APA Dari Civitas Akademika Universitas Mercu Buana Yogyakarta?

MATAMEDIA- RI.com 

Aku berkata bahwa hidup memang kegelapan, jika tanpa hasrat dan keinginan.

Dan semua hasrat-keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan.

Dan segala pengetahuan adalah hampa, jika tidak diikuti pekerjaan.

Dan setiap pekerjaan akan sia-sia, jika tidak disertai cinta.

Bekerja dengan rasa cinta, berarti kalian sedang menyatukan diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan.

Tapi bagaimanakah berkerja dengan rasa cinta itu?

Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.

­–Kahlil Gibran –

Rubrik APA? di bulan Februari berisi pertanyaan “Penting gak sih masyarakat Indonesia ngerayain Valentine Day?”

Setelah kamaren dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, kali ini yang telah menjawab pertanyaan dari keredaksian kami berasal dari Universitas Mercu Buana Yogyakarta:

“Menurut pandangan saya sebagai Umat Muslim, Valentine itu tidak perlu dirayakan karena bukan hari raya agama apapun, menurut saya hari kasih sayang dalam Agama Islam adalah setiap hari. Dan dari beberapa sumber bahwa valentine sebagai hari yg dibebaskan untuk melakukan apa saja termasuk zina. Maka saya berpendapat bahwa valentine itu tidak perlu. Jika secara umum, hari valentine menurut saya adalah hak kita apakah mau merayakan atau tidak. Tergantung dengan bagaimana kita menanggapinya”

Aji Zamzani, Mahasiswa Ilmu Komunikasi-UMBY

“Penting atau tidaknya semua itu kembali kepada keyakinan setiap individu. Semua berhak dan bebas berargumentasi tentang boleh atau tidaknya merayakan. Tetapi juga harus didasari dengan pemahaman yang kuat tentang perayaan Valentine Day. Yang nantinya akan terjawab sendiri dengan pemahaman dari keyakinan yang mereka yakini.”

Ukhtiani Putri, Mahasiswi Ilmu Komunikasi – UMBY

“Menurut Saya, Valentine itu adil, jika pada hari Idul Fitri itu penjual daging sama bahan baku dapat untung banyak. Nah valentine itu bulan madunya penjual bunga sama kue coklat. Jadi sah dan boleh saja Valentine di Indonesia. Lagian yang protes biasanya jomblo akut stadium 5 ataupun suami yang nggak boleh poligami. Kalau perlu tiap hari perayaan valentine. Biar pedagang bunga makin banyak. Kan bagus juga kalo pinggir jalan banyak bunga.”

Eko Iza M, Mahasiswa Ilmu Komunikasi-UMBY

“Kalau menurut Saya, valentine identik dengan hari kasih sayang, namun bagi sebagian orang ada yang meng-indah-kan hari tersebut sebagai hari yang spesial untuk mengungkapkan kasih sayangnya, padahal menurut Saya, kasih sayang tidak hanya sebatas diucapkan pada saat hari valentine saja, namun kasih sayang yang sesungguhnya salah satunya adalah memberikan perhatian yang lebih terhadap orang yang kita sayang setiap hari. Tidak menyakiti hatinya terutama kedua orang tua kita, dan selalu menjadi pribadi yang baik di dalam segala hal sesuai impian orangtua kita. Penting dan enggaknya tergantung seseorang tersebut, tapi menurut Saya yang terpenting adalah wujud nyata dari kasih sayang tersebut bukan hanya memperingati di hari valentine saja.”

Tia Selvi A, Mahasiswi Ilmu Komunikasi-UMBY

“Kalau menurut aku sih penting dan juga enggak penting. Karena tergantung bagaimana kita ngerayainnya. Bagiku kalau ngerayain dengan hal positif sih it’s ok. Tapi kalau diisi dengan hal-hal negatif kayak-Nya aku gak setuju.“

Kismaya S. W, Mahasiswa Ilmu Komunikasi-UMBY

 

Kontibutor: Dian P.

Tinggalkan Balasan