Usaha Jamur Tiram

MATAMEDIA- RI.com – Banyak orang yang mengira banwa usaha dalam bidang pertanian itu menghasilkan untung yang tidak seberapa padahal tujuan dari melakukan usaha adalah mendapatkan keuntungan yang besar. Lalu apa yang harus dilakukan para pengusaha agar bisnis pertaniannya menguntungkan? Lalu usaha seperti apa sih yang bisa menguntungkan?  Dan Adakah usaha yang mudah dikembangkan namun tetap menguntungkan dan menyehatkan?

Bapak Adi dan ibu Salimah adalah sepasang suami istri yang memiliki empat orang anak, mereka bertempat tingga Trini, RT 06 RW 03 Kelurahan Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. mengembangkan bisnis jamur tiram, dimana usaha tersebut terbilang sangat menguntungkan. “Menurut saya bisnis jamur tiram itu sangat tepat, karena jamur tiram adalah produk pertanian yang tidak memerlukan perawatan yang sulit serta hasil yang sangat menjanjikan.” ungkap ibu salimah. Dalam usaha ini ibu salimah di bantu oleh suaminya yaitu Bapak Adi dalam menjalankan usaha jamur tiram. Usaha ini mulai berjalan pada tahun 2012 tepatnya empat tahun yang lalu.

Awal mulanya ibu salimah termotivasi dari temannya  yang juga memproduksi jamur tiram karena khususnya  di daerah Yogyakarta jamur tiram ini sangat berpotensi untuk di usahakan. Selain itu jamur tiram ini juga memiliki berbagai khasiat yang sangat baik sebagai antibody bagi kesehatan manusia. ”Serta pengalaman dari teman yang mengalami penyakit kanker payudara dan mencoba untuk mengkonsumsi jamur tiram secara rutin dan hasilnya kanker itu bisa sembuh total, nah dari situ saya ingin dan mulai merintis usaha jamur tiram,” cerita bu salimah saat ditanyai awal-mula membangun bisnis jamur tiram.

Selain dari untung produksi jamur tiram yang terbilang besar, perawatannya pun juga mudah. Ibu salimah dan bapak adi hanya membeli baglog dari penjual bibit jamur. Baglog adalah bahan-bahan yang terdiri dari krecek kayu, katol (dedak padi), gamping dan biasanya ada pari atau gabah setra bibit dari jamur tiram yang dibungkus di dalam plastic bening  berukuran 1 kg dan diikat pada ujung plastic serta di beri ring yang terbuat dari plastic. Ring tersebut berfungsi sebagai tempat keluarnya jamur tiram.

Sedangkan untuk perawatan jamur tiram itu sendiri, biasanya ibu salimah dan pak adi melakukan perawatan pada pagi dan sore hari. Perawatan yang dilakukan meliputi pengecekan suhu, pengecekan hama pada baglog dan juga biasanya pengecekan kelembapan pada ruangan atau kandang jamur tiram. ”Sebenarnya pada jamur tiram ini mudah kok, hanya saja jika tidak telaten ya susah juga. Jika suhunya diatas 28C maka alas atau tanahnya harus diairi agar kembali lembab namun jika telalu lembab jendela-jendela kandang jamur tiram harus di buka agar udara bisa masuk dan bisa mencegah munculnya hama yang berupa ulat-ulat.” jelas pak Adi mengenai perawatan jamur tiram.

Selain perawatan kegiatan yang rutin dilakukan adalah memanen jamur tiram pada pagi dan sore hari. Jamur tiram bisa dipanen dalam waktu satu sampai dua hari setelah baglog memutih dan mulai mengeluarkan jamur berukuran kecil.  jika ukurannya sudah lumayan besar jamur siap dipanen. Sedangkan dalam satu baglog bisa bertahan sampai waktu empat bulan (8 kali pemanenan). Biasanya hasil produksi yang paling bagus pada produksi pertama karena baglog terbilang masih baru.

Ibu salimah mengaku dalam usaha ini jarang mengalami kendala dalam usaha jamur tiram tersebut. “Biasanya kalau saya lupa mengecek kandang beberapa jamur busuk karena ulat atau kekeringan. Tapi tidak pernah rugi kok kalau di hitung-hitung.” Ungkap ibu salimah.

Prinsip yang di terapkan dalam usaha jamur tiram ini sendiri adalah kesabaran dan ketelatenan agar usaha ini tetap bertahan dengan permintaan yang selalu meningkat setiap harinya. “saya yakin intinya kalau telaten maka usaha jamur tiram kemungkinan kecil untuk bangkrut, Karena pada dasarnya perawatannya mudah. Pernah juga dosen dari UGM datang kesini untuk meneliti usaha kami, karena usaha yang kami dirikan ini awet. Dan menurut saya ya, karena itu sabar dan telaten yang menjadi prinsip kami dalam melakukan usaha jamur tiram ini,” jelas ibu Salimah.

“Biasanya pemasaran jamur tiram ke angkringan dan pasar terdekat serta konsumen yang sudah memesan jamur tiram pada jauh-jauh hari. Pemasarannya belum terlalu luas namun permintaan dari jamur tiram itu sendiri selalu meningkat,” Cerita ibu salimah dengan penuh semangat. Hal ini yang membuat usaha jamur tiram ibu Salimah dan bapak Adi dapat bertahan sampai saat ini. Keuntungaan yang dihasilkan dari usaha jamur tiram ini tergolong cukup untuk membiayai pendidikan empat orang anaknya.

Olahan Jamur Tiram di tempat-tempat makan kini menjadi primadona di tempat-tempat makan yang ada, dari mulai warung sekelas pecal lele sampai tempat makan yang sekelas cafe. Salah satunya di Warung Alamanda Presto, bermacam-macam olahan tersaji di menu seperti jamur crispy, tumis jamur, jamur tiram, dan nasi goreng jamur. “dalam satu hari penjualan kami biasa menghabiskan tiga kilogram jamur tiram dan menu yang menjadi primadona jamur tiram crispy” ungkap kepala koki. menu favorit mahasiswa yang sedang kuliah di kota pelajar Yogyakarta.

Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) termasuk salah satu jamur pangan yang dapat di konsumsi dari kelompok Homobasidiomycetes  dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.

Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung proteinairkalorikarbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsiumvitamin B1vitamin B2, dan vitamin C. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidratlemak dan kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%.

Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan. Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.

 

Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah. Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering. Kandungan proteinnya 10,5-30,4%. Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%. Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisinmetionintriptofanthreoninvalinleusinisoleusinhistidin, dan fenilalanin.

 

Lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi. Mineral utama tertinggi adalah KaliumFosforNatriumKalsium, dan Magnesium. Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

 

Jamur tiram juga terkenal akan kandungan dan manfaat yang sangat melimpah. Diantaranya untuk mencegah beberapa penyakit, seperti anemia, memperbaiki gangguan pencernaan, mencegah kangker, tumor, hipertensi dan menurunkan kadar kolesterol serta kencing manis. Selain itu jamur tiram juga berkhasiat menjaga vitalitas laki-lakimaupun perempuan dan membantu mengatasi kasus kekurangan gizi.

Memiliki berbagai manfaat sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda.

 

Banyak sekali manfaat kesehatan jika kita konsumsi menemani nasi, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetesanemia, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.

 

Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan. Jamur tiram mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).

 

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan. USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.

 

Selain budidaya yang tidak terlalu susah usaha bertani jamur tiram memang menjanjikan kalau di jalani dengan telaten. Terbukti usaha yang dilakoni oleh bapak Adi dan ibu Salimah ini mampu menambah pundi-pundi untuk membiayai keempat anaknya dalam pendidikan. Dalam menjalankan usahanya ibu Salimah dan pak Adi mempunyai harapan yang ingin di tuju untuk kemajuan usaha jamur tiram ini salah satunya yakni perluasan kandang, penyebar luasan pemasaran dan membuat olahan seperti keripik jamur tiram dan olahan lain yang dapat di pasar luaskan.

Begitulah hasil wawancara yang dilakukan “MATA MEDIA” banyak hal yang dapat diambil dari usaha yang dirintis oleh pasangan ibu Salimah dan bapak Adi dalam bertani jamur tiram  yang kaya manfaat, khasiat, dan membuat sehat untuk dikonsumsi. Untuk kalian yang ingin memulai usaha jamur baik jamur tiram, jamur kuping maupun jamur-jamuran (hehehe) kalian harus ingat pesan ibu salimah, yakni “telaten dan sabar”  jangan lupa berdoa juga, didunia ini tidak ada yang tak mungkin. Jadi, kumpulkan tekat dan niat untuk berusaha dalam bisnis apapun. Saya yakin yang kita usahakan pasti mendapatkan hasil, semangat dan jangan menyerah wahai pengusaha muda.

 

Penulis: Arli

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan