DIEN 2018: Pemerataan Ekonomi Indonesia, Pemuda-Pemudi Ikut Berperan

YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Debat Isu Ekonomi Nasional adalah sebuah acara yang memfasilitasi pemuda-pemudi Indonesia khususnya mahasiswa-mahasiswi untuk lebih mengerti dan mengenal tentang kebijakan kebijakan pemerintah terutama dalam bidang ekonomi. UKMF Penelitian Kristal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta mengadakan acara DIEN dengan tujuan agar mahasiswa Indonesia bisa berpikir lebih kritis terhadap bagaimana perkembangan ekonomi indoensia dan mampu menjadi agen yang membantu pemerintah dalam programnya pemerataan ekonomi Indonesia.

Acara ini dimulai pada tanggal 12 dan 13 Oktober 2018 yang diawali dengan pelaksanaan tecknical meeting yang dilaksanakan di Ruang Ramah Tamah Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam tecknical meeting tersebut panitia menyampaikan tentang tata tertib pelaksanaan lomba, tata cara lomba mulai dari bagaimana menentukan di chamber mana dan akan bertemu dengan tim mana. Selain itu juga disampaikan tentang punishment yang akan diberikan kepada peserta yang melanggar peraturan tersebut.

Dalam penyampaiannya panitia sudah menyampaikan dengan baik dan dan jelas sehingga tidak terjadi miskom dengan peserta. Peserta yang bertanya pun dapat dijawab dengan baik oleh panitia yang bertugas.

Setelah melaksanakan Teknikal meeting, para peserta kemudian di antar ke penginapan yang berlokasi di Jalan Kaliurang. Di penginapan peserta langsung beristirahat dan mempersiapkan diri untuk keesokan harinya bertanding merebutkan kejuaraan.

Pada tanggal 13 Oktober 2018, tepat pada pukul 08.00 WIB pagi bertempat di Auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Acara dibuka dengan sambutan sambutan. Peserta kemudian menuju ke chamber masing-masing untuk melaksanakan babak penyisihan dimana dalam setiap chamber mempertemukan 2 tim yang akan bertarung untuk memperebutkan posisi maju ke babak semi final. Dalam babak semi final akhirnya diketahui siapa yang melaju ke babak final yaitu tim dari UGM 1 melawan UGM 2.

Di babak final kedua tim ini mendapatkan moshi “Polemik Kebijakan Menteri Perdagangan Akan Impor Beras Yang Tidak Merugikan Petani dan Di anggap Dapat Mempercepat Pemerataan Ekonomi”. Dengan moshi tersebut kedua tim bertanding dengan tim UGM 1 sebagai tim pro, dan tim UGM 2 sebagai tim kontra. Dalam babak final ini kedua tim bertanding dengan sengit dimana argumen dari kedua belah pihak sama-sama kuat dan kedua belah pihak dapat memegang teguh argumentasinya.

Dian Isnawati (Juri) mengatakan bahwa moshi-moshi yang dipakai sudah bagus dan sudah baik. Banyak moshi-moshi yang masih hangat diperbincangkan dan masih booming di kalangan ekonomi Indonesia. Namun sayangnya, beberapa moshi ada yang lebih memihak kepada tim pro, sehingga hal tersebut menyulitkan tim kontra untuk membalikkan keadaan. Para juri memberikan saran kepada panitia untuk beberapa moshi yang terlalu pro tersebut dapat memberikan kesempatan untuk tim kontra menjadi tim pro juga jadi akan sedikit lebih adil dalam hal penilaiannya.

Para peserta juga mengatakan apabila acara ini adalah acara yang keren, karena mulai dari panitianya, hingga ke juri dan keseluruhannya menunjukkan suatu pekerjaan yang cekatan. Untuk peserta yang sudah berada di daerah Yogyakarta pun tidak harus membayar biaya untuk pnginapan dan akomodarsi lainnya sehingga peserta merasa puas dan merasa diuntungkan.

Para peserta juga mengatakan apabila dalam menilai juri dari acara ini sudah menilainya dengan adil, serta pujian datang untuk panitia yang mampu mendatangkan juri dari berbagai bidang, bukan hanya debater atau bukan hanya akademisi, dan bukan juga hanya dari dinas semata tetapi merupakan gabungan dari ketiganya sehigga peserta merasa penilaian dapat dilakukan secara adil.

Setelah menyelesaikan babak final, kedua tim dan peserta lainnya kembali ke penginapan untuk mempersiapkan diri mengikuti gala dinner di Foodcourt Universitas Negeri yogyakarta yang dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB tepat. Sayangnya, akibat kemacetan ketika akan kembali ke area UNY, para peserta terjebak macet sehingga dimulainnya acara menjadi sedikit terhambat, namun panitia dapat meng-handle acara dengan baik sehingga acara tidak sampai terlambat terlalu jauh.

Dalam gala dinner tersebut selain seluruh peserta, panitia dan tamu undangan makan bersama juga dimeriahkan dengan penampilan dari kristalkustik. Setelah selesai makan malam, MC acara menyebutkan pemenang dari DIEN 2018 dan juara III LKTI yang diraih oleh Abdillah Azlamudin, juara II Sonia Ayu Agesti dan juara I diraih oleh Ilham saputra.

Selanjutnya MC membacakan kejuaraan DIEN, mulai dari Juara III yang diraih olrh tim dari UNESA dengan ketua timnya bernama Aditiya Chandra Prasetiya dan anggotanya Tessa Rachmaviani dan Samudra Wiryantama. Selanjutnya adalah juara II yaitu dari tim UGM 2 dengan ketua tim Hafizh Nurul Faizah dan anggotanya bernama Kusuma Putri dan Wahyu Alga R. Sedangkan juara I  diraih oleh tim UGM 1 dengan Sisilia Juliana Hanamaria sebagai ketua tim, Jesita Wida Ajani, dan Varrel Vendira Rizlah Putra.

Di penghujung acara tim MATAMEDIA-RI.com berkesempatan untuk mewawancara Gea Octaviani yang merupakan Ketua dari UKMF Penelitian Kristal Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Gea mengaku, bahwa dirinya begitu takjub dengan kinerja panitia DIEN tahun ini. Walaupun banyak hambatan mulai dari salah satu juri yang cancel pada hari H, peserta yang datang terlambat karena kemacetan, hingga beberapa hambatan lainnya yang membuat acara selesai tidak tepat waktu. Namun panitia mampu membuktikan kinerjanya yang baik, tanggap dan cekatan sehingga acara dapat berjalan dengan baik dan lancar. Gea juga memberikan pesan kecil kepada calon panitia DIEN tahun depan agar tetap semangat, tetap menjaga profesionalitas dan semoga dapat mengadakan DIEN yang lebih baik dari tahun ini.

Penulis: Gristyantika Prefy

Editor : *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan