Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis RSU Queen Latifa Yogyakarta

Tali Kasih Rumah Sakit Umum Queen Latifa Yogyakarta Untuk Masyarakat Penderita Katarak.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Selama 3 hari yaitu pada Sabtu tanggal 27 Juli 2019, tanggal 31 Agustus dan hari Minggu 1 September menjadi hari yang membahagiakan yang diberikan Rumah Sakit Umum(RSU) Queen Latifa Yogyakarta kepada  para penderita katarak.

Penyakit katarak adalah penyakit yang menyerang lensa pada mata sehingga membuat lensa tersebut menjadi keruh atau buram. Lensa yang keruh pada mata akan membuat cahaya tidak bisa menembusnya. Penyakit katarak juga memiliki tingkat variasi keburaman mulai dari hanya sedikit saja keruhnya atau buramnya, hingga sampai pada keburaman total. Katarak bisa diobati dengan cara operasi. Operasi katarak akan mengangkat lensa yang keruh dan mengganggu.

Menyadari pentingnya kesehatan mata, RSU Queen Latifa Yogyakarta memiliki kegiatan rutin setiap tahunnya yaitu mengadakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis. Di tahun ini, RSU Queen Latifa Yogyakarta bekerjasama dengan beberapa pihak PERDAMI DIY (Persatuan Dokter Mata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta), Dompet Dhuafa, dan Gerakan Pramuka DIY (Kwarda). Dimulai pada tahun 2016 bakti sosial operasi katarak sudah tiga tahun berturut-turut diadakan.

“Awal mula gagasan bakti sosial ini berasal dari kegiatan (Corporate Sosial Responbility) rutin kita berupa bakti sosial yang bertujuan untuk membantu masyarakat, gak cuma katarak saja tapi kita mempunyai bakti sosial lain, tapi untuk kali ini kita khusus untuk pasien penderita katarak, kita membantu untuk meminimalisir kebutaan di Indonesia, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” terang Ayuna Dea tim Public Relations Marketing RSU Queen Latifa.

Pada tahun 2019 ini kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis dimulai dari tanggal 27 Juli hari Sabtu beirisi kegiatan Skrining untuk pasien yang menderita Diabetik, lalu berlanjut ke tanggal 31 Agustus Skrining Mata  dan dan hari Minggu 1 September yaitu kegiatan operasi katarak mata bertempat di RSU Queen Latifa Yogyakarta Yogyakarta.

“Hari pertama Skrining Diabetik dikhususkan untuk pasien penderita diabetes. Tujuan pertama yang melatarbelakangi bahwa kita melihat penderita diabetes bisa berpotensi katarak, makanya kita gaet untuk penderita, kita kumpulkan jadi satu, kita skrining apakah dari sekian yang kita deteksi itu ada yang menderita katarak atau tidak. Ada yang positif menderita katarak kemudian dari beberapa yang positif itu kita arahkan ke baksos kita yang tanggal 31 Agustus sampai dengan 1 September ini,” jelas Ayuna.

Jumlah pasien yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 120 orang dari berbagai wilayah dan yang lolos Skrining berjumlah 40 pasien kebanyakan lansia. Operasi dilakukan pada tanggal 1 September sekaligus pembukaan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang dihadiri oleh Syaifudin, M.Kes (Direktur PT Queen Latifa Husada Jaya), Prof Suhardjo SU, SpM(K) (Ketua SPBK Perdami Cabang Yogyakarta), Bambang Edi Prasetyo (Dompet Dhuafa), dan Kak GKR Mangkubumi (Ketua Kwarda DIY).

Syaifudin, M.Kes mengutarakan harapannya, Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis bisa berjalan dengan rutin, lancar dan tahun kedepannya mengharapkan bisa membantu pasien dengan kapasitas yang banyak.

“Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan CSR yang kita lakukan, tidak ada persyaratan yang menyulitkan, kita mempermudah jalannya untuk masyarakat, dan wajah senang bercampur haru bisa kita saling rasakan antara RSU Queen Latifa Yogyakarta dengan pasien, apalagi yang sudah postitif katarak yang lolos dan mendapatkan bantuan sangat senang rona wajah mereka,” ujar Ayuna.

Ayuna menceritakan, “Wajah senang pasien ketika mendapatkan perhatian, kita juga merasakan empati dari kita terhadap pasien sangat dapat saling merasakan satu sama lain, karena mereka yang notabene pengen penglihatannya pengen kembali normal dan ada program seperti ini tu mereka sangat terbantu,”

Pasien membawa keluarga yang mengantarkan pasien untuk operasi. Sejalan dengan motto “Rumah Sakit Keluarga Yang Terpercaya” pada hari Minggu tanggal 1 September RSU Queen Latifa Yogyakarta menghadirkan kebahagian kepada keluarga-keluarga pasien yang melakukan operasi katarak.

“Sebenarnya kita gak hanya menyangsang di masyarakat kelas bawah saja, tapi kita peduli juga dengan masyarakat-masyarakat yang notabene perlu kita bantu, yang pertama untuk kesehatan itu sendiri, yang kedua dari RSU Queen Latifa Yogyakarta sebagai bentuk tali kasih peduli untuk masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini kami berharap menurunnya tingkat kebutaan di Indonesia,” ujar Ayuna.

Setelah operasi pasien ada tiga fase kontrol yang pertama H+2, H+5, H28 di RSU Queen Latifa Yogyakarta.

“Jadi kita fasilitasi sampai pemulihan selesai,” jelas Ayuna.

“Tantangan lebih persiapaan teknis. Kita excited banget program tahun ini kita bisa sebagai penyelenggara termasuk kerjasama dengan PERDAMI DIY (Persatuan Dokter Mata Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta), Dompet Dhuafa, dan Gerakan Pramuka DIY (Kwarda). Tentu sebuah event selalu mempunyai tantangan-tantangan tersendiri walaupun kita sudah menyiapkan plan A, plan B, plan C tapi ternyata memang ada hambatan, cuma ini tidak memungkiri untuk kita gak ada solusi atau seperti apa gitu malah justru untuk membangun kita juga dari tiap proses yang kita jalani. Dari dokternya alhamdulillah sudah berusaha dan berkerja sebaik mungkin memberikan yang maksimal kepada para pasien. Harapannya kita dari pasien yang sudah di skrening dan operasi nantinya pada saat kontrol bisa melihat seperti sedia kala dan tanpa halangan satupun kita harapkan,” ungkap Ayuna.

“Tahun depan kita (RSU Queen Latifa Yogyakarta) harapkan dan kita usahakan bisa melakukan kegiatan baksos ini pasiennya bisa lebih banyak lagi tentunya,” terang Ayuna.

Curahan Hati Keluarga Pasien

Daud Cahya Pamungkas anak dari pasien yang bernama Sugiyarta yang berasal Wonogiri Jawa Tengah salah satu dari 40 kelurga yang menerima kebahagian yang dihadirkan talikasih RSU Queen Latifa Yogyakarta. Daud menceritakan bahwa bapaknya beberapa bulan yang lalu pernah skrining yang mengharuskan sang bapak harus di operasi katarak. Mendengar kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis lalu mendaftarkan orang tuanya untuk ikut. Setelah mengikuti Skrining Diabetik dinyatakan lolos dan harus dioperasi.

“Kebetulan sekali pas sekali dengan kebutuhan orang tua saya,” ucap Daud.

Sempat merasakan kekhawatiran karena sang bapak Sugiyarta sudah masuk ke dalam cadangan yang kedua dari kouta yang ada. Tetapi kabar baik pun menghampiri sang bapak bisa tetap di operasi.

“Sangat membantu, sangat positif, dan sangat masyarakat sekali menurut saya, karena memang dibantu sekali, karena satau saya operasi katarak itu di berbagai tempat tidak dilakukan, nah ini kan bakti sosial ini jarang-jarang ada, ini kesempatan emas lah buat kami-kami keluarga penderita katarak bisa terbantu, benar-benar terbantu sekali,” terang Daud.

Daud mengharapkan rumah sakit sebagai sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya mengharapkan rumah sakit yang ada di Republik Indonesia bisa lebih pro kepada masyarakat seperti Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSU Queen Latifa Yogyakarta.

“Yang artinya tidak hanya menunggu pasien datang, melayani dan sebagainya, tapi dia bisa terjun langsung, apasih sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat, terlebih masyarakat maaflah ya yang membutuhkan yang ekonominya dibawah sangat berarti sekali, berbeda dengan orang mampu, itukan bukan perkara masalah materinya, tapi seperti keluarga seperti kami ini kan sangat terbantu sekali, dan sangat bermanfaat sekali,” curah Daud.

Ibu Ismujah yang sudah berumur 60 tahun seorang ibu dari Mahmud Amri menjadi salah dua pasien yang yang mendapatkan tali kasih RSU Queen Latifa Yogyakarta. Amri beserta keluarga tinggal di Kasihan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Daud sehari-harinya berkerja sebagai OB (Office Boy) di Rumah Sakit Islam Hidayatullah Yogyakarta. Membaca kabar baik dari poster tentang Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSU Queen Latifa Yogyakarta dari facebook. Setelah mengetahu kabar baik tersebut Amri langsung mendaftarka sang ibu untuk ikut.

“Sangat membantu sekali, kan kalau operasi katarak biayanya lumayan sekali mas ya,” ujar Amri

Amri menuturkan mula-mula sang ibu Ismujah meraskan kedua matanya mulai kabur sudah tiga bulan yang lalu. Semakin lama semakin terganggu penglihatan sang ibu Amri. Tetangga Amri pernah mengusulkan untuk membelikan sang ibu sebuah obat yang bisa membuat mata sang ibu sembuh. Tapi tetap juga tidak sembuh. Kala diperiksakan di Puskesmas barulah jelas bahwa sang ibu Ismujah harus operasi katarak.

Amri mencari info di jagat maya tentang operasi katarak yang gratis. Dia menemukan ada yang gratis dari BPJS. Tapi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Amri sudah lama tidak aktif. Mendengar BPJS Kesehatan akan menaikan iuran Amri hanya tersenyum tak menunjukkan penyesalan karena BPJS miliknya sudah tidak aktif.

Amri mengatakan alhamdulillah senang ketika ditanya perasaanya terhadap Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di RSU Queen Latifa Yogyakarta. Amri juga berharap rumah sakit umum yang lain dapat mempunyai kegiatan yang dapat bermanfaat seperti ini. Dia menuturkan masih banyak keluarga-keluarga yang belum tersentuh dan perlu bantuan dibidang kesehatan.

Penulis: *R.V.N*

Editor: *R.V.N*

 

Tinggalkan Balasan