APA UPN

MATAMEDIA- RI.com – Rubrik APA? di bulan Februari berisi pertanyaan : Apa yang kamu ketahui tentang sejarah pers Nasional?
Monica C Simanjuntak Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta

Pada saat orde baru berita tentang pemerintahan yang terjadi tidak diketahui oleh masyarakat.

Harapan : semoga pers dapat member informasi pemberitaan yang sebenar-benarnya agar tidak terjadi lagi berita “HOAX”.

 

 

 

Ruth Yulianti Limbong Akntansi Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta

Pers sangat berpengaruh dalam perkembangan Indonesia dari masa kemasa, dari masa penjajahan sampai kemerdekaan.

Harapan : lembaga pers harus benar-benar menjaga keabsahan mereka sebagai lembaga yang menjadi pedoman masyarakat agar dapat memperbaharui informasi dengan mudah dan akurat.

 

 

Grace Sarah Diandra Panjaitan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta

Sejarah perkembangan pers di Indonesia sangat erat hubungannya dengan sejarah dari sistem politik Indonesia sejak zaman pendudukan colonial Belanda. Dapat dikatakan masa sejarah pers nasional diawali dengan terbitnya Koran mingguan Medan Prijiaji pada tahun 1907 yang didirikan oleh RM Tirto Adhi Soerjo dan Raden Djokomono. Penerbitan Koran inilah yang pertama kali menggunakan modal nasional dan dipimpin orang Indonesia setelah sebelumnya seluruh media massa dipegangkendali Belanda.

Harapan : semoga dalam bekerja pers selalu menegakkan kebenaran dan keadilan dalam pemberitaan kepada masyarakat. Intinya informasi yang akan diberikan itu harus berbentuk objektif dan ballence

 

Hilda Marrisa Siahaan Manajemen Universitas Pembangunan Nasional (Veteran) Yogyakarta

Pers nasional itu pers yang diusahakan oleh orang-orang Indonesia terutamauntuk orang pergerakan dan diperuntukan bagi orang Indonesia. Pers itu bertujuan memperjuangkan bangsa, hak-hak bangsa Indonesia dimasa penjajahannya.

Harapan : salah satunya semakin banyak media yang menerbitkan berita HOAX jadi dibutuhkan verifikasi informasi yang valid agar public tidak mudah terpengaruh akan berita tersebut dan solusinya dengan melakukan literasi media kepada masyarakat.

Penulis: Dahlan Mcxaverius Lubis

Tinggalkan Balasan