Permainan Seru Perlu Dimainankan Lagi: Cublak Cublak Suweng

Di rubrik DuniaAnak kami akan menyajikan bacaan tentang seputar dunia anak-anak, yaitu permainan. Permainan-permainan tradisional yang penuh dengan manfaat tumbuh kembang bagi si anak  yang sudah mulai terlupakan oleh kemajuan zaman. Banyak sudah penelitian yang menyatakan permainan tradisional mampu meningkatkan perkembangan #Kognitif #Anak. Yukkkk mari kita hidupkan kembali  permaianan tradisional #DuniaAnak.


YOGYAKARTA, MATAMEDIA-RI.com – Hai adik-adik, masih ingat dengan permainan Cublak Cublak Suweng? Atau ada yang belum tahu nih, permainannya seperti apa? Permainan Cublak Cublak Suweng adalah permainan yang dimainkan minimal 3 orang ya, dan akan semakin menarik jika dimainkan oleh 7 hingga 8 orang. Permainan ini dimulai dengan menentukan salah satu dari peserta permainan untuk menjadi Pak Empo, tokoh utama dalam permainan ini. Pak Empo bertugas mencari sebuah kerikil, atau batu kecil yang diibaratkan sebagai suweng yang kemudian disembunyikan oleh peserta lain. Sebelumnya Pak Empo berbaring telungkup di tengah-tengah peserta, peserta lain menaruh telapak tangannya menghadap ke atas di punggung Pak Empo.

Sudah ingat adik-adik? Permainan seru nggak hanya ditemukan dihandphone aja, lebih menyenangkan apabila kita bermain dengan teman-teman, berbaur bersama dalam canda dan tawa. Untuk mengingat kembali, yuk kita mulai permainan dengan cara bermain :

Pertama dimulai dengan Gambreng, yang kalah menjadi Pak Empo. Dia berbaring telungkup di tengah, anak-anak lain duduk melingkar. Buka telapak tangan menghadap ke atas dan letakkan di punggung Pak Empo. Salah satu anak memegang biji kerikil dan dipindah dari telapak tangan satu ke telapak tangan lainnya diiringi lagu Cublak-Cublek Suweng.

“Cublak cublek suweng. Suwenge ting gelenter. Mambu ketundung gudel. Pak empo lirak-lirik. Sapa ngguyu ndhelikake. Sir-sir pong dele gosong. Sir-sir pong dele gosong.”, dinyanyikan bersama, biasanya dilakukan 2 atau 3 kali.

Sambil bernyanyi, kerikil atau biji dipindahkan dari tangan satu pemain ke tangan pemain berikutmya, setelah kalimat (bait terakhir) “Sir-sir pong dele gosong” serahkan biji atau kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman. Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil, sambil menggerak-gerakkan tangan. Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji atau kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji atau kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.

Lagu dolanan anak-anak di Jawa karya Sunan Giri ini ternyata mengandung makna luhur tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia, makna yang mengajarkan tindak anti korupsi atau anti Keserakahan. Berikut ini Makna lagu dolanan Cublak-Cublak Suweng.

  1. Cublak-cublak suweng

Cublak Suweng = tempat Suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Jadi, Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

  1. Suwenge teng gelenter

Suwenge Teng Gelenter = suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

  1. Mambu ketundhung gudel

Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

  1. Pak empo lera-lere

Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

  1. Sopo ngguyu ndhelikake

Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum-sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

  1. Sir-sir pong dele kopong

Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya.

Adapun manfaat yang diperoleh yaitu agar adik-adik bisa belajar menyanyi, mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan, mengenal bahasa Jawa, melatih motorik halus, belajar mengikuti aturan, latihan kerja sama dan belajar menyimpan rahasia. Dengan permainan yang dilakukan secara berkelompok, kita juga mengembangkan kemampuan dan kekompakan dalam kelompok. Baiklah kita mendekatkan yang dekat bukan menjauhkan yang dekat. Kurangi main handphone, gantilah dengan bermain dengan teman-teman, itu akan lebih menyenangkan, dan sekaligus menanamkan budaya permainan tradisional dalam diri adik-adik sekalian.

Penulis: Cicilia Rosa

Editor: *R★.V.★N*

Tinggalkan Balasan