirasi kami buat menciptakan sebuah produk yang akan kami buat nanti” ungkap Luqman Hamim Muzakky selaku Divisi Operasional dan Bisnis LKMF Febipreneur.

Expo Febipreneur Hari Pertama

Hari pertama pembukaan bazar yang diwakili oleh Frileni dan Minan di atas panggung di dalam gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga. Ada 134 stand bazar, 30 stand makanan di luar gedung dan 104 bermacam-macam stand di dalam gedung. Ketika masuk ke dalam gedung Multipurpose di depan ada meja receptionist sudah ada 4 panitia yang berjaga. Di sebelah kiri diisi stand makanan, di sebelah kanan ada stand yang di jaga oleh Nabila, berisi pakaian, jilbab, masker muka untuk kecantikan.  Nabila dan kedua temannya adalah salah satu dari beberapa peserta yang membuka stand dari luar kampus UIN, mereka berasal dari MSV Studio. Masuk ke dalam melalu pintu sebelah kanan ada dua stand yang bersebelahan, stand makanan dan foto art kepunyaan dari M. Andika yang mempunya minat di editing foto desained. Di dalam gedung stand di tata 4 baris memanjang. Kebanyakan diisi oleh stand makanan. Produk-produk makanan hasil dari inovasi mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga yang sangat variatif yang jarang di temui di tempat jajan biasa. Saking banyaknya stand makanan anda akan lupa nama makanan yang ditawarkan pada anda jika tidak mencatatnya. Air muka para mahasiswa-mahasiswi yang sedang berdagang sangat ceria, antusias menawarkan kepada pengunjung.

Di sebelah kiri ada bermacam-macam stand, salah satunya Misbah yang menjadi satu-satunya membuka stand buku. Motivasi Misbah yang mempunya link jualan buku adalah untuk belajar berbisnis melalui Expo Febipreneur. Menurutnya, kapasitas mahasiswa-mahasiswi itu dilihat dari ilmunya, sehingga memutuskan untuk membuka stand buku. Standnya diisi bermacam-macam buku seperti buku-buku dakwah, buku-buku ekonomi, dan juga novel. Hari pertama Misbah berhasil menjual dua buah novel.

Maju kedepan tetap di baris kiri sebelah kanan ada A. Masrur yang menjual batik dengan desaian kopiah dan udeng. Awalnya ketertarikan Masrur dari melihat trend batik yang semakin di minati oleh fashion sekarang dan batik di zaman modern segmentasi pasarnya sudah menyeluruh dari bawah sampai menengah dan atas. “Jadi peluang ini kami manfaatkan sehingga membuat inovasi bagaimana batik ini tidak hanya di desain baju atau kemeja saja maka dari itu kami bikin inovasi batik dengan desain kopiah dan udeng,” jelasnya.

Lebih jauh dia bercerita sudah ada orang jerman yang berkunjung ke tempat mereka tertarik dengan produk mereka. Usaha Masrur ini berkerjasama dengan salah satu usaha rumahan, dia menawarkan bantuan dari segi marketing. “Akhirnya MoU pun di ketik bahwasanya kita berkerjasama dengan industri rumahan untuk marketingnya ini” ungkap Masrur.

Hampir tiap stand menyatakan bahwa Expo Febipreneur telah berhasil sebagai wadah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga untuk untuk belajar dan menumbuhkembangkan jiwa berwirausaha mereka. EXPO Febipreneur juga sekaligus sarana bagi mahasiswa-mahasiswi yang mengambil kelas entrepreneurship guna mengimplementasikan teori-teori yang sudah didapat di dunia perkuliahan untuk menciptakan suatu produk dan menjualnya.

Pada pukul 1 siang dimulailah “Lomba Kreasi Mie”. Lomba di bagi menjadi 3 kloter. Kloter pertama ada yang menarik perhatian karena selain mahasiswa-mahasiwi yang mengikuti lomba juga ada anak kecil yang ikut berperan serta bersama ibunya yang juga sebagai pendidik di UIN. Sang anak sigap menuruti setiap instruksi yang diberikan ibunya. Tidak ada wajah gugup ataupun terburu-buru pada wajah adik-adik itu walaupun waktu yang diberikan panitia hanya 20 menit. Keharmonisan sebuah keluarga pun hadir Expo Febipreneur.

Kakak adik Lomba Kreasi Mie

Di kolter selanjutnya hujan turun menyapa seolah memberikan pertanda baik akan resminya Febipreneur sebagai LKMF Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga. Lomba yang awalnya berada di depan gedung Multipurpose di pindahkan ke depan gedung dengan cepat dan sigap oleh panitia yang mengenakan kemeja merah dengan tulisan di Febipreneur di bawah kantong saku yang berada di dada sebelah kiri. Peserta yang mengikuti lomba pun diiring oleh derai bunyi hujan yang membuat suasana semakin sejuk.

Ada juga peserta dari kampus Universitas Negeri Yogyakarta yang bersinergi dengan temannya yang kuliah di UIN untuk mengikuti lomba. Satu tim yang berisi dua peserta membuat mereka berdua berbagi tugas dengan sangat rapinya seolah dari awal telah merencanakan semuanya dengan sangat rinci dan rapi, tak terpengaruh oleh set tempat memasak yang berubah, tak terpengaruh oleh hujan yang turun dan angin yang beriringan dengan hujan, terlihat dari sorot mata mereka berdua vini, vidi, vici dari tim yang bersinergi. Akankah tim ini meraih juara pertama?

Hari pertama Expo Febipreneur di tutup dengan “Lomba Kreasi Mie” dan iringan hujan. Para panitia beres-beres dengan wajah lelah namun cerah diringi sumringah setelah persiapan yang memang singkat hanya satu bulan setengah.

Expo Febipreneur Hari Kedua

Hari kedua dimulai dengan pelatihan youteber oleh Hafied, seorang youtuber yang memiliki lebih dari 11k subscriber dan pernah masuk 10 tranding topic. Hafied memberikan materi pelatihan dari mulai awal membuat channel YouTube dan bagaimana membuat konten youtube yang menarik. Generasi millennials sangat erat dengan teknelogi yang berbasis internet yang di dalamnya ada sebuah dunia lain dan sering disebut dengan “Dunia Maya” yang terdapat sosial media mulai dari Instagram, Twitter, YouTube. Di zaman sekarang siapa saja bisa mendapatkan penghasilan termasuk salah satunya dari YouTube. Melihat potensi tersebut pelatihan youtuber ini diperlukan untuk generasi millennials agar tidak salah jalan membuat konten youtube dan tidak tersesat di “Dunia Maya”.

Donor darah menjadi acara selanjutnya dengan pengisi acara dari PMI. Kegiatan donor darah bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Jadi tidak hanya menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship tetapi Expo Febipreneur juga menyeruakkan soal Empati di kalangan millennials.

Di siang hari setelah ISHOMA acara yang paling di tunggu-tunggu oleh kaum adam dan hawa adalah fashion show, yang akan menampilkan inovasi-inovasi dari pakaian muslim modern dan kekinian tapi di depan mata tetap sopan. Adalah 12 peserta dengan 1 tim diisi oleh 2 orang; 1 perias dan satu model yang akan berjalan di atas karpet merah. Para perias di beri waktu satu jam untuk mendandani modelnya. Setelah waktu habis satu persatu yang menjadi model melakukan catwalk di atas karpet merah.

Para model lomba fashion show

Aulia Rahma peserta dari Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga mengungkapkan, motivasinya mengikuti fashion show untuk melatih kepercayaan diri tampil di depan umum. “kemudian selain itu untuk promososiin teman saya yang mempunyai bakat untuk memakeupin orang” kata Aulia Rahma.

Mutia Rahayu yang satu program studi dan satu tim dengan Aulia Rahma mengatakan, melalui Expo Febipreneur hobinya tersalurkan sebagai perias dan menikmati pekerjaan merias sejak masih berkuliah S1.

Aulia Rahma yang berasal dari Lampung dan Mutia Rahayu dari Aceh baru menginjak semester 2 untuk menyelesaikan program studi Magister ini sejak pertama mengetahui akan adanya Expo Febipreneur langsung mendaftar, dan setelah acara selesai fashion show sangat mengapresiasi karena berhasil mewadahi jiwa berwirausaha, melatih kepercayan diri tampil di depan orang banyak dan juga sebagai tempat menyalurkan hobi.

Hari kedua Expo Febipreneur di tutup dengan fashion show dan dengan sumringah para penonton dan panitia baik dari kalangan adam maupun dari kalangan hawa. Tidak hanya meraka para peserta yang perias dan model juga sumringah.

Expo Febipreneur Hari Ketiga

Hari terakhir dari EXPO Febipreneur 2018 adalah Talkshow yang akan diisi oleh satu orang Inspired figur and motivator yang diisi Hanif M Ibrahim, yang memiliki prestasi internasional maupun nasional, pernah menjadi delegasi Saouth Of Korea Global Exchange 2018, inisiator kampoeng hompimpa jogja dan juara 1 lomba baca puisi mahasiswa tingkat se-DIY. Pemateri yang kedua Ibrahim H Hisbullah seorang pebisnis sekaligus pemilik Rumah makan udon Dashi Kombu dan masuk Grand final “Busines Project Award 2017” Cendi. Seorang Inspired figur and motivator dan seorang pebisnis satu panggung dalam EXPO Febipreneur 2018 yang bertajuk Millenials Generation With Entrepreneurship.

Setelah tiga hari penyelenggaraan EXPO Febipreneur 2018 yang bertajuk Millenials Generation With Entrepreneurship tibalah saatnya pengumuman para juara. Juara pertama Lomba Kreasi Mie dimenangkan oleh tim yang bersinergi yang mempunyai  sorot mata vini, vidi, vici: Annisa Ayu (UIN) & Ratih Setyawati (UNY). Berikut daftar lengkap para juara:

Kreasi Mie:

Juara

  1. Annisa Ayu (UIN) & Ratih Setyawati (UNY)
  2. Anggun Rudiana Putri & Ahmad Misbakh Zainul Mustofa (UIN)
  3. Anggari Marya (UIN)

Fashion Show:

Juara

  1. Cindy Aurel (model) & Tanya Shaf (perias) dari UNISA
  2. Ivo Karina (model) & Latifa Rahmawati Hidayat (perias) UAD
  3. Dewi Hasanah Bolqiyah (model) UIN

 

Ada tiga orang yang tidak pernah jauh dari organisasi ini, sejak masih bernama Eksyapreneur dan sekarang berubah nama Febipreneur dan menjadi LKMF Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang ada di UIN Sunan Kalijaga, mereka adalah Meida Nur Rahma, Azzam Faras wijdan dan Danang Ibnu Atsir. Ketiga orang ini tinggal menghitung bulan untuk meletakkan gelar mereka sebagai Mahasiswi dan Mahasiwa, digantikan dengan gelar sarjana. Menurut panitia yang masih berusia semester muda mengatakan, mereka bertiga selalu stand by dan apa yang diperlukan oleh panitia yang terkait EXPO selalu mereka bantu.

“Harapan ketika febipreneur ini menjadi LKMF supaya mahasiswa yang mempunyai jiwa enterpreneur memiliki wadah yang di dukung langsung oleh Fakultas sehingga semangat anggota untuk saling belajar enterpreneur lebih besar lagi,” ungkap Meida Nur Rahma.

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan