Event #1 Matakuliah Manajemen Event FIKOMM UMBY: Menulis Adalah Seni

MATAMEDIA- RI.com – Setiap ucapan yang dituturkan pastinya akan hilang. Namun, berbeda halnya dengan tulisan yang pasti akan bertahan selamanya. Hal tersebut merupakan barang pasti bahwa pentingnya menulis. Supaya apa? “Supaya tidak hilang dalam masyarakat dan sejarah”, begitulah kata sastrawan besar bangsa ini Pramoedya Ananta Toer.

Mahasiswa yang merupakan bagian dari lingkungan akademis tentu amat diharapkan untuk rutin dalam menulis, sehingga menghasilkan karya tulis ilmiah (buku, jurnal dan lainnya) maupun karya tulis ilmiah populer (artikel). Namun, kenyataannya sangat sedikit yang menulis. Jangankan menulis di media massa, membuat tugas perkuliahan (makalah) saja bukan main malasnya. Bukankah kita tahu bahwa mahasiswa yang sebagai subjek pendidikan ini harus mempunyai potensi menulis yang besar?

Astri Wulandari, S.I.Kom.,M.A., dosen program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi & Multimedia, Universitas Mercu Buana Yogyakarta menuturkan, keprihatinan terhadap era sekarang yang kita katakan sebagai generasi millenial ini lebih kepada budaya oral, dalam arti mereka lebih senang “melihat dan mendengar”. Sesuatu yang yang saya lihat saat ini, menulis itu bagi mereka susah, susah untuk mencari celah, dan susah untuk membuat konsep, walaupun sudah di beri tema. Tapi, bagi mereka tetap susah. Berarti mereka kurang terbiasa dengan hal (menulis) itu.

Sambutan dari Dosen Manajemen Event Astri Wulandari, S.I.Kom.,M.A

Beranjak dari semua itu, dan juga merupakan output  dari mata kuliah management event. Maka, lahirlah “Workshop & Bedah Buku” dengan tema “Menulis Adalah Seni” yang diprakarsai oleh teman-teman mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Kamis (4/1/2018).

Dipandu oleh Sena Saragih, selaku pembawa acara pada workshop bedah buku membuat peserta yang hadir semakin antusias menyaksikan setiap roundown acara yang telah disiapkan panitia. Dibuka oleh penampilan Me On Mine dengan beberapa lagunya yang cukup membuat peserta terhibur. Selanjutnya, sambutan dari dosen (Astri Wulandari, S.I.Kom.,M.A.) pengampu mata kuliah management event membuat siapapun yang mendengar dan berada di Auditorium tersebut tentu akan ikut terharu. Beliau mengatakan, secara teknis event ini hanya disiapkan dalam waktu 7 minggu, yaitu setelah ujian tengah semester. Mulai dari merancang konsep, menentukan panitia, bahkan ada kontra-kontra di  kelas. Tetapi, semuanya itu kita hanya perlu sama-sama merangkul saja, kita hanya perlu sama-sama bersemangat saja. Jangan sampai orang-orang yang pesimis itu menularkan sipat pesimisnya. Aku salut dengan kelas management event ini. Kita tetap solid, kita tetap kompak, semua masukan di tampung dan mencari jalan keluar dengan cara dewasa. Hal itulah yang membuat aku terharu dan bangga dengan teman-teman panitia, sambut riuh tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.

Sambutan dari Didik Haryadi Santoso S.Kom.I., M.A., selaku wakil dekan FIKOMM UMBY.

Didik Haryadi Santoso S.Kom.I., M.A., selaku wakil dekan FIKOMM UMBY, dan Achmad Oddy Widyantoro, M.Sn., yang merupakan dosen tetap di UMBY menjadi narasumber pertama dalam workshop tersebut. Wakil dekan yang kerap dipanggil mas Didik oleh mahasiswanya ini mengatakan, seorang penulis dan seorang editor tidak akan bisa bekerja dalam satu waktu bersamaan. Tulislah apa yang ingin kalian tuliskan, dan jangan sesekali menghapus ataupun mengedit tulisan yang telah dituliskan. Hal tersebut tentu akan memperlambat proses penulisan. Ketika semua tulisan sudah selesai, barulah kita menjadi editor. Anggap saja tulisan yang telah kita tulis tersebut merupakan tulisan orang lain, supaya kita lebih leluasa mengedit mana yang perlu dihapus dan mana yang perlu diubah.

Workshop dan bedah buku bersama Didik Haryadi Santoso S.Kom.I., M.A., dan Achmad Oddy Widyantoro M.Sn.

“Jika engkau bukan anak seorang raja, dan juga jika engkau bukan anak seorang terkemuka. Maka, menulislah”, Ujar Didik, sembari memberi motivasi terhadap peserta workshop & bedah buku.

Terlihat wajah-wajah semangat para peserta, dan tidak mungkin juga yang namanya workshop tanpa praktik langsung. Akhirnya setiap peserta yang hadir diberikan selembaran kertas oleh panitia untuk menuliskan puisi dengan tema “kenangan”. “Mengapa harus puisi? Karena dengan hal-hal kecil inilah yang membuat kita nantinya terbiasa untuk menulis ke tahap-tahap selanjutnya. Berpindah ke cerita pendek (CERPEN), lalu novel, jurnal, dan seterusnya”, ungkap wakil Dekan FIKOMM UMBY tersebut.

Dengan hanya waktu lima menit, setiap peserta diharuskan untuk selesai menulis. Sembari menunggu penilaian dari kedua narasumber untuk memilah-milah tulisan yang cocok keluar sebagai juara. Sena Saragih, selaku pembawa acara yang dari tadi juga tidak habis semangatnya mempersilahkan grup band lokal Jogja “Benharlem” untuk menghibur semua yang ada di Auditorium tersebut.

Semua orang yang ada di Auditorium hanyut dalam bait kata yang di lantunkan salah seorang penyanyi Benharlem saat itu, dan tanpa di sadari, tibalah saatnya pengumuman pemenang juara menulis puisi tersebut. Abid Azhary Zain, peserta workshop dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBI berhak membacakan puisinya di atas panggung, dan menenteng hadiah yang sudah disediakan panitia. Karena, karya Abid lah yang terbaik.

Irwan Bajang (CEO Indie book Corner) yang menjadi narasumber ke-dua juga mengupas bukunya yang berjudul “Hantu, Presiden dan Buku Puisi Kesedihan”. Tidak itu saja, Irwan juga membagi tips di dalam dunia penulisan. “Pada saat menulis, haram bagi saya untuk menoleh ke belakang, atau membaca ulang tulisan. Supaya tidak terganggu dengan kualitas tulisan, toh nantinya saya juga yang akan menjadi editor dari tulisan tersebut. Terpenting adalah, saya sudah menyelesaikan suatu pekerjaan sekaligus perjuangan. Karena bagi saya menulis bukan hanya pekerjaan melainkan juga perjuangan.”, jelas Irwan pada saat workshop.

Irwan Bajang on stage

“Sangat senang dengan event-event seperti ini, disamping orang ingin belajar bagaimana bisa menulis, juga bisa bertemu dengan penulis-penulisnya secara langsung. Apalagi penulis seperti mas Irwan yang punya terbitan sendiri.”, ungkap Abid Azhary Zain.

Irwan Bajang sedang asik mencatat setiap pertanyaan yang dilontarkan peserta workshop dan bedah buku dengan tema Menulis Adalah Seni

Gandhi, selaku ketua panitia juga mengatakan, ruang untuk menulis itu banyak. Salah satunya ada Indie Book Corner yang bisa diajak sharing mengenai dunia menulis, bahkan sampai percetakan.

Waktu pun menunjukkan pukul 17.30. W.I.B. Maka berakhir pula lah workshop & bedah buku ini. Penampilan Nisa Winartaha yang menjadi  penampil solo penutup pada  event ini, mengiringi selesainya segala usaha dan jerih payah panitia dalam menyiapkankan event pertama di matakuliah Manajemen Event. Kedepannya di setiap semester gazal mahasiswa yang mengambil matakuliah yang baru semester ini diadakan akan di wajibkan membuat event sedemikian rupa.

Harapan dari seluruh panitia dan Astri Wulandari, S.I.Kom.,M.A selaku salah satu pendidik FIKOMM UMBY di event selanjutnya mahasiswa akan membuat event lebih keren dan sukses melebihi event pertama.

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan