Berbagi Cerita Tentang Battle Of Surabaya dan Proyek Film Animasi Ajisaka

Aryanto Yuliawan selaku Chief Executive Officer Of MSV Studio, berbagi pengalaman selama berada di Animation Expo 2018 tentang film animasi.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Banyak pengalaman yang didapatkan selama beliau berada di Animation Expo 2018, ada pesan dari beliau yang saya dapat, di mana beliau berkata “animator-animator di Indonesia harus membuat karya yang meliputi tentang local budaya yang membuat perusahaan-perusahaan di luar tertarik untuk bekerjasama dengan animator-animator di Indonesia,” ungkap Aryanto Yuliawan selaku Chief Executive Officer Of MSV Studio.

Beliau juga menceritakan di talk show Animation Expo bagaimana industri di dunia animasi di Indonesia sekarang masih dalam proses perkembangan, film animasi Battle Of Surabaya sendiri menargetkan pasar-pasar dunia agar dunia melihat bahwasanya Indonesia punya animator-animator handal dalam membuat Animasi yang tidak kalah bagus dari animator-animator luar.

Terlihat senyum bahagia dari Ayanto Yuniawan yang dimana melihat film animasi Battle Of Surabaya sudah terbang ke sana kemari untuk mengepakkan sayapnya dan bahwasanya kita bisa membuat animasi yang tak kalah bersaing dari pihak luar meskipun teknologi didunia animasi masih belum maju di Indonesia dan masih dalam tahapan perkembangan.

Film Animasi Battle Of Surabaya memperkenalkan kedunia bahwasanya Indonesia juga mempunyai dan film animasi setingkat International. Film ini juga menceritakan tentang perjuangan para pahlawan yang berperang demi membela Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita juga tidak akan lepas dari sejarah Indonesia sendiri, Sama halnya Rakyat Surabaya yang ingin memperjuangkan tanah yang mereka pijak demi kemerdekaan yang ingin di raih.

“Kalau kita bercerita tentang sejarah masalalu yang terlalu menggurui itu anak-anak sekarang cenderung menolak sehingga kita mencoba membuat tokoh-tokoh yang seusia dengan mereka dengan gaya-gaya seperti mereka secara tidak sadar mereka juga belajar tentang konten yang kita sampaikan,” kata Aryanto Yuliawan selaku Chief Executive Officer Of MSV Studio.

Film ini di buat juga bertujuan agar anak muda sekarang lebih mengenal tentang sejarah Indonesia terkhususnya masyarakat Surabaya. Film ini di kemas dengan sangat menarik yang di mana sang tokoh Musa di kemas untuk mempresentasikan anak-anak sekarang bahwasannya zaman orde lama itu dengan sepenuh jiwa dan raganya rela mati untuk membela tanar airnya, di mana sama halnya tokoh Yuna yang tidak terlalu jauh beda dengan umur Musa, adapun tokoh yang bernama Danu sebagai wujud tokoh dewasa.

Selama berada di Auditorium MMTC Aryanto Yuniawan menceritakan beberapa penghargaan yang telah diraih Battle Of Surabaya, Film Battle Of Surabaya mengambil latar belakang Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Animasi yang sangat apik dikerjakan oleh mayoritas kreator muda asli Indonesia. Selain memenangkan berbagai penghargaan, film ini juga dilirik oleh Walt Disney Pictures yang kemudian membantu distribusi global Dengan kemenangan Battle of Surabaya ini, animator Indonesia diharapkan semakin mampu meraih prestasi di pasar film animasi global.

Penghargaan yang telah diraih antara lain Hollywood International Moving Pictures Film Festival 2018, The Golden Nike Awards Film Festival 2018 di London, European Cinematography Award 2018 di Warsawa, dan Alternative Film Festival 2018 di Toronto, Canada.  Lalu Best Animation Festival Internasional De Cine Del Cono Sur 2018 Valparaíso, Chili, Best Animation European Cinematography Award 2018 di Warsawa, Polandia, dan puluhan penghargaan lain dari berbagai festival film internasional.

Budaya di Indonesia ini banyak, dan selayaknya kita sebagai kaula muda harus membuat animasi di mana ada pesan didalamnya, seperti memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan animasi yang ada pesan moralnya didalamnya, Battle Of Surabaya menceritakan dengan sangat bagus di mana di masa dulu masyarakat Surabaya yang ingin merdeka namun di jajah terus oleh pihak luar. Film ini juga menceritakan perjuangan masyarakat Suroboyo yang ingin merdeka di bawah pimpinan Ir. Soekarno.

Di mana di percakapan ku bersama Aryanto Yuliawan beliau adalah orang yang sangat murah senyum dan ingin membagi kisahnya di hadapan pengunjung Animation Expo 2018, banyak pesan yang saya ambil selama beliau hadir di acara AXPO 2018. “Buatlah animasi local Indonesia ini menjadi kemasan-kemasan global sehingga bisa di nikmatin oleh seluruh masyarakat dunia,” ungkap Aryanto Yuliawan selaku Chief Executive Officer Of MSV Studio.

Jadi yang saya tangkap dari pesan beliau adalah Indonesia harus membuat animasi yang tidak hanya untuk local tapi buat lah animasi yang membuat pihak luar tertarik dan ingin bekerja sama dalam pembuatan animasi yang berbicara mengenai seputar budaya Indonesia. Anak muda sekarang harus mengangkat tema-tema tentang kebudayaan dan sejarah juga, karna budaya dan sejarah berkaitan erat sama Indonesia.

Budaya di Indonesia sangat banyak dari Sabang sampai Merauke budayanya pun berbeda-beda, yang di mana membuat Aryanto Yuniawan ingin membuat karakter yang menonjolkan budayanya. Di mana project yang akan beliau buat adalah karakter Ajisaka. Ajisaka adalah nama seorang tokoh legendaris yang banyak diceritakan masyarakat Jawa secara turun temurun di masa lalu.  Sumber tertulis tentang Aji Saka ada di dalam literatur Serat Momana, Serat Aji Saka, Babad Aji Saka, Serat Witoradyo III, dan Serat Ajidharma Ajinirmala yang kesemuanya ditulis di atas tahun 1800.

Pengertian atau silsilah dari Ajisaka, Kata aji dalam bahasa Jawa ditulis sama dengan kata Haji.  Tentu berbeda dengan istilah Haji dalam Islam karena orang Jawa masa lalu memakai istilah “Kaji” untuk menyebut orang yang telah berhaji sedangkan kalau Kata “Saka” (çaka) mempunyai beberapa penafsiran. Satu kelompok pendapat mengatakan Saka berasal dari bahasa Jawa “Soko”  yang berarti “Dari”.

Ajisaka bercerita tentang tokoh yang ada di Jawa, di mana di film yang akan di buat oleh Aryanto Yuniawan akan menunjukan film yang memperlihatkan transformers rasa wayang. Film ini nantinya pengemasannya akan dibuat semenarik mungkin, epic dan penonton juga akan di buat terkesima ternyata animator muda di Indonesia bisa membuat animasi yang kelasnya sudah Internasional.

Ajisaka akan melibatkan para animator muda untuk pembuatannya. Kita tunggu ya pembaca MATAMEDIA-RI.com Genrerasi Muda Menginspirasi filmnya akan seperti apa kerennya…

 

Penulis: Edi Sutrisno

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan