Rindu Masa Lalu

Ilustrasi: Pinterest


SURAKARTA, MATAMEDIA-RI.com

Mungkin sudah lebih dari setahun hubungan kita berakhir, tapi rupamu tak mampu kuhapus dalam memori ingatan. Bayang senyummu, tercetak jelas dalam jemala. Samar telingaku mendengar bahwa kau sudah ada penganti. Sedikit tersayat hati ini, saat mengetahui memang benar kau sudah dengan yang lain.

Sukar untukku menerima kenyataan, tapi mengetahui bahwa sekarang kau sudah berhasil sembuh dari patah membuatku senang, meski perih juga kurasakan, sebab kini aku belum mampu menghilangkan namamu dari dalam relung hatiku.

Doaku untukmu, tentu saja semoga kau selalu bahagia, kuharap dia menjagamu dengan begitu sabar. Tak seperti aku yang mudah tersinggung dan marah. Entah kenapa aku tetap mencintai manusia keras kepala sepertimu, dan kalau boleh jujur sebenarnya aku juga lelah mengusir rasa ini untuk hilang. Yang harus kau ketahui, semakin aku memaksa rasa ini untuk hilang, justru rasa ini semakin kuat. Tidak tahu harus apa, aku hanya membiarkannya tumbuh dengan sendirinya.

Jika saja waktu dapat kuputar ulang, aku ingin kembali ke masa-masa saat kita masih bersama, saat kita beli bubur ayam dekat lampu merah, kita saling melempar canda dan berakhir tawa bahagia, saat kita belajar untuk Ujian Nasional, kita sempat les di sekolah juga, sesekali mencuri waktu untuk saling memandang, lalu saat pengumuman nilai aku menangis sebab nilaiku jelek dan kau yang selalu semangat memberiku nasehat supaya tidak mudah putus asa, dan saat aku sedang sibuk dengan novel kau marah sebab, kau tidak suka dengan aku yang begitu mencintai buku, belanja buku diskon sangat menyenangkan, walau pada akhirnya kau sebal karena aku mengabaikanmu.

Oh rasanya aku ingin kembali ke masa itu, aku ingin kembali merasakan detak jantung yang berdegup dengan kencang, dan bola matamu yang menatap mataku dengan teduh. Betapa aku merindukanmu, meski aku sadar kau sudah ada yang baru. Maaf aku mencintaimu.

Penulis: Pujilestari

Penyelaras Kata: *R.V.N*

Tinggalkan Balasan