ACOO (Application of Cooperative): Inovasi Canggih Koperasi Online Di Era Digital

Semangat yang ada pada ACOO ialah ingin mendorong partisipasi anggota semakin meningkat dan mengatasi permasalahan yang menurunkan semangat dikalangan mahasisiwi dan mahasiswa anggota KOPMA. ACOO lahir dengan inovasi, dengan berbagai fitur di era digital semakin ideal untuk digunakan di perkoperasian Indonesia, terlebih di kalangan generasi muda yang akan melanjutkan semangat juang dari Koperasi. ACOO memberikan kemudahan, flexible, praktis, efisien di dalam semangat revolusi industri 4,0. ACOO mewakili tiga semangat Kementrian Koperasi dan UMKM dalam mengoptimalkan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan, yakni melalui agenda reformasi koperasi yang terdiri dari tiga program meliputi Reorientasi, Rehabilitasi, dan Pengembangan Koperasi.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Hari Koperasi Nasional yang ke 72 jatuh pada tanggal 12 Juli 2019. Gerakan ekonomi kerakyatan yang dijiwai asas kekeluargaan ini telah berperan banyak dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Begitupula semangat juang yang tinggi masih terlihat dalam menjaga eksistensi koperasi di kalangan mahasiswi dan mahasiswa di dalam dunia kampus. Terlebih semangat pemuda millenial dimana Indonesia saat ini tengah berada di era Revolusi Industri 4.0. Sejalan dengan hal tersebut, Kementrian Koperasi dan UMKM pada tahun 2015 memiliki langkah strategis dalam mengoptimalkan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan, yakni melalui agenda reformasi koperasi yang terdiri dari tiga program meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi.

Sebagai salah satu bentuk koperasi yang kini erat dengan entreprenuer muda, koperasi mahasiswa memiliki peranan penting dalam menghadapi era revolusi industri 4,0. Hal ini pulalah yang kemudian memacu tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) Universitas Negeri Yogyakarta yang diketuai oleh Zakiah Noor Hidayati untuk mengembangkan media koperasi berupa aplikasi online.

Pengembangan media koperasi diawali dengan riset lapangan terkait potensi, tantangan, dan kebutuhan anggota koperasi. Selanjutnya hasil riset tersebut dijadikan dasar pengembangan media dalam bentuk aplikasi.

“Kami menggunakan model Research and Development yang terdiri dari tiga tahap, perancangan, produksi, dan pengembangan. Di perancangan kami melakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu, jadi kami punya ide, tapi ide ini tu belum tentu yang terbaik, terus kita analisis pakai kuesioner nyebar ke 98 sampel, terus mereka butuh fitur apa aja, apasih kelemahan koperasi sekarang, kekurangannya apa saja, mereka butuhnya seperti saja. Dan setelah itu kita analisis hasilnya kuesioner. Lalu kita bikin rancangan aplikasinya, terus kita berkerjasama dengan ahli IT yang kebetulan juga mahasiswa UNY,” terang Zakiah yang sedang menempuh kuliah ilmu pengetahuan Administrasi Publik di Universitas Negeri Yogyakarta, yang akan memasuki semester 5 dan mempunyai motto hidup ‘Ada napas ada jalan, Man Jadda Wa Jadda!’.

“Kita produksi kita kembangkan,” lanjut Zakiah menerangkan “Aplikasinya sudah berbentuk kita kembalikan lagi ke 98 yang telah mengisi kuisoner tadi. Kami tanyakan kembali ‘Gimana aplikasi ini sudah seperti yang kalian harapkan belum?’ kita ajukan ke mereka untuk di uji coba, hasilnya 94% anggota KOPMA UNY setuju dan menerima dengan adanya aplikasi ACOO ini!”.

Andi salah satu mahasiswa UNY mengatakan aplikasi ACOO keren dan flexible. Ada juga mahasiswa yang sudah tidak sabar ingin menggunakan ACOO dan bertanya kepada Zakiah kapan aplikasi ACOO akan digunakan oleh KOPMA UNY. “Respon mereka sangat bagus bahkan sudah ada yang bilang ‘wah aku mau bayar simpanan wajib, sudah bisa dipakai belum’. Mereka merasakan flexible, praktis, efisien, mudah dengan aplikasi ACOO dan juga terjangkau untuk siapa saja bisa di download di playstore,” jelas Zakiah.

Aplikasi yang bernama ACOO (Application of Cooperative) memiliki fitur yang representatif dengan kebutuhan anggota koperasi zaman now, meliputi fitur layanan keanggotaan online, diskusi online, layanan transaksi keuangan online, serta layanan perbelanjaan produk maupun jasa secara online. Pemilihan akses online sebagai basis media koperasi ACOO mempertimbangkan kemudahan akses dimana dan kapan saja. Hal ini juga selaras dengan perkembangan internet di Indonesia, dimana 132 juta jiwa Indonesia telah mengakses internet. Dan generasi milenial merupakan bagian tak terpisahkan dari perkembangan internet hari ini.

Akses online memberikan berbagai kemudahan dalam mendukung peningkatan kontribusi anggota koperasi menggunakan hak serta memenuhi kewajibannya sebagai anggota koperasi. Bahwasannya koperasi memang dari, oleh, dan untuk anggota. Jadi, kontribusi atau yang sering disebut sebagai partisipasi anggota memegang peranan penting dalam keberlanjutan koperasi kedepannya. Melalui ACOO yang berisi berbagai inovasi, anggota koperasi dapat dengan mudah melakukan pembayaran simpanan wajib, menabung, menarik sisa hasil usaha, cek poin kegiatan dan belanja, berbelanja online, transaksi online, serta mendapatkan informasi up to date tentang kegiatan koperasi. Pengisian saldo ACOO pun terbilang mudah, karena top up saldo dapat melalui ATM maupun Pulsa. Di dalam ACOO juga tersedia notifikasi yang akan mengingatkan tentang pembayaran simpanan wajib serta berbagai promo dan kegiatan koperasi secara up to date.

“ACOO kita juga bisa chat dengan manajemen, mau tanya, mau memberikan saran dan kritikan bisa langsung,” tutur Zakiah.

ACOO juga dirancang untuk pengunjung koperasi non anggota. Perbedaanya terletak pada pilihan fitur yang tersedia. User non anggota koperasi tidak dapat mengakses fitur keanggotaan serta memperoleh poin belanja. “Kalau non anggota fiturnya bisa dilihat dibagian market, ada apa saja produk-produk di KOPMA UNY, jasanya apa saja, bisa booking, prodaknya disimpan dan bayarnya cash. Bisa juga mendaftar anggota kompa UNY melalui ACOO jika tertarik dengan beberapa diskon yang pada prodak,” kata Zakiah.

ACOO juga dilengkapi fitur pendaftaran anggota secara online untuk mempermudah implementasi prinsip koperasi, yakni keanggotaan yang bersifat terbuka. Melalui ACOO, agenda reformasi koperasi dapat optimal sehingga eksistensi koperasi dapat terus dirasakan manfaatnya oleh generasi-generasi masa depan.

Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain merupakan anggota yang aktif di KOPMA UNY. Zulkarnain aktif di kepanitian, Devi aktif di penggunaan program jasa dan produknya dan pernah menjadi kepanitian, Zakiah yang pernah masuk di kepanitian, pernah memenangkan juara 2 NCC Perwakilan Kopma UNY meraih Juara 2 NCC 2018 Kopma UNY, dan magang. Setelah magang Zakiah mengetahui bahwasanya kendala yang paling besar di perkoperasian adalah partisipasi anggotanya. Berawal dari menemukan permasalahan Zakiah berpikir lagi dan berhasil menemukan ide untuk memberikan kontribusi yang lebih lagi kepada KOPMA dengan menciptakan sebuah sistem.

Pada pembukaan proposal baru Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Zakiah mengajak Devi Oktaviani, dan Zulkarnain untuk mengembangkan idenya. Mereka bertiga secara bersama-sama bersinergi menyusun proposal. Setelah di submit, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mencairkan dana sebesar Rp 7.300.000 kepada mereka bertiga.

Pada penulisan proposal PKM Devi Oktaviani mengerjakan bab II yang berisi kajian pustaka, analisis teknologi tentang TAM (Technology Acceptance Model), dan menyusun rancangan anggaran. “Awalnya Zakiah ngajakin tu kan kita sama-sama masuk ke UKM Fakultas dibidang kepenelitiannya, Dia punya ide tentang pengembangan koperasi dari konvensional ke online biar partisipasi anggota meningkat, soalnya kita sama-sama prihatin mengenai partisipasi anggota di koperasi itu berkurang (membayar simpanan wajib kurang rutin, keaktifan di kepanitian dan kegiatan-kegiatan sangat jarang) makanya Zakiah mengajak gimana kalau kita membuat aplikasi yang bisa meningkatkan partisipasi anggota,” cerita Devi yang baru yang baru akan memasuki perkuliahan semester 5 nanti jurusan Pendidikan Ekonomi UNY, yang mempunya motto hidup “Lakukan Yang Terbaik!”.

“Dengan aplikasi ini kita ada fitur reminder,” lanjut Devi menceritakan “buat mengingatkan para anggota Koperasi sebelum jatuh tempo pembayaran, mengingatkan mengenai kegiatan-kegiatannya nanti yang ada di KOPMA, sehingga diharapkan anggota ikut berpartisipasi banyak untuk menggikuti kegiatan yang diadakan KOPMA.”.

Zulkarnain yang merupakan KaTing (Kakak Tingkat) Zakiah dan Devi sedang menempuh jurusan Administrasi Publik yang akan memasuki semester 7 nanti, yang mempunyai motto hidup ‘Libatkan Allah disetiap urusanmu’ mengerjakan bab I yang berisi latarbelakang. “Kenapa sih ACOO ini sangat dibutuhkan, permasalahan yang ada di koperasi yang ada di Indonesia terutama di koperasi UNY. KOPMA UNY salah satu Koperasi yang berprestasi tingkat provinsi namun menurut laporan pertanggungjawabannya itu per Desember 2017 ternyata partisipasi anggotanya tu sangat minim, seperti yang diceritakan Devi, setelah menyelesaikan latarbelakang kita sinergi-kan dengan program reformasi koperasi Kementrian Koperasi dan UMKM yang meliputi reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan koperasi,” ujar Zulkarnain.

“Akhirnya kami pikir kenapa gak mengembangkan sistem jaringan aplikasi yang berbasis online,” lanjut Zulkarnain menjelaskan “Untuk meningkatkan partisipasi anggota koperasi yang sebelumnya bersifat manual konvensional menuju modern yang sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini, alhamdulillah ACOO sangat flexible untuk digunakan.”.

Tidak hanya melakukan ujiboba di kalangan mahasiswi dan mahasiswa di UNY, Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain juga bersilaturahmi ke KOPMA UIN Sunan Kalijaga, KOPMA UGM, Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) untuk menguji coba aplikasi untuk mendapatkan testimoni.

“Saat kita ke KOPMA UIN Sunan Kalijaga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mas Idhar sangat welcome terhadap kami. Beliau bilang “Ini sangat bagus,” terus kita bertanya “Mas ini dari 1­­-10 mau dikasih nilai dari berapa?” Terus mas Idhar bilang kasih 7. Lho kok 7 mas? tanya kita lagi, mas Idhar sembari memotivasi bilang “nanti mau saya kasih 10 kalau sudah diimplementasikan, biar kalian semangat, soalnya ini udah paket komplit banget” kata mas Idhar dan kita semakin semangat dan percaya diri terhadap karya kita!”.

Dari kiri Devi Oktaviani Zakiah Noor Hidayati, Idhar Ketua KOPMA UNI Sunan Kalijaga Yogyakart dan Zulkarnain

“Mas Idhar tertarik mau menggunakan ACOO,” lanjut cerita Zakiah “Soalnya mereka juga sedang melakukan pengembangan ke online juga. Di kopma UGM Zakiah dkk juga mendapatkan respon positif dari aplikasi ACOO,”.

Kunjungan Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain ke KOPMA UGM.

Zakiah dan tim pun melakukan validasi Koperasi dan validasi media. Mereka bertiga menyambangi PLUT-KUMKM (Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) D.I Yogyakarta, bertemu Wahyu Kosultan Koperasi dan UMKM seyogya. “Mas Wahyu bilang “Bagus ini mba, jangan cuma di KOPMA UNY, semua KOPMA menggunakan”, besok di HARKOPNAS nanti kalau ada pak menteri kalian ketemu saya yang nemuin, soalnya ini sangat bermanfaat, kata mas Wahyu” cerita Zakiah.

Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain ke KOPMA UGM sedang melakukan proses Pengajuan Hak Intelektual Karya (HKI) Yogyakrta,

Untuk validasi media mereka menemui Hardika ahli IT dan mendapatkan respon IT yang sudah bagus untuk digunakan “Meskipun ACOO kompleks gak lemot karena sistem yang online, server cepet aja, kalau offline banyak fitur jadi berat (lemot),” ucap Zakiah.

Dyna Herlina Suwarto, Msc pembimbing Tim Zakiah tak ketinggalan memberikan tanggapan positif terhadap karya Zakiah, Devi, dan Zulkarnain yang memiliki inovasi dibidang perkoperasian dan teknologi dengan berbagai fitur yang dapat memudahkan para anggota koperasi dan dapat mendorong meningkatkan partisipasi keanggotaan. “Pas kita udah monitoring dan evaluasi dengan dosen reviewer se-Universitas, salah satu ibu dosen bilang “Wow ini baru satu kali ini mencoba ke ranah koperasi, soalnya koperasi jarang banget ada yang mau ngembangin, dan kalian mau ngembangin dan ini online, ini sangat berpotensi.” kita pun makin optimis untuk bisa diterapkan,” cerita Zakiah.

Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain bersama Dyna Herlina Suwarto, Msc pembimbing Tim.

Zakiah, Devi, dan Zulkarnain berharap ACOO bisa diimplementasikan terlebih dahulu di KOPMA UNY dan berharap lebih jauh ACOO dapat digunakan di seluruh Indonesia. Berbagai tanggapan positif dari kuesioner, rekan sesama KOPMA, baik dalam dan diluar civitas akademika menunjukkan ACOO memang dibutuhkan generasi muda untuk gerak perkoperasian sebagai sokoguru perekonomian Republik Indonesia. Semangat yang ada pada ACOO ialah ingin mendorong partisipasi anggota semakin meningkat dan mengatasi permasalahan yang menurunkan semangat dikalangan mahasisiwi dan mahasiswa anggota KOPMA. ACOO lahir dengan inovasi, dengan berbagai fitur di era digital semakin ideal untuk digunakan di perkoperasian Indonesia, terlebih di kalangan generasi muda yang akan melanjutkan semangat juang dari Koperasi. ACOO memberikan kemudahan, flexible, praktis, efisien di dalam semangat revolusi industri 4,0. ACOO mewakili tiga semangat Kementrian Koperasi dan UMKM dalam mengoptimalkan koperasi sebagai gerakan ekonomi kerakyatan, yakni melalui agenda reformasi koperasi yang terdiri dari tiga program meliputi Reorientasi, Rehabilitasi, dan Pengembangan Koperasi.

Bagi Zakiah Noor Hidayati, Devi Oktaviani, dan Zulkarnain Koperasi…

“Jadi koperasi adalah sokoguru perekonomian Indonesia yang dulu pernah jadi satu-satunya gerakkan ekonomi yang mampu bertahan di saat krisisnya perekonomian Indonesia pada tahun 1998, jadi harapannya koperasi jangan hilang eksistensinya karena partisipasinya yang tidak meningkat lagi hanya karena koperasi itu tidak berbentuk online sepeti yang masyarakat sekarang yang aktivitas hidupnya serba online, hanya karena koperasi tidak mengikuti teknologi perkembangan zaman revolusi 4.0 jangan sampai koperasi terus hancur, harusnya koperasi terus bangkit, terus kita mendakati khalayak yang mau menggunakan, disini fokus kita mahasiswi dan mahasiswa yang 60% dari total penduduk Indonesia yang gak paham dan gak tertarik tentang koperasi.” Zakiah Noor Hidayati.

“Diharapkan dengan adanya aplikasi ini nantinya koperasi Indonesia dapat memperbaiki perekonomian Indonesia sendiri, karena, sokoguru perekonomian Indonesia sendiri adalah Koperasi, dengan adanya aplikasi koperasi berbasis online ini diharapkan masyarakat Indonesia yang menggunakan, soalnya kan sekarang banyak masyarakat yang di manjakan dengan teknologi itu sendiri, sehingga dengan adanya teknologi ini banyak yang menggunakan.” Devi Oktaviani.

“Harapannya aplikasi ACOO dari ide kami ini bisa membantu untuk memajukan koperasi di seluruh Indonesia, harapannya dengan adanya aplikasi ini bisa mendorong, dan memunculkan kembali bahwa Koperasi adalah sokoguru perekonomian nasional, yang pasti koperasi harus bangkit dan partisipasinya anggotanya harus lebih aktif.” Zulkarnain.

Bravo KOPMA!

Penulis: *R★.V.★N*

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan