APA? Dari UKMF Penelitian Kristal (UNY)

MATAMEDIA- RI.com – Rubrik APA? di bulan November mengangkat tema Pahlawan Nasional. Dengan sebuah pertanyaan “Apa Makna Hari Pahlawan Nasional Bagi Kamu?” Pertanyaan tersebut akan kami arahkan ke pihak-pihak yang berada dalam lingkup Civitas Akademika.

Kali ini Mata Media mengarahkan pertanyaan tersebut ke 5 penggawa @ukmfkristal dari Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Ekonomi.


“Hari pahlawan bagiku adalah hari yang bukan hanya mengenang jasa pahlawan, tapi lebih dari itu, hari pahlawan adalah hari dimana kita harus menjadi pahlawan untuk orang-orang yang sedang berjuang untuk sebuah kata KEMERDEKAAN”
-Fajar Indra Prasetyo Ketua UKMF Penelitian KRISTAL-

 


“Hari pahlawan adalah hari dimana kita disadarkan bahwa dalam membangun dan mempertahankan sesuatu itu butuh perjuangan dan pengorbanan. Hanya jiwa yang ikhlas yg akan selalu berjuang”
-Erna Fitriana Wakil Ketua UKMF Penelitian KRISTAL-

 


“Hari pahlawan adalah moment yang tepat untuk merefleksikan diri, sudah sampai mana kita meneruskan perjuangan para pahlawan. Menjadi titik balik pemuda untuk terus berkarya, berkarya dan berkarya membawa perubahan menuju yang lebih baik.”
-Hasdiyanto Kepala Departemen Forum Mahasiswa Ilmiah-

 


“Menurut saya hari pahlawan adalah hari dimana kita harusnya mengingat bahwa kita bisa berdiri dengan bebas hari ini bukan tanpa alasan, melainkan karena ada orang2 yg rela memberikan segenap hidup mereka untuk memperjuangkan bangsa ini. Dan yg harus kita ingat bukan hanya para pahlawan yg telah gugur, ingatlah juga bahwa apa yg kita nikmati saat ini tidak kita dapatkan sendiri, melainkan ada pengorbanan orang2 disamping kita yg rela menomorduakan dirinya sendiri untuk kita, seikhlas para pahlawan , yaitu keluarga.”
-Risa Septiani Kepala Departemen Pengembangan Kreativitas Mahasiswa-

 


“Pahlawan, bukan hanya mereka yang membawa senjata untuk membela, bukan hanya mereka yang rela menumpahkan darahnya untuk merdeka, tapi mereka yang mampu melihat dan sadar, untuk peduli dan membela yang membutuhkan.”
-Gea Octaviani Kepala Departemen Pengembangan Penulisan dan Kreativitas Ilmiah-

 

Tinggalkan Balasan