APA Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta?

MATAMEDIA- RI.com 

Cinta Dalam Ketiadaan

Betapa tak ‘kan sedih aku, bagai malam, tanpa hari-Nya serta keindahan wajah hari terang-Nya?

Rasa pahit-Nya terasa Manis bagi jiwaku: semoga hatiku menjadi korban bagi Kekasih yang membuat pilu hatiku!

Aku sedih dan tersiksa karena Cinta demi kebahagian Rajaku yang tiada bandingnya.

Titik air mata demi Dia adalah mutiara, meski orang menyangka sekedar air mata.

Kukeluhkan jiwa dari jiwaku, namun sebenarnya aku tidak mengeluh: aku Cuma berkisah.

Hatiku bilang tersiksa oleh-Nya, dan kutertawakan seluruh dallihnya.

Perlakukanlah aku dengan benar, O Yang Maha Benar, O engkaulah Mimbar Agung, dan akulah ambang pintu-Mu!

Di manakah sebenarnya ambang pintu dan mimbar itu? Di manakah sang Kekasih, di manakah “kita” dan “aku”?

O Engkau, jiwa yang bebas dari “kita” dan “aku”, O Engkaulah hakekat ruh lelaki dan wanita.

Ketika lelaki dan wanita menjadi satu, Engkau-lah Yang Satu itu; ketika bagian-bagian musnah, lihatlah, Engkau-lah Kesatuan itu.

–Jalaluddin Rumi–

14 adalah Februari sudah sejak lama di kenal sebagai Valentine Day atau hari kasih sayang. Selamat merayakannya bagi yang merayakannya, dan bagi yang tidak merayakan mari kita saling menghargai, tetap tenggang rasa antar sesama, sebagai sebuah bangsa dan negara, agar kehidupan bangsa dan negara kita ini penuh dengan keharmonisan.

Rubrik APA? di bulan Februari berisi pertanyaan “Penting gak sih masyarakat Indonesia ngerayain Valentine Day?”

Jawaban dari mahasiwa-mahasiswi dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi penutup dari rubrik APA? bulan Februari. Selamat membaca dan sampai membaca lagi di rubrik APA? kami selanjutnya.

Kalo ditanya penting ngga nya jawabannya ngga lah ya.  Itu bukan budaya kita sebagai masyarakat indonesia,  lagian valentine day itu cuman buat yg punya pacar.. Kan tau kebanyakan jomblo. Kasih sayang ngapain dirayain,  kalo ngrayain tanda sayang gitu? Ngga mesti kan. Valentine day itu budaya kristen dengan tujuan untuk mengenang kematian pausnya.

Yunizar Lutfiana Diannanur (Akuntansi Syariah, UIN SUKA)

 

Valentine day jika di lepaskan dari sejarah dan pandangan tiap agama

Maka valentine day hanya sebuah nama atas momen

Selanjutnya

Pilihan kita lah yg menentukan baik buruknya itu

Maka, bijaklah kita dalam mengisi Valentine Day.

Muhammad Adib Hasani (Perbankan Syariah, UIN SUKA)

 

Valentine adalah kultur pop yang merupakan adaptasi dari budaya impor. Sehingga dalam pelaksanaannya pun banyak mengambil kultur-kultur pop yang bersifat western (kebarat-baratan). Dalam pembagiannya kultur barat yang diimpor ada yang positif maupun negatif. Dari dua aspek itulah kita menimbang apakah perlu mengikutinya atau tidak. Jika kita mengambil banyak nilai positif dari valentine semisal untuk merekatkan hubungan antar pasangan atau teman dengan batas-batas yang wajar. Kita bisa mengikutinya. Apabila kita menimbangkan dengan mengambil banyak nilai negatif seperti seks bebas atau drugs. Lebih baik kita hindari. Kita tidak perlu sentimen terhadap tanggalnya apabila dilaksnakan dengan transformasi kegiatan yang positif seperti berbagi antar sesama(charity) atau merayakan persahabatan, valentine bisa menjadi perekat hubungan antarsosial.

Arif Wafidi (Sosiologi, UIN SUKA)

 

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Q.s an-naml:30)

“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan (0rang kafir) mereka setelah datang ilmu (petunjuk) kepadamu, sesungguhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dholim.” (QS: Al Baqarah: 145).

Dari beberapa ayat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa valentine bagi umat umat Islam lebih arif tidak merayakanya, karena dari sejarah valentine adalah salah satu kegiatan orang romawi yang pada acara itu ada proses penghambaan kepada dewa dan lainya, kemudian Islam menganjurkan untuk saling menyangi, dalam kontek ini tidak ada batasan waktunya.

Muhamad Saifiddin (Ketua Umum HMI Komisariat FEBI, UIN SUKA)

 

Valentine day atau hari kasih sayang yang jatuh setiap tanggal 14 Februari memang disambut hangat oleh sebagian besar masyarakat. Banyak orang antusias menyambut hari penuh kasih ini dengan mengungkapkan rasa kasih sayang kepada orang-orang terkasih. Terkait dengan banyaknya perayaan valentine di berbagai belahan dunia, apakah penting masyarakat Indonesia merayakannya? Sebenarnya perayaan valentine day di Indonesia menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat pro terhadap valentine day dan sebagian lainnya adalah kelompok kontra. Setiap orang punya pandangan masing-masing soal valentine.

Karena masyarakat Indonesia mempunyai pandangan dan kepercayaan yang majemuk, maka perayaan valentine day boleh dilakukan, namun jangan berlebihan dan mengganggu kenyamanan orang lain. Bagi yang tidak ingin merayakan, maka sah-sah saja untuk tidak mempercayainya dan tetaplah bertoleransi. Terlepas dari perayaan valentine day, sesungguhnya setiap hari itu adalah hari kasih sayang dan ungkapan kasih bisa disampaikan kapan pun dan di mana pun.

Yuan Adelintang Kurniadita (Perbankan Syariah, UIN SUKA)

Kontributor: Rifai Aulia

Tinggalkan Balasan